Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Berbaikan


__ADS_3

Kania diam seperti patung lilin,jangankan berbicara,bergerak saja tidak.Padahal saat itu Farel sedang berbaring di sisinya.Farel tak mau ambil pusing dengan sikap Kania padanya,tubuhnya terlalu lelah dan mengantuk untuk ribut dengan wanita itu.


Farel memejamkan mata,tak lama suara mendengkur seperti kuda terdengar menggema di seluruh ruangan itu.Kania menoleh,dia mendapati Farel sudah tertidur lelap dengan wajah datar tapi tenang.


Ada sedikit rasa bersalah dihati Kania,dia sudah berlebihan dalam bersikap pada Farel.Cemburu boleh,tapi mengamuk seperti sedang kesurupan reog harusnya jangan.Apa yang harus dia lakukan sekarang?Dia sudah terlanjur bersikap menyebalkan pada suaminya.


Pagi menjelang,seperti hari hari sebelumnya Kania bangun lebih pagi membuat sarapan untuk Farel.Kali ini dia membuat secangkir kopi dan roti bakar dengan isian telur mata sapi didalamnya.


Farel terjaga,dia melihat Kania sudah lebih tenang daripada kemarin.Meskipun Kania masih belum mau berbicara,tapi wanita itu sudah mau mengurus suaminya.


"Masih marah?"Tanya farel.Kania menggelengkan kepalanya.


"Lain kali jangan diulangi lagi ya,"Lanjut Farel.Kania hanya diam tanpa mengeluarkan respon atau jawaban apapun.


Farel mengusap rambut Kania lembut,tiba tiba saja wanita itu menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan sang suami.Farel tersenyum,dia mencium kening istrinya itu.


Kania merasa sedikit malu jika mengingat peristiwa kemarin,apa lagi Farel masih memperlakukannya dengan baik seolah tidak pernah terjadi apa apa diantara mereka.Tapi bukankah pertengkaran antara suami istri itu adalah hal yang lumrah terjadi?Kalau merasa salah ya tinggal minta maaf saja.


"Maaf,"bisik Kania lirih.


"Apa?Aku tidak dengar,"Farel menggoda Kania.


"Maafkan aku,"ucap Kania dengan nada sedikit tinggi.Farel tertawa melihat pipi Kania yang memerah karena malu.


"Sama sama sayang,aku juga minta maaf karena masih punya banyak kekurangan selama menjadi suami kamu,"ucap Farel.


"Lain kali kalau ada wanita yang ingin menyentuhmu menghindar saja,aku tidak suka.Dengan alasan apapun itu sungguh aku tidak suka,"Kania memajukan bibirnya.


"Kania,percayalah padaku.Aku cinta kamu,selamanya hanya kamu dan tidak akan pernah akan terganti,"ucap Farel mantap.Pria itu mencium pipi Kania berkali kali sampai Kania merasa risih.


"Aku tau,tapi aku tetap saja cemburu kalau melihat kamu digoda wanita lain.Tidak ada manusia yang sempurna didunia ini,dan aku tidak pernah tau kapan khilaf mu akan datang,"Kania membenamkan wajahnya pada ceruk leher sang suami.


Dari kata katanya tersirat Kania begitu sangat mencintai Farel,dia takut kehilangan Farel,dia takut pria itu berpaling dan berselingkuh dengan wanita lain.Terlebih Kania tak secantik dulu,tak semenarik dulu dan tak seliar dulu lagi.Perhatianya terbagi menjadi dua,setengah untuk anak anaknya,sisanya lagi baru untuk Farel.

__ADS_1


Farel memliki banyak uang,dia bisa melakukan apapun termasuk menyewa seorang perempuan.Tapi Farel enggan melakukan hal itu,baginya janji suci pernikahan tidak boleh di hianati.Kalau tidak,Tuhan akan marah dan memberinya balasan setimpal baik itu didunia atau di kehidupan selanjutnya.


"Sudah siang,aku mau mandi.Hari ini aku harus pergi ke kantor,"ucap Farel.Kania melepaskan pelukannya dan melempar senyum kecil pada Farel.


"Nah,begitu dong senyum.Jadi tambah cantik,"puji Farel.


"Jangan gombal,masih terlalu pagi tau!"ucap Kania kesal.


