
Kania termenung di teras rumah,dia teringat pada mendiang Nenek Maria.Wanita itu selalu bersikap baik pada orang orang yang ada disekitarnya.Bahkan saat sedang sakit,dia masih menyempatkan diri untuk membagikan warisan pada orang orang yang dia sayangi.
Pembagian warisan telah selesai,masing masing dari mereka telah menandatangani berkas pembagian warisan.Yang dilakukan oleh Nenek Maria benar,membagikan warisan pada orang yang telah berjasa padanya selama dia hidup.Berharap harta peninggalannya bisa memberikan manfaat pada orang lain.Semoga kelak,Kania juga bisa meniru kebaikan hati Neneknya itu.Amin.
"Kakak,sedang apa Kakak disini?"Tanya Dion sambil terus memakan makanan kesukaannya.Ayam goreng tepung ekstra krispi.
"Sayang,kalau makan jangan sambil jalan jalan dong.Tidak baik!"ucap Kania.Dia mengerutkan kening karena kelakuan konyol adiknya.
"Tidak enak ah,makan sambil duduk.Masih enak makan sambil jalan jalan,"sahut Dion asal.
"Dian mana?"Tanya Kania.
"Tidak tau,mungkin dia sedang main ponsel dikamarnya,"sahut Dion sambil menggigit ayam goreng yang sedang dipegangnya.
"Masuk sana,bilang sama Dian kalau main ponsel jangan lama lama.Habis ini kalian belajar ya,biar bisa jadi orang sukses seperti Kak Farel,"Kania mencubit pipi gembul Dion Pelan.
"Oke."Dion beranjak dan bergegas masuk kedalam kamarnya.
Kania selalu menjadikan Farel sebagai contoh yang baik untuk kedua adiknya.Diusia yang belum tua,Farel sudah mendulang sukses.Dia juga sangat tekun dan pekerja keras dalam mencari uang,benar benar idaman bagi kaum wanita.
Urusan Kania dengan dengan Angela atau sekar telah selesai.Kania berharap tidak akan ada lagi perempuan genit yang merayu suaminya lagi."Semoga tidak akan ada lagi pemicu pertengkaran dalam rumah tangga kami,"batin Kania dalam hati.
Didalam ruangannya.
Angela sedang dibimbing oleh salah satu petugas kesehatan untuk minum aneka obat obatan.Dia menurut,dan sudah lebih tenang dibandingkan saat pertama kali datang.
Sekar tidak pernah mengamuk lagi,menjerit atau berguling guling seperti orang kesurupan.Dia sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik,tanpa mengomel atau marah marah tidak jelas.
Dari luar,Beny dan Hanum memperhatikan Angela secara diam diam.Ternyata keputusannya untuk memasukan Angela ke RSJ adalah benar,Beny menarik nafas lega karena itu.
"Anda pria yang baik pak,juga penyabar.Saya sangat salut sama bapak,"ucap Hanum.
"Terimakasih pujiannya.Sebagai orang tua,saya harus bisa melakukan segala hal untuk kebaikan putri saya.Dan kebetulan,semesta mengamini niat baik saya saat ini,"tutur Beny panjang lebar.
Flash Back...
Ruang tamu keluarga Mananta.
"Saya mohon Nak Farel,jangan seret anak saya kepenjara.Beri dia kesempatan satu kali lagi untuk berubah,"rengek Beny sambil menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Tidak bisa,tindakannya sudah kelewat batas.Bapak juga sudah bekerja sama dengan dia,Bapak harus ikut masuk ke penjara!"Ucap Farel dengan nada meninggi.
Maria menepuk pundak Farel,dia meminta pria itu untuk menahan emosinya agar bisa berpikir dengan jernih.
"Angela terkena gangguan jiwa,saya ingin memasukannya ke RSJ.Jika keluar dari sana dia tidak juga berubah,saya sendiri yang akan memasukannya ke penjara bersama dengan saya,"Beny mencoba meyakinkan Farel lagi.
"Baiklah,saya akan memberi satu kesempatan lagi.Tapi kalau Angela dan Bapak berulah lagi,saya tidak segan segan melakukan hukum rimba!"Ancam Farel.
Lamunan Beny berakhir saat Hanum tiba tiba menarik lengannya dan mengajaknya keluar.
"Waktu kunjungan sudah habis,ayo kita pergi,"ucap Hanum.Beny mengangguk pelan.
