Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 48


__ADS_3

Renata masuk kedalam sebuah salon kecantikan untuk melakukan perawatan tubuh,setelah itu dia pergi ke salon rambut untuk memberi sentuhan warna pada rambutnya yang gelap.Dia benar benar ingin tampil cantik di acara lamaran dan pernikahannya besok.


Selama ini Renata tidak pernah menggunakan uangnya untuk memanjakan diri.Uang hasil kerja kerasnya sebagian besar dia simpan untuk masa depan,sisanya dia pakai untuk makan dan jajan.Bukanya pelit pada diri sendiri,tapi mencari uang itu sulit,benar bukan?


Hari ini Renata benar benar menghabiskan hari liburnya dengan memanjakan diri,sekali sekali tidak apa apa asal jangan terlalu sering karena kantong bisa kering.Saat hendak keluar dari Mall,mata Renata tidak sengaja menangkap sebuah toko yang menjual lingerie.Wanita itu tergoda untuk masuk kedalam toko dan melihat lihat.


Satu pic,dua pic,lama lama jadi puluhan pic Renata memasukan lingerie aneka model dan ukuran kedalam keranjang belanjaanya.Masa bodoh dengan jumlah uang yang akan dia keluarkan,yang penting dia punya banyak koleksi untuk menyenangkan hati suaminya.


Seseorang menepuk pundak Renata dari belakang,wanita itu menoleh.


"Renata,ini kamu kan?"Tanya Monica.


"Iya,ini aku,"sahut Renata.


"Wow,penampilanmu beda sekali dengan yang dulu.Dulu kamu yah,begitu deh.Tidak bisa dijelaskan dengan kata kata,"Monica memandang remeh Renata.Kelakuan buruk yang sudah melekat sejak dia masih duduk di bangku sekolah.


"Tumben sendiri,Sandra mana?Biasanya kalau ada kamu pasti ada Sandra,"mengalihkan topik pembicaraan.


"Dia keluar negri,nyusul mami papinya,"sahut Monica.Matanya melirik kearah keranjang belanjaan yang ditenteng oleh teman lamanya itu.


"Ngomong ngomong,buat apa kamu beli lingerie sebanyak itu?"Monica menatap curiga.


"Buat persediaan dirumah,sebentar lagi kan aku mau nikah,"ucap Renata bangga.


"Oh...Ya?Sama siapa?"Monika sedikit terkejut.


"Rio,asisten pribadi suaminya Kania,"sahut Renata.


"Ow..Mengejutkan sekali.Aku jadi iri padamu,kamu saja yang begitu sudah mau menikah tapi aku?"Memasang wajah sedikit murung.


Sebenarnya banyak pria yang jatuh hati pada wanita itu tapi pria pria itu terlalu takut untuk memulai suatu hubungan dengan wanita yang terlalu cantik dan terlalu kaya.


"Kamu terlalu cantik dan terlalu kaya jadi para pria takut padamu.Cobalah untuk berpura pura miskin,pasti akan ada pria yang berani melirik mu,"goda Renata asal.


"Saran mu lumayan juga,aku akan mencobanya nanti."Monika memasang wajah antusias.Mendengar hal itu Renata langsung melongo,dia membuka mulutnya lebar lebar hingga membentuk huruf O.


Puas basa basi dengan teman lama yang tak ingin dijumpai,Renata pergi meninggalkan Monika menuju meja kasir.


"Kenapa harus bertemu wanita sombong itu disini!"umpat Renata kesal.


Sedikit cerita,Renata dan Kania dulu sering di-bully disekolah oleh monika dan Sandra.Bahkan hingga saat ini Renata masih belum bisa melupakan perlakuan buruk dua sahabat lamanya itu.Renata sangat benci pada wanita wanita itu,dia juga tidak berniat untuk mengundang mereka ke acara pesta pernikahannya nanti.

__ADS_1


*


*


*


Pulang berbelanja,Dian dan Dion menyambut kepulangan Renata dengan senyum senang.Dua bocah itu menengadahkan tangan,menagih sesuatu yang dijanjikan oleh wanita itu.


Renata langsung merogoh kantong kresek dan mengeluarkan satu box es krim rasa coklat,vanila dan strawberry.Dian dan Dion melompat senang,mereka langsung membuka box itu lalu menyantapnya.


"Tidak ada yang lebih enak dari es krim didunia ini,"Dian menggeleng gelengkan kepalanya.


