Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 86


__ADS_3

Rio dan Renata keluar dari ruang pemeriksaan.Mereka merasa senang karena Dokter menyatakan kondisi Renata dan Rio sehat.Tidak ada penyakit atau kendala apapun.


Mereka tidak perlu melakukan terapi,hanya perlu memakan makanan sehat,berolahraga dan minum vitamin yang sudah diresepkan oleh Dokter secara teratur.


"Kita harus memberi tahu Kania soal ini,"ucap Renata.


"Iya,kita kabari mereka setelah sampai rumah,"


"Oke."


Disepanjang perjalanan menuju rumah,Renata terus melamun.Dia dihantui oleh rasa takut,takut jika dirinya tidak kunjung hamil dan memberikan keturunan pada Rio.Takut dia bisa hamil tapi mengalami keguguran lagi.


Ada kontak mata yang aneh antara Dokter dan Rio saat mengobrol tadi,meskipun mereka berdua terlihat biasa saja tapi Renata merasa ada yang sedang mereka sembunyikan darinya.


Ah,Renata tidak boleh berpikir terlalu berat,itu bisa mengganggu ketenangan jiwa dan raganya dan mengganggu kelancaran program hamil mereka.


Tiba rumah,Renata langsung merebahkan diri diatas kasur.Dia mengambil ponselnya dan segera menghubungi Kania.


Tut...Tut...Tut...


Suara telfon tersambung,tak lama Kania mengangkat telfon itu dan menyapa Renata dengan ramah.


"Hallo,Renata,"


"Hallo Kania,apa kabar?"


"Baik,kamu sendiri bagaimana?Jadi promil tidak?"Kania penasaran.


"Kabarku baik,aku jadi promil.Ini baru pulang dari sana.Katanya kami baik baik saja,hanya perlu menunggu dan berusaha lebih keras lagi,"cerita Renata.


"Syukurlah kalau begitu.Aku juga ada sesuatu yang ingin dibicarakan padamu,"ucap Kania dengan nada serius.


"Mau bicara apa?Kelihatanya penting sekali,"Renata mengubah nada bicaranya.


"Aku hamil lagi,"sahut Kania.


"What?Hamil?"Renata terkejut.


"Iya,"


"Syukur lah,itu adalah rejeki.Aku saja ingin sekali hamil,"


"He...He...He...Iya,"Kania meringis senang.


"Farel sudah tau belum?"Tanya Renata lagi.


"Sudah,tapi kami belum sempat periksa ke dokter,"


Benar kata Renata dan Farel.Dia harus mensyukuri anugrah yang telah diberikan Tuhan kepadanya.Diluar sana,banyak wanita yang belum beruntung untuk memiliki seorang anak.Bahkan sampai ada yang mengadopsi anak karena divonis mandul.


Memangnya kenapa kalau dia hamil lagi?Farel banyak uang.Jika dia repot dia bisa saja mengambil seorang baby sitter lagi dari yayasan.Mungkin juga kehamilan itu adalah berkah dari Tuhan agar hubungan rumah tangga Kania dan Farel tetap harmonis seperti dulu.

__ADS_1


"Kania,tolong bantu aku,"teriak Farel dari balik telfon.


"Sudah dulu ya,suamiku memanggil,"ucap Kania.


"Ya sudah,lain kali rumpian kita kita teruskan lagi,"ucap Renata.


Kania menutup telfon,dia menaruh ponselnya dan bergegas menghampiri Farel yang sedang berada didalam kamar mandi.


"Ada apa?"Tanya Kania.


"Kepalaku pusing sekali,perutku mual,"


"Ha..Ha..Ha..Terjadi lagi.Aku yang hamil tapi kamu yang mabuk,"Kania terlihat senang melihat penderitaan suaminya.


"Jangan jangan anakmu kembar lagi,"celetuk Farel.


"Bagus dong kalau kembar,sekali keluar tiga,dua kali keluar dapat enam.Jadi sekalian sakitnya,"ujar Kania.


"Ha..Ha...Ha...Bisa saja kamu,"


Kania pergi kedapur,dia membuatkan secangkir sedang jahe untuk Farel.Dia berharap air herbal itu bisa mengurangi rasa mual yang sedang menyerang suaminya.


"Ini,minum dan habiskan,"pinta Kania.


"Terimakasih,"Farel menerima gelas pemberian Kania dan meminum isinya secara perlahan.


"Kakiku sakit,bisa tolong dipijitin?"Farel merengek manja.


Tanpa menyahut Kania langsung menuruti permohonan suaminya itu.Kania selalu berusaha untuk menjadi istri yang baik,meski dia masih memiliki banyak kekurangan.Begitupun dengan Farel,dia sangat berusaha untuk menjadi suami dan Ayah idaman bagi anak anaknya.


