Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 41


__ADS_3

"Rio,apa kamu benar benar belum tau siapa yang melukai Kania?"Renata mencuri kesempatan untuk mengobrol dengan Rio saat dua bocah yang diasuhnya fokus bermain.


"Belum,tapi sepertinya Nenek sudah tau,"sahut Rio.Mata pria itu menyiratkan sebuah keyakinan kalau tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh wanita tua berumur delapan puluh tahun itu.


Maria memiliki banyak teman dari berbagai kalangan,mulai dari artis,politisi,polisi sampai dengan jendral.Jangankan mencari seorang pembunuh bayaran,mencari lima,sepuluh sampai ratusan pembunuh bayaran sekalipun akan mudah dilakukan.


"Ngomong ngomong,kenapa dia tidak memberitahukannya kepada kita?"Renata merasa sedikit bingung.


"Entahlah,mungkin masih menunggu waktu yang tepat,"Rio tidak bisa memberi sebuah jawaban yang pasti.


"Kalau Farel bagaimana?Apa dia sudah tau?"Wanita muda itu tidak mudah menyerah untuk mengorek informasi sebanyak banyaknya dari Rio.


"Aku tidak tau.Yang aku tau adalah aku merindukanmu,"Rio mengalihkan perhatian Renata.


"Rio,jangan becanda!"Renata mengomel.


"Aku tidak bercanda,aku serius."Ucap Rio sambil tertawa renyah.


Renata yang kesal karena Rio mengalihkan topik pembicaraan langsung memukul pelan pundak kekasihnya itu.


*


*


*


Di teras rumah asisten rumah tangganya,Maria duduk termenung.Pikiranya melayang entah kemana,terlihat dari tatapan matanya yang tidak fokus.


Bi Sumi datang menghampiri Maria,dia berjalan tertatih sambil berpegangan pada tembok.Maria yang menyadari kedatangan Bi Sumi langsung menopang tubuh wanita itu dengan tubuh rentannya.


"Kenapa kamu keluar rumah?Istirahat saja didalam,"ucap Maria cemas.


"Saya menghawatirkan keadaan Nyonya,sepertinya Nyonya sedang banyak pikiran,"Bi Sumi mencoba menebak.


"Kamu ini bodoh sekali,khawatirkan saja keadaanmu sendiri.Dalam keadaan seperti ini masih saja sempat memikirkan orang lain,"Maria mengomel.


Bi Sumi memang selalu perhatian pada orang orang yang ada disekitarnya.Mau itu teman,saudara,atau anggota keluarga majikanya.Perhatian itulah yang membuat mereka semua merasa nyaman jika ada disisi Bi Sumi.


"Tidak bisa Nyonya,saya seperti ini karena saya sudah menganggap Anda seperti keluarga saya sendiri,"Bi Sumi mencoba untuk menunjukan ketulusan hatinya pada sang majikan.

__ADS_1


Bi Sumi sudah lama bekerja pada keluarga Mananta,keluarga itu selalu memperlakukan Bi Sumi dengan baik.Seperti tidak ada celah antara pekerja dan majikan.Wajar jika Bi Sumi sayang dan perhatian pada keluarga itu,begitu juga sebaliknya.


Maria tersenyum,dia membantu asisten rumah tangganya untuk duduk diatas kursi.


"Jadi,apa yang sedang Nyonya pikirkan?"Bi Sumi melanjutkan obrolan yang tadi sempat terputus.


Bi Sumi hampir sama dengan Renata,tidak akan pernah berhenti bertanya jika belum mendapatkan jawaban yang membuat hatinya puas.Terlebih pasangan Ibu dan anak itu sangat gigih,tidak mudah menyerah dalam berusaha.


"Pelaku percobaan pembunuhan itu sepertinya adalah Thomas Edison,"jawab Maria.Dia memasang wajah khawatir dan cemas.Thomas adalah penjahat kelas kakap,dia pandai melarikan diri dan bersembunyi di segala tempat seperti bunglon.


"Siapa Thomas Edison?"Tanya Bi Sumi penasaran.Dia memang belum pernah mendengar nama itu sebelumnya.Maklum saja,selama ini Bi Sumi jarang menonton acara berita di televisi.Dia hanya fokus pada pekerjaan utamanya dikediaman Mananta,selesai kerja ya pergi tidur.


"Pembunuh bayaran yang biasa disewa oleh orang orang beruang,"jelas Maria.


