Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 27


__ADS_3

"Jadi,suami kamu itu Farel Mananta?Monika terheran heran.Wajah tak percayanya seperti sedang meledek Kania secara halus.


Wajar saja,Kania adalah gadis miskin bertampang pas pasan.Meskipun berotak pintar,pendidikan Kania tidak tinggi.Sementara Farel?Dia pria yang tak hanya memiliki ketampanan,tapi juga kekayaan dan ketenaran.


"Iya,"Kania menyahut malas.


"Itu sangat mengejutkan,seorang gadis biasa sepertimu bisa menikahi Tuan Muda.Tolong ajari aku cara merayu hati pria kaya,aku juga mau punya suami kaya sepertimu"Sandra berbisik sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Aku tidak merayunya,dia sendiri yang datang kepadaku dan memintaku untuk menjadi istrinya,"Kania mencoba menggaris bawahi ocehan asal Sandra.


"Benarkah?Sulit dipercaya."Monica menatap ragu.


seorang pelayan datang,dia menyajikan makanan dan minuman keatas meja.Untung saja tidak ada makanan mentah disana,jadi Kania masih bisa makan dengan lahap nanti.Sayang sekali kan kalau sudah membayar mahal tapi makananya tidak dimakan.


Untuk sesaat obrolan mereka terhenti,mereka sibuk dengan piring masing masing.Wanita memang paling senang makan,apa lagi kalau makananya memiliki rasa yang unik dan enak.


"Kania,kamu mau tidak masuk grup kami?"Monika memberi Kania tawaran yang menurutnya cukup menarik.Tapi bagi Kania tidak.


"Apa tidak salah kalian mengajakku masuk grup kalian?"Kania mendongak angkuh.


"Tidak,"sahut Sandra dan Monik berbarengan.


"Dulu kalian merundung,menindas dan memperlakukan aku seperti seorang pecundang.Sekarang kalian malah ingin aku bergabung dengan grup sosialita kalian."Kania mengorek luka lama.


Sandra dan Monic saling menatap sejenak,kemudian kembali mengalihkan pandangan mereka pada Kania.


"Kami minta maaf karena sudah bersikap tidak baik padamu dulu,"ucap Sandra tulus.


"Iya,kami minta maaf.Yang lalu biarlah berlalu,tolong jangan di ingat ingat lagi,"rengek Monica.


"Jangan di ingat lagi katanya?"Kania menggerutu dalam hati.


Luka itu terlalu dalam,terlalu sakit.Bagaimana mungkin Kania bisa melupakannya begitu saja,bekasnya saja masih terukir jelas dihati Kania.Tapi wajah dua wanita menyebalkan itu memang terlihat sangat bersungguh sungguh,apa yang harus Kania lakukan sekarang?


Kania merenung,dia mencoba berpikir dengan akal yang sedikit jernih.Tuhan saja maha memaafkan,masa Kania yang hanya manusia biasa tidak mau memaafkan kesalahan teman temanya.Menjadi pribadi yang sombong itu tidak baik,tidak hanya akan di benci oleh Tuhan tapi juga oleh sesama mahluk hidup lainya.


"Baiklah,aku mau memaafkan kalian,"ucap Kania.Sandra dan Monika tersenyum,dia merasa senang karena Kania mau memaafkan kesalahan mereka berdua.

__ADS_1


"Tapi,"lanjut Kania.


"Tapi apa?"Tanya Sandra penasaran.


"Aku tidak mau masuk ke grup sosialita kalian,"sahut Kania.


"Kenapa memangnya?"Monika memasang wajah sedikit kecewa.


"Aku sudah menikah,aku terlalu sibuk dengan pekerjaan rumah dan pekerjaanku sebagai seorang istri.Aku tidak memiliki waktu untuk berkumpul,bergosip dan bersantai dengan teman teman seperti kalian,"jelas Kania panjang lebar.Dia begitu berharap dua wanita itu mau mengerti dan menerima alasan klasiknya.


Ditengah obrolan seru mereka,tiba tiba pandangan Sandra dan Monica teralih pada sosok pria bertubuh tinggi besar yang berjalan kearah tempat duduk mereka.Pria itu adalah Farel Mananta suami Kania.


Farel terlihat menawan dengan setelan kemeja dan jas berwarna biru muda,sama seperti warna dres yang Kania kenakan saat ini.


Kania bingung,kenapa dua sahabatnya jadi membeku seperti es batu.Penasaran,Kania menoleh kebelakang untuk mencari penyebabnya.Kania terkejut,dia mendapati sang suami sedang berdiri persis dibelakangnya.


"Farel?Kapan datang?"Tanya Kania panik.Dia sedikit takut suaminya telah mendengar cuitannya pada Sandra dan Monic tadi.