"Ya,"


"Berjanjilah padaku kamu akan selalu bersamaku hingga tua,"


"Itu tergantung kamu,"


"Tergantung aku?"


"Kalau kamu macam macam sama perempuan lain diluar sana,aku tidak sudi bertahan di sisimu,"


"Kania,aku sangat mencintai kamu.Mana mungkin aku menduakan dirimu,selamanya hanya kamu yang ada didalam hatiku,"


"Berhenti menggombal,wanita itu tidak butuh gombalan.Wanita hanya perlu bukti,"


Farel merasa gemas pada kalimat yang keluar dari mulut Kania.Dia menarik istrinya dan memberinya ciuman bibir bertubi tubi.Kania berontak,dia berusaha keras melepaskan diri dari jerat pria itu.


"Farel,kamu itu apa apaan sih!"Kania melirik kesal.


"Sekali lagi kamu ngomong yang aneh aneh lagi,aku akan mengajar mu dengan ciuman sampai pagi."Ancam Farel.Kania tersipu mendengar ancaman itu.


***

__ADS_1


Renata menemui Rio,dia memeluk suaminya dari belakang dan mengusap usap wajahnya ke punggung suaminya.


"Ada apa?"Tanya Rio.Dia melihat ada yang lain dari ekspresi wajah istrinya.


"Kania hamil,"tutur Renata.


"Syukurlah kalau begitu,semoga kamu juga cepat menyusul,"ucap Rio.


"Aku iri padanya,"Renata bertingkah seperti anak kecil.


"Jangan iri dong,rejeki kan sudah ada yang mengatur,"


"Iya sih,kamu benar juga,"


"Dari pada kamu berkutat dengan pikiran yang tidak baik,lebih baik kamu bantu aku menghitung uang didalam brangkas.Aku akan menyetorkannya ke bank besok,"Rio mengelus kepala istrinya lembut.


"Ayo,aku paling senang menghitung uang,"Renata menyunggingkan senyum lebar.


Rio mengajak Renata ke kamar.Dia membuka brankas dan mengambil seluruh uang yang tersimpan didalamnya.Uang itu masih berantakan,dikumpulkan menjadi satu didalam sebuah kantong kresek.Uang itu adalah hasil penjualan dua bulan toko pakaian milik Rio.


Meski tidak sebanyak gajinya saat menjadi asisten pribadi Farel,Rio tetap bersyukur.Setidaknya dia masih bisa berdiri diatas kaki sendiri,tidak lagi bekerja kepada orang lain.


Renata menyusun uang itu berdasarkan jumlah nominalnya,lalu mengikatnya dengan karet agar rapih.


"Rio,bagaimana kalau kita memperkerjakan seorang pegawai?Aku kasihan melihatmu kecapaian mengurus toko sendirian,"Renata memberanikan diri untuk menyampaikan idenya.


"Oke,besok aku akan memasang iklan lowongan pekerjaan diluar toko,"sahut Rio.


"Rio,"panggil Renata.


"Hem..."


"Saat kamu sukses nanti,kamu jangan lupa daratan ya,"Renata terlihat serius saat mengucapkan hal itu.


"Apa maksud kamu?"Rio mengerutkan keningnya Dia bingung karena tiba tiba Renata berceloteh tentang hal yang tidak masuk diakal.


"Maksudku kamu jangan melupakan aku dan main gila dengan perempuan lain,"jelas Renata.


"Kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu?"Rio sedikit kaget.


"Laki laki kalau sudah sukses dan banyak uang suka banyak tingkah.Lupa dengan orang yang telah menemaninya dari nol,"Renata sedikit kesal.Seolah dia sedang menggambarkan kalau semua laki laki yang ada didunia ini itu sama.


"Aku tidak akan seperti itu,kamu tenang saja,"Rio mencoba menepis kekhawatiran istrinya.


"Janji ya,"


"Iya,aku janji."


Keduanya saling berpelukan satu sama lain.Dalam hati Rio berdoa semoga rumah tangganya langgeng dan harmonis selalu.


Ada satu hal yang sedang Rio persiapkan untuk Renata,dia ingin mengajak istri tercintanya itu berlibur keluar negri.Setiap hari Rio bekerja dengan keras,mengumpulkan uang untuk mewujudkan keinginannya itu.

__ADS_1


Rio ingin memiliki momen yang berkesan dengan istrinya,agar bisa menjadi kenangan dimasa tua nanti,agar dia memiliki sesuatu yang bisa diceritakan kepada anak dan cucu mereka kelak.


Bersambung....


__ADS_2