
Dua minggu dari sekarang,Vino akan menikahi Angela tanpa ada acara lamaran terlebih dahulu.Angela syok dengan keputusan ayahnya yang menikahkan dirinya dan Vino dengan terburu buru.Apa kata teman,saudara dan tetangga nanti?Bisa bisa dia dikira hamil duluan.
"Kalian berdua sudah dewasa,sudah saling suka.Untuk apa berpacaran lama lama,buang waktu saja!"Oceh Benny.
Vino mengetahui permintaan dari Benny,harusnya Angela senang.Akhirnya dia bisa melepas masa lajang dan menemukan pendamping hidup.Tapi masih ada sedikit keraguan dalam diri Angela,apakah Vino adalah jodoh yang telah Tuhan kirimkan untuknya?
Kabar Angela akan menikah dalam waktu dekat akhirnya sampai ke telinga Farel lewat mulut Hanum.Farel merasa senang karena wanita itu akhirnya bisa berubah dan dia bisa mendapatkan jodoh yang baik.
Farel kenal dengan Vino,mereka adalah teman dekat saat sekolah.Dia pria ramah,baik dan penyabar.Farel yakin vino bisa membimbing wanita itu dengan baik.
Tiba dirumah,Farel menyampaikan kabar baik itu pada Kania.Kebetulan disana ada Cindy dan Dion,juga Aurel.
"Syukurlah kalau dia sudah benar benar sembuh dan akan menikah,jadi tidak ada mengganggu kamu lagi,"seloroh Kania.
Farel tersenyum melihat ekspresi wajah cemburu istrinya.Begitu juga dengan Cindy dan Dion.
"Sebenarnya dia orang baik,keadaan yang membuatnya seperti orang gila,"sambung Dion.
"Jangan bahas masa lalu orang lagi,kita doakan saja yang terbaik untuknya,"ucap Cindy.
Gelak tawa Laura,Dian dan Dion terdengar hingga keruang tamu.Mereka asyik bermain bola sambil berlarian kesana kemari.Jelas sekali rasa rindu di wajah Laura pada kakak beradik itu.Mereka adalah teman paling baik yang pernah Laura miliki.
Jika bisa memilih,Laura ingin rumahnya pindah di samping rumah Tante Kania agar dia bisa bermain dengan Dian dan Dion setiap hari.Tapi Mama dan Ayahnya pasti tidak akan menuruti karena letaknya yang cukup jauh dari kantor tempat sang Ayah bekerja.
Kania menghampiri anak anak itu dan meminta mereka ikut bergabung dengan ketiga anaknya yang sudah duduk di bangku meja makan.Sudah waktunya mereka makan makan malam,setelah itu mereka harus bersiap masuk ke kamar dan belajar.
Kania selalu mendisiplinkan anak anaknya,mengajarkan mereka untuk makan tepat waktu dan tidur tepat waktu.Dia juga mengajarkan hal itu pada Dian dan Dion saat mereka berdua masih kecil.
Mendidik anak tidaklah mudah,tapi Kania tidak akan menyerah.Dia akan terus berusaha agar anak anaknya bisa tumbuh menjadi anak yang baik,berbakti pada orangtua dan menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa,negara,agama.
__ADS_1
Kania mengajak Farel,Cindy dan Dion untuk bergabung makan malam bersama mereka.Sekadang hubungan dua keluarga itu sudah semakin dekat,sudah seperti keluarga sendiri.Itulah yang Farel mau,Kania dan Cindy akur.Akan lebih mudah baginya untuk menerima status Aurel.
Selesai makan malam,Cindy dan keluarganya pamit pulang.Hari sudah malam,waktu bermain sudah habis.Dengan berat hati Aurel menuruti kemauan Mamanya,meski dirinya masih betah ditempat itu.
"Tante,besok besok Aurel masih bisa main kerumah ini kan?"
"Tentu saja boleh.Kamu boleh main kerumah ini kapanpun kamu mau,pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu,"
Aurel memeluk Kania,Kania mengusap rambut anak itu lembut.
