
Keesokan harinya...
Kania mengantar Aurel pulang,dia membawa serta Juliet bersamanya.Kania juga membawa banyak makanan untuk Cindy yang sedang mengidam.Seperti buah buahan,kue dan minuman herbal yang bagus untuk kesehatan.
Aurel senang,karena Kania dan Juliet mau berkunjung ke kamarnya.Aurel menggandeng Juliet dan membawanya masuk kedalam kamarnya,dia ingin memamerkan barang barang yang dia miliki.Seperti mainan,boneka,serta koleksi tas dan sepatu miliknya.
"Wow...Koleksi boneka Barbie mu banyak sekali,apa aku boleh minta satu?"Tanya juliet.
"Tentu saja,pilih saja yang mana yang kamu mau,"Aurel menyunggingkan senyum manis.
"Aku mau yang ini,"Juliet menunjuk boneka Barbie berseragam Dokter.
"Oke,ambillah,"
"Terimakasih,"Juliet terlihat sangat senang.
"Sama sama."
Tak cukup sampai disitu,Aurel juga memamerkan barang koleksinya yang lain seperti bando,jepit rambut dan ikat rambut.Aurel juga mengoleksi parfum dari berbagai negara,harganya mahal.Mamanya yang membelikannya jika sedang ada panggilan kerja diluar negri.
"Bau parfum itu enak ya,"ucap Juliet.
"Kamu mau juga?"Tanya Aurel.
"Mau,"
"Aku bungkus kan beberapa untukmu ya,"
Aurel menarik laci,dia mengambil plastik dan mengambil lima botol parfum untuk Juliet.Semua benda itu akan menjadi kenang kenangan bagi Juliet,berapa Aurel sangat sayang padanya dan mau berbagi segalanya dengannya.
"Terimakasih,kamu baik sekali,puji Juliet.
"Kita harus berbuat baik pada sesama,apa lagi pada sahabat dan saudara,"
Diruang tamu,Kania dan Cindy mengobrol berdua.Mereka berusaha untuk menjalin hubungan lebih dekat dan menghilangkan kecanggungan.
Bagaimanapun dia memiliki anak dari pria yang sama,jadi mereka harus bisa berkomunikasi dengan baik agar bisa memberi pengertian kepada anak anak mereka jika waktunya sudah tepat.
"Sudah jalan berapa minggu usia kandungan mu?"Tanya Kania.
"Sudah enam minggu,"Cindy menjawab malu malu.
"Pasti sedang mabuk mabuknya ya?"Tebak Kania.
"Iya,rasanya badanku lemas dan kepalaku pusing.Kehamilanku kali ini sangat berbeda dari yang sebelumnya,"tutur Cindy.
__ADS_1
"Coba minuman herbal yang aku bawa,aman untuk ibu melahirkan dan menyusui.Itu agar tubuh kamu tidak lemas,"
"Terimakasih,kamu baik sekali,
"Jangan sungkan sungkan,kita kan teman,"ucap Kania.
Cindy terdiam sejenak,wanita yang dulu pernah menganggapnya sebagai saingan cintanya sekarang menganggapnya sebagai teman?Apa keajaiban telah terjadi?
"Kamu sungguh mau berteman denganku?"Cindy seolah tak percaya.
"Tentu saja,kenapa tidak?Senang bisa berteman denganmu,kamu orang baik dan penuh pengertian.Sebenarnya aku kesini mau meminta maaf,aku sudah bersikap buruk padamu,"Kania menundukkan wajahnya.Dia merasa sedikit malu pada Cindy.
"Tidak perlu meminta maaf,itu wajar.Aku juga akan seperti itu jika suamiku punya masa lalu seperti Farel.Mungkin seharusnya aku yang meminta maaf padamu,"
"Sudahlah,jangan dibahas lagi.Kita mengobrol yang lain saja,"
"Oke."
Puas bermain,anak anak turun menemui ibu mereka dibawah.Juliet memamerkan boneka Barbie pemberian Aurel padanya.Dia menceritakan pada Kania jika Aurel memiliki banyak barang koleksi,dan dia juga ingin mengoleksi barang seperti Aurel.
Juliet sangat suka pada perhiasan terutama cincin dan gelang.Juliet merengek minta dibelikan cincin dan gelang beraneka model pada Mamanya.
