Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 29


__ADS_3

Kania membuka jendela kamarnya,dia melihat hamparan pasir putih dan air laut berwarna biru dibawah sana.Kania baru sadar kalau Farel mengajaknya menginap disebuah Hotel bintang lima yang letaknya ada dipinggir laut.


"Indah sekali,"Kania berdecak kagum.


"Tidak lebih indah dari senyummu sayang,"goda Farel.


"Gombal!"Kania menarik hidung Farel pelan.


"Mau jalan jalan diluar?"Tanya Farel.


"Mau,"sahut kania manja.Dia bergelayut di lengan Farel seperti anak kecil yang sedang berharap diberi permen.


Farel menggandeng tangan Kania dan mengajaknya keluar kamar hotel untuk jalan jalan.Aura bahagia terlihat jelas di wajah Kania,dia juga tidak mampu menahan senyum untuk selalu mengembang disana.


Siang hari,pantai pangandaran jawa barat terlihat ramai pengunjung.Meskipun harus berdesakan dengan pengunjung lain Kania masih sangat antusias untuk menjelajahi seluruh tempat yang ada diarea wisata itu.


Hari ini sedang week end,bertepatan juga dengan minggu pertama anak anak libur semester.Wajar jika pengunjung tempat wisata itu membludak dan lebih ramai dari hari hari biasanya.


"Mau jalan kemana dulu?Ke pasir putih atau ke hutan suaka dulu?"Farel memberi dua pilihan.


"Kehutan suaka dulu,aku ingin melihat saudara saudarimu disana,"celetuk kania asal.


"Sembarangan,masa tampan tampan begini disamakan dengan primata itu."


"Jangan marah sayang,aku hanya bercanda,"


"Aku juga hanya bercanda,santai saja."


Kania dan Farel berjalan mengelilingi hutan,mereka juga mengunjungi beberapa gua terkenal yang ada disana.Seperti gua lanang,gua panggung,gua parat dan lain sebagainya.


Lelah berjalan jalan,Kania merengek minta digendong oleh Farel.Dia tidak kuat lagi berjalan keluar dari hutan,kakinya terasa linu dan pegal.Farel menuruti permintaan Kania dengan senang hati.Mereka bersikap cuek dan acuh tak acuh pada beberapa orang yang menatap mereka dengan tatapan aneh.


Memangnya kenapa kalau mereka menunjukan kemesraan didepan umum?Toh mereka adalah sepasang suami istri yang sah dan legal.


"Perutku lapar,"ucap Kania.Dia merapihkan rambut Farel yang berantakan karena tersapu oleh angin.


"Kamu makan apa?"Tanya Farel.


"Aku mau makan seafood,"sahut Kania.


"Ayo kita cari restoran seafood."Ajak Farel dengan penuh semangat.

__ADS_1


Tiba disebuah restoran seafood,farel langsung memesan aneka olahan seafood terlaris di restoran itu.Seperti cumi goreng tepung,kepiting lada hitam,ikan bakar dan lain lain.


Kania menyantap semua makanan yang ada diatas meja dengan lahap,selera makan gadis itu memang sangat bagus terutama pada makanan favoritnya.Farel tersenyum,dia merasa bangga pada dirinya sendiri karena bisa membuat istri kecilnya bahagia.


Selesai makan,mereka melanjutkan jalan jalan.Mereka bergandengan tangan menyusuri tepian laut berpasir putih.Sesekali mereka bermain kejar kejaran seperti yang biasa dilakukan oleh pasangan kekasih dimabuk asmara.


Tidak ada hari yang lebih membahagiakan dari hari ini bagi Kania.Dia bisa menikmati waktu intim berdua saja bersama suaminya dengan bermain,tertawa dan berbagi banyak cerita.


"Sayang,"panggil Kania.


"Ya,"sahut pria itu pelit.


"Kapan kapan ajak Dian dan Dion ke sini ya,"Kania setengah memohon.


"Iya."Lagi lagi pria itu menyunggingkan senyum.Kania yang gemas mendaratkan sebuah ciuman manis di pipi Farel.


"Terimakasih untuk bulan madu kedua ini,aku menyukainya,"Kania mengalungkan kedua tanganya dileher Farel dan menatapnya dengan intens.Tatapan wanita cantik itu sukses membuat hati pasangannya berdebar.


"Apapun akan aku lakukan untuk membuatmu senang,aku masih punya satu kejutan lagi,"tutur Farel.


"Kejutan apa?"Kania penasaran.


"Rahasia,lihat saja nanti malam."Farel mengedipkan matanya sebelah.


Malam hari tiba,Farel meminta Kania untuk memakai gaun indah dan berdandan cantik.Mereka pergi bersama ke suatu tempat yang sudah dipersiapkan oleh Farel sejak jauh jauh hari.Tempat itu masih ada dilingkungan Hotel,tepatnya dihalaman belakang Hotel yang biasa disewa untuk pesta kebun dan pesta lain bertema outdoor.


