
Rio mengeluarkan Angela,disisinya ada Pak Beny.Angela merasa senang melihat sang Ayah datang untuk membebaskannya,tanpa tau kalau dia akan dipindahkan ke RSJ bukan dibawa pulang kerumah.
Beny memeluk tubuh putrinya erat,dia merasa sedih karena Inggrid terlihat kusam dan lusuh.Wajar saja,dia dikurung didalam tempat yang gelap dan lembab tanpa di ijinkan untuk mandi atau sekedar membersihkan diri.
"Ayah,Farel jahat sekali.Ayah harus membalaskan dendam ku padanya.
"Iya,sekarang kita pergi dari sini dulu,"sahut Beny.
"Ayo Ayah,"Angela menggandeng tangan Ayahnya sambil melayangkan tatapan sinis pada Rio.
"Gadis yang malang!"Batin Rio.
Beny memasukan Angela kedalam mobil,sepanjang perjalanan dia terus mengoceh tidak jelas.Beny hanya tersenyum sambil mendengarkan semua ocehan anaknya itu.
Jika Angela sudah masuk kerumah sakit jiwa,Beny pasti akan merasa sangat kesepian.Dia tidak memiliki teman untuk bercerita lagi,dia juga harus melewati hari harinya seorang diri dirumah.
Entah berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan Angela,tapi dia sangat berharap masih memiliki umur yang panjang dan badan yang sehat.Sehingga dia masih bisa melihat Angela sembuh dan keluar dari RSJ.
Angela menyadari mobil yang dia tumpangi melewati jalan yang berbeda,itu bukan jalan menuju rumahnya.
"Ayah mau membawaku pergi kemana?"Tanya Angela penuh selidik.
"Ke suatu tempat yang membahagiakan kamu nak,"sahut Beny.Dia mengelus kepala putrinya lembut.
"Apa Ayah mau mengajak aku pergi berbelanja?Tapi,malam malam begini apa masih ada Mall atau butik yang buka?"Angela menatap wajah Ayahnya lekat lekat.
Beny tak kuasa menjawab pertanyaan putrinya,dia menangis tersedu sedu sambil memeluk erat tubuh Angela.Angela yang bingung hanya bisa terdiam,sementara sang supir yang melihat hal itu merasa miris.
Mobil berhenti,mereka telah tiba ditempat tujuan.Beny menggandeng tangan sang putri dan membawanya masuk kedalam gedung yang begitu dingin dan menyeramkan.Ditempat itu Angela akan menghabiskan hari harinya dengan berbagai macam terapi dan minum obat obatan hingga sembuh.
Beberapa pria berpakaian perawat menyambut kedatangan mereka dan menggiring mereka keruang Dokter.Usai memeriksa keadaan dan kondisi Angel,Dokter tersebut menyarankan Angela untuk dirawat selama beberapa waktu.
"Ayah,tempat apa ini?Kenapa mereka memperlakukan aku seolah olah aku adalah seorang pasien?"Angela menggenggam telapak tangan Ayahnya.Dia merasa takut dan bingung.
"Untuk sementara,kamu akan tinggal disini bersama mereka.Ayah akan sering sering mengunjungi kamu,"ucap Beny sambil menahan rasa sesak di dada.
__ADS_1
"Ayah membuang ku ditempat ini?"Angela merasa tak percaya.Pria yang selama ini melindungi dan menjaganya dari segala hal tega meninggalkannya sendirian ditempat asing.
"Maafkan Ayah,semua untuk kebaikanmu.Kamu akan memiliki banyak teman dirumah sakit jiwa ini nak,"ucap Beny.
"Rumah sakit jiwa?"Angela membuka matanya lebar lebar.Dia syok dan terkaget kaget.
"Aku tidak gila Ayah!"Angela meronta.Dua perawat bertubuh kekar memegangi lengannya dengan kuat.
"Lepaskan aku!"Bentak Angela.Tapi dua perawat itu tidak menggubris perintah Angela,bahkan cenderung mengabaikannya.
"Ayah,aku benci padamu!"Ucap Angela sambil menangis.Dia merasa kecewa dengan perbuatan Ayahnya yang memasukannya ke RSJ.
Beny memejamkan kedua matanya,dia tidak sanggup melihat kepergian putrinya.Saat itu batinnya terasa hancur,dia merasa telah gagal menjadi sosok Ayah sekaligus Ibu yang baik untuk putrinya.
