Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 73


__ADS_3

Kediaman Mananta,pukul 23.30 menit.Kania melihat anak anaknya sedang tidur lelap bersama Renata,Bi Sumi dan Bu Ani.Mereka pasti lelah menemani tiga balita itu bermain hingga tidak sengaja ketiduran di ranjang majikanya.


Farel mengajak Kania untuk tidur dikamar tamu,Kania menyetujuinya.Mereka berdua turun menuju kamar tamu dilantai bawah,tepat disebelah kamar Dian dan Dion.


Farel kembali meletakan ponselnya diatas meja,lalu pergi mandi.Kania melirik ponsel tersebut dan berniat untuk membukanya.Tapi ternyata ponselnya dikunci menggunakan kata sandi.


"Apa dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku?"Batin Kania.Dia buru buru menaruh ponsel itu ditempat semula ketika mendengar suara keran mati.


Hati Kania jadi sedikit kesal,wajah cerianya berubah jadi kusut seperti kertas yang baru tekuk tekuk.Haruskah dia bertanya soal kata sandi ponselnya?Tapi,dia takut Farel tersinggung.


Pintu kamar mandi terbuka,Farel keluar dari dalamnya.


"Kamu kenapa?Ko lesu begitu kelihatanya?"Tanya Farel.


"Aku tidak apa apa,hanya sedikit lelah saja,"sahut Kania.


"Cuci muka dulu,ganti baju.Habis itu pergi tidur,"ucap Farel.Kania menganggukkan kepalanya.


Keesokan harinya,Farel memancing Dion sahabatnya untuk bertemu.Farel mengajak Dion pergi ke restoran miliknya,dia meminta pria itu untuk mencicipi semua makanan yang dijual disana lalu memberi sebuah ulasan.


Dion tidak tau,kalau meminta penilaian untuk makanan di restoran itu hanyalah sebuah alasan klasik.Sebenarnya Farel ingin mengajaknya mengobrol empat mata dan mengorek informasi lebih jauh tentang Cindy.


"Dion,sudah berapa lama kamu menjadi tunangan Cindy?"Farel menatap lawan bicaranya serius.


"Satu tahun terakhir,"jawab Dion santai.


"Ngomong ngomong kamu tau tidak alasan Cindy bercerai dengan suaminya?"Farel bertanya lebih jauh.


"Tetangganya bilang kepadaku,dia dicerai oleh suami karena sudah tidak perawan saat malam pertama.Meskipun bagi orang orang,masa lalu Cindy sangat gelap.Aku tetap mau menerima dan mencintainya dengan tulus,"ucap Dion panjang lebar.

__ADS_1


"Berarti anak itu?"Farel menebak nebak.


"Anak Cindy dengan pria lain.Aku sempat bertanya siapa anak dari Ayah itu,tapi dia tidak mau menjawabnya,"jelas Dion.


Tubuh Farel melemas,seolah darah dalam tubuhnya mengering.Kata kata yang keluar dari mulut Dion benar benar membuatnya syok dan terkejut.Cindy telah berbohong kepadanya,dan sepertinya Aurel adalah hasil dari kesalahan yang pernah mereka lakukan dimasa lalu.


Kenapa Cindy tidak mau berterus terang kepadaku?Kenapa dia lebih memilih menanggung beban seberat itu sendirian?Begitulah kira kira isi pikiran Farel saat itu.


Farel bingung,tindakan apa yang harus dia lakukan.Bagaimanapun Dion adalah sahabat baiknya juga,dia tidak sanggup kalau harus mengatakan kepadanya kalau Aurel adalah anaknya bersama Cindy.Farel takut Dion akan meninggalkan Cindy jika pria itu mengetahui kejadian yang sebenarnya.


Farel juga takut ditinggalkan oleh Kania.Tapi dia harus bertanggung jawab pada perbuatanya.Bukan untuk menikahi Cindy,tapi memberi sejumlah uang untuk kebutuhan dan sekolah Aurel.Tapi,kalau nanti ketahuan Kania bagaimana?Haruskah dia jujur kepada istrinya itu?


Tiba tiba,Farel merasa kepalanya sakit.Dia merasa seolah ada bongkahan batu berukuran besar yang sedang dia pikul diatas kepalanya.Farel berhenti makan,selera makanya hilang seketika.


"Kenapa tidak kamu habiskan makananya?"Tanya Dion sambil melirik kearah piring milik Farel.