"Masih ada,masakan Kak Kania dan Kak Renata enak juga,"celoteh Dion.


"Terimakasih,kalian berdua memang pandai memuji,"ucap Renata sambil duduk di tengah tengah Dian dan Dion.


Tiba tiba si kembar memasang wajah murung,mereka seperti sedang sedih karena sesuatu.


"Kalian berdua kenapa?"Tanya Renata.


"Kamu sedih,kakak akan menikah.Kami bagaimana?Siapa yang akan merawat kami?"Dian memasang wajah memelas.


"Tenang saja,setelah menikah Kakak akan tetap tinggal disini bersama kalian berdua.Kak Rio juga akan ikut tinggal disini,"Jelas Renata panjang lebar.


"Jadi rumah ini akan semakin ramai dong,"Dion tersenyum lebar.


"Iya,betul sekali."Renata menarik hidung Dion pelan.


Ketiganya saling berpelukan satu sama lain,meskipun bukan adik kandung Renata sangat menyayangi si kembar,begitu juga sebaliknya.Jika suatu saat nanti Dian dan Dion akhirnya mau tinggal bersama dengan Kania,Renata pasti akan merasa kehilangan.Bagaimanapun juga mereka berdua sudah tinggal bersama dalam waktu yang cukup lama.


Ting..Tong...


Seseorang datang memencet bel,Dian dan Dion langsung pindah keruang tv,sementara Renata membuka pintu.


"Siapa yang bertamu sore sore begini?"Batin Renata.


Renata membuka pintu,ternyata tamu yang datang di sore hari itu adalah Rio.Renata langsung menyambut Rio dengan hati senang dan mempersilahkan dia untuk duduk di sofa.


"Tumben datang kesini tidak memberi kabar dulu?"Renata sedikit heran.


"Iya,ini juga sedang buru buru.Aku kesini mau bertanya,besok kamu mau dilamar pakai cincin,uang atau kalung?"Tanya Rio polos.

__ADS_1


"Terserah kamu saja,kalau bisa ya semuanya.Ha..Ha..Ha.."Renata tertawa renyah.


"Baiklah,akan aku turuti maumu.Apa sih yang tidak aku berikan buat kamu?"Rio mengedipkan matanya sebelah.


"Jangan,tadi aku hanya bercanda.Aku tidak menuntut apapun darimu,jadi terserah kamu mau ngasih aku apa saja bakal aku terima tanpa protes,"Renata merasa tak enak hati.


"Santai saja,jangan merasa tak enak hati padaku.Sebentar lagi apapun yang aku punya akan menjadi milikmu,"


"Iya deh,"Renata tersenyum malu.


"Mau aku buatkan minum apa?"Lanjut Renata.


"Tidak usah,aku mau langsung pulang.Tuan Muda sudah menungguku,"tolak Rio halus.Dia kesal karena baru bertemu sepuluh menit Rio sudah mau pergi.


"Sabar ya,sebentar lagi juga kita akan sering bertemu,"Rio membelai rambut kekasihnya mesra.


"Iya.Tapi,"Renata menaruh satu jarinya di pipi.Rio tertawa melihat tingkah konyol wanita itu,langsung saja Rio memberikan apa yang Renata mau.


Cup,,,


Rio mendaratkan sebuah ciuman di pipi Renata.


"Terimakasih,lumayan buat pengantar tidur,"celoteh Renata.


"Kamu menggemaskan sekali,andai saja kita sudah menikah aku pasti sudah menerkam mu sejak tadi,"ucap Rio serius.


"Aw....Takut,"Renata tertawa geli.


Rio pamit pulang,pria itu terlebih dahulu memeluk tubuh Renata dan mencium pucuk kepala Renata mesra.Seolah masih berat melepas kepergian Rio,Renata tidak mau melepas pelukannya.


"Renata,ini di teras rumah loh.Kamu tidak malu kalau tetangga ada yang lihat?"Protes Rio.


"Memangnya apa yang mau mereka lakukan jika lihat kita berpelukan?Toh mereka sudah tau kita akan segera menikah dalam waktu dekat,"sahut Renata.


Kalau sudah seperti itu Rio hanya bisa pasrah saja.


--->🌻🌻🌻<---


Hidup bersama dengan pria yang dicintai adalah impian terbesar seorang wanita.


Author.

__ADS_1


__ADS_2