Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Kania Cemburu


__ADS_3

Tiga hari berlalu,Kania diperbolehkan pulang dari RS.Farel tengah menyelesaikan biaya administrasi,sementara Kania tengah mengemas barang bawaannya untuk dibawa pulang.


Saat menuju ruang administrasi,tiba tiba kania melihat pemandangan yang tidak mengenakan hati.Dia melihat seorang wanita tengah bergelayut di lengan suaminya dengan wajah berbinar binar,sementara Farel terlihat biasa saja.


Wanita itu adalah Sekar,pemilik yayasan tempat Bu Ani bernaung.Mereka terlihat begitu akrab,padahal belum saling kenal sebelumnya.


Dengan langkah buru buru Kania menghampiri dua manusia itu,dia menepis tangan Sekar dan menjauhkannya dari Farel.


"Jaga sikapmu Nona,dia suamiku,"ucap Kania.


"Kasar sekali!"Gerutu Sekar.


"Aku hanya kasar pada wanita gatal!"ceplos Kania asal.


"Sayang,ayo kita pulang.Jangan membuat keributan disini,malu!"celetuk Farel.Kania merasa kesal karena Farel tidak membelanya,malah memarahinya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Kania cemberut,dia menutup mulutnya rapat rapat.Jangankan berbicara pada Farel,melirik kearahnya pun tidak.Farel tau Kania sedang cemburu,dia berusaha keras meredam rasa cemburu istrinya itu dengan berbagai cara tapi hasilnya nihil.


Wanita itu terlalu keras kepala,sulit sekali ditaklukan.Apalagi kalau hanya menggunakan cara dan trik sederhana.Sepertinya kemarahan Kania kali ini akan berlangsung lama,apa lagi mood dan kesehatannya sedang tidak baik.


"Kenapa kamu tidak menolak saat dia menggandeng mu?"Kania menatap tajam.


"Dia tidak menggandengku Kania,dia berpegangan padaku karena mau jatuh,"Farel membela diri.


"Alah,alasan.Bilang saja kamu suka digandeng olehnya,apa lagi wanita itu sangat cantik dan seksi,"Kania memasang wajah judes.


"Kania,jaga ucapan mu!"Farel mulai naik darah.


"Apa ada yang salah dengan ucapan ku,hah?"Kania menyudutkan Farel.Dia membuka kedua matanya lebar lebar.


Farel mengalah,dia memilih untuk diam daripada keributan kecil karena masalah sepele itu terus berlanjut.Tapi namanya juga wanita,kalau belum lelah mereka tidak akan berhenti mengomel.


Tiba dirumah,Kania masuk kedalam kamar sambil membanting pintu.Farel merasa risih dengan kelakuan Kania,pria itu protes dan menasehati Kania dengan nada halus.


"Jangan kekanak kanakan sayang,kamu sudah tua bukan anak kecil lagi!"ucap Farel.


"Semua pria sama saja,mata keranjang,"Kania meninggikan suaranya.


"Jangan samakan aku dengan pria pria lainya!"Farel terpancing emosi.


"Mana ada sih hidung belang yang mau mengaku?"lanjut Kania.


Farel frustasi,kepalanya pusing.Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari kamar meninggalkan Kania sendirian.Kania menangis,dia kecewa karena pria itu tidak berusaha lebih keras lagi untuk membujuknya.


Kania melihat bayangannya sendiri di cermin,tubuh gendut,wajah kusam dan berminyak.jangankan Farel,nyamuk saja enggan untuk menempel padanya.Dia terlihat begitu buruk,tidak seperti wanita yang menggoda Farel tadi.

__ADS_1


Kania putus asa,dia ingin segera melakukan sedot lemak agar terlihat langsing.Kalau perlu dia akan oprasi plastik agar terlihat lebih cantik dan menarik dari sebelumnya.


*


*


*


Farel melarikan diri ke taman belakang.Maria menghampiri cucunya yang sedang gelisah dan bingung itu.


"Apa yang terjadi?Kenapa Kania bisa semarah itu padamu?"Tanya Maria penasaran.


"Aku menolong seorang wanita yang mau jatuh dirumah sakit,Kania salah paham dan cemburu,"Farel menceritakan kronologi awalnya.


