Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 26


__ADS_3

Kring...Kring...Kring...


Telfon rumah berdering,Bi Sumi bergegas mengangkat telfon.Ternyata telfon itu dari Renata,dia mau mengabarkan pada Kania kalau rumah lamanya sudah mulai direnovasi.


Mendengar kabar itu Bi Sumi ikut merasa senang,tak disangka gadis yatim piatu itu memiliki takdir hidup sangat baik.


Masih teringat jelas dalam ingatan Bi Sumi penderitaan yang harus dilalui oleh Kania seorang diri.Dia harus bekerja serabutan untuk mendapatkan uang yang jumlahnya tidak seberapa.Kania membuat aneka jenis gorengan dan menjajakannya keliling komplek,pulang berjualan Kania masih harus bekerja menjadi buruh cuci di perumahan sebelah.


Kania sering jatuh sakit karena terlalu lelah bekerja dan sedikit istirahat.Baginya waktu adalah uang,dan istirahat hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki gaji besar.Tak terasa air mata Bi Sumi jatuh berlinang,wanita itu ternyata sangat menyayangi Kania putri dari mendiang sahabatnya.


"Telfon dari siapa Bi?"Kania muncul dari arah ruang tengah.


"Dari Renata,dia mau menyampaikan kabar pada Nona kalau rumah lama Nona sudah mulai dibangun,"sahut Bi Sumi.


"Oh,syukur kalau begitu.Ngomong ngomong kenapa mata Bibi merah?Bibi habis nangis ya?"Kania memasang wajah cemas dan khawatir.


"Ah,tidak kok.Ini karena efek memotong bawang terlalu banyak tadi,"Bi Sumi berbohong.Dia terpaksa melakukanya agar Kania tidak menginterogasinya terlalu lama.


"Bibi tidak sedang berbohong padaku kan?"Kania merasa sedikit ragu.Kania tau Bi sumi sedang menyembunyikan sesuatu,tapi dia enggan untuk bertanya secara detail.


"Tidak Non,"Bi Sumi berbohong lagi.


"Baiklah,kalau ada masalah cerita saja padaku atau Farel.Siapa tau kami bisa membantu,"ucap Kania tulus.


"Siap Nona."Bi Sumi mengangguk patuh.


Kania mengambil alih telfon dari Renata,mereka mengobrol begitu asyik,bersenda gurau hingga tertawa lepas.Bi Sumi hanya mengamati dari jauh raut wajah bahagia Nona Kania.


Hidup gadis itu benar benar berubah pasca dipersunting oleh Tuan Muda Farel.Dia terlepas dari jerat ekonomi sulit yang pernah membelenggu hidupnya dan kedua adiknya dengan sangat kuat.Semoga kebahagiaan itu akan berlangsung lama dan abadi.Bi Sumi berdoa dalam hati untuk Kania,setelah itu dia segera kembali menuju dapur.


"Kemana Dian dan Dion?Aku ingin bicara pada mereka,"Kania menanyakan keberadaan adik adik kesayangannya.


"Nanti saja kamu telfon lagi,mereka berdua sedang tidur siang,"


"Ya sudah kalau begitu,"


"Eh,aku lupa.Kemarin kamu mendapat undangan reuni dari teman teman SMA mu,undangannya ada padaku,"Renata menyampaikan amanah yang dititipkan teman sekolah Kania kepadanya.


"Kapan acaranya diadakan?"Tanya Kania.


"Nanti malam pukul 19.00 di Balqis Cafe&Resto,"jelas Renata.

__ADS_1


Balqis Cafe&Resto adalah Cafe sekaligus restoran bintang lima yang sedang naik daun dikalangan anak muda saat ini.Hanya orang orang berduit saja yang bisa masuk dan makan di Cafe itu.


"Aduh,datang tidak ya?Aku malas bertemu dengan Sandra dan Monic,"Kania merasa ragu dan bimbang.Dia takut pertemuannya dengan musuh bebuyutannya saat masih SMA akan menghasilkan sebuah insiden keributan.Kania yang sekarang sangat emosian dan tidak bisa mengendalikan diri,berbeda dengan Kania yang dulu.


"Kenapa malas?Temui saja mereka,temu kangen sekaligus menjalin silaturahmi agar hubungan pertemanan kalian lebih kuat dari sebelumnya.Siapa tau juga mereka mau minta maaf atas dosa dosa yang pernah mereka lakukan dimasa lalu padamu,"celoteh Renata panjang lebar.


"Kamu ini ada ada saja,"Kania tertawa renyah.


"Apa perlu aku saja yang datang untuk mewakili kamu?"Renata menawarkan diri.


