Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 39


__ADS_3

Beberapa hari berlalu pasca percobaan pembunuhan itu,Kania sudah mulai tenang.Dia sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa meskipun hanya didalam rumah.Yang terpenting adalah bayi bayi yang ada didalam perutnya sehat dan dalam keadaan baik.


Farel terlalu parno untuk membiarkan Kania seorang diri didalam rumah,dia menyewa asisten pribadi baru untuk menjaga dan mengamati pergerakan Kania selama Farel sedang berada diluar rumah.Namanya Isyana,wanita muda berumur 25 tahun,mantan atlit bela diri yang terkenal di kota itu.


Sementara Bi Sumi di istirahatkan sementara,dia tinggal bersama Renata,Dian dan Dion.Tentunya dengan beberapa pengawal suruhan Farel.Kania sangat ingin tau kabar Bi Sumi,dia ingin mengucapkan terimakasih secara langsung pada penyelamat itu.Tapi Farel tidak mengizinkannya,dia juga masih takut untuk keluar rumah.


Sore hari,di taman belakang kediaman Mananta.Kania asyik memberi makan ikan ikan kecil dengan remahan roti.Kegiatan sederhana itu sangat menyenangkan jika dilakukan,tak hanya sebagai hiburan tapi juga bisa menghilangkan sedikit rasa stres dan jenuh.


"Nona,apa anda ingin makan atau minum sesuatu?"Tanya Bi Sumi.


"Sepertinya sore sore seperti ini enak kalau makan buah beku disiram coklat leleh,apa kamu bisa membuatnya untukku?"Pinta Kania.


"Bisa Nona,tunggu sebentar ya,"


"Iya,"


Kania melamun sesaat,dia memikirkan Renata yang sudah beberapa hari ini tidak memberi kabar padanya.Mungkin wanita itu sibuk dengan mengurus Bi Sumi,atau mungkin dia sedang marah pada Kania.Bagaimanapun juga Bi Sumi terluka parah karena melindungi Kania dan anak anaknya.


Lelah rasanya jika dia harus menunggu kabar dari sahabat dekatnya itu,Kania akhirnya pergi keruang tengah dia berinisiatif untuk menghubungi Renata terlebih dahulu.


Tut...Tut...Tut...


Bunyi telfon tersambung,tak lama seseorang mengangkat telfon Kania.


"Hallo,"sapa Kania ramah.


"Hallo Kak,"sapa Dion balik.


"Apa kabar adik Kaka yang paling ganteng,"Kania menggoda adik laki laki semata wayangnya.


"Baik Kak,Kakak sendiri bagaimana?"Tanya Dion balik.


"Baik juga.Dian mana?"Kania menanyakan adiknya yang satu lagi.


"Dian sedang tidur Kak dengan Kak Renata,"sahut Dion.


"Kalau Bi Sumi?"Tanya Kania lagi.


"Bi Sumi juga masih tidur Kak belum bangun,"


"Oh,ya sudah kalau begitu.Tadinya Kakak mau ngobrol dengan mereka sebentar,"


"Nanti telpon saja lagi Kak,"Dion memberi saran.

__ADS_1


"Iya,nanti malam Kakak telpon lagi.Sudah dulu ya,"


"Iya Kak.Bye..."


"Bye...Bye..."


Kania menutup telpon,dia melirik kearah jam besar yang berdiri dipojokan ruang tamu.Waktu sudah menunjukan pukul 16.30 menit,tapi mereka belum juga bangun dari tidur siang.Mungkin semalam mereka habis begadang,atau terlalu asyik mengobrol sampai lupa waktu.


"Non,ini buahnya,"Isyana menaruh buah diatas meja.


"Kamu taruh saja diatas meja,"Perintah Kania.


"Iya Non,"


"Ngomong ngomong kemana Nenek?Aku belum melihat dia seharian ini,"ucap Kania.


"Nenek sedang pergi ke kantor bersama Tuan Muda Farel,katanya mereka mau bertemu dengan orang penting,"sahut Isyana.


"Orang penting siapa ya?Kenapa aku tidak diberitahu?"Kania merasa sedikit kesal.


"Sepertinya seorang detektif,Nenek menyewa detektif untuk menyelidiki kasus penembakan kemarin,"


"Ya...Tuhan,Nenek.Kenapa dia sampai seperti itu,"


"Tentu saja karena Nenek khawatir pada Anda dan anak anak Anda,Nenek sangat menyayangi kalian,


"Iya,aku tahu."


Malam hari.


Farel pulang dari kantor bersama dengan Nenek,Pria itu langsung masuk kedalam kamar menemui istrinya yang sedang beristirahat.


Diatas ranjang Kania asyik bermain ponsel,dia membuka aplikasi belanja online dan melihat lihat perlengkapan bayi.


