
Kania menepati janjinya pada Renata,dia datang membawa lima anaknya,dua baby sitter dan juga Farel.Seketika rumah itu terasa penuh sesak,karena serbuan keluarga besar Kania.
Anak anak Kania sibuk berlarian kesana dan kemari,diawasi oleh baby sitter mereka.Sementara orang tuanya duduk manis sambil minum teh atau kopi.
Mereka mengobrol tentang masa depan anak anaknya,dimana mereka akan bersekolah,kursus apa yang perlu mereka ikuti serta calon menantu seperti apa yang mereka inginkan.Padahal anak anak mereka masih kecil,tapi pikiran orang tuanya sudah melambung jauh ke angkasa.
"Semua anak perempuanku harus jadi Dokter,tapi kalau anak laki laki ku harus jadi Mentri,"ucap Farel.
"Biarkan saja mereka yang memilih mau jadi apa,kamu jangan terlalu memaksakan kehendak,"
"Dulu Nenek juga terserah aku mau jadi apa,ujung ujungnya aku jadi pria tak berguna.Untung saja aku bertemu wanita baik,dan aku jadi ketularan baik,"
"Astaga,mereka ada gen ku.Sudah pasti mereka akan menjadi orang baik,"celoteh Kania.
Renata menatap Rio,Rio mulai beraksi sama seperti Farel.
"Aku ingin kelak anaku jadi guru,mau itu anak perempuan atau anak laki laki,"ucap Rio.
"Tidak,anak perempuanku harus jadi artis.Kalau anak laki laki ku harus jadi pemain sepak bola,"sambung Renata.
"Pemain bola?Kamu suka bola ya?"tebak Kania.
__ADS_1
"Iya,aku suka bola.Tapi karena aku perempuan,malu di bully teman jadi aku pura pura tidak suka bola,"ucap Renata.
"Kenapa harus malu?Banyak kok perempuan yang suka bola,pemain bola perempuan juga ada,"seloroh Farel.
Puas berbincang sesuatu yang sepertinya kurang bermanfaat,Renata mengajak para tamunya untuk makan bersama.Dia memesan banyak makanan diaplikasi online karena hari ini dia tidak ada waktu untuk memasak.
"Kania,anak anak tidak alergi seafood kan?"
"Tidak,mereka tidak memiliki riwayat alergi,"
"Syukurlah,ayo kita pergi keruang makan.Aku sudah menyiapkan banyak makanan untuk kalian semua,"
Akhirnya,kania dan Renata bisa menikmati hidup mereka dengan damai dan bahagia.Memiliki anak anak yang pintar,suami yang setia,dan jalan rejeki yang lancar.Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada itu semua,mereka harus banyak banyak bersyukur kepada Tuhan atas anugrah yang telah Dia berikan.
"Sayang,kasihanilah aku.Aku sudah lelah bekerja seharian di kantor,aku ingin beristirahat dirumah,"rengek vino.
"Yang membuatku jadi seperti ini siapa?"
"Aku,"
"Kalau begitu kamu harus mau bertanggung jawab!"
__ADS_1
"Iya,baiklah."Ucap Vino lesu.
Tiba tiba,vino terdiam.Cindy yang takut suaminya marah langsung melunak.
"Sayang,kamu kenapa?"
"Ada hal yang ingin aku tanyakan padamu,tapi kamu harus bicara jujur ya?"
"Iya,".
"Apa Aurel anak Farel?"
Deg,,,
Cindy terperangah,dari mana vino bisa tau tentang kebenaran itu?Apa yang harus aku lakukan sekarang?
"Iya,dia anak Farel.Apa kamu marah padaku dan ingin meninggalkan aku?"
"Aku tidak marah padamu,aku juga tidak ingin meninggalkan kamu.Tiap orang pasti punah masa lalu,aku terima masa lalu kamu."
Cindy menjatuhkan tubuhnya ke pelukan vino,dia menyesal karena tidak jujur sejak awal.
__ADS_1
Pada akhirnya,ketiga pasangan itu bisa hidup bahagia.Mereka berhasil melewati ujian hidup yang menerpa rumah tangga mereka.Sesulit apapun itu,mereka selalu kompak dengan pasangan masing masing.
...***End***...