"Aku sudah kenyang,"sahut Farel.


"Jangan jangan kamu sedang diet lagi,sudah mirip dengan Ibu Ibu komplek saja!"Goda Dion sambil tertawa.


Tubuh Farel melayang,fisiknya mungkin ada dirumah bersama Kania.Tapi pikirannya tidak ada disitu.Pikiran Farel sedang pergi menuju Aurel dan Cindy.Kania terdiam melihat suaminya sering melamun akhir akhir ini,tapi dia tidak berani untuk bertanya.


Kania hanya bisa mengalihkan perhatian Farel dengan mengajaknya bermain bersama anak anak,mengajaknya nonton film laga bersama dan berolah raga bersama.Semua Kania lakukan agar Farel tidak terlalu fokus pada masalah yang sedang dihadapinya,meskipun Kania tidak tau masalahnya apa.


Selesai olah raga,Kania membuat segelas jus untuk Farel.Agar tenaga yang sudah terbuang ikut keringat bisa terisi lagi.


"Terimakasih ya,kamu perhatian sekali padaku,"ucap Farel.


"Aku kan istrimu,jadi aku harus perhatian padamu.Tidak perlu merasa sungkan,apa lagi sampai mengucapkan terimakasih,"ceplos Kania sambil tertawa.

__ADS_1


Farel membelai rambut Kania,dia menatap wajah itu dengan tatapan penuh cinta.Kania sadar,ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh suaminya.Karena penasaran,Kania memberanikan diri untuk membuka suara.


"Kamu sedang ada masalah apa?Ceritakan saja padaku,siapa tau aku bisa bantu,"ucap Kania.


Farel terdiam,dia membisu dan mengalihkan pandangannya.Bagaimana mungkin dia bisa berkata jujur pada Kania,bisa bisa dia ditampar,dipukul dan ditinggal pergi.


"Aku tidak apa apa,hanya sedang ada masalah di kantor saja sedikit,"ucap Farel.


"Aku tidak akan memaksa kalau kamu tidak mau cerita,tapi aku sangat berharap suatu saat nanti kamu berkata jujur padaku,"Kania menepuk pundak suaminya lirih.Farel membisu,dia tidak tau harus menjawab ocehan Kania dengan kata kata apa.


Kania adalah tipe wanita pencemburu,mana mungkin dia bisa menerima masa lalu Farel dengan mudah.Terlebih hal itu menyangkut wanita lain dan anak kandung yang lain.Andai Nenek masih hidup,pasti Farel tidak akan sesulit ini dalam mengambil keputusan.


Waktu sudah menunjukan pukul 23.30 menit.Farel masih duduk di kursi ruang pribadinya sambil menyulut sepotong rokok.Pria itu bukan perokok aktif,dia hanya merokok jika kepalanya sedang pusing dan hatinya sedang kalut saja seperti sekarang ini.


Jam segini,jika Farel menghubungi Cindy tidaklah tepat.Dia pasti sudah tidur,dan Aurel pasti akan terganggu jika mendengar bunyi ponsel Ibunya.Tapi,Farel tidak tahan jika harus menunggu sampai pagi.Dia perlu mendengar penjelasan dari mulut wanita itu secara langsung.


Tut...Tut...Tut...


Bunyi telfon tersambung.Farel memutuskan untuk segera menelfon Cindy dan mengajaknya berbicara.Tak lama,suara seorang wanita keluar menyapa dari balik speaker ponsel.


"Hallo,"ucap Cindy.


"Ada apa kamu telfon tengah malam begini?"Tanya Cindy tanpa basa basi.


"Apa kamu diceraikan oleh Smith karena aku?Apa Aurel adalah putriku?"Tanya Farel bertubi tubi tanpa jeda.


Cindy membeku.Bagaimana Farel bisa tau tentang rahasia besarnya itu?Apa Dion kelepasan bicara kepadanya?Cindy kebingungan.Dia tidak mau bicara jujur,tapi jika berbohong,hanya akan menambah keruh suasana saja.


"Sebaiknya kita bahas masalah ini besok pagi saja,tidak baik membahas masalah seperti ini lewat telfon,"ucap Cindy.

__ADS_1


"Baik,aku akan datang ke rumahmu besok,pukul sembilan pagi,"ucap Farel.


"Oke."Cindy langsung menutup telfon tanpa berpamitan terlebih dahulu.


__ADS_2