
"Besok malam,aku akan mengajak kamu makan diluar.Teman dekatku mengundang kita untuk makan malam bersama,"ucap Farel.
"Kamu yakin mau mengajak aku?"Kania mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat suaminya mengerutkan kening.
"Tentu saja aku yakin,kenapa memangnya?"Tanya Farel penasaran.
"Lihat,aku sekarang lebih berisi dan..."ucapan Kania terputus saat Farel menutup mulut Kania dengan telapak tangannya.
"Berhenti menghina diri sendiri.Seperti apapun rupa mu aku akan tetap mencintai kamu,tidak ada wanita yang lebih cantik dari kamu di mataku."Farel menatap wajah Kania lekat lekat.
"Terimakasih pujiannya,"ucap Kania sambil menyunggingkan senyum manis.
"Hanya terimakasih saja?Malam ini,kamu harus melayani aku dengan baik hingga aku merasa lelah,"bisik Farel ditelinga Kania.
Kania tidak menyahut,dia mematikan lampu dan bergegas pergi ke kamar mandi tanpa menutup pintu.Merasa diberi kode oleh sang istri,Farel langsung menyusul Kania ke kamar mandi.
Pasangan suami istri itu mulai melakukan adegan panas,adegan yang mereka lakukan dengan sangat terburu buru dikarenakan takut anak mereka terbangun dan menangis.Meski terburu buru,Farel tetap merasakan puas oleh servis yang diberikan oleh istrinya.Farel tidak mengetahui kalau selama ini istrinya mengikuti kursus cara memuaskan hasrat suami secara online.
Selesai menuntaskan hajat mereka,Kania dan Farel langsung kembali ke kasur dan bersiap untuk pergi tidur.
Pagi hari.
Farel membantu Kania memandikan anak anak mereka,setelah selesai dia bersiap siap untuk pergi ke tempat kerja.Meski sibuk,Farel selalu menyempatkan diri untuk membantu Kania mengurus anak mereka.Dia ingin anak anak itu memiliki rekaman kenangan yang bagus tentang sosok Ayahnya.
"Nanti malam,kamu pulang jam berapa?"Tanya Kania sambil merapihkan dasi yang dipakai oleh Farel.
"Entahlah,mungkin sekitar pukul tiga sore.Kenapa memangnya?"Tanya Farel balik.
"Aku mau pergi ke salon nanti siang,aku akan pulang sebelum kamu pulang kerja.Boleh kan?"Kania mengedipkan matanya sebelah.
"Genit!"Gerutu Farel pelan.
"Kalau mau pergi ya pergi saja,tidak perlu merayu seperti itu.Oh..Ya,suruh Renata menginap disini malam ini.Untuk membantu Bi Sumi dan Bu Ani mengurus anak anak selagi kita pergi,"lanjut Farel.
"Oke,"Kania mengacungkan kedua jempolnya keatas.
Untuk pertama kalinya Farel mengajak Kania ke acaranya bersama teman temanya.Dia harus tampil maksimal malam ini,dia tidak boleh membuat suaminya malu apa lagi berkecil hati.
Selesai mengurus anak anaknya,Kania pergi ke salon kecantikan.Dia mencoba segala jenis perawatan yang ada di salon tersebut.Mulai dari perawatan rambut,kulit wajah dan kulit tubuh.dia tertarik karena model wanita yang ada di spanduk salon terlihat begitu perfek.
"Mbak,siapa wanita yang menjadi model iklan salon ini?"Tanya Kania pada seorang pegawai yang sedang mencatok rambutnya.
"Saya kurang tau Bu,saya pegawai baru.Tapi teman teman saya bilang dia seorang artis terkenal diluar negri,"sahut karyawan itu.
"Pantas saja dia terlihat begitu sempurna,artis luar negri ternyata,"gumam Kania.
__ADS_1
"Dia sudah pernah menikah dan punya anak,tapi bodinya tidak kalah dengan ABG masa kini kan?"Karyawati itu tertawa.
"Iya,kamu benar.Beruntung sekali pria yang bisa memiliki wanita itu,"puji Kania.
Selesai melakukan perawatan,Kania bergegas pulang kerumah.Didalam Taxi,Kania menghubungi nomor Renata.
Tut...Tut..Tut...
Telfon tersambung,Renata mengangkat telfon itu dan menyapanya.
"Hallo Kania,apa kabar?Tumben sore sore seperti ini telfon?Ada apa?"Tanya Renata beruntun.