"Sabar,jangan terbawa emosi.Mungkin dia masih berada di fase Baby blues jadi kita harus banyak banyak memaklumi dan memberi pengertian padanya,"Maria memberikan sebuah petuah bijak.


"Tapi ini sudah kelewatan Nek,"Farel merengek seperti anak kecil.


"Sabar ya,semua pasti akan berlalu."Maria mengelus rambut Farel pelan.


Tiga jam berlalu,Farel kembali masuk kedalam kamar.Kania sibuk merapihkan beberapa pakaian kedalam tas.


"Kamu mau kemana?"Farel menatap curiga.


"Kania,apa kamu sudah gila?"Farel melotot.


"Kamu mengatai istri sendiri gila?"Kania menangis.


Farel bingung,dia tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan istrinya dan membuatnya bersedih.


"Maaf,aku tidak bermaksud untuk.."


"Keluar dari kamar ini,"


"Kania,aku.."


"Cepat keluar!"


Tak perlu menunggu waktu lama,Kania keluar lagi dari dalam kamar itu.Kania terduduk dilantai,dia menangis tersedu sedu.


*


*


*

__ADS_1


Ditempat lain.


Sekar melakukan sebuah pertemuan rahasia dengan seorang pria tua,pria itu adalah beny.Ternyata Sekar adalah Angela,dia melakukan oprasi plastik diluar negri.


"Sayang,sudah berapa bulan kita tidak bertemu,ayah rindu padamu,"beny memeluk putrinya erat.


"Sama,aku juga rindu padamu Ayah,"Angela menyeka air mata.


"Akhirnya kamu kembali,dengan identitas dan wajah baru orang orang itu tidak akan mengenali kamu,"beny tersenyum lega.


"Tapi,kamu harus menjauh dari keluarga itu terutama Farel.Jangan usik dia lagi,oke?"Pinta Beny.


Angela murung,dia menjauh dari ayahnya.Bagaimana mungkin dia bisa menjauhi Farel karena ambisinya untuk mendapatkan pria itu begitu besar.


Baginya farel adalah separuh nafasnya,dia harus bisa mendapatkan farel lagi dengan berbagai cara.Angela merasa tidak bisa hidup jika dia tidak bersanding dengan pria tampan dan kaya itu.


"Ayah,aku sangat mencintai Farel.Aku rela menjadi istri keduanya,yang penting aku bisa memilikinya lagi,"ucap Angela.


"Diluar sana,masih banyak pria yang lebih dari Farel,"ucap beny.


"Aku mau Farel,hanya Farel seorang.Ayah harus mau membantuku untuk mendapatkan pria itu lagi,jika tidak..."


"Jika tidak apa?"Tanya Beny penasaran.


"Aku akan bunuh diri,"Angela berujar mantap.


Beny menarik kursi,dia menaruh tubuh lemahnya di kursi itu.Kalimat yang keluar dari mulut Angela terasa seperti racun yang merusak sel sel tubuhnya.Dia tidak bisa menuruti keinginan Angela,tapi dia tidak mau kehilangan putri satu satunya itu.


"Ayah,kenapa Ayah diam saja?"Angela menggoyang goyangkan tubuh pria tua itu.


"Ayah bingung harus bagaimana nak,keinginanmu itu mustahil sekali untuk diwujudkan,"Beny mencoba menggoyahkan hati wanita cantik itu.


Angela menangis,dia berteriak seperti orang yang sedang kesurupan.Beny ketakutan,dia merasa putrinya mengalami gangguan jiwa dan perlu perawatan khusus.


"Baiklah,aku akan membantumu,"Beny mencoba menenangkan hati Angela yang sedang gusar.


"Benarkah?"Tanya Angela.


"Iya,benar,"Beny terpaksa berbohong.


"Terimakasih,ayah baik sekali."ucap Angela bahagia.Keduanya saling berpelukan satu sama lain.


Tinggal selangkah lagi,Angela akan bisa mendapatkan Farel.Setelah itu dia akan melenyapkan kania untuk selama lamanya.


Dalam diam,Beny berpikir.Dia harus segera mencari cari cara untuk memasukan Angela kerumah sakit jiwa.Tapi dengan cara apa?Jika dipaksa Angela pasti akan berontak,tak hanya itu saja,dia juga pasti akan melarikan diri.Wanita itu terlalu memiliki banyak akal untuk ditaklukan.

__ADS_1


__ADS_2