Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 89


__ADS_3

Dua hari pasca pertemuan itu Vino memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat kepada Angela.Dia mengutarakan niatnya untuk datang berkunjung kerumah Angela nanti malam.Tak disangka,Angela menyambut niat baik Vino.


Vino telah memesan makanan kesukaan Pak Benny untuk buah tangan.Meraih hati calon mertua itu perlu,agar proses pendekatan pada anaknya berjalan lancar.


"Ayah,kenapa senyam senyum sendiri?"


"Ayah sedang berusaha mendekati seorang wanita,dia cocok sekali untuk dijadikan Mama baru kalian,"


"Benarkah?Aku jadi penasaran dengan rupanya seperti apa,"


"Tenang saja,kapan kapan Ayah akan mengajak dia datang kerumah ini,"


Dirumahnya...


Angela sibuk memilah milih pakaian yang akan dia pakai nanti malam.Padahal dia punya banyak baju bagus,tapi dia merasa semua baju baju itu tidak ada yang cocok untuknya.


Ini bukan pertama kalinya Angela berkencan dengan seorang pria,tapi kali ini sedikit lebih berkesan.Setelah sekian lama dia menderita depresi,akhirnya dia bisa move on dari Farel dan belajar membuka hati untuk pria lain.


Angela lupa menutup pintu kamarnya.Dari luar,Benny bisa melihat putrinya sedang sibuk memilih baju,aksesoris dan lain sebagainya.


"Sedang apa anak itu?Repot sekali seperti mau pergi berkencan,"gerutu Benny lirih.Pusing melihat putrinya mengacak acak isi lemari,Benny memutuskan untuk pergi dari sana.


Waktu menunjukan pukul 19.00 wib.Angela telah siap dengan penampilan terbaiknya.Dia berjalan mondar mandir dikamarnya,menunggu seseorang memencet bel rumahnya.


Ting...Tong...


Bel rumah berdering,Angela berlari kecil menuju pintu utama rumahnya.


Pintu terbuka,sosok Vino berada dibalik pintu tersebut.Dia tersenyum cerah,seperti sinar mentari di pagi hari.Mengusir gelap yang telah lama melanda hati dan pikiran wanita itu.


"Kamu cantik sekali malam ini,"puji Vino.


"Kamu juga tampan,"Angela memuji balik.


Angela mempersilahkan vino masuk kedalam rumah.Mereka duduk disofa tamu.Vino meletakan sebuah kresek berisi dua bungkus martabak manis untuk Benny diatas meja.


"Apa itu?"


"Martabak manis kesukaan Ayahmu,"


"Harusnya kamu tidak usah repot repot seperti itu,"


"Tapi aku tidak merasa direpotkan."


Beny melintas disisi ruang tamu,dia melihat Angela sedang mengobrol dengan seorang pria.Wajahnya terlihat senang,ceria dan berbunga bunga seperti orang yang sedang jatuh cinta.


Vino kebetulan menoleh kearah Beny,dia menyunggingkan senyum kecil nan ramah.

__ADS_1


"Vino?Angela repot sejak sore hari karena akan bertemu dengan Vino?"Batin Beny.


Beny merasa senang,akhirnya putrinya bisa membuka hati untuk pria baru.Untuk menunjukan dukungannya pada Angela,Beny menghampiri mereka berdua.


"Vino,apa kabar?"Tanya Beny.


"Baik Pak,Bapak sendiri bagaimana kabarnya?"Tanya Vino balik.


"Kabarku baik.Kerja dimana sekarang kamu?"


"Di daerah pusat Pak,aku sedang membangun apartemen,"


"Wah,dapat job kelas kakap nih,"


"Iya pak,lumayan buat anak anak,"


"Ya sudah kalau begitu,lanjutkan saja ngobrolnya.Bapak tidak akan mengganggu,"


Beny melirik kearah Angela,dia mengedipkan matanya sebelah.Hal itu membuat Angela kikuk dan sedikit gerogi.Sementara Vino hanya senyum senyum saja.


Suasana rumah itu jadi sepi,suasananya pas sekali untuk mengobrol dari hati ke hati.Vino harus bisa memanfaatkan momen itu dengan baik untuk PDKT pada Angela.


