Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 91


__ADS_3

Keesokan harinya,Kania datang kerumah sakit tempat Renata melahirkan.Dia mengajak Edward bersamanya.


Ceklek,


Kania membuka pintu kamar inap Lolita,dia melihat wajah ceria keluarga kecil itu bersama anggota baru keluarga mereka.Anak Renata perempuan dan belum diberi nama karena menunggu Farel datang.


Ya,Rio menghendaki Farel yang memberi nama untuk anaknya.Pria itu telah banyak berjasa membantu mereka dari mulai program hamil sampai akhirnya benar benar hamil.Renata tidak keberatan dengan keputusan Rio,juga Bi Sumi.


"Aku akan menamai anak ini Fiona,singkatan dari Farel,Rio dan Kania,"ucap Farel lantang.


"Itu nama yang cantik,"puji Kania.


"Seperti wajahnya bukan?"Seloroh Renata.


"Iya,kamu benar.Dia sangat cantik.Aku jadi ingin mengajakmu besanan,"sambung Kania.


Mereka tertawa bersama,suasana kamar rumah sakit yang tadinya sepi berubah menjadi ramai seperti pasar ikan.


Selesai menjenguk Renata,Kania dan Farel pulang.Ternyata mereka bertemu dengan Angela secara tidak sengaja,dia baru saja selesai memeriksakan kesehatan untuk keperluan menikah besok.


"Angela,"panggil Kania lirih.


"Kania,apa kabar?"


"Kabarku baik,kabarmu sendiri bagaimana?"


"Aku baik baik saja,"


"Aku dengar,kamu akan segera menikah dengan Vino.Selamat ya,semoga acaranya lancar,"sambung Farel.


"Terimakasih,"Angela menyunggingkan senyum sumringah.


Selesai berbasa basi,Kania dan Farel pamit pergi.Mereka bergegas masuk kedalam mobil mereka dan meninggalkan rumah sakit itu.


Angela terlihat lebih segar dan kurus dari sebelumnya,sepertinya benar dia telah sembuh seratus persen dari depresi yang menyerangnya.Kania ikut senang karena hal itu,karena Angela tidak akan pernah lagi mengganggu hubungan rumah tangganya dengan Farel.


*


*


*


Tiba dirumah,Angela merenungi pertemuannya dengan Kania.Dia terlihat bahagia dengan keluarganya itu,semoga saja kelak Angela juga bisa memiliki keluarga yang bahagia sama seperti Kania.


Sebenarnya tadi Angela ingin meminta maaf pada wanita itu,tapi mulutnya terlalu takut untuk berbicara.Terlebih saat dirinya melihat wajah dingin Farel,dia takut dimarahi lagi oleh pria itu.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu pikirkan?"Tanya Beny sambil duduk di sisi Angela.


"Aku bertemu dengan Kania dan Farel tadi,aku teringat pada kesalahanku tapi aku tidak berani meminta maaf pada mereka,"


"Besok undang mereka ke pesta pernikahanmu,biar ayah yang akan memintakan maaf pada mereka,"


"Tidak,aku yang bersalah,aku juga harus meminta maaf,"


"Ya sudah,terserah kamu saja,"


Hanum datang memberi kejutan,selain datang tanpa memberi tahu Angela terlebih dahulu Hanum datang dengan menenteng banyak hadiah untuk sahabat baiknya itu.


"Hallo calon pengantin baru,"goda Hanum.


"Bagaimana kamu bisa tau?"Angela penasaran.


"Pak Benny yang memberi tahu aku,"Hanum meringis.


Hanum menyodorkan beberapa buah paper bag pada Angela,Angela menerima sambil memasang wajah bingung.Hari ini dia tidak sedang berulang tahun,kenapa Hanum memberikan banyak hadiah untuknya?


Hanum mengedipkan matanya,memberi kode untuk segera pindah tempat duduk agar bisa lebih bebas mengobrol.Dia tidak enak jika mengobrol diruang tamu,karena ada Pak Benny.


Angela menuruti perintah Hanum,mereka pergi ketempat yang lebih aman yaitu kamar pribadi Angela.


Angela membuka hadiah pemberian wanita cantik itu,ternyata isinya adalah beberapa biji pakaian tidur extra seksi.Dari berbagai model,berbagai merek dan berbagai warna ada disana.


"Ini untukmu,agar malam malam yang kamu lalui bersama Vino semakin bertambah hangat,"Hanum cengengesan.


