Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 93


__ADS_3

Rio merasakan betapa nikmatnya menjadi Ayah baru.Kelopak matanya menghitam,wajahnya lesu karena kurang tidur.


Tubuh Rio terasa lemas,kepala pusing berkurang kunang dan tatapan matanya buram.


Hampir tiap malam dia selalu begadang,saat malam anaknya selalu menangis dan minta dipangku.Jika dia tidur dan ditaruh di kasur,bayi itu akan bangun dan menangis.


Renata juga merasakan hal yang sama dengan Rio.Tapi dia lebih santai karena dia seorang Ibu,kesabarannya jauh lebih besar daripada seorang Ayah.


"Kenapa anakmu selalu tidur saat siang,kalau malam dia menangis terus,"Rio sedikit kesal.


"Itulah bayi,mereka punya cara unik untuk mengerjai orangtuanya,"sahut Renata sambil tertawa.


"Kapan drama tidak bisa tidur malam ini akan berakhir ya?"Rio menatap langit langit rumahnya.Berharap bayinya bisa tumbuh cepat,sehat dan kuat.


"Nanti,kalau dia sudah berumur enam bulan,"sahut Renata.


"Jadi,dia masih harus begadang lima bulan dua minggu lagi?Rio mendelik.Dia menepuk jidatnya kuat kuat.


Renata tertawa,dia melihat aura frustasi di wajah suaminya.Mengurus anak memang tidak mudah,perlu kerja sama antara Ayah dan Ibunya.Mungkin itu juga yang dirasakan oleh orangtuaku Renata dan Rio dimasa lalu.


Rio pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah itu dia pergi ke warung makan untuk membeli sarapan.Rio tidak bisa memasak,dia kasihan pada Renata kalau dia harus memasak,takut kelelahan.


Rio dengan cekatan menyiapkan makanan yang sudah dia beli diatas meja makan,lalu mengajak Renata untuk makan bersama.


"Siapa dulu yang mau maka?Kita harus gantian menjaga Fiona?"Tanya Renata.


"Kamu dulu yang makan,biar aku jaga Fiona,"


Renata pergi ke ruang makan,baru saja dia mau menyantap makananya bayi itu menangis mencarinya.Renata makan dengan buru buru,dia tidak mengunyahnya tapi langsung menekanya.Entah apa rasa makanan itu,yang penting perutnya kenyang.


Renata kembali ke kamar,alangkah terkejutnya dia saat mendapati Rio tertidur pulas.Saking pulasnya dia sampai tidak mendengar Fiona menangis.


"Dia pasti kelelahan?Rasakan itu,agar kamu tidak berani macam macam pada perempuan!"Renata tersenyum kecil.


Rio membuka mata,dia tertidur sampai siang.Perutnya keroncongan,dia pergi mencuci muka setelah itu langsung keruang makan untuk makan siang.


Renata tidak tega mau membangunkan Rio,jadi dia membiarkannya sampai bangun sendiri.Akibatnya,Rio kesiangan dan sang pegawai mungkin kerepotan karena menjaga toko sendirian.


Dia perlu baby sitter,dia harus pergi ke yayasan untuk mencari baby sitter terbaik.Renata menyetujui kemauan Rio,siang itu juga Rio pergi ke yayasan untuk mencari Baby sitter untuk menjaga anaknya.

__ADS_1


Beberapa jam berlalu,Rio kembali.Dia membawa seorang wanita paruh baya kerumahnya.Namanya Susi,dia Baby sitter pilihan Rio.


Ceklek,


Rio membuka pintu kamar Renata,dia mengajak Bu Susi masuk dan mengenalkan wanita itu pada Renata.


"Dia Baby sitter Fiona?"Tanya Renata.


"Iya,namanya Ibu Susi,"sahut Rio sembari memperkenalkan orang pilihannya.


"Hallo Ibu,saya susi.Umur saya empat puluh tahun,saya asalnya dari Yogyakarta,"Susi memperkenalkan diri.


"Hallo,aku Renata dan ini anakku Fiona.Sudah berpengalaman berapa lama menjadi Baby sitter?"


