
Ting...Tong...Ting...Tong...
Bel rumah berdering berulang ulang.Kania membuka pintu dan menemui tamu yang menekan bel itu.Ternyata,dia adalah Angela dan Vino.Sepasang pengantin baru yang menikah tanpa mengundang teman temannya.
"Hai,Kania."Sapa Angela malu.
"Hai,"sapa Kania balik.
Kania mempersilahkan keduanya masuk dan duduk diruang tamu.Tatapan Angela dan Kania terlihat canggung,meski begitu mereka tetap berusaha untuk rileks didepan pasangan masing masing.
"Kapan kalian pulang?"Tanya Farel.
"Baru sampai kok sudah ditanya kapan pulang?Dibuatkan kopi saja belum,"ledek Vino.
Mereka semua tertawa karena lawakan pria bertubuh tinggi kurus itu.Untung saja Vino humoris,jadi suasana sekitar tidak terasa dingin dan beku.
Tak lama,Bi Sumi datang.Dia menyuguhkan makanan dan minuman.Bi Sumi melirik kearah kearah Angela,wanita itu menyapanya dengan sebuah senyum ramah.
"Apa dia benar Nona Angela?Terlihat berbeda sekali dari biasanya,"batin Bi Sumi.
Angela masa kini memang berbeda dari yang dulu.Saat ini dia terlihat lebih kalem,anggun dan ramah.Sementara dulu,dia galak,culas dan sombong.Wajar saja jika Bi Sumi merasa sedikit heran.Jangankan Bi sumi,Kania saja heran.
Tapi tiap orang pernah punya masa lalu,dan tiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua.Begitu juga dengan Angela,Kania paham akan hal itu.Selama Angela bersikap baik padanya,Kania juga akan bersikap baik pada Angela.
Kedatangan vino kerumah Farel kali ini untuk membicarakan soal pekerjaan.Vino diminta Farel untuk membangun sebuah ruko yang akan dia gunakan untuk salon kecantikan.Farel mulai melirik bisnis lain selain urusan kantor,bisnis yang dinilai akan menjanjikan dan bertahan lama.
Farel memiliki banyak anak,dia harus menambah jumlah pemasukannya untuk masa depan anak anaknya.Dia tidak mau anak anaknya hidup kekurangan apa lagi kesulitan.Masa depan dan kebahagiaan mereka adalah fokus utama bagi Farel.
"Jadi bagaimana,jadi kan membangun ruko di kota Z?"Tanya Vino.
"Jadi,tapi apa kalian berdua sudah selesai berbulan madu?"
"Sudah dong,bulan madu terus nanti kantong kering,"
"Aku tau kamu,tidur saja masih ada pemasukan bagaimana mungkin kantong bisa kering,"
Vino dan Farel mengobrol panjang lebar,sementara Angela dan Kania hanya saling melirik serta melempar senyum.Kania bisa merasakan kegugupan yang Angela rasakan,dia berusaha untuk bersikap santai agar Angela tidak merasa tertekan.
Usai menyelesaikan urusannya,Vino dan Farel bersalaman.Mereka saling berbisik dan sibuk dengan perbincangan rahasia mereka.Angela dengan sigap memanfaatkan momen tersebut.
"Kania,aku ingin minta maaf padamu,"ucap Angela dengan nada menyesal.
"Aku sudah memaafkan mu.Jangan bahas soal masa lalu lagi,"pinta Kania.
"Terimakasih.Jadi apa mulai hari ini kita bisa menjadi teman baik?"Tanya Angela.
__ADS_1
"Tentu saja bisa,"Kania tersenyum kecil.Kania dan Angela berpelukan hangat.
*
*
*
"Dia sudah banyak berubah,"ucap Bi Sumi pada Bu Ani.
"Siapa yang kamu maksud dengan dia?"Bu Ani penasaran.
"Pemilik yayasan yang menyalurkan kamu dulu,"
"Maksud anda Nona angela?"
"Iya,siapa lagi memangnya?"
"Aku dengar dari teman temanku,dia memang sudah berubah.Mungkin hukuman dari ayahnya waktu itu telah membuatnya jera,"
"Bisa jadi."