*


*


*


Kania mendekati Bu Ani yang sedang sibuk menjemur baju baju si kembar dibelakang rumah.Dia sangat penasaran dengan sosok Sekar,dia ingin tau lebih banyak tentang wanita itu tentunya dengan cara mengorek informasi dari Bu Ani.


"Bu,duduk sini,"panggil Kania.


"Ada apa Non?"Bu Ani penasaran.


"Aku mau bertanya tentang Sekar,apa saja yang Bu Ani tau tentang dia?"Tanya Kania terus terang.


"Emh...Dia janda,pernah tinggal di Korea beberapa bulan untuk melakukan oprasi plastik.Itu saja yang Ibu tau,"sahut Bu Ani.


"Apa dia sudah punya pasangan?"Tanya Kania lagi.Kali ini dia sangat memasang kedua telinganya.


"Sepertinya belum,"sahut Bi Ani.


"Terimakasih infonya,Bu Ani boleh melanjutkan kerja lagi,"ucap Kania.


"Iya Non,"Bu Ani menunduk patuh.


Tidak ada yang janggal dengan Sekar,kecuali secara kebetulan mereka ada ditempat yang sama sebanyak dua kali.Tapi,siapa yang sudah mengundang wanita itu ke pesta pernikahan Rio dan Renata?Sedang apa juga dia berada dirumah sakit kemarin?Kenapa bisa kebetulan sekali.Berjuta tanda tanya hadir dibenak Kania.

__ADS_1


Maria datang menghampiri Kania,dia menghawatirkan keadaan wanita yang baru sembuh dari sakit itu.


"Sedang memikirkan apa Kania?"Tanya Maria.


"Ah,aku tidak memikirkan apa apa,"Kania berkilah.Dia tidak mau wanita tua itu menghawatirkan keadaanya.


"Bagaimana keadaanmu?"Maria memasang wajah serius.


"Baik,"sahut Kania singkat.


"Mulai saat ini kamu harus menjaga kesehatan dengan baik,jangan sampai kamu jatuh sakit lagi.Perhatikan makanan yang kamu konsumsi,jaga pola tidurmu dengan baik dan minum suplemen kesehatan,"ceramah Maria panjang lebar.Kania hanya menganggukkan kepala.


Amaria sangat menyayangi cucu menantunya itu.Dia wanita yang baik,setia pada suami dan penurut.Sebagai istri dari orang kaya,Kania tidak memiliki banyak tingkah seperti wanita kebanyakan diluar sana.


"Apa kamu dan Farel sudah berbaikan?"celetuk Maria.


Deg,,,


"Nenek tau kami habis bertengkar?Apa Farel curhat padanya?Malu sekali!"Batin Kania.


"Dia sudah cukup stres dan pusing dengan urusan kantor,jadi jangan membebani pikirannya dengan hal hal lain,"Maria mencoba untuk memberi nasihat kepada wanita keras kepala yang sedang menunduk dihadapannya.


Wajar kalau Maria sedikit kesal pada tingkah Kania,Farel adalah cucu kesayangannya dan selama ini dia selalu menjaga Farel dengan baik.Apapun yang membuat Farel bersedih marah atau takut pasti akan diselesaikan oleh Nenek Maria.


Maria selalu memanjakan Farel,dia selalu berusaha agar perasaanya tidak terluka.Tapi Kania?Dia tidak hanya membuat hati Farel terluka kemarin tapi juga membuatnya sedikit stres.


Kania Benar benar menyesal,selama ini Farel sudah banyak berkorban untuknya dan anak anaknya.Mulai detik ini Kania berkomitmen untuk bersikap dan memperlakukan suaminya dengan lebih baik dari sebelumnya.


"Iya Nek,lain kali aku akan lebih berhati hati dalam bersikap pada Farel.Tadi pagi aku sudah meminta maaf pada Farel,kami sudah berbaikan,"ucap Kania dengan ekspresi wajah penuh penyesalan.


"Bagus kalau begitu,lain kali jangan diulangi lagi ya?"Maria seolah mau Kania berjanji padanya.


"Iya Nek."Janji Kania.Maria menarik nafas lega,dia berharap Kania bisa menepati janjinya itu.

__ADS_1


__ADS_2