
Hanin membawa menandatangani paket yang datang untuk Angela.Hanin merasa sedikit curiga,tidak biasanya Angela belanja sesuatu secara online.Dia menebak,pasti ada yang tidak beres dengan isi dari paket itu.
Langsung saja Hanin mengantar paket itu kepada Angela yang sedang sibuk berolah raga pagi.
"Ada paket untukmu,"ucap Hanin.Dia menyodorkan paket itu dan Angela menerimanya.
"Dari siapa?"Tanya Angela.
"Tidak tau,tidak ada nama dan alamat pengirimnya disitu,"sahut Hanin.
Angela membuka paket itu,wajahnya sedikit menyiratkan rasa cemas.Angela menebak,paket itu adalah paket balasan dari Kania untuknya.
Tebakan Angela benar,ternyata paket itu dari Kania.Wanita yang paling dia benci keberadaanya saat ini.Angela menyeringai,dia menatap lembaran foto mesra Kania dan Farel dengan tatapan kesal.Angela membuang lembaran foto foto itu ke lantai,Hanum yang penasaran langsung memungutnya.
Hanum melotot,foto mesum dan intim seperti itu harusnya hanya boleh menjadi koleksi pribadi saja.
"Kenapa Kania mengirimnya kepada Angela?Apa dia sengaja mau memanas manasi Angela dengan foto ini?"Hanum bertanya tanya dalam hati.
"Wanita itu kenapa susah sekali untuk dihancurkan?"Angela mengepalkan dua telapak tanganya.
"Apa kamu yang memulainya duluan?"Hanum mengintrogasi Angela.Angela tidak menjawab,dia pergi begitu saja meninggalkan Hanum diruang olahraga.
Angela masih sama saja seperti dulu,angkuh,tidak suka disaingi dan selalu mau menang sendiri.Kanapa wanita itu sulit sekali berubah?Kalau dia terus bersikap seperti ini jangankan seorang pria,nyamuk jantan saja pasti enggan untuk meliriknya.
Apa gunanya punya wajah cantik,bodi bagus,Karir yang cemerlang kalau dia harus hidup menjomblo seumur hidup.Secara tidak sadar Angela telah merusak masa depannya sendiri.
Hanum harus terus mengawasi gerak gerik Angela,jangan sampai dia melakukan sesuatu yang bisa mencoreng nama baik keluarganya.Terlebih jika dia harus berurusan dengan keluarga Mananta.
Hubungan baik keluarga Mananta dan Jhonson yang telah terjadi selama puluhan tahun hancur berantakan.Semua karena ulah Angela,dia ketahuan selingkuh dari Farel lalu memilih pergi dan menikah dengan pria itu.Tidak mungkin keluarga Mananta tidak dendam pada Angela,dia sudah menyakiti perasaan sang pewaris tunggal.Salah gerak sedikit saja,keluarga ini pasti akan langsung dilibas habis oleh keluarga Mananta.
"Hanin,kamu kenapa?"Tanya seseorang.
Suara orang itu telah berhasil membuyarkan lamunan Hanin.Dia menoleh mencari sumber suara dan pemilik dari suara tersebut.
"Tuan,"Hanin bergumam lirih.
"Ada apa?Kenapa kamu terlihat khawatir seperti itu?"Tanya Beny cemas.
__ADS_1
Wajar saja kalau Beny menghawatirkan keadaan Hanin,Beny sangat menyayangi wanita itu sama seperti dia menyayangi putrinya sendiri.Terlebih mereka sudah lama tinggal bersama dalam satu atap.
"Anu Tuan,Angela membuat ulah lagi pada keluarga Mananta,"sahut Hanin sambil menggulung ujung kemeja yang dia kenakan dengan jari jemarinya.
"Ulah apa?"Beny penasaran.
Hanin menyodorkan foto mesra Kania dan Farel kepada Beny.Pria itu melihatnya sekilas lalu memalingkan wajah karena malu.Meskipun sudah tua Beny adalah seorang pria dan dia melihat foto intim itu saat ada seorang wanita berdiri didepannya.Sungguh situasi yang sangat canggung.
"Itu foto kiriman dari Nona Mananta,kemungkinan besar Angela yang memulainya.Angela pasti telah mengirim foto lamanya bersama Tuan Farel dengan tujuan memanas manasi Nona Mananta dan ternyata Nona itu malah membalasnya."Jelas Hanin panjang lebar.
"Angela,kenapa dia selalu saja membuatku sakit kepala.Berani beraninya dia mencari masalah lagi dengan keluarga itu,"Beny mendengus kesal.
