Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 88


__ADS_3

Dua tahun berlalu...


Julian,Julio dan Juliet sudah tumbuh besar.Mereka sudah bisa berlari dan berbicara dengan lancar.Sementara anak ke empat Kania Jansen dan Jesika sudah berumur satu tahun.


Kediaman Mananta begitu ramai seperti tempat penitipan anak.Terlebih jika Dian,Dion,dan Aurel ikut nimbrung bersama mereka.Suara tawa,jerit dan tangis anak anak menggema disana disini.


"Sayang,aku ada informasi baru untukmu,"ucap Farel.


"Informasi apa?"Tanya Kania.


"Angela keluar dari RSJ,dia sudah sembuh dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,"tutur Farel.


"Kamu tau dari mana berita itu?"Kania merasa penasaran.


"Aku ketemu Tuan Benny kemarin dijalan,"sahut Farel.


"Walaupun dia sudah sembuh,aku harus tetap berhati hati.Kamu tau sendiri kan,sudah dua hari orang itu hendak mencelakai aku,"Kania menyiratkan kecemasan dalam wajahnya.


"Iya,untuk berjaga jaga kalau tidak ada aku jangan keluar rumah,"pesan Farel.


Ada rasa sedikit takut pada hati Kania,dia takut Angela kembali mengejar ngejar Farel.Kania takut kalau pria itu akan luluh karena kegigihan Anggel.Kania berharap wanita itu benar benar sembuh.


Menjelang siang,Kania kedatangan tamu.Dia adalah Renata dan Rio.Lama tak bertemu dengan Renata,Kania kaget.Perut Renata mengembang besar.


"Renata,kamu sedang hamil?


"Iya,


"Ah...Senangnya,selamat ya.Aku ikut senang untuk kamu,"


"Terimakasih,"


Kania mengajak Renata membuat rujak buah,siang siang makan rujak.Rasanya segar dan enak.Cocok untuk menghempas rasa ngantuk.Tak hanya Renata dan Kania yang lahap memakan rujak itu.Farel dan Rio juga ternyata suka.


"Ma,Kakak Julian nakal,"rengek Juliet.


"Julian,bersikaplah baik pada adikmu atau aku akan memukul pant*tmu dengan pengki,"teriak Kania.Suaranya menggelegar seperti petir ditengah hari.


Renata menutup telinganya,dia merasa teriakan Kania terasa begitu memekakan telinga.Begitulah wanita jika sudah memiliki anak,mereka jadi sering mengomel dan berteriak.Terlebih Anak Kania banyak.


Rio dan Renata saling bertatapan mata,begitu kah gambaran Renata di masa depan?Rio tersenyum,dia membayangkan begitu ramainya rumah oleh teriakan Renata setiap hari karena ulah nakal anaknya.

__ADS_1


"Maaf,kalian berdua pasti kaget oleh teriakan Kania,"Farel merasa tidak enak hati.


"Santai saja,Renata juga besok pasti akan seperti itu,"Rio menggaruk garuk kepalanya.


"Anak anak lelakiku memang sedikit berbeda,selain mereka lebih aktif,mereka juga lebih nakal,"lanjut Farel.


"Namanya juga anak anak.Bukan hanya mereka saja,semua anak anak sama,"sambung Renata.


***


Sementara itu dikediaman Jhonson...


Hanum menjenguk Angela,dia merasa senang karena wanita itu sudah sembuh dan sehat seperti dulu.


Angela menangis,dia meminta maaf pada Hanum atas sikap buruk yang pernah dia lakukan pada sahabatnya itu.Hanum hanya tersenyum melihat perubahan besar dalam diri Angela,dia tak menyangka wanita keras kepala itu bisa menjadi lembut.


"Jangan ungkit masa lalu,yang lalu biarlah berlalu,"ucap Hanum.


"Tapi,kamu mau kan memaafkan aku?"Tanya Angela.


"Tentu saja aku mau.Aku juga pernah melakukan kesalahan,namanya juga manusia,"


Benny keluar dari dalam rumah,dia tersenyum melihat pemandangan yang indah itu.Mereka seperti pasangan adik dan kakak yang baru saja bertengkar kemudian saling bermaaf maafan.


"Semoga,mereka bisa selalu menjadi teman baik,"batin Benny.