Setelah kejadian itu Beny tau,dibalik garang dan kejamnya seorang Farel tersimpan hati yang welas asih.Mungkin karena dia sudah menjadi Ayah,jadi dia bisa merasakan betapa besarnya kasih sayang seorang Ayah untuk anaknya.
*
*
*
Di salah satu pusat perbelanjaan.
Farel tidak sengaja menabrak seorang wanita karena berjalan dengan buru buru dan tidak fokus.
"Maaf Mba,aku..."ocehan Farel tertahan saat menyadari wanita yang ditabraknya adalah sosok yang dia kenal.
"Mas Farel?"Wanita itu bertanya tanya.
"Cindy?"Farel merasa sedikit terkejut.
Cindy dan Farel adalah teman baik saat kuliah.Hubungan mereka sangat dekat seperti saudara.Keduanya berpisah saat lulus kuliah karena Cindy menikah dengan dosen mereka dan pindah diluar Negri.
"Bagaimana kabarmu?"Tanya Cindy.
"Baik.Kabarmu sendiri bagaimana?"Tanya Cindy balik.
"Baik juga.Sudah punya anak berapa sekarang?"Tanya Farel lagi.
"Satu.Kalau kamu?"Cindy memasang wajah penasaran.
__ADS_1
"Aku punya anak tiga,kembar identik,"Farel menjawab sambil senyum.
"Wah,seru juga ya bisa punya anak kembar,"Cindy ikut senang untuk teman lamanya itu.
"Iya.Ngomong ngomong sedang apa kamu disini?"Farel penasaran.
"Aku mau belanja bulanan,kamu sendiri?"Tanya Cindy balik.
"Aku habis memberi sesuatu untuk istriku,"Farel mengangkat sebuah paper bag berukuran mini.
"So sweat,langgeng terus ya,"ucap Cindy.
"Terimakasih do'anya,"ucap Farel.
"Aku pergi dulu ya,buru buru soalnya,"Cindy pamit pergi.
"Iya,hati hati dijalan."Sahut Farel singkat.
Farel berjalan menuju parkiran mobil,dia bergegas pulang kerumah untuk memberikan sebuah kejutan yang telah dipersiapkan olehnya sejak jauh hari.
Diperjalanan,Farel sedikit mengenang hubungan pertemanannya dengan Cindy.Mereka selalu melakukan segala hal bersama,mulai dari belajar,main,sampai dengan dugem.
Suatu malam,Cindy dan Farel keluar dari diskotik dalam keadaan mabuk.Keduanya melakukan one night stand dan tertidur sampai pagi didalam mobil.Farel adalah pria yang mengambil kesucian Cindy,tapi Cindy tidak marah karena keduanya sama sama tidak sadar saat melakukanya.
Tapi itu adalah masa lalu,Farel tidak ingin mengungkitnya lagi.Apa lagi Farel dan Cindy sudah sama sama memiliki pasangan dan keturunan.Farel harus bisa menyembunyikan hal itu rapat rapat dari Kania.Kalau sampai dia tau tentang masa lalunya dengan Cindy,dia bisa marah besar.Atau bahkan meninggalkannya begitu saja.
Tiba dirumah.Farel langsung menemui Kania,wanita itu sedang bermain dan bercanda dengan anak anaknya.
"Lihat itu,Ayah pulang,"ucap Kania.
Farel mencium anak anaknya,kemudian dia mencium istrinya.Dia memberikan hadiah yang baru saja dia beli dipusat perbelanjaan tadi,khusus untuk istri tercintanya.
"Apa ini?"Tanya Kania.Jantungnya berdebar karena sudah lama Farel tidak memberikan hadiah untuknya.
"Buka saja,nanti kamu juga tau,"sahut Farel.
Kania menuruti permintaan Farel,dia membuka paper bag itu dan terkaget kaget saat melihat isinya.Farel membelikan dia sebuah skincare yang selama ini dia inginkan.Skincare produksi lokal yang kinerja dan khasiatnya tidak kalah dengan produksi luar Negri.
Kania memeluk Farel dan menghujani pria itu dengan ciuman di pipi.
__ADS_1
"Terimakasih Ayah,"Kania terus tersenyum lebar.Dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia dihatinya.
"Sama sama.Pakai dengan rajin ya,agar kulitmu makin muda,makin mulus,seperti kulit bayi,"ucap Farel.Kania mengangguk penuh semangat.