Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 37


__ADS_3

Kania,Farel dan Rio kembali ke kediaman Mananta setalah menginap satu malam di rumah lama Kania.Didalam mobil Kania merasa kegerahan,padahal jendela sudah dibuka lebar,AC juga sudah dinyalakan.


Farel mengipasi Kania dengan koran bekas,sesekali pria itu juga mengelap keringat yang mengucur deras di kening Kania.Pemandsngan seperti itu sungguh membuat Rio iri dan ingin segera meresmikan hubungannya dengan Renata.


"Besok aku akan mengganti semua pakaianmu yang ada di lemari dengan pakaian berbahan bagus dan dingin,"ucap Farel.


"Ini bukan karena bahan bajunya,tapi karena bawaan bayi,"celetuk Kania.


"Maksudnya?"Farel bingung.


"Semua orang hamil akan mengalami hal ini sampai mereka melahirkan.Belum jelas apa penyebabnya,tapi sepertinya karena pengaruh hormon,"jelas kania.


"Yang sabar ya,"Farel mengelus rambut panjang sang istri.


"Aku selalu sabar untuk anak anaku,tapi tidak kalo itu untukmu,"Kania meledek.


Farel merenggut,dia merasa sang istri sudah mulai pilih kasih padahal anak anaknya belum terlahir ke bumi.Jika nanti anak anak itu sudah keluar mungkin posisi Farel akan tergeser,dia jadi sering diabaikan dan tidak diperhatikan.Farel mulai berpikir yang tidak tidak.


Tapi Farel tidak akan tinggal diam,jika ketakutannya itu benar benar terjadi Farel akan protes pada Kania.Kalau perlu dia akan mogok makan dan mogok minum.Kalau perlu dia akan mengurung diri didalam kamar seperti yang pernah Kania lakukan saat sedang marah.


Rio mengalihkan pandangannya kearah kaca spion,dia merasa sejak tadi ada sebuah mobil yang menguntit mereka dari belakang.Siapa pengendara mobil itu?Mungkinkah dia seorang penjahat?


Rio menambah laju kecepatan mobilnya,tidak hanya itu dia juga keluar dari jalan utama dan masuk kedalam gang sempit.Rio ingin pengemudi mobil misterius itu kehilangan jejak dan menyerah untuk mengikuti mereka.


"Rio,apa apaan kamu?Tindakanmu itu bisa membuat bayi bayi di perutku terkejut,"omel Kania.


"Maaf Nona,Tuan,tapi ada seseorang yang diam diam mengikuti kita dibelakang,"jelas Rio.Dia memasang wajah cemas dan khawatir.


Farel menoleh kearah belakang,dia melihat sebuah mobil Van mengekor dan terus berusaha mengejar mobil yang mereka tumpangi.kania ketakutan,dia memiliki firasat tidak enak tentang mobil Van itu.


"Cari rumah sakit,mall,atau apapun yang memiliki scurity.Kita parkir mobil ini disana,setelah itu kita masuk kedalam gedung,keluar dari pintu belakang dan pergi dengan naik Taxi,"Farel memberi sebuah ide.


"Lalu mobil ini bagaimana?"tanya Rio.


"Biarkan saja diparkiran,aku masih punya banyak mobil lain yang seperti ini di rumah,"celetuk Farel.


"Oke kalau begitu,sebaiknya Nona dan Tuan berpegangan yang kuat ya,"Rio memacu kendaraan itu lebih cepat.


lama mencari,akhirnya Rio menemukan sebuah rumah sakit besar.Langsung saja Rio membawa masuk mobil itu kedalam parkiran.Farel,Rio dan Kania turun dari mobil.Mereka masuk kedalam rumah sakit dengan langkah cepat.


"Aku pernah kesini,aku tau dimana pintu belakangnya.Ayo ikuti aku,"ucap Farel.


Rencana Farel berhasil,mereka bisa lolos dari intaian sang penguntit dan kembali ke rumah dengan selamat dengan menaiki Taxi.Sementara pengemudi mobil Van itu masih saja ada di sebrang jalan rumah sakit,menunggu pergerakan dari mobil Tuan Muda Farel Mananta.

__ADS_1


*


*


*


Kania duduk disofa sambil mengelus Elis perutnya,dia merasa bersalah pada bayi bayi itu karena baru saja melakukan tindakan mengejutkan.