"Angel,apa kamu sudah memliki kekasih?"Jantung vino terasa berdebar-debar.


"Belum,kenapa memangnya?"Angela pura pura polos.


Angela melongo,baru bertemu dua kali Vino sudah berani mengajaknya berpacaran.Apa dia tidak terlalu terburu buru?Dia memang orang yang suka berterus terang dan tidak bertele-tele.


"Kamu tau masa laluku kan?Apa kamu mau menerimanya?"Tanya Angela.


"Aku tidak peduli dengan masa lalu mu,aku mau menerima kamu apa adanya,"sahut Vino.


"Kalau begitu,mari kita coba untuk berpacaran,"


Vino melayang,ingin rasanya dia melompat lompat seperti anak katak untuk mengekpresikan kebahagiaanya saat itu.Tapi dia malu,dia tidak mau Angela jadi ilfil padanya.


***


Beny mencari informasi tentang Vino,secepat kilat dia mendapatkannya.


Vino duda beranak dua,bercerai dengan sang istri beberapa tahun lalu karena suatu hal.Menjadi Ayah sekaligus Ibu yang baik untuk anak anaknya,dia pekerja keras dan sangat menjaga diri dari lawan jenis.


Beny tersenyum,dia merasa Vino adalah pria yang cocok untuk menjadi suami Angela.Jika mereka berdua saling mencintai,Beny akan menikahkan mereka dalam waktu dekat.


Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian,begitu juga dengan apa yang pernah menimpa Angela.Beny berharap Angela akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.


Tok...Tok...Tok...

__ADS_1


Angela mengetuk pintu ruang kerja Beny.


"Siapa?"


"Aku,Angela,"


"Masuk,"


Angela membuka pintu dan berjalan mendekati Ayahnya.Dia tidak sabar untuk membagi kabar bahagia kepada Beny.


"Ada apa?Kelihatanya kamu sedang senang?"Beny menatap curiga.


"Vino menembak ku,"Angela tersipu malu.


"Benarkah?Apa kamu menerimanya?"Beny penasaran.


"Tentu saja aku menerimanya,dia pria langka.Baik dan juga sopan,"ucap Angela.


"Bagus,jadi kapan kalian berdua akan menikah?"Beny meminta kejelasan hubungan mereka berdua.


"Ayah,jangan buru buru.Biar kami menikmati masa pacaran kami dulu,"Angela memasang wajah kesal.


"Jangan buang buang waktu,aku sudah ingin menimang cucu.Anak Farel saja sudah lima,masa kamu satupun belum punya,"


"Ayah,"Angela merengek.


"Aku sendiri yang akan bertanya pada Vino kapan dia akan menikahi kamu."


Keesokan harinya,Beny menelfon Vino.Dia meminta pria itu datang lagi kerumahnya untuk berbicara empat mata,dia tau apa yang akan Beny bicarakan denganya.Dan dia merasa telah siap untuk semua itu.


Pulang dari tempat kerja,vino langsung mampir kerumah Angela.Angela terkejut karena Vino datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.Saat itu penampilan Angela sangat mirip dengan anak domba yang baru pulang dari kebun.Kacau dan berantakan.


"Vino,kenapa kamu tidak memberi tahu dulu kalau mau datang?"Celoteh Angela.


"Dia datang untukku,bukan untukmu,"Beny muncul tiba tiba dari belakang.Vino tertawa melihat reaksi Angela.


"Ayo masuk kedalam ruangan ku,"ajak Beny.Angela hendak mengikuti,tapi pria tua itu melarangnya.


Sebenarnya apa yang mau mereka bicarakan?


Angela menunggu diluar ruangan,dia ingin menguping tapi ruangan itu kedap suara.Alhasil,Angela hanya bisa mondar mandir dengan perasaan tak menentu.


"Jangan jangan Ayah sedang meminta Vino untuk segera menikahi aku?Memalukan sekali!"Keluh Angela.


Mau ditaruh dimana mukanya saat bertemu dengan keluarga vino nanti,baru berpacaran beberapa hari sudah minta dinikahi.Apa tanggapan mereka padanya nanti?Ayah benar benar menyebalkan!


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2