
Briand menatap Angela dan Thomas dengan tatapan tajam.Wajah keriputnya memerah menahan marah,terlebih saat melihat ekspresi Angela yang seolah tak memiliki dosa apapun.
Selama ini Briand selalu berusaha mendidik Angela untuk menjadi orang baik,tapi hasilnya nihil.Sekeras apapun dia berusaha,Angela tetap saja tumbuh menjadi anak yang tidak sesuai dengan harapannya.
Sejak kecil Angela memang selalu membuat masalah,membuat keributan dan kericuhan dimana mana.Tapi dia tidak menyangka kalau Angela juga akan menjadi seorang penjahat.
"Siapa orang yang sedang ingin kamu habisi?"Tanya Briand terus terang.
"Apa yang Ayah maksud?Aku tidak tau,"Angela berpura pura bingung.
"Jangan berpura pura bodoh Angela,Ayah sudah tau semuanya.Ayah tau kalau Thomas adalah seorang pembunuh bayaran!"Briand melebarkan matanya.
Angela dan Thomas saling bertatapan untuk sesaat,mereka panik dan bingung karena perbuatan jahat mereka berdua terungkap.
Bagaimana jika tua bangka itu melapor ke polisi?Apa yang harus mereka lakukan sekarang?Begitu kira kira isi pikiran Angela dan Thomas saat ini.
"Maaf pak,Anda jangan sembarangan menuduh jika tidak ada bukti,"protes Thomas.Dia akan terus membela diri selama Briand tidak mengeluarkan bukti yang otentik.
"Ayah,jangan berpikiran buruk pada orang lain.Mana mungkin aku menyewa seorang pembunuh bayaran untuk dijadikan asisten pribadi,"Angela mengikuti jejak Thomas.Dia terus membela dirinya sendiri.
"Kalian tidak mau mengaku?Kalian mau bukti?Ayo kita berangkat ke kantor polisi!"Briand bangkit dari kursinya.Dia menunjukan keseriusannya untuk menghukum Angela dan Thomas.
Angela ketakutan,dia menangis.Dia tidak mau dipenjara,dia tidak mau tidur di ruangan gelap,sempit,dengan banyak penghuni didalamnya.Dia tidak mau menyandang predikat seorang napi.
Terlepas dari itu,Angela tidak mau karir yang baru dia bangun lagi didunia modeling dengan susah payah rusak begitu saja.Dia tidak mau kehilangan penggemar dan terpuruk begitu lagi.
Segera Angela berlutut di kaki Ayahnya,dia memohon pada pria itu agar tidak melaporkanya pada polisi dan memasukannya kedalam penjara.
"Ayah,aku tidak mau dipenjara.Tolong jangan laporkan aku ke polisi,"ucap Angela sambil menangis tersedu sedu.
Melihat putrinya menangis sampai bersujud dibawah kakinya Briand merasa kasihan.Hatinya seperti teriris,dia sedih,matanya berkaca kaca.
"Siapa orang yang ingin kamu habisi?Jawab dengan jujur!"Briand mendesak Angela.
"Kania,istri Farel Mananta,"sahut Angela.
"Dasar wanita bodoh! kamu berani bermain main dengan keluarga besar itu?"
"Ayah,aku..."
"Kamu pikir kamu masih bernafas seperti ini karena keluarga itu belum tau apa yang sudah kamu lakukan?Mereka pasti sudah tau Angela,mereka hanya menunggu waktu yang tepat saja untuk menyiksamu sampai mati!"Ucap Briand dengan nada tinggi.
"Ayah,tolong selamatkan aku.Aku tidak mau mati apalagi ditangan keluarga itu,"Angela mengemis pertolongan Ayahnya.
"Hanya ada satu cara agar kamu aman dari incaran keluarga Mananta,"Briand memberi sebuah harapan.
__ADS_1
"Cara apa Ayah?"Angela memasang telinga.
"Masuk kerumah sakit jiwa,"ucap Briand penuh penekanan.
"Ayah,tapi aku tidak gila!"Angela marah.Dia merasa diperlakukan tidak adil oleh Ayahnya sendiri.
"Kalau tidak mau ya sudah,masuk ke penjara saja!"ucap Brian.
Angela menunduk,dalam diam dia berpikir.Berpura pura gila itu lebih baik daripada masuk kedalam penjara.
"Dan kamu,berapa uang yang sudah kamu terima untuk menghabisi nyawa orang?"Tanya Briand pada Thomas.
"Dua ratus juta,"
"Hanya demi dua ratus juta saja?"Briand melongo tak percaya.
"Itu uang yang banyak untukku dan aku sangat membutuhkannya,"
Zaman memang sudah tua,banyak sekali orang yang enggan lelahnya bekerja hingga mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak dan cepat.