"Kita perlu menasehati Angela Tuan.Kalau tidak,dia pasti akan melakukan kesalahan yang sama lagi atau bahkan malah lebih parah,"
"Ayo ikut aku,kita beri dia siraman rohani.Kalau perlu kita siram saja dia dengan air limbah."Ucap Beny asal.Nampaknya dia sudah sangat berputus asa menghadapi sifat dan kelakuan anaknya.
*
*
*
Farel menutupi tanda merah dilehernya dengan memakai sebuah syal.Tanda merah itu adalah hasil dari pergulatannya dengan Kania semalam.Farel tidak menyangka Kania bisa seagresif itu padanya,tapi dia sangat suka dan tidak menolak jika diperlakukan seperti itu lagi.
"Farel,panas panas begini kok kamu pakai syal?Apa tidak gerah?"Maria terheran heran.
Seketika Farel diserang oleh rasa gugup dan grogi.Dia bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan Neneknya.Untung saja Kania datang menghampiri mereka,wanita itu pasti akan menyelamatkannya dari pertanyaan menyudutkan sang Nenek.
"Semalam Farel digigit tikus,lehernya terluka dan meninggalkan bekas.Luka itu harus ditutupi agar tidak terkena sinar matahari secara langsung,"ucap Kania.
"Tikus?Mana ada tikus dirumah ini?"Maria tidak percaya dengan alasan yang dilontarkan Kania.Dia juga belum bisa mencerna fakta lain dibalik omongan Kania yang asal itu.
"Ada kok,tikus kepala hitam.Tikus betina yang cantik dan menggemaskan."Sambung Farel.
Kali ini Maria bisa mengerti apa yang dimaksud dengan tikus oleh Farel dan Kania.Maria tertawa kecil,dia merasa senang karena hubungan Kania dan Farel semakin lama semakin membaik.
Kania mem*kul p@n*t Farel kuat,bisa bisanya Farel bicara begitu terus terang pada Nenek.Dia benar benar sudah membuat Kania malu dan kehilangan muka didepan Nenek Maria.
__ADS_1
"Kania,apa kamu mau aku hukum lagi?"Farel mengancam istrinya.Dia tidak suka ada yang mem*kul area sensitifnya diluar kamar,walaupun pelakunya itu adalah seorang Kania.
"Kenapa aku harus dihukum?Aku tidak melakukan kesalahan apapun,"Kania membela dirinya sendiri.
"Kamu baru saja mem*kul p@nt*tku,itu adalah sebuah kesalahan besar."Farel menaikan alisnya sebelah.
"Sudah,jangan bertengkar.Ini masih terlalu pagi untuk cekcok dan beradu mulut."Maria mencoba menengahi pertengkaran Farel dengan istrinya.Sebenarnya Maria sangat ingin tertawa,tapi dia menahannya karena takut sepasang suami istri itu malu padanya.
Farel menyodorkan tangan kanannya kearah Kania,Kania menyambutnya dan mencium telapak tangan itu lembut.Tidak lupa,Farel juga mencium kening Kania.Ritual itu wajib dilakukan setiap hari baik itu berangkat atau pulang kerja.
"Aku pergi dulu,"pamit Farel.
"Iya,hati hati dijalan."
Kania melambaikan tangan pada suaminya yang sedang marah itu.Dia terus berdiri didepan pintu sampai mobil yang ditumpangi Farel dan Rio hilang ditelan tikungan jalan.
Pria itu benar benar merepotkan,sulit sekali diajak kerja sama meskipun Kania sudah memberinya kode keras.Ah,mungkin saja Farel sengaja melakukanya untuk membuat Kania malu dan salah tingkah didepan Nenek Maria.
"Kania,"panggil Maria.
"Iya,"sahut Kania singkat.
"Kamu tidak KB kan?"Tanya Maria to the poin.
"Tidak,kenapa memangnya?"Tanya Kania balik.
"Tidak apa apa,aku hanya ingin tau saja.Syukurlah kalau kamu tidak KB,aku sudah ingin menimang cicit darimu,"Maria tertawa renyah.Tawanya itu bahkan bisa terdengar sampai radius tiga ratus meter.
"Doakan saja ya Nek,semoga aku bisa cepat hamil,"Kania meringis kecil.
"Amin..."Maria mengangkat kedua tangannya dan menyapukannya pada wajah keriputnya.
--->π»π»π»π»π»<---
Kalau tidak mau dicubit,jangan mencubit.Kalau tidak mau dip*kul,jangan mem*kul.Kalau tidak mau disindir,jangan menyindir.Kalau tidak mau disakiti,jangan menyakiti.Semudah itu rumus menjadi orang baik,hanya orangnya saja yang mempersulit.
Author.
__ADS_1