
Keesokan harinya,Farel membuat janji untuk bertemu dengan Cindy di restoran miliknya.Tentu saja,tanpa sepengetahuan Kania.
Hari itu hari minggu,tapi Farel sudah tampil rapih dengan kemeja dan celana jeans panjang.Biasanya jam segitu Farel masih bermalas-malasan,atau bahkan masih tidur.
"Mau kemana?"Tanya Kania penuh selidik.
"Aku ada pertemuan dengan rekan kerja sebentar,"sahut Farel.
"Hari minggu begini?"Kania sedikit ragu.
"Iya,kenapa memangnya?"Farel seperti tidak suka dicurigai.
"Ah,tidak kenapa napa,"Kania menggeleng.
"Aku pergi dulu,"pamit Farel.
"Oke,hati hati,"ucap Kania.
Farel keluar rumah,dia pergi menggunakan mobilnya menuju tempat tujuan.Ingin hati Kania mengikuti pria itu pergi,tapi anak anaknya tidak ada yang menjaga.Tidak enak jika harus meminta bantuan pada Renata terus.
Dua jam kemudian,Farel tiba ditempat tujuan.Ternyata Cindy sudah ada disana tanpa membawa anaknya.Keduanya bersalaman dan duduk di kursi dengan aura wajah canggung.
"Sudah lama menunggu?
"Tidak,aku juga baru datang,"
"Langsung ke intinya saja ya.Jadi apa Aurel itu anakku?"Farel menatap Cindy lekat lekat.
"Iya,"sahut cindy pelit.
"Kenapa kamu tidak bilang padaku?"Farel memarahi Cindy.
"Aku tidak mau mengganggu kebahagiaanmu,"Cindy berkilah.Dia sedang membela diri sendiri.
"Itu bukan alasan yang bisa masuk di akal ku,"seloroh Farel.
"Sekarang,kamu sudah tau.Apa yang akan kamu lakukan sekarang?"Tanya Cindy balik.
"Aku akan menunaikan kewajiban ku sebagai ayah,tapi aku tidak bisa menikahi kamu,"ucap Farel.
"Iya,aku mengerti.Tapi bagaimana kalau Kania sampai tau hal ini?"Tanya Cindy lagi.
"Jangan sampai tau,ini akan menjadi rahasia kita berdua,"ucap Farel.
__ADS_1
Tak jauh dari sana,berdiri seorang wanita yang tak asing bagi Farel.Dia adalah Renata,sahabat baik Kania.Istri dari Rio mantan Asisten pribadinya.
Renata tak sengaja mendengar obrolan Farel dan Cindy,wanita itu mematung sambil menangis.Bingung mau melakukan apa dan harus bagaimana.Renata mengambil ponsel,dia memotret Farel dan Cindy kemudian mengirimkannya pada Kania.
Renata tidak tau,apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan.Tapi yang dilakukan oleh Farel adalah sebuah kesalahan yang harus diberi pelajaran,pencerahan dan lain sebagainya.
Usai mengambil foto Cindy dan Farel,Renata buru buru pergi.Dia tidak mau Farel memergoki dirinya sedang ada disana.Bisa bisa pria itu akan menariknya dan mengajak dia untuk berkerja sama dengan berbagai jenis ancaman.
Drrrrrt...Drrttt...Drrrtt..
Ponsel Kania bergetar,dia menaruh anaknya di kasur dan membuka pesan itu.
Deg,,,,
Jantung Kania seperti mau lepas dari tempatnya saat melihat foto itu.Hatinya merasa sakit dan kecewa,tapi air mata tidak bisa keluar.Farel terlihat sedang menggenggam tangan Cindy dan menatapnya dengan tatapan mesra.
Kania membanting ponselnya kelantai,suara gaduh telah memancing Bi Sumi untuk masuk kedalam kamar.
"Nona?Nona kenapa?"Tanya Bi Sumi.
"Farel selingkuh Bi,"ucap Kania.
"Nona tau dari mana berita seperti itu?"Tanya Bi Sumi penasaran.
Air mata keluar membasahi pipi,Kania merasa lemas dan tak berdaya.Pria yang selalu berjanji pada Kania akan selalu setia tapi kenyataanya selingkuh.Sebenarnya apa kurangnya Kania?Dia begitu baik,begitu cantik,begitu tulus menerima segala kekurangan Farel.Tapi apa yang dia dapat?Sebuah penghianatan.
