Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 87


__ADS_3

Aurel terlihat jadi pendiam.Cindy dan Dion menatap heran,mungkinkah telah terjadi sesuatu yang tidak mereka ketahui?


Cindy mendekati Aurel,dia ingin mengajaknya bicara dari hati ke hati.Cara itu selalu berhasil Cindy lakukan untuk mengetahui apa yang putrinya mau dan apa yang sedang putrinya rasakan.


"Sayang,kamu kenapa?"Tanya Cindy.Dia membelai rambut panjang anak itu dengan lembut.


"Aku rindu pada Dian dan Dion,aku juga ingin bersekolah sama seperti mereka,"sahut Aurel.


"Oh,itu masalahnya.Besok kita main kerumah Tante Kania,dan sebelum itu kita akan pergi mendaftarkan kamu ke sekolah,"ucap Cindy.


"Benarkah?"Aurel berjingkrak kegirangan.


"Iya,benar.Mama tidak pernah berbohong padamu kan?"Sahut Cindy.Pasangan anak dan Mama itu saling berpelukan satu sama lain.


Cindy mungkin seorang janda,tapi dia adalah janda yang luar biasa.Selain pekerja keras dan lemah lembut pada putrinya,dia adalah sosok Mama yang baik.Dia juga pantang menyerah,penyabar dan enak diajak berbicara.Karena semua itu Dion jatuh hati padanya.


Awalnya orangtua Dion melarangnya untuk menikah dengan cindy.Mereka berharap Dion yang bujang bisa mendapatkan gadis perawan.Tapi karena Dion bersikeras,akhirnya orangtua Dion pun mengalah dan mengizinkan Dion untuk menikah dengan janda beranak satu itu.


Semesta benar benar mengabulkan keinginan Dion.Dia diberi kemudahan dan kelancaran untuk mempersunting Cindy,dia harus berterimakasih dan bersyukur atas pertolongan Tuhan yang indah itu.


"Ma,besok kita ajak Ayah Dion main kesana juga ya,"Rengek Lolita.Dia ingin Dion melihat betapa senangnya dia jika bermain dengan teman temanya.


"Iya,besok kita ajak Ayah Dion kesana,"


Raut wajah ceria terpancar jelas disana,Aurel merasa jenuh teru menerus berada dirumah tanpa teman bermain.Dia ingin bermain dengan si kembar dan menghabiskan hari bersama mereka.


Dion mendekati Aurel,dia berjongkok didepan anak itu dan meraih telapak tanganya.


"Doakan agar Mama kamu cepat hamil,jadi kamu bisa punya teman main dirumah,"pinta Dion.


"Iya Ayah,Aurel pasti akan mendoakan yang terbaik untuk keluarga kita.Tapi..."Aurel memotong ocehannya.


"Tapi apa?"Tanya Dion.


"Ayah akan tetap sayang padaku kan?Ayah tidak akan membedakan aku dan adikku kelak kan?"Laura menatap tajam Ayah sambungnya.


Cindy terhenyak,dia bisa merasakan kecemasan dan kekhawatiran putrinya yang berlebih.Anak itu seolah sedang menegaskan posisinya dirumah itu.


"Ayah akan selalu menyayangi kamu nak,tidak akan pernah berubah sampai kapanpun,"janji Dion pada Aurel.


Aurel memeluk Dion erat erat,Dion bisa merasakan kalau pelukan dari Aurel itu begitu tulus.Cindy tersenyum melihat pemandangan indah didepannya,begitu sangat menyejukkan hati dan juga mata.


*

__ADS_1


*


*


*


Dikediaman Mananta.


Farel minta di kerok,dia juga minta diambilkan obat pereda sakit kepala.Nyidam kali ini benar benar membuatnya tersiksa,jangankan untuk bekerja,bangkit dari kasur saja Farel tidak memiliki tenaga.


Bi Sumi merawat Tuan Farel dengan telaten,sementara Kania harus banyak beristirahat karena sedang hamil muda.Usia kehamilan nol sampai tiga bulan sangat rawan mengalami keguguran,Kania harus menjaga kandungannya dengan baik dan hati hati.