"Kabarku baik.Nanti malam kerumah ya,aku mau minta pertolongan sama kamu,"pinta Kania.
"Pertolongan apa?"Renata penasaran.
"Tolong bantu Ibumu dan Bu Ani menjaga anak anakku,aku ada acara diluar dengan Farel sebentar,"Jelas Kania.
"Oke.Aku kesana sekarang saja,"ucap Renata.
"Sip,ditunggu kehadirannya,"Kania menutup telfon.
Setibanya dirumah,Kania langsung mandi dan berganti pakaian.Waktu baru menunjukan pukul 17.00,tapi Kania sudah bersiap untuk memoles wajahnya dengan make up.
Farel yang melihatnya hanya geleng geleng kepala.Namanya juga wanita,mereka memerlukan waktu yang lama untuk merias diri didepan cermin.Semua demi terlihat perfek didepan orang orang yang mereka sukai.
"Kita telat sepuluh menit,"celoteh Farel.
"Mereka pasti akan memahaminya,jalanan malam ini sedikit macet,"ucap Kania.
Farel menggandeng istrinya masuk kedalam restoran.Dia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan teman dekatnya itu.Hingga akhirnya dia menemukan sosok Dion sedang duduk di kursi paling pojok.
"Maaf,aku telat,"Farel dan Dion saling berpelukan.
"Tidak apa apa,tunangan ku juga belum datang,"
"Jadi,kamu mau mengenalkan tunangan mu padaku?"
"Ya.Oh ya,apa dia istrimu?"
"Iya,cantik bukan?
"Cantik,"
"Hallo,aku Kania,"Kania mengulurkan tangan dan Dion menjabatnya.
__ADS_1
Ketiganya duduk di kursi masing masing.Tak lama,datang seorang wanita menggandeng anak perempuan berusia lima tahun.
"Cindy?"Farel terkejut saat melihat teman lamanya berada ditempat itu.
"Farel?"Cindy sama terkejutnya dengan Farel.
"Jadi,kamu tunangan Dion?"Farel bertanya tanya.
"Ah,iya,"Cindy sedikit menundukkan wajahnya.
"Bukanya kamu.."Omongan Farel tercekat.
"Dia dan dosen itu sudah lama bercerai,"sambung Dion.
"Oh,begitu,"ucap Farel lirih.
Lama mengingat mengingat,Kania sadar kalau Cindy adalah model salon kecantikan yang tadi dia lihat.Ternyata wujud aslinya jauh lebih cantik daripada yang ada di spanduk.
"Dia?"Cindy menatap Kania.
"Hallo,aku Kania.Istri Farel,"sapa Kania ramah.
"Oh,hallo.Aku Cindy,teman kuliah Farel dulu,"sapa Cindy balik.
Pandangan Kania beralih pada anak gadis yang duduk disisi Cindy,dia sangat cantik dan imut.Begitulah kira kira gambaran anak perempuannya jika sudah besar.
"Nak,siapa namamu?"Tanya Kania.
"Namaku,Aurel Tante,"sahut anak itu malu malu.
"Nama yang cantik,"puji Kania.
"Dia memang cantik,tapi tidak mirip dengan Ibunya,"seloroh Dion.
"Iya,kamu benar.Dia juga tidak mirip dengan Pak Smith,"sambung Farel.
"Iya,aku sendiri juga heran.Anak itu entah mirip siapa,"Cindy tertawa.
"Nenek bilang,mata dan hidungku mirip dengan teman kuliah mama.Namanya Farel Mananta,"celoteh Aurel.
Semua orang yang ada dimeja itu langsung terdiam,terutama Kania.Dia menatap Farel dan Aurel secara bergantian hingga beberapa kali.Mereka berdua memang sedikit mirip,tapi bagaimana bisa?
"Sayang,kalau bicara jangan ngaco.Kamu anak Mama dan Papa Smith,mana mungkin kamu bisa mirip dengan orang lain!"Cindy memarahi Aurel sambil melotot.
"Cindy,jangan galak galak padanya.Dia masih kecil,wajar kalau dia berbicara sedikit ngaco,"ucap Dion.Pria berkacamata itu merangkul pundak Aurel dan mengelus kepalanya pelan.
__ADS_1
Sementara itu di kursinya,Farel membeku.Dia kesulitan bergerak dan berbicara.Apa benar Aurel hanya sedang bicara ngaco saja?Tapi kenapa Cindy terlihat begitu sangat marah padanya?