
Selesai reuni,Farel meminta Rio kembali ke kediaman Mananta seorang diri dengan Taxi.Sementara dia dan Kania pergi mengunjungi suatu tempat berdua.
"Kamu mau mengajak aku kemana?"Kania penasaran.Pasalnya Farel tidak menjelaskan secara detail kemana mereka berdua akan pergi.Farel meraih tangan istrinya dan menggenggam telapak tanganya kuat.Dia menatap Kania dengan tatapan teduh,intens dan romantis.
"Rahasia.Yang jelas,aku ingin menghabiskan waktu bersamamu selama beberapa hari,"sahut Farel.
"Lalu pekerjaanmu di kantor bagaimana?"Kania sedikit khawatir.
"Tenang saja,aku sudah menyerahkan semuanya kepada pada Rio dan Nenek,"jawab Farel santai.
sepanjang perjalanan,Kania terus bermain dengan pikirannya sendiri.Dia mencoba menebak nebak kemana sang suami akan membawanya pergi.
"Mungkinkah dia akan mengajak aku menginap ditempat yang indah dan istimewa?"Celoteh Kania dalam hati.Tiba tiba rona pipinya berubah,baru membayangkannya saja sudah membuatnya malu apalagi kalau menjadi kenyataan?
Satu jam,dua jam berlalu,Farel belum juga membawa mobilnya menepi di suatu tempat.Kania yang diserang rasa ngantuk menyandarkan kepalanya pada kursi mobil,lalu terbang ke alam mimpi.
Didalam mimpi Kania melihat dirinya digendong oleh Farel ala bridal style.Mereka masuk kedalam kamar mewah dengan banyak hiasan bunga mawar merah dan lilin aroma terapi.Kamar itu nampak seperti kamar pengantin baru,terlihat cantik dan Kania sangat menyukainya.
Sekar terbangun dari tidurnya saat telinganya menangkap suara keran air menyala.Dia terduduk,wajahnya terlihat linglung dan kebingungan.
"Aku dimana?Farel mana?"Kania bertanya tanya sambil memperhatikan lingkungan disekitarnya.
Kamar mewah,jendela berukuran besar,bunga bunga dan lilin aroma terapi itu.Apa ini kamar hotel?Jadi bayangan samar yang tadi dia lihat itu bukan mimpi belaka?Kania tertawa senang,ternyata pria itu penuh dengan kejutan.
"Sudah bangun?"Farel keluar dari dalam kamar mandi.Dia hanya memakai sebuah handuk berukuran kecil yang bahkan tidak bisa menutupi dengan baik bagian bawah dari tubuhnya itu.
Kania menelan ludah,meskipun dia sudah pernah melihat suaminya tampil polos masih saja dia tergoda oleh keseksian pria itu.Hasrat Kania meninggi,suhu tubuhnya yang dingin mulai memanas.
"Kenapa menatapku seperti itu?Apa kamu tergoda untuk menyentuhnya Baby?"Farel tersenyum nakal.Farel berjalan lambat menuju istrinya yang masih terduduk lesu diatas tempat tidur.
"Kamu pasti sengaja melakukanya kan?"Kania melotot.
Farel mendekapnya wajahnya dan mengangkat dagu Kania sedikit keatas.
"Iya,aku sengaja melakukanya.Aku sedang rindu pada sentuhan tanganmu yang liar itu."Bisik Farel lembut.
Bulu kuduk Kania berdiri,baru mendengar suara merdu Farel saja sudah merinding disko apa lagi merasakannya.Tubuh kania memang benar benar sensitif jika sedang berada dekat dengan Farel,seolah tubuh itu tau kalau Farel adalah pemiliknya.
"Kamu sedang ingin sayang?"Kania mengedipkan matanya sebelah.Dia menggoda Farel balik,Farel menjawab dengan anggukan sebanyak tiga kali.
__ADS_1
"Baiklah,aku akan melayani kamu dengan baik malam ini.Tapi beri aku waktu sepuluh menit,aku mau membersihkan diri dulu,"pinta Kania.
"Jangan lebih dari itu,"
"Tidak lebih,hanya sepuluh menit saja sayang.Jadilah pria yang penyabar."Kania menyunggingkan senyum kecil lalu berlari menuju kamar mandi.
Didalam kamar mandi,Kania sibuk menggosok gigi,menggosok tiap lekuk tubuhnya dengan sabun agar kulitnya bersih dan wangi.Dia benar benar memanfaatkan waktu yang sedikit itu dengan baik dan optimal.
Sepuluh menit berlalu,pintu kamar mandi terbuka.Kania keluar dari kamar mandi dan mendapati seluruh lampu kamar telah dipadamkan oleh suaminya.Meskipun begitu,Kania masih bisa melihat dengan jelas karena cahaya remang remang yang berasal dari barisan lilin dilantai.
Kania mendekat,Farel meraih lengan istri kecilnya itu dan menjatuhkannya diatas kasur.