Kania masuk kedapur,dia melihat pegawai kesayangannya sedang berbincang serius.Bi Sumi memotong sayuran,sementara Bu Ani membantunya menyiapkan bumbu bumbu.Mereka terlihat kompak,selalu akur dan saling membantu sama lain.
"Masih pagi,apa yang sedang kalian bicarakan?"Kania menggoda dua pegawainya.
"Kami sedang membahas tentang adegan film yang semalam kami tonton,"Bu Ani berbohong.
"Oh...Aku pikir kalian sedang menggibah,"
"Tidak Non,masa masih sepagi ini kami sudah menggibah,"sambung Bi Sumi.
Kania membuat lima buah botol susu untuk anaknya,kemudian dia pergi dari dapur untuk mengantarkan susu untuk anak anaknya.
"Dia orang baik,sudah hampir dibunuh tapi masih mau menerima Angela sebagai tamu,"ceplos Bi Sumi.
"Hampir dibunuh?"Bu Ani mendelik tidak percaya.Dia tidak percaya kalau Angela sejahat itu.
"Iya,dia hampir terbunuh oleh Angela.Aku yang menghalau senapan itu darinya,"
"Ah,kamu keren sekali.Rela mengorbankan diri untuk Nona,"puji Bu Ani.
"Aku banyak berhutang budi pada keluarga ini,cuma itu satu satunya cara untuk membalas kebaikan mereka,"Bi Sumi tersenyum.Senyuman itu terlihat tulus dan membuat hati siapa saja yang melihatnya luluh,termasuk Bu Ani.
"Ngomong ngomong,bagaimana kabar anak dan cucu mu?"Tanya Bu Ani.
__ADS_1
"Mereka baik baik saja,besok aku cuti untuk menjenguk mereka,"
"Salam untuk mereka ya,"
"Iya,aku akan menyampaikannya,"
Pagi berganti siang,jam pulang anak anak sekolah tiba.Dian dan Dion kembali,sembari menggandeng tangan Aurel.Kania terkejut,karena mereka datang bertiga tanpa didampingi orangtua Aurel.
"Hallo,Tante,"sapa Aurel.
"Hallo,Nak.Kamu kesini dengan siapa?"Tanya Kania.
"Dengan Ayah,tapi dia langsung pergi karena masih ada urusan penting dikantornya,"
"Oh...begitu.Kenapa Ibumu tidak ikut?"
"Dia sedang mabuk berat,kata Ayah dia sedang mengandung adikku,"
"Wah,selamat ya.Akhirnya kamu punya adik juga,"Kania mengacak acak rambut anak gadis itu pelan.
Dian mengajak Laura bermain dikamarnya,sementara Kania seperti biasa kalau ada Aurel datang.Dia akan pergi ke dapur untuk membuatkan tamu kecil itu makanan.
Kania membuka kulkas,dia mengambil kentang,nugget,dan sosis.Dia menggoreng tiga makanan itu dengan minyak panas,menatanya kedalam piring dan menyajikannya bersama dengan saus tomat campur mayones.
"Anak anak,camilan datang,"ucap Kania.
Aurel berlari paling cepat untuk menyambut makanan yang dibawa oleh Kania.
"Tante,terimakasih.Tante saja kalau aku sedang lapar,"Aurel meringis.
"Dia membuat itu untukku tau!"Juliet muncul dari balik pintu.
"Sayang,Mama membuat ini untuk kalian semua.Jadi,kalian harus memakan makanan itu bersama sama ya,"pinta Kania.
"Tapi Ma,"
"Juliet,ingat kata mama.Jadilah anak baik dan jangan nakal,agar Tuhan sayang padamu,"
"Iya,Ma,"
Kania meninggalkan juliet bersama Aurel dan yang lainya.Juliet harus akur dengan Aurel,bagaimanapun mereka berdua adalah kakak beradik.Kania tidak mau mereka berdua bertengkar dan tidak akur,karena Farel pasti akan menyalahkannya.
Wajah Kania sedikit cemas,bagaimana kalau sikap juliet yang tidak suka pada Aurel terbawa hingga besar?Itu semua tidak boleh terjadi,Kania harus bekerja dengan keras agar mereka berdua bisa akur.
Bersambung...
__ADS_1