Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 76


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 23.30 menit.Tapi mata Kania belum juga bisa terpejam.Padahal anak anaknya sudah tertidur sejak tadi,dan harusnya dia juga ikut tidur dan beristirahat.


Tidur tanpa Farel disisinya rasanya sangat aneh.Selain sepi,suhu di ruangan itu juga tiba tiba menjadi sangat dingin tidak seperti biasanya.


Meski Kania sudah melakukan berbagai cara dan mengatur banyak posisi,dia tidak juga bisa terlelap.Mungkinkah karena tidak ada Farel disisinya?Baru juga pisah ranjang,Kania sudah merasa susah tidur.Apa lagi kalau mereka sampai bercerai?


Dikamar yang lain,Farel juga merasakan hal yang sama.Dia tidak bisa tidur meskipun sudah berusaha dengan keras.Farel sangat rindu pada harum tubuh Kania,harum yang samar tapi bisa menghipnotis jiwa dan raganya.Dia rindu dekapan hangat istri tercintanya itu.


Farel bangkit dari ranjangnya,dia keluar dari kamar tamu dan berjalan menuju kamar Kania.Didepan pintu,Farel mondar mandir seperti setrikaan.Ingin rasanya Farel mengetuk pintu kamar itu,tapi tidak berani takut Kania marah.Alhasil,dia hanya bisa mondar mandir tidak jelas didepan pintu.


Bu Tina memergoki aksi konyol majikanya.Dia merasa lucu sekaligus merasa kasihan.Baru kali ini dia melihat seorang pria disiksa oleh wanitanya,tapi itu semua karena ulah pria itu sendiri.Kalau Bu Tina yang jadi Nona Kania,mungkin Bu Tina sudah pergi dari rumah dengan anak anak.Tidak hanya minta pisah ranjang saja.


"Tuan Sedang apa?"Tanya Bu Tina.


"Ah,aku sedang jalan jalan kecil saja,"Farel berbohong.


"Malam malam begini?"Bu Tina menatap heran.


"Iya,"Farel meringis.


"Oh,ya sudah kalau begitu.Lanjutkan saja jalan jalan malamnya,saya mau kasih susu botol sama anak anak dulu.Tuan mau ikut masuk kedalam?"Ajak Bu Tina.


"Tidak perlu,lain kali saja.Aku juga mau kembali kedalam kamar,"Farel langsung memutar badan dan melangkah menuju kamar tamu.


Kania duduk ditepi ranjang,dia menyusui putri kecilnya.Bu Tina masuk kedalam kamar yang tidak dikunci,dia langsung membuat dua botol susu untuk anak anak Kania yang lain.


"Nona,sepertinya sudah waktunya anak anak tidur terpisah dengan Anda.Sekalian disapih saja,lagi pula asi Anda tidak cukup untuk mereka bertiga,"ucap Bu Tina.


"Sepertinya Ibu benar.Baiklah,mulai besok malam mereka akan tidur dikamar sebelah dengan Ibu Tina.Kalau mereka rewel,jangan segan untuk membangunkan aku ya?"pesan Kania.


"Kapan anak anak manis itu pernah rewel?Mereka selalu jadi anak anak yang patuh,"Bu Tina tersenyum.Dia mencubit gemas pipi pipi tembam balita itu.


Waktu memang begitu cepat berlalu,anak anak Kania sudah berumur enam bulan.Selain pisah kamar,mereka juga harus segera memulai MPASI pertema mereka.Akan sangat menyenangkan jika Farel ikut terlibat dalam pemberian MPASI pertama mereka,tapi mereka berdua kan sedang bertengkar.


Kania memasang wajah murung,dia merasa kesal pada dirinya sendiri.Kenapa rumah tangganya selalu diterpa masalah.Baru selesai masalah yang satu,sudah datang masalah yang lain.Dan selalu saja masalah itu berkaitan dengan perempuan lain.


Jika putrinya sudah besar nanti,Kania akan memintanya menikah dengan pria yang biasa biasa saja.Tidak perlu terlalu tampan,atau kaya,yang penting dia setia dan tidak memiliki banyak teman perempuan.

__ADS_1


*


*


*


Keesokan harinya.