Ternyata,mencoba menerima itu lebih baik daripada terus menolak pada kenyataan yang sudah digariskan oleh Tuhan.
*
*
*
Rio keringat dingin,tubuhnya sedikit gemetaran.Pria model seperti itu tidak akan Renata izinkan untuk masuk kedalam ruang bersalin,bisa bisa dia jatuh pingsan seperti Farel dan membuat repot orang lain.
Sebisa mungkin,Renata menahan rasa sakit yang menyergapnya tanpa berteriak.Dia tidak mau membuat Rio semakin panik dan tidak fokus saat mengemudi.
Sesekali Renata menggigit ujung bawah bibirnya,menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan secara perlahan.Jadi seperti ini rasanya melahirkan?Renata benar benar menyesal karena sering membuat Ibunya marah dan sakit hati.
Rasanya sakit sekali,tidak bisa diungkapkan dengan kata kata seperti apa rasa sakit itu.Mungkin itu adalah rasa sakit yang paling menyiksa yang pernah dia rasakan seumur hidupnya.
"Sabar ya sayang,sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit,"Rio menggenggam tangan istrinya kuat kuat.
Tiba dirumah sakit,Renata langsung dibawa masuk keruang bersalin oleh dokter dan perawat.Sementara Rio dipersilahkan untuk menunggu diluar.
__ADS_1
Rio menelfon Kania,dia meminta Bi Sumi untuk segera datang karena Renata sedang melahirkan.Alangkah senangnya Kania mendengar kabar itu,dia langsung menyampaikan pesan Rio kepada Bi Sumi.
"Aku memberi Bibi cuti satu minggu,untuk mengurus Renata dan anaknya.Setelah itu Bibi kerja seperti biasa lagi ya,"ucap Kania.
"Baik Non,terimakasih,"
Jika saja Renata tidak melahirkan dimalam hari,Kania sudah pasti ikut datang kerumah sakit.Dia sangat menyukai bayi,terlebih bayi yang baru lahir.
Dia mencoba untuk menerka neraka seperti apa rupa anak Renata,mungkin akan mirip dengan Rio.Apa lagi selama hamil Renata sering bercerita kalau dia selalu kesal pada Rio.Apapun yang dia lakukan selalu salah dimata Renata,untung saja Rio adalah pria yang sabar.
Tiba dirumah sakit,Bi Sumi langsung memeluk Rio.Dia merasa kasihan karena wajah Rio terlihat begitu pucat,dia merasa harus melakukan sesuatu untuk mengurangi kecemasan pria itu.
"Tenanglah,mereka berdua akan baik baik saja.Ibu yakin itu,"Bi Sumi menepuk pundak menantunya.
"Iya Bu,"
Didalam sana,Renata terus mengejan.Dia berjuang sekuat tenaga agar bisa melahirkan secara normal,karena dia memiliki cita cita untuk punya anak sembilan dari Rio.
"Tarik nafas dalam dalam,hembuskan,lalu dorong.Ayo kita coba sekali lagi,"ucap dokter yang membantu persalinan Renata.
Satu jam kemudian,suara tangis bayi terdengar dari ruang bersalin.Tubuh Rio lemas,seolah dia baru saja melakukan olahraga berat.Akhirnya penderitaan Renata berakhir,Rio ikut merasa lega.
Rio dan Bi Sumi berdiri didepan pintu,tak lama pintu itu akhirnya dibuka.
"Apa kami sudah boleh masuk kedalam?"Tanya Rio.
"Boleh,silahkan masuk,"sahut salah seorang perawat.
Rio langsung memeluk istrinya,dia menangis tersedu sedu.Dia berjanji akan menyayangi Renata dan setia kepadanya sampai tua.Rio tersentuh pada perjuangan wanita itu untuk membahagiakannya.
__ADS_1
"Tolong pegang janjimu itu.Kalau tidak,seluruh penghuni langit akan marah padamu,"Renata tersenyum manis.
Bersambung...