"Siapa orang itu?Perasaan keluarga ini tidak memiliki musuh,"ucap Rio.


"Tapi banyak orang yang iri dengan kesuksesan keluarga ini,mungkin orang itu adalah salah satunya,"pekik Farel.


"Siapapun orang itu,dia pasti mengincar salah satu dari Tuan atau Nona.Kalian berdua harus hati hati,"Rion memberi peringatan.


"Kenapa aku?Apa karena aku sedang mengandung pewaris keluarga Mananta?Kania menduga duga.


Maria masuk keruangan itu dan bergabung dengan cucu menantunya.Dia duduk disebelah Kania,membuat wanita berperut besar itu menutup mulutnya rapat rapat.


"Kalian sedang membicarakan apa?Kelihatanya serius sekali,"Maria penasaran.


"Kami hanya sedang membahas pekerjaan saja,"dalih Farel.


Farel tidak mau wanita tua itu tau tentang kejadian yang sebenarnya,dia takut neneknya diserang rasa cemas berlebih dan jatuh sakit.Terlebih Maria sudah sangat tua.


"Bagaimana keadaan adik adikmu Kania?"Tanya Maria.


"Rumah lamamu itu sudah selesai direnovasi?"


"Sudah Nek,"


"Bagus,kapan kapan aku akan main kesana,"


"Siap Nek."


Bi Sumi masuk kedalam rumah sambil lari terburu buru,dia hampir saja membuat keranjang sayur yang sedang dipegangnya jatuh kelantai.Rio khawatir,dia langsung pergi kearah Bi Sumi untuk mewawancarainya.


"Bi,Anda kenapa?"Rio panik.Begitu juga dengan Kania,Maria dan Farel.


"Ada penguntit,"tutur Bi Sumi.


"Penguntit?"Rio terkejut.


"Iya,dia mengikuti Bibi dari pasar sampai kerumah ini,"lanjut Bi Sumi.

__ADS_1


"Jangan jangan itu orang yang tadi,Rio coba kamu lihat keluar,"perintah Kania.


"Oke."


Rio berlari keluar,dia melihat ke arah jalan yang membentang dari ujung kiri dan kanan kediaman Mananta.Dari jauh,Rio melihat mobil Van yang tadi mengejar mereka.


"Sial,sepertinya aku harus mendatangi orang itu dan menginterogasinya,"gerutu Rio kesal.Dia hendak masuk kedalam mobil dan menghampiri mobil Van itu.Tapi kemudian Farel datang melarangnya.


"Jangan kesana,biarkan saja,"larang Farel.


"Tapi Bos,"keluh Rio.


"Untuk kali ini biarkan saja dulu,"ucap Farel lagi.


"Baik Bos."Rio akhirnya pasrah.


Didalam rumah,Maria diserang rasa kwatir.Dia takut ada orang jahat yang mau melakukan hal buruk pada orang orang yang disayanginya.Dia harus meminta bantuan orang ahli untuk menjaga rumah dan cucu menantunya.


"Kania,untuk saat ini tetaplah dirumah dan jagan keluar keluar dulu,"pinta Maria.


"Iya Nek,"


"Aku akan menghubungi seseorang untuk menyelidiki pengemudi mobil Van itu.Rio,tolong kamu ambil rekaman CCTV di komplek ini,aku akan mengirimnya ke seseorang,"


"Baik Nyonya,"


*


*


*


"Aku sudah menerornya,dia dan keluarganya pasti sedang ketakutan saat ini,"ucap seorang pria pada seseorang dibalik telfon.


"Bagus,teror mereka sampai lelah.Setelah ada kesempatan culik Kania dan habisi dia,"


"Siap Nona."


Pria itu adalah orang bayaran Angela,dan wanita yang mengobrol dengan pria itu adalah Angela.Mantan kekasih Farel mananta itu sudah hilang akal,dia benar benar berniat untuk meneror,menyakiti dan menyiksa keluarga Mananta.


Seperti keinginannya kemarin,jika dia tidak bisa hidup bahagia Farel dan Kania juga tidak boleh hidup bahagia.Mereka harus merasakan apa yang tengah Angela rasakan saat ini.Meskipun dia tau apa yang sedang dia rasakan adalah buah dari perbuatanya sendiri.


--->🌻🌻🌻🌻🌻<---

__ADS_1


Sayangi pasanganmu seperti kamu menyayangi dirimu sendiri.


Author.


__ADS_2