Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 82


__ADS_3

Aurel sakit,dia mengalami demam tinggi.Tubuhnya menggigil hebat,dia terus memanggil manggil nama Ibunya.


Renata menelfon Farel,segera pria itu datang ke rumah Renata.Tak lama,Kania menyusul.Dia mengajak seorang Dokter bersamanya.


Hasil pemeriksaan menyatakan kalau Aurel terkena flu,dia akan segera sembuh setelah minum obat dan beristirahat.


Farel tersentuh,meski kesal pada suaminya Kania masih mau peduli pada Aurel.Dia menghawatirkan keadaan anak itu,rela datang menemuinya sambil membawa seorang Dokter.


"Kania,terimakasih kamu sudah mau datang kesini,"ucap Farel.Bibir Kania membeku,dia tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya.


Renata tau kalau Kania masih memerlukan banyak waktu untuk dapat menerima Aurel.Meskipun begitu,Renata sangat yakin kalau Kania terlalu baik untuk menjadi orang yang acuh dan tidak peduli pada orang orang yang ada dilingkungan keluarganya.


"Tante,"panggil Aurel pada Kania.Meski berat,wanita cantik itu tetap berjalan mendekat.


"Ada apa?"Tanya Kania.


"Terimakasih sudah membawa Dokter kesini.Apa malam ini Tante bisa tidur disini bersamaku?"Aurel menatap dengan tatapan berbinar binar.Mendengar hal itu,Kania jadi sedikit kasihan padanya.


"Maaf,Tante tidak bisa menemani kamu.Anak anak Tante dirumah menunggu kepulangan Tante,"sahut Kania.


Aurel memasang wajah sedih,sepertinya gadis kecil itu menyukai kehadiran Kania di sisinya.


"Kamu tenang saja,masih ada Tante Renata dan Om Rio yang akan menemani kamu sampai kamu sembuh,"ucap Kania menenangkan hati Aurel yang gusar.


"Iya Tante,"sahut Aurel lesu.


"Kania,apa aku boleh menginap disini dan menemaninya?"Farel meminta izin kepada sang istri.


"Boleh,"sahut Kania pelit.


"Terimakasih,"Farel menyunggingkan senyum kecil pada Kania.


Kania bergegas pergi dari rumah itu setelah memastikan kalau Aurel akan baik baik saja.Naluri keibuan memang tidak bisa dibohongi,meski mulut berkata tidak suka,hati tetap saja merasa iba.


Tiba dirumah,Kania menatap wajah anak anaknya yang sedang tertidur lelap.Memikirkan bagaimana reaksi mereka saat tau ayahnya memiliki anak dari wanita lain tanpa adanya ikatan pernikahan sungguh membuat kepalanya pusing.


Biarlah waktu yang akan menjelaskan kepada mereka kelak,untuk saat ini Kania hanya bisa mengikuti alurnya saja.


"Non,Tuan Farel tidak ikut pulang?"Tanya Bu Ani yang tiba tiba muncul dari belakang.


"Tidak,dia menemani Aurel malam ini.Bocah itu sedang demam tinggi,"


"Anda baik sekali Nona,semoga hubungan rumah tangga kalian berjalan mulus dan langgeng,"


"Amin."

__ADS_1


Malam itu,Kania tidur dikamar anak anaknya bersama Bu Ani.Meski bukan untuk pertama kalinya tidur tanpa sang suami,Kania merasa malam itu sedikit berbeda.Separuh jiwanya terasa hampa dan kosong,ada rasa iri karena kasih sayang sang suami kini telah terbagi.Tak hanya menjadi miliknya dan anak anaknya saja.


*


*


*


Dirumah Renata,Farel dan Rio begadang menjaga Aurel.Anak itu tidak mau tidur walaupun sudah minum obat yang bisa mengakibatkan rasa kantuk.


Berbagai cara telah dilakukan oleh Farel,seperti membacakan dongeng,mengajak bermain hingga lelah,sampai menari.Tapi anak itu masih saja tidak mau diajak tidur.


Puncaknya,Aurel minta digendong oleh Farel.Dia ingin dipeluk dan diayun ayun seperti anak bayi.


"Aku baru tau kalau pelukan pria dewasa itu hangat,pantas saja teman temanku senang dipangku dan digendong Ayahnya,"celetuk Aurel.