Kini Briand bingung,jika dia melaporkan Thomas pada polisi maka putrinya akan terciduk.Thomas harus pergi ke tempat yang jauh,tempat dimana tidak ada orang yang mengenalinya.Kalau perlu,dia harus pergi keluar negri.
Briand membuka laci kerjanya,dia mengambil segepok uang dan melemparkannya pada Thomas.
"Ambil uang ini,pergilah ke suatu tempat yang jauh.Jangan sampai polisi atau orang suruhan keluarga Mananta menangkap mu!"
Thomas keluar dari kediaman Jhonson.Tentunya dengan hati senang dan lega.Walaupun pekerjaannya gagal,dia masih bisa pulang dengan membawa uang banyak untuk anak dan istrinya.
"Ayah membiarkan dia pergi begitu saja tanpa pengawasan?Apa Ayah tidak takut dia akan membelot?"Ucap Angela.
"Kita ubah rencana,aku akan menyebarkan rumor kamu meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.Jadi kalau Thomas tertangkap atau membelot,kamu akan tetap aman,"Briand menatap wajah putrinya serius.
"Ayah tidak jadi memasukan aku kedalam rumah sakit jiwa?"
"Tentu saja tidak,bagaimanapun kamu adalah satu satunya putriku mana mungkin aku tega memasukan kamu kerumah sakit jiwa,"
Angela memeluk tubuh Ayahnya,dia menangis haru.Ternyata cinta kasih Ayahnya padanya tidak berubah,bahkan setelah wanita itu melakukan banyak kejahatan.Saat itu Angela berjanji pada dirinya sendiri,dia akan berhenti berbuat onar dan menyusahkan Ayahnya.
"Ada satu lagi yang masih kamu harus lakukan,"
"Apa itu Ayah?"
"Pergi keluar negri,oprasi wajahmu dan ganti identitas mu dengan identitas palsu,"
"Oke Ayah,aku akan melakukan semua perintah mu."
__ADS_1
*
*
*
Setelah menempuh perjalanan panjang,Thomas tiba dirumahnya.Dia disambut hangat oleh sang istri dengan penuh suka cita.
"Sayang,akhirnya kamu kembali,"wanita hamil itu memeluk suaminya erat.
Thomas melirik kearah beberapa pasang sepatu pria yang tergelatak disisi pintu.Dia sedang kedatangan tamu dan sepertinya tamu itu bukan orang biasa.Harga sepatu itu sangat mahal,sepertinya hanya diproduksi diluar negri.
"Ada tamu dari mana?"Tanya Thomas.
"Dari kota,mereka masih sepupuku,"Sarah menyunggingkan senyum.
"Sepupu?Sepupu yang mana?"Thomas bingung.Selama ini dia mengira Sarah sebatang kara dan tidak memiliki saudara.
"Ayo masuk,nanti aku kenalkan."
Thomas masuk kedalam rumah,digandeng mesra oleh istrinya.Didalam,Thomas melihat dua orang pria sedang makan dengan lahap.Wajah pria itu sangat familiar dimata Thomas.
"Hallo kakak Ipar,kamu sudah pulang?"Sapa Rio.Dia menyunggingkan senyum dan mengedipkan matanya sebelah.
"Hallo Om,Apa kabar?"Sapa Erick saudara jauh Rio.
Thomas membatu,dia menjatuhkan tas berisi uang kelantai.Matanya melebar,tubuhnya gemetaran.
Erick adalah kepala penjara di lapas XXX,lapas yang pernah Thomas huni selama beberapa minggu sebelum dia berhasil kabur.Sementara Rio adalah orang kepercayaan Farel.Thomas benar benar tidak menyangka,dia akan ditemukan secepat ini oleh keluarga Mananta.
"Sayang,kamu kenapa?"Sarah menatap aneh.
"Aku,aku tidak kenapa napa,"sahut Thomas.
"Itu Erick sepupuku,dan itu Rio sepupuku juga."
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu memiliki sepupu seorang kepala penjara?"
"Memangnya kenapa?Apa kamu takut?Seperti baru saja melakukan kesalahan besar saja!"Celoteh wanita itu asal.Thomas menelan ludahnya sendiri.
Rio dengan santai mengajak Thomas bergabung dimeja makan,seolah olah dia adalah Tuan dirumah itu.Sementara Thomas hanya bisa menuruti perintah Rio tanpa bisa melakukan penolakan sedikitpun.
Thomas sangat ingin kabur melarikan diri,tapi dia bingung dengan nasib istrinya.Alhasil pria itu hanya bisa pasrah pada nasib,apapun yang terjadi padanya setelah selesai makan dia akan terima.
--->π»π»π»<---
__ADS_1
Cara terbaik untuk memperbaiki kesalahan adalah dengan cara bertanggung jawab.
Author.