"Apa mungkin orang yang menyewanya adalah lawan bisnis anda?"Bi Sumi asal menebak.Kebetulan memang keluarga Mananta memiliki banyak saingan bisnis.


"Bukan,yang dia incar menantuku bukan cucuku.Aku rasa orang itu ada hubungannya dengan masa lalu Farel,"ucap Maria.


"Maksud Anda Nona Angela?"Bi Sumi mencoba untuk menebak lagi.Dan sepertinya kali ini tebakannya benar,terlihat dari perubahan wajah lawan bicaranya.


"Bisa jadi seperti itu.Dia cemburu pada kebahagiaan Farel dan Kania,"


"Tapi bukanya dia sudah menikah dan tinggal diluar negri?"


"Kenapa Nyonya tidak menghubungi Ayah dari Nona Angel saja?"Bi Sumi mencoba untuk mengajukan sebuah pendapat.


"Aku masih ragu,aku belum yakin betul dengan tebakanku ini.Kamu tolong jangan beritahu siapa siapa dulu,"pinta Maria.


Wanita itu tidak mau menyebarkan berita yang belum benar alias belum pasti,takut menjadi fitnah dan menjadi sumber masalah baru.Apalagi kalau sampai tau tentang hal itu,bisa bisa dia mengamuk dan memborbardir kediaman Jhonson sampai rata dengan tanah.


*


*


*


Ditempat lain,Hanum memutar hasil rekaman pembicaraan Angel dan Thomas didalam kamarnya.Dia yakin betul kalau Thomas bukan hanya sekedar asisten pribadi baru Nona Angela saja.


Angela : "Kenapa tembakan mu bisa meleset seperti itu?"

__ADS_1


Thomas : "Tembakan ku tidak meleset,hanya saja ART itu memasang badan untuk majikanya,"


Angela : "Sial,kenapa wanita itu selalu saja beruntung!"


Tubuh Hanum gemetar,dia baru saja memutar sebuah bukti tindak kriminal yang dilakukan oleh Angela dan Thomas.Ternyata tebakan Hanum memang benar,Thomas adalah pria jahat.Sama jahatnya dengan Angela sahabat sekaligus Bosnya sendiri.


Hanum mencopot rekaman itu dari alat pemutar,dia menyembunyikan dua benda itu secara terpisah agar tidak mudah ditemukan oleh orang lain.Termasuk oleh Angela dan Thomas.


Segera Hanum mencari keberadaan Ayah dari Angela,dia harus segera melaporkan hal penting itu padanya.


Hari itu kediaman Angela nampak sepi tidak seperti biasanya,Angela dan Thomas mungkin sedang pergi.Ini kesempatan bagus,Hanum bisa mengobrol dengan Ayah Angela dengan leluasa dan Aman.


"Hanum,kenapa kamu mengendap endap seperti itu?Sudah seperti maling saja,"Brian tiba tiba muncul dan membuat wanita itu kaget.


"Saya sedang mencari Tuan,ada hal penting yang perlu saya sampaikan pada Tuan,"ucap Hanum.


"Hal penting apa?"Briand memasang wajah penasaran campur khawatir.Perasaan pria itu berubah menjadi tidak enak.


"Nona Angela dan Thomas baru saja melakukan sebuah tindak kejahatan,"tutur Hanum hati hati.Dia tidak mau Briand terkena serangan jantung mendadak.


"Apa maksudmu?Jangan bertele tele!"Briand mulai emosi.


"Nona Angela memerintahkan Thomas untuk menghabisi seseorang,tapi Thomas gagal melakukanya.Sepertinya Thomas bukan seorang asisten pribadi biasa,melainkan seorang pembunuh bayaran"


"Apa?"Briand terkaget kaget.


"Sepertinya aku harus segera memasukan anak itu kedalam rumah sakit jiwa agar tidak membahayakan orang lain.Kamu tau tidak siapa orang yang menjadi target Angela?"Tanya Briand.


"Tidak,Nona tidak menyebutkan nama.Saya mengetahui hal ini karena diam diam saya memasang alat perekam di ruang pribadi Nona Angela,"


"Simpan rekaman itu baik baik,jangan sampai mereka berdua tau!"


"Baik Tuan."


Malam hari.


Angela dan Thomas kembali kerumah.Brian langsung meminta mereka menghadap keruangan pribadinya.


--->🌻🌻🌻<---

__ADS_1


Sepandai pandainya seseorang menyembunyikan bangkai (Keburukan),pasti akan tercium juga.


Author.


__ADS_2