"Dasar pria tidak sabaran!"ucap Kania.Farel tertawa renyah mendengar ocehan galak istrinya.
Farel mulai melakukan pemanasan,suatu permulaan yang sangat disukai oleh Kania.Pemanasan yang dilakukan Farel selalu berhasil membakar hasratnya dan membuat keinginannya untuk melakukan itu semakin menjadi jadi.Sayangnya,kali ini pemanasan itu berlangsung sedikit lama dan membuat Kania tidak tahan.
"Sayang,kenapa lama sekali?Aku sudah tidak tahan,"protes Kania.
"Sekarang siapa yang tidak sabaran?"Farel menyeringai.
"Astaga...Sayang,apa kamu sedang balas dendam padaku?"Tanya Kania.Farel hanya menaikan alis matanya sebelah dan menyunggingkan senyum kecil.
"Silahkan saja,dengan senang hati aku akan menyerahkan kuasa penuh padamu.Buat aku terbang dan melayang tinggi hingga ke langit ketujuh Kania."Ucap Farel.Ucapan itu terdengar seperti sebuah permohonan untuk bisa dipuaskan.
Kania menunduk tubuh Farel dan memaksanya untuk bertukar posisi.Kini Farel berada dibawah,sementara Kania ada diatas.Tangan Kania menggenggam sebuah benda kecil dengan kuat dan menggerakkannya naik turun secara teratur.Farel menggigit ujung bibir bawahnya,dia mencoba menahan suara keramat yang hendak lolos dari mulutnya.
"Jangan ditahan,keluarkan saja sayang,"pinta Kania.
"Aaaaah....."Suara keramat itu akhirnya keluar juga.
Kania mulai bertindak nakal,dia menghujani tubuh suaminya dengan ciuman dan gigitan gigitan kecil.Farel tak hanya menggelinjang seperti cacing kepanasan,tapi juga menjerit seperti orang yang sedang kesurupan.
"Rasakan itu,"gerutu Kania dalam hati.
*
*
*
__ADS_1
Cahaya mentari masuk kedalam ruangan melewati pori pori gorden,Kania membuka kedua matanya dan terbangun dari mimpi panjangnya.Dia merasakan seluruh sendi sendi tubuhnya linu,tulang belulangnya pegal karena pergulatan panjangnya semalam dengan sang suami.
"Pria itu,dibawah saja gerakannya seperti macan kelaparan apa lagi kalau diatas?"Kania menggerutu lirih.Kania menatap wajah tampan suaminya yang tertidur pulas,ada rasa senang dihatinya karena bisa melayani sang suami sampai puas dan kelelahan.
"Apa aku setampan itu?"Farel tersenyum.Dia membuka matanya dan membuat Kania sedikit terkejut.
"Sejak kapan kamu bangun?"Tanya Kania lagi.
"Sejak tadi,"sahut Farel singkat.
"Kenapa kamu tidak langsung pergi mandi?"
"Mandi?Bangun saja tidak bisa.Kamu menjadikan lenganku sebagai bantal semalaman."
Kania tertawa,memang tidak ada bantal yang nyaman didunia ini selain lengan kekar suami.Selain empuk dan hangat,lengan suami bisa membuat tidur seorang istri lebih nyaman dan berkualitas.
"Apa aku boleh minta itu lagi?"Rengek Farel manja.Dia memeluk tubuh Kania dari samping dan meletakan dagunya dipundak Kania.
"Boleh,tapi nanti kalau sudah mandi dan sarapan,"Kania memberi sebuah persyaratan.
"Kamu tau kan aku tidak suka ditolak,apalagi disuruh menunggu,"Farel memajukan bibirnya beberapa senti kedepan.
"Baiklah,lakukan sesukamu.Hari ini aku akan menjadi pelayan cintamu sayang."Ucap Kania pasrah.
Pria memang tidak pernah puas jika sudah menyangkut dengan urusan ranjang.Tenaga mereka seolah tidak ada habisnya,bahkan mereka bisa mengulangi aktifitas menyenangkan itu selama beberapa kali dalam sehari.
Sebagai seorang wanita Kania harus pintar pintar menjaga stamina tubuhnya dan menjaga aset terpenting miliknya.Diluar sana banyak pria yang meninggalkan istrinya hanya karena sering ditolak dan dianggap tidak becus dalam melayani suaminya.Pria memang seperti itu,terlahir dengan ego tinggi dan selalu ingin menang sendiri.
"Aku mencintaimu,"bisik Farel mesra.
"Aku juga."Kania kembali menjatuhkan tubuhnya diatas kasur.
Pergulatan semalam terulang lagi,tapi kali ini Farel yang memimpin.
--->π»π»π»π»<---
Hubungan suami istri itu seperti kancing dan baju,saling membutuhkan satu sama lain.Mereka juga akan saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing masing.
Pria yang baik akan mengajak pasangannya untuk berjalan beriringan,bukan memintanya untuk berjalan dibelakang dan membuat diri sendiri terlihat lebih mendominasi hubungan.
__ADS_1
Author.