"Kamu sedang melihat apa?Serius sekali,"Farel penasaran.Dia mendekati Kania dan melihat layar ponsel istrinya.Hamparan baju baju bayi super lucu terpajang fotonya disana.


"Kamu sedang cari baju baju bayi?"Tanya Farel sambil mengintip layar ponsel Kania.


"Iya,belanjanya online saja.Aku masih takut keluar rumah,"sahut Kania


"Terserah kamu saja,yang penting kamu happy,"Farel mengacak acak rambut Kania.


"Sayang,aku boleh tidak beli daster baru?Yang di lemari ukuranya sudah tidak muat,"Kania merengek manja.

__ADS_1


"Apapun yang kamu mau beli saja,jangankan daster,kapal selam kalau kamu mau juga boleh dibeli,"seloroh Farel asal.


"Idih,sayang.Sayang uangnya,nanti habis,"


"Uang yang aku miliki itu sama dengan cintaku padamu,tidak akan bisa habis dan tidak akan pernah ada limitnya,"


Kania melongo,dia membentuk bibirnya seperti huruf O.Kania tau Farel kaya,tapi dia tidak tau kalau Farel akan sekaya itu.Anak anak yang ada didalam perut Kania sangat beruntung,mereka akan lahir ditengah tengah keluarga Sultan.


Segala kemudahan ada untuk anak anak itu,apapun yang mereka mau sudah pasti akan selalu terpenuhi.Beda sekali dengan masa lalu Kania yang harus bekerja keras dahulu kalau menginginkan sesuatu,walaupun itu hanya untuk membeli sebuah permen.


"Ngomong ngomong keringatmu bau sekali,mandi dulu sana,"usir Kania.Wanita itu menutup hidungnya dengan telapak tanganya.


"Dulu kamu tidak pernah protes dengan bau badanku,aku jarang mandi juga kamu tidak masalah,"Farel cemberut.


"Itu dulu,sekarang aku sedang hamil.Anggap saja yang protes bukan aku,tapi anak anakmu ini."Kania menunjuk perutnya yang membuncit.


"Iya deh,aku mandi dulu."Farel pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setengah jam kemudian Farel keluar kamar mandi dengan keadaan segar.Rambutnya basah,tubuhnya juga basah.Kania menatap Farel dari jauh dengan tatapan ganas,seperti seekor kucing yang sedang lapar dan minta diberi makan.


Tanpa sadar,Kania menelan air liurnya,dia menggigit ujung bibirnya yang merah menyala.Sudah lama Kania dan Farel tidak melakukan aktifitas menyenangkan itu,semua untuk menjaga keamanan dan kenyamanan anak anak mereka yang sedang bertapa didalam perut.


Kania sangat rindu dengan sentuhan suaminya,dia juga rindu pada lenguhan merdu pria yang sangat dicintainya itu.


"Kania,kenapa kamu menatapku seperti itu?"


"Ah,apa?Itu,aku hanya sedang melamun saja,"Kania kikuk.Dia malu jika menjawab pertanyaan Farel secara jujur dan terus terang.Dia berpikir Farel akan menertawainya dan mengatai dia wanita genit.


Farel mendekati Kania,dia memandang wajah Kania dengan tatapan teduh sambil membelai mesra pipi Kania.


"Apa kamu sedang menginginkan itu?"Tanya Farel.Kania mengangguk pelan.


"Jujur saja,aku juga rindu melakukan itu.Usia kehamilan mu sudah lebih dari lima bulan,bagaimana kalau kita mencobanya pelan pelan?"Farel mencoba membujuk istrinya.


"Kamu tidak akan kuat menopang berat badanku,lihat besarnya sudah mirip dengan anakan gajah Afrika,"ucap Kania.


"Kata siapa aku tidak kuat?Aku kan punya dongkrak super.Jangankan anakan gajah,induk gajah pun aku kuat mengangkatnya,"celoteh Farel asal.


Kania tertawa terbahak bahak,bagaimana bisa pria itu menyamakan barang miliknya dengan sebuah benda yaitu dongkrak.Pakai acara embel embel super lagi🤪


Kania tidak kuat menahan serangan godaan dari suaminya,pertahanannya runtuh.Akhirnya setelah mereka melakukan puasa selama beberapa bulan aktifitas menyenangkan itu bisa mereka lakukan kembali.


--->🌻🌻🌻🌻🌻<---

__ADS_1


Meskipun terlihat sederhana,merayu pasangan dengan kata kata manis ternyata bisa menambah keharmonisan dan keromantisan suatu hubungan.Tapi jangan berlebihan ya,nanti pasangan ilfil.


Author.


__ADS_2