Farel mengikat mata Kania dengan kain berwarna gelap,lalu menuntunnya dengan hati hati menuju tempat acara ulangtahun Kania yang ke-19.Ya,hari ini adalah ulangtahun Kania,Farel ingin memberinya sebuah kejutan yang tidak akan pernah dilupakan oleh Kania seumur hidupnya.


Satu,dua,tiga...


Farel membuka kain yang menutupi mata Kania,alangkah terkejutnya dia saat mendapati Renata,Rio dan dua adiknya sedang berdiri dihadapannya.Rio nampak membawa sebuah kue ulangtahun,sementara Renata,Dian dan Dion nampak membawa kotak hadiah.


"Selamat ulangtahun,"ucap Renata dan kawan kawan berbarengan.


Langit mendadak dihujani ratusan kembang api,menambah meriah dan indah suasana pesta ulangtahun Kania.Kania menangis,dia terharu dengan kejutan yang telah dipersiapkan oleh orang orang tercintanya.


Farel memeluk Kania erat lalu mencium bibir ranumnya sekilas.


"Terimakasih,aku mencintaimu,"ucap Kania sembari menatap wajah Farel intens.


"Sama sama,aku juga mencintaimu."Farel menyeka butiran air mata yang menetes di pipi tembem Kania.

__ADS_1


Acara dilanjutkan dengan memotong kue,makan malam bersama dan membuka kado pemberian Renata,Dian juga Dion.Renata memberi kado sebuah lingerie berwana merah menyala,sementara si kembar memberi hadiah yang serupa tapi tidak sama.Dian menghadiahi Kania sepasang sepatu,sementara Dion menghadiahi Kania sepasang sandal.


Hadiah hadiah itu tidak berharga mahal,bukan pula barang bermerek,tapi Kania sangat menyukai barang pemberian mereka semua karena itu adalah tanda cinta dan kasih mereka untuk Kania.


Saat Kania,Renata,Dian dan Dion sedang asyik mengobrol,Rio datang menghampiri mereka.


"Nona,apa aku boleh meminjam Renata sebentar?Aku ingin mengobrol empat mata denganya,"Rio meminta ijin.


"Tentu saja boleh,"sahut Kania penuh semangat.


"Renata,sana ikut dengan Rio.Sepertinya dia mau membahas hal yang sangat penting denganmu,"sindir Farel.


Renata menundukkan wajahnya,pipinya memerah karena malu.Rio mengulurkan tangan kanannya pada Renata,gadis itu segera menyambutnya.


Scene berpindah pada pasangan Rio dan Renata.


Disalah satu sudut taman belakang Hotel,Rio dan Renata duduk berdampingan.Keduanya hanya saling menatap untuk beberapa saat sampai akhirnya Rio memberanikan diri untuk membuka percakapan.


"Aku menyukaimu,kamu mau tidak jadi pacarku?"Ucap Rio to the poin.Pria itu memang tidak suka basa basi,dia juga tidak bisa bersikap romantis layaknya pria pria diluar sana.


"Aku,,"Renata terbata bata.Dia sedikit bingung dan grogi.


"Tolong jangan tolak aku,beri aku kesempatan sekali saja untuk membuktikan kalau aku layak menjadi pacarmu,"Rio meraih telapak tangan Renata dan menggenggamnya erat.


Jantung Renata berdegup kencang,seperti ada pasukan gajah senang aerobik disana.Rio cukup tampan,meskipun hanya seorang asisten pribadi dia memiliki gaji cukup besar.Masa depan Renata akan terjamin jika dia mau menjadi pasangan Rio.


Jaman sekarang wanita mana yang tidak memandang pekerjaan dan besar gaji pasangannya?Apalagi didunia ini segalanya perlu uang.Urusan cinta nomor dua,yang penting pria itu tampan,mapan,dan bertanggung jawab.


"Baiklah,aku mau menjadi kekasihmu.Tapi dengan satu syarat,"Renata mengajukan permohonan.


"Syarat apapun akan aku penuhi,katakan saja padaku,"Rio bersedia menyanggupi.


"Syaratnya cuma satu,kamu harus setia padaku.Karena aku tidak suka pada pria genit dan hidung belang,"jelas Renata gamblang.


"Kamu tenang saja Nona,aku adalah tipe pria yang setia.Kalau tidak percaya,kamu boleh bertanya pada Tuan Farel."Ucap Rio dengan nada penuh percaya diri.


--->🌻🌻🌻🌻🌻<---


Tidak ada wanita matre didunia ini,yang ada hanya wanita yang berpikir secara realistis.Jika ada pria yang berani mengatai pasangannya matre,itu karena prianya saja yang tidak mau berusaha lebih keras untuk membahagiakan wanitanya.Atau karena memang prianya saja yang pelit dan perhitungan.🀣🀣🀣😜✌️


Author...

__ADS_1


__ADS_2