*
*
*
Farel kembali kerumah,dia langsung menemui Kania dikamarnya.Wanita itu sedang duduk melamun tanpa bisa bergerak,berkedip saja tidak.
Disebelahnya,ada Bi Sumi dan Bu Ani.Mereka sedang merangkul Kania sambil mengelus elus rambutnya.
"Ada apa ini?Tanya Farel.Tidak ada rasa berdosa sama sekali diwajahnya.
"Sebaiknya Tuan menjauhi Nona dulu,agar dia tenang,"ucap Bi Sumi.
"Memangnya Nona kenapa?Tanya Farel penasaran.
"Dia masih syok karena melihat Foto Tuan sedang bersama dengan wanita lain,"sambung Bi Ani.
__ADS_1
Farel tertegun,dari mana dia mendapatkan Foto itu?Siapa yang telah mengirimkannya?
"Kania,dengar penjelasan ku dulu,"rayu Farel.
"Keluar!"Bentak Kania.
"Kania,"
"Keluar dari sini!"Bentak Kania lagi.
Tak mau membuat Kania semakin kalut dengan kemarahannya Farel keluar dari kamar.Dia pergi keruang pribadinya.
Didalam ruangan itu dia menangis,dia merasa stres dan frustasi.Kenapa takdir rumah tangganya begitu rumit,hingga dia bingung harus melakukan apa.Farel tidak mau kehilangan Kania,apapun yang terjadi.Mau tidak mau dia harus mau menerima Aurel sebagai kesalahan di masa mudanya dulu.
Beberapa hari berlalu,Kania sudah menjadi lebih tenang dari biasanya.Farel mencoba untuk mendekati Kania dan mengajaknya berbicara empat mata.
"Kania,aku mohon.Beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya,"Rengek Farel.
"Cepatlah,aku tidak punya banyak waktu luang untukmu,"ucap Kania ketus.
"Aku dan Cindy pernah melakukan kesalahan saat kami sedang mabuk dulu,aku hanya ingin bertanggung jawab pada hasil dari kesalahan itu,"Farel mulai membuka suara.
"Maksud kamu Aurel kan?"Tebak Kania.
"Iya.Aku tidak mencintai Cindy,aku hanya mencintaimu seorang.Dan apa yang terjadi antara aku dan Cindy itu jauh sebelum aku mengenal kamu,"jelas Farel.
"Lalu?"Tanya Kania.
"Tolong terima masa laluku ini,tolong jangan tinggalkan aku,"Farel mengemis belas kasih istrinya.
Kania menangis,mana mungkin dia bisa dengan mudah menerima Aurel anak dari Farel bersama wanita lain?Dia juga wanita biasa yang punya sifat egois,iri,dengki dan sebagainya.
"Kania,aku sungguh tidak bisa hidup tanpamu,"Farel bersimpuh dan bersujud di kaki Kania.
Kania termenung,mengingat masa lalu yang pernah dia lewati bersama suami.Pahit getir,sudah pernah mereka lewati bersama.Haruskah semua itu dibuang begitu saja karena perasaan ter hianati?Bagaimana nasib anak anaknya jika jauh dari suaminya?Terlebih merawat anak kembar tiga itu sangat sulit di era yang seba mahal seperti sekarang ini.Sementara Kania hanya seorang IRT biasa.
Dengan amat sangat terpaksa,Kania memenuhi keinginan Farel.Dia tidak akan pergi meninggalkannya demi anak anak mereka.Tapi untuk memaafkan Farel?sepertinya Kania masih sulit.Dia paling tidak bisa dibohongi apa lagi oleh suaminya sendiri.
"Baiklah,aku tidak akan pergi meninggalkan kamu.Tapi,jangan harap cintaku padamu akan sama seperti dulu.Perasaanku padamu sudah berkurang limapuluh persen,"ucap Kania ketus.
"Aku akan berusaha untuk merebut cintamu yang limapuluh persen itu,bagaimanapun caranya,"ucap Farel penuh semangat.
Kania pergi meninggalkan kamarnya,meninggalkan anak kembarnya yang sedang tidur bersama dengan Farel.Dalam diam dia berdoa dalam hati,semoga keputusannya itu tidak salah.Semoga pilihannya itu adalah yang terbaik untuk ketiga anaknya.
__ADS_1
Bersambung...