
Erick dan Rio membawa Thomas ke suatu tempat yang rahasia.Sebuah gudang tua terbengkalai yang terletak dipinggiran kota.Gedung itu sudah lama tidak di jamah oleh manusia,wajar jika kondisi gedung itu terlihat sangat buruk dan menyeramkan.
Semak belukar tumbuh dimana mana,berbagai jenis binatang liar berkembang biak dengan baik disana.Tak hanya kelabang,tikus dan laba laba saja,ular berbisa dari berbagai jenis juga ada disana.
Alex dan Rio mengikat Thomas pada sebuah kursi kayu,mulutnya ditutup oleh lakban berwarna hitam.Meskipun bukan pertama kalinya Thomas tertangkap,dia merasa kali ini hidupnya akan berakhir.
Menyedihkan memang,terlebih sebentar lagi anaknya akan lahir.Meninggal sebelum sempat melihat wajah dan jenis kelamin sang anak adalah sesuatu yang akan dia sesali sampai ke alam baka.Tapi mau bagaimana lagi?Thomas harus menerima hukuman atas perbuatan jahat yang dia lakukan bersama Angela.
Farel turun dari mobil,dia masuk kedalam gudang tua sambil membawa sebilah pecut berukuran besar dan panjang.Sekali ayun pecut itu mungkin bisa melumpuhkan seekor Dinosaurus,apa lagi jika diayunkan ke tubuh manusia?
Brakkk...
Farel menendang barang barang yang ada disekitarnya.Kayu,batu,hingga benda benda tua yang sudah tidak terpakai didalam gudang itu.
Erick dan Rio berjalan menghampiri Majikan mereka.
"Kami sudah melakukan tugas kami,sekarang terserah anda akan melakukan apa padanya,"ucap Rio.
Farel melihat wajah Thomas,kulit kendur,keriput dan sedikit kusam itu membuat Farel kehilangan 30% rasa bencinya.
"Orangtua seperti kamu bisa bisanya melakukan tindak kejahatan seperti itu,apa kamu pikir kamu akan hidup selamanya?"Ucap Farel lantang.Thomas hanya diam mematung tanpa berani bergerak sedikitpun.
Farel melempar pecut yang dia bawa ke tanah,melihat pelaku penembakan istrinya sudah tua dia tidak tega untuk menyiksa dan memberikan hukuman secara langsung untuknya.
"Buka penutup mulutnya,"perintah Farel.Erick dan Rio mengangguk patuh.
"Jadi,Pak tua.Apa yang membuatmu mau menerima pekerjaan kotor ini?"Tanya Farel.
"Uang,"sahut Thomas singkat.
"Hanya uang saja?"Tanya Farel lagi.
"Iya,karena aku memang sedang membutuhkan banyak uang,"ucap Thomas.
"Siapa yang membayar mu?"Farel memasang kedua telinganya untuk mendengarkan pengakuan dari Thomas.
"Nona Angela,"sahut Thomas.
Bagai tersambar petir disiang bolong hati Farel terasa sangat amat sakit.Dia tidak menyangka kalau mantan kekasihnya bukan hanya memiliki kelakuan buruk tapi juga kelakuan jahat.
"Wanita sialan itu,awas saja dia!"Umpat Farel dalam hati.
__ADS_1
"Maaf bos,semalam Nona Angela tewas dalam kecelakaan lalulintas,"ucap Erick.
"Tewas?"Farel seolah tak percaya.
"Iya bos,"
"Ternyata Tuhan telah lebih dulu memberinya hukuman sebelum aku,"gumam Farel lirih.
"Apa kalian semua percaya begitu saja kalau Nona itu tewas?Entah kenapa aku merasa ragu,"sambung Thomas.
"Apa yang membuatmu ragu Pak tua?"Tanya Farel.
"Dia terlalu pintar dan licik untuk mati begitu saja,"sahut Thomas.
Erick dan Rio mengangguk anggukan kepala mereka.Yang diucapkan Thomas ada benarnya juga.
"Apa yang harus kita lakukan saat ini Tuan?"tanya Erick.
"Bakar gedung ini,soal Angela kita biarkan saja dulu.Otakku terlalu lelah untuk berpikir jernih,"perintah Farel.
"Tapi Tuan,istrinya sedang hamil tua,"Rio mencoba mencegah Farel untuk main hakim sendiri.
"Kalau begitu kirim dia ke penjara,beri dia suntikan lemas setiap hari agar tubuhnya tidak bisa bergerak dan sulit untuk kabur,"ucap Farel.
"Baik Tuan."Ucap Erick.