"Astaga,Hanum.Aku saja belum kepikiran sampai kesitu,"Angela merona.


Masih ada satu hal yang disembunyikan oleh Hanum,yaitu obat penambah stamina khusus pria.Hanum sangat ingin Angela segera hamil,karena usianya yang sudah cukup matang.Padahal,dirinya yang seumuran saja belum memiliki kekasih.


Hanum membuka tasnya,mengambil obat penambah stamina dan memberikannya pada Angela.Angela melotot,dia terkejut dengan kejutan lain yang telah disiapkan Hanum untuknya.


"Aku rasa vino tidak memerlukan itu,dia terlihat kekar dan begitu kuat,"


"Bagaimana kamu bisa tau?Apa kamu sudah pernah menghabiskan malam dengannya?"


"Jangan sembarangan bicara,tentu saja aku belum pernah melakukannya!"


"Kalau begitu terima saja obat ini,simpan baik baik.Aku yakin suatu saat kamu dan vino akan membutuhkannya,"Hanum mengedipkan matanya sebelah.


Puas mengobrol,Angela mengajak Hanum kedapur.Dia merasa sangat lapar karena sejak pagi dia belum makan.


Di dapur,Hanum meminta Angela untuk belajar memasak.Sebentar lagi dia akan menjadi ibu untuk dua orang anak,dia harus bisa memasak makanan sederhana untuk anak anak dan suaminya.

__ADS_1


Angela menyerah,memasak mie rebus saja dia tidak bisa.Jangankan mie rebus,membuat teh manis saja dia masih berteriak meminta bantuan asisten rumah tangganya.Dia sangat payah dalam urusan memasak,tapi pintar dalam mencari uang.


Untuk apa memasak,dia bisa membeli makanan lewat aplikasi dengan mudah atau catering.


"Kamu perlu belajar memasak,agar saat kepepet kamu bisa membuat makanan untuk anak anak dan suamimu,"


"Tidak,aku tidak mau kuku kuku cantikku ini rusak terkena pisau atau minyak,"


"Jangan lebay.Ingat,diluar banyak pelakor.Dan rata rata pelakor diluar sana pandai memasak,kamu tidak mau kan suamimu direbut pelakor nanti?"


"Jangan menakut nakuti aku,"


"Aku tidak sedang menakut nakuti kamu kok,"


Hari itu Hanum memberi kursus singkat kepada Angela.Dia mengajari sahabatnya memasak telur dadar dan telur mata sapi yang enak.Angela sedih saat telur percobaannya gosong,ternyata memasak itu bukan perkara yang mudah untuk dilakukan.


***


Dirumahnya,Kania sibuk merapihkan dan membereskan kamar anak anaknya.Tidak disangka,dia menemukan buku diary milik Dian dan buku itu tidak dikunci.Jiwa kepo Kania meronta ronta,dia ingin tau apa yang telah anak itu tulis didalamnya.


Dihalaman pertama,Dian menuliskan perasaanya kalau dia sedang rindu pada mendiang kedua orangtuanya.Begitu juga dihalaman kedua dan ketiga.


Sampai dihalaman ke empat,Kania sedikit terkejut.Karena anak berusia sebelas tahun itu curhat tentang seorang teman prianya yang menyebalkan disekolahnya.


6 Januari,2022.


Hari ini,Agus menyembunyikan tasku di tempat sampah.Aku kesal dan aku menangis.Dia ketakutan dan langsung meminta asistennya untuk membeli tas yang sama dengan tas yang aku punya.


8 Januari,2022.


Aku melaporkan kenakalan yang dilakukan Agus kepada kepala sekolah.Dia dihukum berdiri dibawah tiang bendera sampai siang hari.Aku kasihan padanya,aku diam diam membelikan dia sebotol air mineral dingin.


12 Januari,2022.


Agus membelikan aku satu buah ice krim rasa coklat.Dia meminta maaf atas kenakalan yang pernah dia lakukan padaku.Hey,ternyata dia tidak seburuk yang aku bayangkan.Dan dia sangat manis.He..He..He...


Baru saja Kania ingin membuka halaman yang baru,Dian muncul dan langsung merebut buku diary itu.


"Kakak,jangan sembarangan membaca buku diary orang tanpa izin,"Dian marah.


"Maaf,aku hanya penasaran saja tadi,"


"Tidak ada maaf bagimu!"


Dian memalingkan wajahnya,dia melipat tangannya ke perut sambil memonyongkan bibirnya kedepan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2