Puas berbincang,Angela mengajak Hanum makan siang.Setelah itu Angela mengajak Hanum untuk berjalan jalan ke taman dekat rumahnya.Di sana mereka menikmati udara segar dan harum bunga bunga yang bermekaran.


Mereka menikmati beberapa makanan ringan yang dijual dipinggir jalan.Seperti sosis,otak otak,dan nugget goreng.Jenis jajanan yang sering mereka makan saat masih duduk di bangku sekolah dulu.


Tak sengaja,Angela dan Hanum bertemu dengan teman lama mereka.Namanya Vino,seorang mandor bangunan.Dia adalah orang yang membangun toko mebel milik Ayah Angela.


"Angela,Hanum,apa kabar?"Sapa Vino ramah.Dia terlihat manis dengan dua buah lesung di pipinya.


Untuk sesaat Angela terpaku,dia bahkan lupa untuk bernafas dan berkedip.


"Kenapa aku baru sadar kalau Vino itu tampan,"gerutu Angela dalam hati.


Hanum berkali kali memanggil nama Angela,tapi wanita itu tak mendengarnya.Pandanganya fokus pada sosok Vino yang sedang berdiri gagah dihadapanya.Vino salah tingkah karena hal itu,dia menahan tawa sambil menggigit bibir bawahnya.


"Sepertinya,ada yang sedang terpana,"bisik Hanum ditelinga Angela.

__ADS_1


"Siapa?Siapa yang sedang terpana pada siapa?"Angela terlihat gugup.


"Kamu sedang terpana pada Vino bukan?"Tebak Hanum.


"Ssst...Jangan keras keras.Aku tidak mau ada yang mendengar dan mengira aku penggoda suami orang,"Angela menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Dia sudah duda, beranak satu"bisik Hanum lagi.


"Benarkah?"Angela terkejut.


"Benar,kalau kamu mau aku bisa membantumu PDKT denganya,"Hanum menggoda Angela.


Vino menatap dua sahabatnya penuh selidik,sebenarnya apa yang mereka berdua sedang bicarakan?Vino benar benar merasa penasaran.


Vino memperhatikan Angela sekilas,wanita itu terlihat cantik.Terlepas dari gosip miring yang pernah menimpanya,Vino memendam kekaguman untuk Angela secara diam diam.


Lulus kuliah,Vino ingin mendekati Angela.Tapi dia mundur karena Angela sibuk mengejar ngejar Farel.Kini Tuhan mempertemukan dia dengan Angela lagi,mungkinkah ini pertanda kalau mereka berdua adalah jodoh?


Beberapa tahun lalu,Vino bercerai dengan Maya istrinya.Perempuan yang telah memberinya dua anak itu berselingkuh dengan adik kandung Vino.Bahkan perselingkuhan itu hingga membuahkan kehamilan.


Vino merasa dikhianati oleh dua orang terkasihnya.Dia merasa hancur dan putus asa.Butuh waktu lama hingga akhirnya Vino bisa move on dan bersiap membuka hati untuk wanita baru.


Anak anak Vino masih kecil,mereka membutuhkan sosok Ibu.Vino harus segera menemukan calon pendamping hidup dan menikah.Dan dia merasa Angela adalah calon yang cocok untuknya.


"Vin,boleh minta nomor ponselmu?"Tanya Angela.


Meski awalnya ragu,Akhirnya Angela memberanikan diri untuk mengambil inisiatif mendekati Vino.Hanum terkesan pada keberanian sahabatnya itu.


"Aku sudah punya nomormu,nanti aku chat ya,"ucap Vino.


"Sejak kapan kamu punya nomor ponselku?"Angela penasaran.


"Sejak lama,"Vino tersenyum.


"Kenapa tidak pernah menghubungiku?"Tanya Angela lagi.


"Emh...Aku malu.Aku juga takut mengganggu kamu,"Vino menundukkan wajahnya yang memerah.


Melihat sikap dan tingkah Vino,Angela merasa gemas.Jelas sekali kalau pria itu memiliki ketertarikan padanya.Angela benar benar menyesal telah membuang waktu untuk mengejar suami orang dan mengabaikan para pria yang menyukainya dengan tulus diluar sana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2