"Tidak perlu,aku akan datang sendiri kesana."Sahut Kania mantap.


Percakapan Kania dan Renata usai,Kania kembali kedalam kamarnya dan bersiap siap untuk menghadiri undangan reuni dari teman teman SMA nya.


*


*


*


Kania memutar tubuhnya didepan sebuah cermin besar,dia terlihat anggun dan menawan memakai dres payung berwarna biru muda.Siapapun yang melihatnya pasti akan terpana sampai lupa berkedip dan bernafas.


Farel kembali,dia membuka pintu kamar dan terkejut melihat penampilan rapih istrinya.


"Ke acara reuni sekolah,kamu mau ikut?"Tanya Kania.


"Tidak,aku lelah,"Farel menyembunyikan wajahnya disela sela leher dan dagu Kania.Kania membalik badannya,dia mencium bibir Farel sekilas.


"Ya sudah kalau begitu,aku akan pergi sendiri,"


"Tidak,jangan sendiri.Rio akan menemanimu,"


"Oke,aku mana berani membantah perintah suami."Kania menyunggingkan senyum lebar.


Selesai berdandan,Kania langsung pergi menuju tempat acara reuni itu diadakan.Tentunya diantar oleh Rio.Untung saja malam ini jalanan tidak macet,jadi mereka bisa tiba ditempat acara tepat waktu.


Tiba diparkiran,Kania turun dari mobil.Tanpa ragu dia meminta Rio keluar dan menawarinya untuk ikut bergabung ke acara itu.Rio menolak,dia memilih untuk menunggu Kania didalam mobil.


"Kamu yakin tidak mau ikut?"Tanya Kania sekali lagi.Dia tidak tega meninggalkan pria manis itu didalam mobil sendirian.


"Yakin,"jawab Rio.

__ADS_1


"Oke."Kania beranjak pergi.Tapi dia kembali lagi karena teringat pada sesuatu.


"Oh iya,coba cek ponselmu.aku mengirim nomor ponsel Renata kepadamu,"ucap Kania.


"Benarkah?"Rio terlihat kaget sekaligus senang bukan main.


"Itu sebagai hadiah karena selama ini kamu sudah sering membantuku,"Kania mengedipkan matanya sebelah.


"Terimakasih Nona,"Rio menundukkan wajahnya.


"Berjuang dengan keras ya,aku akan mendukungmu,"Kania menyemangati Rio.


"Siap."


Kania meninggalkan Rio sendirian,dia melangkah masuk kedalam Balqis Cafe&Resto.Tiba didalam Cafe,Kania kebingungan mencari keberadaan teman temanya.Sampai dia melihat seorang wanita cantik melambaikan tangan kepadanya,wanita itu adalah Monik.


Dag...Dig..Dug..


Jantung Kania berdebar,dia takut kasus perundungan itu terulang lagi disini.Tenanglah Kania,mereka tidak akan berani melakukan itu lagi padamu.Sekarang kamu adalah istri dari Farel Mananta,pengusaha kaya ternama di kota ini.


Kania merasa ada yang janggal,kenapa hanya mereka bertiga saja yang ada disana.Kemana teman temannya yang lain?


"Kania,kamu cari siapa?"Tanya Monic.


"Teman teman yang lain mana?"Tanya Kania bingung.


"Kamu bercanda,untuk apa aku mengundang mereka?Mereka mana pantas ikut kumpul dengan geng sosialita kita,"sambung Sandra.


"Betul.Lagi pula mereka mana punya uang untuk makan ditempat ini,"Ucap Monic sombong.


"Jadi,hanya kita bertiga saja yang reuni hari ini?"Kania masih tidak percaya.


"Iya."Sahut Monik dan Sandra berbarengan.


Kania menyeret sebuah kursi,dia duduk tepat didepan Monika.Gadis blasteran Indo Jerman itu sibuk menerka jenis perawatan rambut,wajah dan kulit yang Kania gunakan.Sementara Sandra si gadis tomboi lebih tertarik untuk mengamati tiap barang yang melekat ditubuh Kania.Mulai dari aksesoris,tas,dres sampai dengan sepatu.


Sepertinya sebentar lagi Kania akan diwawancara secara eksklusif oleh dua sahabat lamanya itu,dia benar benar merasa menyesal sudah datang ke acara reuni.Kania merasa telah dijebak,dia harus memberi pelajaran kepada Sandra dan Monic.


--->🌻🌻🌻🌻🌻<---


Berhentilah membanding bandingkan hidupmu dengan hidup orang lain,syukuri segala sesuatu yang telah Tuhan berikan kepadamu.Dengan begitu hidupmu akan terasa lebih damai dan nyaman.

__ADS_1


Author.


__ADS_2