Hati Farel terasa sakit mendengar ocehan itu,begitu juga dengan Rio.


"Nak,sekarang kamu sudah punya Ayah sambung.Kamu bisa minta digendong atau dipangku oleh dia,Om Dion orangnya baik dan penyayang pada anak kecil.Kamu sangat beruntung bisa punya Ayah sambung seperti dia,"ucap Rio panjang lebar.


"Iya,Om benar.Ayah Dion sangat baik,dia selalu bersikap ramah dan lembut padaku.Tidak seperti Nenek,"Aurel cemberut.


"Besok kalau Ayah Dion dan Mama pulang,kami akan pindah rumah.Aku senang karena bisa hidup jauh dari Nenek,"lanjut Aurel.


Farel dan Rio saling menatap,lalu mereka tertawa bersama.Sikap Aurel persis seperti Farel,suka berterus terang dan mudah sekali marah.Farel seperti sedang bercermin jika berhadapan dengan bocah itu langsung.


"Rio,Kania bilang kamu mau ikut program hamil?"


"Iya,Minggu depan,"


"Semangat ya,aku yakin kalian berdua pasti bisa memiliki seorang anak,"


"Amin,"


"Jika perlu bantuan dana,bilang saja padaku.Aku akan membantumu sampai segalanya tercukupi,"


"Terimakasih Bos,Anda sangat baik pada saya,"


"Jangan berlebihan,kita kan sudah seperti keluarga.Kamu juga tidak boleh sungkan seperti itu padaku,oke?"


"Oke,"


Grrrhh...


Suara dengkuran terdengar nyaring ditelinga Farel.Tak lama,Aurel meletakan kepalanya di bahu Farel.Bocah itu tertidur,rupanya gendongan Farel benar benar terasa nyaman olehnya.

__ADS_1


Farel meletakan Aurel di ranjang,lalu menutupi wajahnya dengan selimut.


"Dia sudah tidur,sebaiknya saya keluar agar anda juga bisa tidur,"ucap Rio.


"Oke."Farel ikut naik keatas ranjang.


Sebelum pergi,Rio mematikan lampu dan menutup pintu rapat rapat.


Tiba tiba pikiran Farel melayang,dia teringat pada Kania dan anak anaknya.


"Sedang apa Kania sekarang?Apa dia bisa tidur dengan nyenyak?"Batin Farel.


*


*


*


Pagi hari,Aurel sembuh dari sakit.Dia sudah bisa tertawa dengan keras dan sudah tidak demam lagi.Renata sangat senang bisa melihat anak itu ceria lagi.


Hari ini,Renata memasak bubur ayam sendiri.Khusus untuk Aurel,dan ternyata Aurel menyukainya.


"Masakan Tante selalu enak,"puji Aurel.


"Dia benar,masakan mu enak.Persis seperti masakan Bi Sumi,"sambung Farel.


"Siapa Bi Sumi?"Tanya Aurel penasaran.


"Dia Ibu Tante Renata sayang,dia bekerja dirumah Om Farel,"sahut Rio.


"Om Farel,aku ingin main kerumah Om.Bolehkan?Aku ingin mencoba masakan buatan Bi Sumi,"


"Tentu saja boleh,kenapa tidak boleh.Nanti selesai makan kamu mandi,setelah itu kita pergi kerumah Om,"


"Asyik,"Aurel melompat kegirangan.


Melihat wajah ceria itu ada rasa khawatir dalam diri Renata.Dia khawatir Kania akan marah jika Farel membawa pulang anak itu,walaupun hanya sebentar saja.Tapi untuk apa Renata khawatir?Kania bukanlah orang jahat.Dia tidak akan mungkin memarahi anak kecil,apa lagi semanis dan selucu Aurel.


"Tuan,apa Anda yakin akan membawa Aurel kerumah?"Rio menatap mata Bosnya lekat lekat.


"Aku yakin.Aku mau dia kenal lebih dekat dengan keluargaku,terutama Kania dan anak anaku,"sahut Farel mantap.


"Kalau begitu,aku ikut ya.Untuk berjaga jaga kalau Kania...Anda tau kan?"Renata mengangkat kedua bahunya keatas.


"Iya,aku tau,"ucap Farel singkat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2