Kania pergi kedapur untuk membuat makanan MPASI pertama anak anaknya.Kania melihat Bi Sumi sedang membuat secangkir teh panas dicampur dengan satu bungkus herbal penghilang angin.


"Bibi sedang sakit?"Tanya Kania.


"Tidak Non,Bibi sehat,"sahut Bi Sumi.


"Lalu itu minuman herbal untuk siapa?"Kania penasaran.


"Untuk Tuan Farel,"sahut Bi Sumi.


Farel sakit?Sejak kapan?Kenapa dia tidak memberi tahu aku?Begitu kira kira isi pikiran Kania saat itu.Meski khawatir,Kania tidak langsung menemui suaminya.Dia tidak mau Farel memanfaatkan kekhawatirannya untuk mencari simpati lebih.


"Sepertinya aku harus masuk kedalam,"batin Kania.


Kania mengetuk pintu,setelah menunggu lama tanpa jawaban Kania memutuskan untuk masuk begitu saja.Farel terlihat sedang tertidur lelap diatas ranjang berbalut selimut tebal.


Kania menyentuh dahi Farel,terasa panas.Rupanya dia sedang demam tinggi.Langsung saja,Kania menarik selimut itu dan melarang Farel memakainya.


"Jangan ambil selimutku,"ucap Farel.


"Jangan pakai selimut terlalu tebal,nanti suhu panas dalam tubuhmu sulit untuk keluar,"celoteh Kania.


Dia pergi kedapur untuk mengambil satu termos air hangat.Dengan telaten,Kania mengompres dahi suaminya dengan air hangat agar demamnya cepat turun.Kania memang sedang kesal pada Farel,tapi dia tetap tidak tega membiarkan pria itu sakit sendirian.


Farel membuka mata,dia memperhatikan wajah istrinya dengan seksama.Masih ada cinta disana,dia bisa melihat dengan amat sangat jelas.Rasa peduli dan cemas bercampur menjadi satu.


Kania hendak pergi,farel menahan dengan tanganya.


"Jangan tinggalkan aku sendiri,"Rengek Farel.

__ADS_1


"Aku akan mengambil makanan dan minuman untukmu,"sahut Kania.


Farel melepaskan tanganya dan membiarkan Kania pergi.Tak lama,Kania kembali,dia membawa sepiring makanan dan satu botol air mineral.


Kania menyuruh Farel duduk,lalu menyuapi pria itu makanan sedikit demi sedikit.


"Kenapa tidak menelfon dokter?"Tanya Kania.


"Nanti aku jadi cepat sembuh,aku masih ingin diperhatikan olehmu,"seloroh Farel.Kania mendelik dibuatnya.


"Sakit itu tidak enak,"oceh Kania.


"Lebih tidak enak lagi kalau tidak diperhatikan olehmu,"ucap Farel.


Selesai menyuapi Farel dan membantunya minum,Kania bersiap pergi dari kamar itu.Dia tidak mau berlama lama menemani pria menyebalkan itu.


"Temani aku sebentar saja,"pinta Farel.


"Aku masih banyak pekerjaan,"Tolak Kania secara halus.Farel cemberut,dia kesal karena Kania tidak menuruti kemauannya.


Setelah itu,tiap tiga jam sekali,Kania masuk kedalam kamar Farel untuk mengecek suhu tubuhnya.Syukurlah,demam farel cepat turun.Jadi,dia tidak perlu mondar mandir lagi karena mencemaskan keadaanya.


Saat Kania hendak pergi,tiba tiba Farel menarik lengan Kania dan menjatuhkannya kedalam pelukannya.Farel mengunci tubuh Kania dengan lengan besarnya hingga wanita itu tidak bisa bergerak.


"Lepaskan aku!"Pinta Kania.


"Tidak mau!"ucap Farel.


"Farel,"jerit Kania.


"Kania,kamu masih istriku.kamu harus melayaniku karena saat ini aku sedang menginginkan kamu,"bisik Farel ditelinga Kania.


"Maaf,aku sedang datang bulan,"ucap Kania.


"Aku tidak percaya,kamu pasti mau membohongi aku,"Farel memonyongkan bibirnya.


"Tidak percaya?Cek saja sendiri,"Kania menyunggingkan senyum kecil.Farel langsung melepaskan dekapannya dan secepat kilat wanita itu melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2