Maria dan Kania menyambangi kediaman Beny jhonson untuk mengucapkan bela sungkawa.Mereka dikawal oleh beberapa bodyguard kepercayaan keluarga Mananta.
Dari jauh nampak Beny sedang menangis dihadapan foto mendiang putrinya.Dia harus melakukan akting itu secara totalitas agar orang orang disekitarnya percaya bahwa Angela sudah meninggal dunia,termasuk Hanum.
Meski Hanum adalah orang kepercayaannya Beny merahasiakan permainannya dengan sang putri.Hanum terlalu lurus dan bersih,dia pasti akan langsung melaporkannya ke polisi jika mengetahui kebenaran tentang pemalsuan kematian Angela.
"Pak Beny,"panggil Kania.Pria tua itu menoleh kebelakang untuk mencari tahu siapa yang telah memanggilnya.
"Iya,Nona,"
"Saya turut berduka cita atas kematian putrimu,"ucap Kania sambil memasang wajah sedih.
"Terimakasih.Tapi ngomong ngomong Nona ini siapa?"Tanya Beny.Pria itu memang tidak pernah bertemu dengan Kania sebelumnya.
"Saya Kania,istri Farel,"Kania menyunggingkan senyum kecil.
__ADS_1
Mata Beny membulat sempurna.Dia kaget saat tau wanita yang akan dilenyapkan oleh putrinya masih mau datang mengucapkan bela sungkawa.Ternyata Kania memang wanita baik,wajar jika Farel begitu sangat menyukainya.
Maria menghampiri Beny,pria itu langsung menangis saat melihat wajah teman lamanya.Beny menangis karena merasa bersalah,dia tega menipu temanya itu agar bisa melindungi putri semata wayangnya.
"Sabar ya,dia sudah tenang disana,"Maria menjabat tangan Beny.
"Terimakasih banyak,"
Usai menyampaikan bela sungkawa,Maria langsung mengajak Kania pulang kerumah.Saat hendak keluar dari kediaman Jhonson tiba tiba Hanum datang menghampiri.
Hanum merasa curiga dengan kematian Angel yang mendadak,terlebih tidak ada yang boleh melihat mayatnya kecuali Beny sang Ayah.Dia mengutarakan kecurigaannya itu pada Maria.
Hanum adalah wanita misterius yang mengungkap kejahatan Thomas dan Angela pada Erick.Dia bukan mata mata Keluarga Mananta,dia adalah orang yang tidak suka ketidak adilan merajalela begitu saja.
"Kita ikuti saja permainan Ayah dan anak itu,biar waktu yang akan membongkar sandiwara mereka berdua,"ucap Maria.
"Nenek betul,jika waktu itu tiba kita akan menyeret mereka ke penjara tentunya dengan hukuman yang lebih berat dan setimpal,"sambung Kania.
"Baiklah kalau begitu,aku menurut pada pendapat kalian saja,"ucap Hanum.
"Kamu harus berhati hati,jangan sampai majikan mu tau kalau kamu yang sudah membongkar kejahatan mereka.Aku khawatir,pria tua itu atau putrinya akan melukaimu dan anggota keluargamu,"Maria memberi sebuah peringatan keras.
"Baik Nyonya,"
Maria dan Kania beranjak pergi,mereka naik kedalam mobil dan melaju menuju kediaman Mananta.
Didalam mobil,Kania menghawatirkan keadaan Rio dan Farel.Mereka sama sekali tidak memberi kabar,sekedar memberitahu kapan mereka akan pulang atau bertanya soal keadaan bayi yang ada didalam kandungannya.
"Kenapa melamun?"Tanya Maria.
"Aku menghawatirkan keadaan Rio dan Farel Nek,mereka sama sekali tidak memberi kabar pada kita.Apa mereka baik baik saja ya?"Kania memasang wajah sedih.
"Tenang saja,mereka pasti baik baik saja.Jangan punya pikiran yang aneh aneh,takut pertumbuhan anak anakmu jd terganggu,"ucap Maria.
"Aku juga sudah berusaha untuk menyibukkan diri agar tidak terlalu memikirkan mereka,tapi hasilnya nihil,"Kania mulai berkaca kaca.Rasa takut dan cemas mulai menyelimutinya.
Maria mendekap Kania,dia mengelus kepala Kania lembut agar wanita itu bisa sedikit lebih tenang.
"Sayang sekali kamu pada suami dan asistennya itu."Batin Maria.
--->π»π»π»<---
__ADS_1
Bukti cinta yang paling sederhana didunia ini adalah menghawatirkan keadaan seseorang yang kita sayangi.
Author.