"Baru saja,"Farel menarik kursi dan duduk manis disisi Kania.


"Ah,kenalkan.Ini temanku Sandra dan Monic,"Kania memperkenalkan dua teman lamanya itu.


"Hallo juga,"sapa Sandra dan Monic balik.


Pandangan Farel beralih pada kania,Kania langsung memalingkan wajahnya kearah lain karena merasa sedikit gugup.


"Dasar gadis aneh,sudah sering tidur bersama saja masih bisa bersikap seperti itu padaku,"Batin Farel.


"Ehem,katanya kamu sedang lelah,kenapa datang kesini?"Kania memulai pembicaraan.


"Tadinya aku memang lelah,tapi sekarang lelahku sudah sembuh.Jadi aku memutuskan untuk menyusul kamu kesini,"Farel menyunggingkan senyum termanisnya.Dia sengaja melakukan itu untuk tebar pesona didepan dua sahabat Kania.


"Mau aku pesankan makanan atau minuman?"Tanya Kania.


"Tidak perlu,aku sudah kenyang."Farel menolak secara halus.


Sekar dan Monic kembali saling memandang,dihadapan pria berpengaruh di kota itu mereka kehilangan nyali.Nyali untuk berbicara,nyali untuk bergerak,bahkan nyali untuk melanjutkan makan dan minum.Melihat hal itu Kania jadi tertawa geli.

__ADS_1


"Kania,aku tidak akan membatasi dan melarang kamu untuk bergaul dengan teman teman wanitamu.Jadi,kalau kamu mau bergabung dengan grup mereka bergabung saja,aku tidak akan melarangnya,"ucap Farel.Seperti yang Kania takutkan,Farel telah mendengar ucapannya pada Sandra dan Monica.


"Kamu bercanda?Mereka anak anak orang kaya,bahkan jumlah kekayaan mereka tidak bisa terhitung.Bagaimana mungkin wanita sepertiku bisa bergabung dengan mereka?"Bisik Kania hati hati.


"Kamu itu istriku,apa ada orang yang lebih kaya dari aku di kota ini?Semua kekayaan yang aku punya adalah milikmu,dan kekayaan itu tidak akan habis walau dimakan oleh seratus generasi,"ucap Farel sombong.


"Heleh,"Kania memajukan bibirnya seperti anak bebek.


Farel menyodorkan sebuah kartu pada Kania.Kartu itu bukan sembarang Kartu melainkan sebuah kartu black card.Sejenis kartu ATM yang hanya dimiliki oleh beberapa orang saja didunia ini.


Sandra dan Monica membuka mulut mereka lebar lebar.Mereka tak hanya terkejut tapi juga sudah hampir jatuh pingsan.Sama seperti kedua temanya Kania juga hampir terkena spot jantung dan kehilangan kesadaran karena lupa cara bernafas.


"Apa aku sedang bermimpi?"Kania mencubit kedua pipinya.Terasa sakit,berarti Kania memang sedang tidak bermimpi.


"Ini,ambilah,"pinta Farel.Dia terus menyodorkan kartu sakti itu pada Kania.


"Apa benar benar kartu itu untukku?"Tanya Kania ragu.


"Iya,ambilah."Sahut Farel meyakinkan.


Kania menerima kartu itu dari tangan Farel,senyum lebar terus mengembang diwajahnya sampai gigi giginya yang lembab menjadi kering.


"Astaga,kamu benar benar beruntung,"ucap Monic iri.


"Benar,kamu beruntung Kania.Kamu bisa memiliki istri yang tampan,kaya dan tidak pelit,"Sambung Sandra.


"Apapun akan aku berikan untuk istriku,agar dia senantiasa merasa bersyukur karena telah memiliki suami sebaik aku."Farel melipat kedua tangannya di dada.


Cup,,,


Sebuah ciuman manis mendarat di pipi Farel,Kania menunduk malu.Farel langsung menyentuh bekas ciuman itu dengan tanganya.Ada bunga bunga bermekaran dihati Farel,dia merasa bahagia telah mendapat ciuman manis dari istrinya didepan umum.


Ternyata untuk mendapatkan perlakuan baik dari pasangan tidaklah sulit.Cukup dengan memberikan pengertian dan perhatian lebih banyak kepadanya saja.Sudah menjadi sebuah rahasia umum kalau wanita memang selalu ingin dimengerti dan diperhatikan.


--->🌻🌻🌻🌻🌻<----


Keberkahan akan selalu ada untuk pasangan suami istri yang saling menjaga dan membahagiakan satu sama lain.

__ADS_1


Author.


__ADS_2