"Yang kuat ya pak,semuanya akan baik baik saja,"tutur sopir pribadi Beny.
*
*
*
"Betul Tuan,saya melihatnya dengan mata kepala sendiri.Tuan Beny memasukan Angela kedalam rumah sakit jiwa,saya juga sempat mengunjungi ruang rawatnya secara diam diam,"tutur Rio panjang lebar.
Farel tak menyangka,wanita yang selalu terlihat tegar dan angkuh dalam setiap kesempatan ternyata memiliki jiwa yang rapuh.Pantas saja kelakuan Angela seperti wanita yang tidak waras,ternyata dia memang gila.
Kania muncul dari balik pintu,dia tidak sengaja mendengar percakapan Farel dan Rio.
"Angela gila?Aku benar benar tidak percaya,"celoteh Kania.
"Sayang,ini sudah malam.Kenapa kamu belum tidur?"Farel mengalihkan fokus istrinya.
"Aku mencari mu,"ucap Kania.
"Pasti kamu tidak bisa tidur karena tidak ada aku di sisiku ya?"Farel menggoda wanita cantik itu.
__ADS_1
"Idih,pede!"Kania memalingkan wajahnya.Dia melipat kedua tangannya diatas perut.
"Ayo kita kembali ke kamar,aku juga sudah sangat mengantuk,"Farel menggandeng tangan istrinya mesra.Sementara Rio hanya bisa menatap iri karena dia jauh dari istrinya.
Bicara soal Rio,beberapa hari lalu Renata mengabarkan berita kehamilan padanya.Dia merasa senang dan bahagia karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah.Tapi dia sedih,karena dia tidak bisa meluangkan banyak waktu untuk Renata dan anaknya kelak.Menjadi asisten pribadi Farel benar benar menyita banyak waktu dan perhatiannya.
Didalam kamar tempatnya beristirahat,Rio termenung.Dia ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya dan membuka sebuah usaha.Dia ingin menggunakan ruko yang dulu Kania hadiahkan padanya dan Renata.
Tapi Rio merasa tidak enak hati mengutarakan hal itu kepada Farel,dia takut Farel marah dan kecewa padanya.Rio dilanda dilema,dia bingung harus memilih istri atau Bosnya.
Lelah berpikir,Rio menutup tubuhnya dengan selimut dan bersiap untuk tidur.Tidur adalah cara sederhana untuk mengobati lelah yang sedang menyerang jiwa dan raganya saat ini.
Keesokan harinya..
Rio menemui Kania,dia mengutarakan niatnya untuk berhenti bekerja dan meminta bantuannya untuk berbicara pada Farel.
"Kenapa kamu tidak berbicara langsung padanya?"Tanya Kania.Dia menatap wajah Rio dengan seksama.
"Saya takut padanya,"sahut Rio.Dia menggaruk kepala bagian belakang yang tiba tiba terasa begitu gatal.
"Astaga,dia bukan hantu.Dia juga bukan seekor serigala yang lapar.Jadi,kamu tak perlu takut padanya,"Kania tak kuasa menahan hasrat ingin tertawanya.Sementara Rio hanya menundukkan wajah sambil tersenyum kecil.
Suara gelak tawa Kania telah memancing Farel mendekat.Jantung Rio berdegup kencang karena takut,takut ini,takut itu dan lain sebagainya.
"Ada apa?"Kenapa kamu tertawa?"Tanya Farel.
"Rio lucu sekali,dia bilang dia sangat takut padamu.Padahal,kamu bukan hantu.Ha...Ha...Ha..."Kania tertawa lagi.
"Takut kenapa?Apa dia baru saja melakukan kesalahan besar?"Farel menatap Rio serius.
"Saya mau berhenti bekerja Tuan,"ucap Rio.
"Beri aku sebuah alasan agar aku mau mengizinkan kamu keluar,"Farel mengerutkan keningnya.
"Saya ingin buka usaha sendiri,agar saya bisa menghabiskan waktu lebih banyak untuk istri dan anak anak saya kelak,"sahut Rio.
__ADS_1
"Oke,saya akan mengizinkan kamu untuk keluar.Tapi,kalau suatu saat aku membutuhkanmu,kamu harus bersedia membantuku.Bagaimana?"Farel mengajukan sebuah permintaan.
"Saya akan selalu siap sedia membantu Anda Tuan,"ucap Rio mantap.