Rasa cinta Farel mungkin begitu besar untuk istrinya.Jadi tiap istrinya hamil,dia yang akan merasakan mabuk darat dan lautan.Merepotkan sih,tapi menyenangkan.Karena anggota keluarga mereka sebentar lagi akan bertambah banyak.Kediaman mananta akan ramai oleh suara tawa dan tangis anak kecil.


"Tuan,saya ambilkan makan dulu ya,"ucap Bi Sumi.


"Aku sudah makan lima kali,lima kali juga makanan itu keluar dari perutku.Aku lapar,tapi mulutku tidak bisa menelan makanan,"keluh Farel.


"Kalau begitu Bibi buatkan jus buah mau?"


"Mau,tolong di mix dengan sayur juga,"


"Siap Tuan,"


Bi Sumi pergi ke dapur,ternyata disana ada Kania.Dia sedang membuat jus untuk dirinya dan Farel.


"Iya,tolong bawakan keatas ya Bi,"pinta Kania.


"Siap Non,"


Bi Sumi pergi,Lalu Bu Tina datang.


"Non,mau saya Carikan baby sitter lagi tidak Non?Sebentar lagi si kembar belajar duduk dan berjalan,saya akan keteter jika mengurusnya sendirian,"keluh Bu Tina.


"Boleh,tolong carikan dua baby sitter lagi untukku,"perintah Kania.


"Siap Non,"


Kania pergi ke halaman belakang,dia mengamati tanaman bunga yang tumbuh dengan baik dan subur disana.Hidipnya terasa indah seperti taman yang ada di belakang rumah itu.


Anak punya,suami baik,rezeki lancar.Tidak ada yang perlu di risau kan lagi oleh Kania.Dia harus banyak banyak bersyukur karena diluar sana jarang sekali ada wanita yang seberuntung dirinya.


Apa yang terjadi dalam rumah tangganya beberapa hari terakhir anggap saja seperti kerikil kecil yang tergeletak dipinggir jalan.Tiap rumah tangga pasti memiliki masalah,tidak hanya dirinya saja.

__ADS_1


"Non,jangan melamun.Takut nanti kesurupan,"goda Bi Sumi yang tiba tiba muncul sambil membawa potongan buah segar.


"Aku pawang hantunya,bagaimana bisa aku kesurupan,"Kania tertawa kecil.


"Dimakan dulu buahnya Non,"Bi Sumi menyodorkan semangkok besar aneka buah potong.


"Terimakasih,ucap Kania.


"Ngomong ngomong,bagaimana kabar Renata dan Rio?"Tanya Bi Sumi penasaran.


"Mereka baik,mereka sedang fokus program hamil"tutur Kania.


"Semoga saja yang mereka cita citakan akan segera terwujud,"doa Bi Sumi.


"Amin."


Rio dan Renata adalah pasangan suami istri yang baik,Tuhan pasti akan mengabulkan keinginan mereka.Terlebih mereka masih muda,masih bisa menghasilkan banyak keturunan.


*


*


*


Tengah malam,Farel terbangun dari tidurnya.Entah kenapa dia merasa gerah meski AC dikamarnya menyala.Dia membangunkan Kania,dan minta diambilkan satu botol air es dari kulkas.


Kania langsung bangun,dia pergi ke dapur untuk mengambil air es pesanan Farel.Beberapa menit kemudian,dia kembali dan memberikan air es itu pada suaminya.


"Glek...Glek...Glek..."


Suara tegukan Farel menggema,dia terlihat sangat kehausan seperti baru saja memutari sebuah gunung pasir.


"Maafkan aku,"celetuk Kania.Farel meletakan botol air mineral itu diatas meja.


"Maaf untuk apa?"Tanya Farel bingung.


"Aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu,aku masih suka marah tanpa sebab dan berbuat semaunya sendiri,"


Farel memeluk istrinya,dia menangis terisak didalam pelukan Farel.Sepertinya kehamilan Kania kali ini benar benar membawa berkah bagi keharmonisan dan keromantisan keluarga kecil itu.


"Tidak perlu meminta maaf,aku juga belum bisa menjadi suami yang baik untukmu kan?"Tanya Farel.


"Kamu sangat baik,kamu bahkan selalu menanggung mabuk yang harusnya aku rasakan selama aku hamil,"

__ADS_1


"Jadi,kamu sedang tidak tega padaku ya?"Farel tersenyum simpul.Kania menjawab dengan anggukan kepala.


Bersambung...


__ADS_2