"Jangan minta pada Mama,Mama mana punya uang.Mama kan pengangguran,kalau kamu mau minta saja pada Ayah,"
"Ayah pasti akan memarahi aku karena aku masih kecil tapi sudah boros,"
"Kamu benar juga,"Juliet tertawa.
"Ayo,kita main lagi.Sekarang kita ke taman bermain dibelakang rumahku ya,"
***
Pulang dari rumah Cindy,Juliet langsung masuk kedalam kamarnya dan pergi tidur.Dia kelelahan karena seharian bermain dengan Aurel.Akan usia segitu memang sedang aktif aktifnya,mereka hanya bisa diam saat dan beristirahat saat tidur saja.
Farel menghampiri Kania,dia membawa dua cangkir kopi hangat untuk diminum bersama.Keduanya berbincang diruang tv,berbagi masalah kantor dan anak anak mereka.
"Hari ini,aku menghukum salah seorang pegawai ku di kantor,"tutur Farel.
"Memangnya orang itu melakukan kesalahan apa?"Kania penasaran.
"Dia berselingkuh dengan seorang kurir paket sering mengantar paket ke kantor.Tidak tanggung tanggung,dia sampai kabur dari rumah meninggalkan anak dan suaminya,"
"Ya...Tuhan,jadi pegawai mu itu adalah seorang perempuan?"Kania terkejut.
"Iya,"
__ADS_1
"Ternyata ada ya,seorang istri dan Ibu tega meninggalkan keluarga demi pria lain,"
"Ada lah,dia contohnya,"
"Contoh yang tidak patut ditiru!"Seloroh Kania geram.
"Kamu tidak akan melakukan hal itu padaku bukan?"Farel khawatir.
"Tergantung,"
"Tergantung apanya?"
"Jika kamu selingkuh,aku juga akan selingkuh.Biar kita sama sama impas,"Kania tertawa.
"Aku pria setia,aku tidak akan meninggalkan keluargaku hanya untuk kepuasan semata,"
"Aku pegang janjimu ya!"
Farel memeluk Kania,dia mengecup kening wanita itu.Dia memang suka bersikap seenaknya sendiri jika dirumah.Padahal ada Bi Sumi dan pengasuh anaknya.Sebenarnya Kania malu,tapi Farel pasti akan marah jika diprotes.
"Kamu tau tidak,tadi Juliet minta apa padaku?"Celetuk Kania.
"Minta apa dia?"Farel penasaran.
"Dia minta koleksi perhiasan dari berbagai jenis dan model.Dia iri pada Aurel yang bisa memiliki koleksi barang barang mahal,"Kania bercerita dengan berapi api.
"Ya tinggal belikan saja,"ucap Farel enteng.
"Aku tidak mau,nanti dia jadi anak manja jika minta apa apa dituruti.Dia tidak menjadi pribadi yang bersyukur dan memahami jika mencari uang itu susah,"tolak Kania.
"Tapi,aku bekerja untuk kalian.Aku tidak keberatan jika kalian semua boros,"Farel mulai bersikap seenak jidat.
"Astaga,kamu sulit sekali diajak bekerja sama dalam mendidik anak,"Kania meninggikan nada bicaranya.
"Kamu marah padaku?"Tanya Farel.
"Ya,aku marah! Menyebalkan!"
Kania pergi meninggalkan suaminya,dia menekuk wajahnya dan memajukan bibirnya beberapa senti kedepan.
Di dapur,Bi Sumi terus memperhatikan tingkah Kania yang terlihat seperti orang yang sedang frustasi.Dia penasaran dan memberanikan diri untuk bertanya padanya.
"Non kenapa?"Tanya Bi Sumi.
"Farel tidak bisa diajak bekerja sama mengurus anak,apa apa maunya seenaknya sendiri.Menyebalkan!"
__ADS_1
"Begitulah laki laki,dia merasa kuasa karena dia yang bekerja mencari nafkah.Apa lagi kalau penghasilannya besar.Nona yang sabar ya,"
Setelah mengucapkan hal itu Bi Sumi pergi meninggalkan Kania di dapur sendirian.Kania merenungi ucapan wanita paruh baya itu,yang dia katakan ada benarnya juga.Kini tidak ada gunanya Kania marah,karena sikap laki laki memang sudah seperti itu sejak lahir kemuka bumi ini.Tidak akan bisa dirubah bagaimanapun caranya.