"Saya sudah menjadi Baby sitter sejak usia saya berumur dua puluh tahun,tapi pindah pindah Bos.Rata rata karena anaknya sudah besar dan mandiri,tidak membutuhkan Baby sitter lagi,"


"Oh,begitu.Semoga kamu betah kerja disini ya,"


"Iya,Bu,"


***


Kania mengatakan hal itu belum seberapa,karena dia harus mengurus lima orang anak sekaligus.Tiga anak yang sedang aktif aktifnya dan dua anak yang sedang nakal nakalnya.


Tidak hanya kurang tidur,sulit mandi dan sulit makan yang Kania rasakan.Dia juga sulit untuk sekedar menikmati waktu berdua dengan suaminya.


Renata terkekeh,obrolan malam ini bersama sahabatnya benar benar bisa mengurangi stresnya sebagai Ibu baru.Tidak perlu pergi jauh jauh untuk mencari hiburan,cukup mengobrol dengan teman sefrekuensi saja.


"Kamu sedang mengobrol dengan siapa?"Farel tiba tiba muncul dan mendekap Kania dari belakang.


"Dengan Renata,"sahut Kania.


"Sudahi dulu telfon mu itu,aku ingin dipijit,"rengek Farel manja.


Renata berpamitan pada Kania,dia menyudahi telfonya karena tidak enak dengan Farel.Pria menyebalkan itu memang selalu muncul disaat yang tidak tepat.


"Sayang,jangan bicara seperti itu jika aku sedang menelfon dengan seseorang.Aku tidak enak,"protes Kania.


"Aku juga sedang merasa tidak enak,"Farel membela diri.

__ADS_1


"Benarkah?Apa kamu sedang sakit?"Kania menunjukan wajah paniknya.


"Iya,aku sedang sakit,"sahut Farel.


"Sakit apa?Bagian mana yang sakit?"Kania sedih.Dia juga sangat cemas dan khawatir.


"Yang itu,"Farel menunjuk bagian bawah tubuhnya.


Kania sadar kalau Farel sedang mempermainkannya,dia mencubit pinggang Farel karena kesal.


"Kania,hentikan itu! Geli!"Bentak Farel.


"Ini hukuman karena kamu telah mengerjai aku,"


Kania mengejar Farel,mereka berdua berlarian seperti anak kecil yang sedang berebut mainan.Kania terlihat sangat bahagia menikmati waktunya bermain dengan Farel,pasangan suami istri sekali kali memang harus melakukan sebuah kekonyolan untuk mempererat hubungan mereka berdua.


"Sayang,tolong berhenti.Aku lelah!"Farel ngos ngosan.Dia menjatuhkan tubuh lelahnya keatas ranjang.


"Hey,itu baru pemanasan.Belum ke permainan pokoknya.Masa sudah kelelahan,tidak asik!"


"Permainan pokok?Em...Aku suka permainan yang pokok itu."Farel menarik tangan Kania hingga jatuh kepelukannya.Setelah itu Farel menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


Tengah malam,anak anak Kania tiba tiba saja menangis tanpa sebab.Farel terbangun dari mimpi indahnya,dia mencoba membangunkan Kania tapi wanita itu sulit dibangunkan.Jangankan membuka mata,menggeliat saja tidak.


Farel mengalah,dia mencuci mukanya dikamar mandi lalu pergi ke kamar anak anaknya.


"Ada apa dengan anak anak Bu?Kenapa bisa menangis berbarengan?"Tanya Farel pada pengasuh anaknya.


"AC kamar mati,mungkin dia kegerahan,"ucap pembasuh itu.


"Kalau begitu,kita bawa merek ke kamar tamu saja.Disana AC nya menyala.Besok aku akan meminta tukang servis AC datang kerumah untuk memperbaiki AC itu,'


"Siap Tuan,"


Farel meletakan anak anaknya berjajar diatas kasur,usai diberi botol susu mereka terdiam.Farel menyalakan AC dan mereka pun mulai tertidur lelap.


Begitulah anak anak,saat mereka tidak nyaman menangis adalah jalan ninja agar mereka segera diperhatikan oleh orang orang disekitarnya.Kenapa mereka tidak bangun dan berkata terus terang saja ya?


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2