Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 85


__ADS_3

Renata pulang kerumah dengan senyum tipis,semua karena bantuan uang yang Farel berikan untuk melakukan program hamil.Pasangan itu selalu saja baik padanya,dia harus berterimakasih pada Tuhan karena telah dipertemukan dengan orang baik seperti mereka.


Tiba dirumah,Renata melihat Rio sedang mulai membuka tokonya.Dia menyapu,mengepel dan membersihkan debu yang menempel di rak display.


Sekilas,Renata bisa tau kalau suaminya kelelahan.Pelanggan setia toko itu makin hari makin bertambah,dan dia selalu melakukan segalanya seorang diri.


Pendapatan toko itu terus meningkat dari bulan ke bulan.Renata sudah bisa memperkerjakan pegawai untuk membantu suaminya,agar pria itu tidak terlalu lelah dengan pekerjaannya di toko.


"Aku pulang,"ucap Renata.


Rio menoleh dan tersenyum kepada istrinya.Baru tidak bertemu satu hari rasanya seperti sewindu,bisa melihat wajah manis wanita itu lagi membuat hati Rio tenang.


"Aurel mana?"Tanya Rio.


"Sudah dijemput oleh orangtuanya,"sahut Renata.


"Yah,rumah ini jadi sepi tanpa adanya dia,"Rio mendengus sedih.Rupanya Rio telah jatuh hati pada kepolosan dan tingkah lucu Aurel.


"Tidak perlu sedih begitu,aku yakin tidak lama lagi kita akan memiliki seorang anak yang sama menggemaskannya dengan Aurel,"


"Amin,"


Oh iya...Aku punya kabar gembira untukmu,"lanjut Renata.


"Kabar apa?"Rio penasaran.Dia meletakan kembali sapu dan serokan yang tadi baru diambilnya.


"Farel memberi kita suntikan dana untuk program hamil besok,"wajah Renata terlihat begitu senang.Dia merasa telah diberi rejeki oleh Tuhan lewat jalan yang tidak disangka sangka.


"Oh ya?Syukurlah kalau begitu.Program hamil memang memerlukan uang yang tidak sedikit,dan keuangan keluarga kita belum stabil,"Rio ikut senang untuk Renata.


"Selalu ada rezeki untuk orang orang yang berniat baik,kita harus sering sering bersyukur,"Lanjut Rio sambil menggandeng Renata dan mengajaknya masuk kedalam rumah.


Rio lapar,dia tidak bisa memasak apapun.Sejak tadi,belum ada penjual makanan yang lewat didepan rukonya itu.


Rio meminta Renata untuk membuat sesuatu untuk mengganjal perutnya yang lapar.Renata cemberut,apa itu saja fungsi seorang istri dimata suami?Menjadi koki pengobat lapar?Dasar pria manja,tinggal pesan lewat aplikasi pengantar makanan juga makananya datang sendiri.


"Jangan cemberut dong,nanti cantiknya hilang,"goda Rio.

__ADS_1


"Bagaimana tidak cemberut?Baru datang sudah diminta memasak.Padahal kamu bisa beli sendiri lewat aplikasi,"sindir Renata.


"Kalau beli rasanya kurang mantap,tidak seenak makanan buatan kamu,"Rio tertawa.Dia senang kalau Renata sedang ngambek,saat itu aura kecantikannya makin terpancar.


Baru tidak bertemu satu hari saja,Rio sudah merasa rindu.Rindu pada ocehan Renata,pada wajah cemberutnya dan marahnya.Oleh karena itu Rio langsung menggoda istrinya dengan kata kata manis yang menggelitik.


"Idih,gombal!"Renata memajukan bibirnya beberapa senti kedepan.


Renata memakai celemek,dia bersiap untuk bertempur didapur.Pagi ini dia akan memasak nasi goreng saja,kebetulan sayuran di kulkas habis dan dia belum sempat untuk berbelanja.


Trang...Trang...Trang...Bunyi alat masak yang saling berbenturan.Setelah berkutat kurang lebih Setengah jam,dua piring nasi goreng akhirnya tersaji diatas meja makan.


"Hemhmmm...Wanginya menggoda iman,"celoteh Rio.


"Jangan banyak membual,bacalah doa dulu baru makan,"ucap Renata.


"Siap Nona,"Rio memejamkan kedua matanya dan membaca doa sebelum makan.


*


*


*


Laura terus menceritakan keseruannya saat menginap dirumah Kania.Dia bercerita tentang adik kembar yang lucu dan menggemaskan,juga adik adik Kania yang ternyata kembar juga.


Aurel berceloteh,dia ingin dibuatkan adik yang kembar juga seperti mereka.Dion tertawa melihat tingkah lucu anak itu,bagaimana bisa mereka memberikan Aurel adik kembar?Turunan kembar saja tidak ada.


"Satu saja sudah merepotkan,apa lagi kalau punya kembar.Kamu tidak tau betapa repot nya mengurus anak bayi baru lahir,"ucap Cindy.Dia berkaca pada pengalamannya sendiri,sejak melahirkan selalu mengurus bayinya seorang diri tanpa bantuan orang lain.


"Tenang saja,aku akan menyewa baby sitter untuk membantumu,"Dion menepuk pundak Cindy pelan.


"Iya baiklah,kalau begitu kita harus rajin berperang agar adik Aurel cepat jadi,"ucap Cindy asal.


"Aku suka yang satu itu,"Dion tertawa senang.Dia selalu bersemangat jika membahas masalah perang ranjang.


Meski bukan perawan,Cindy berhasil membuat Dion ketagihan.Dia benar benar telah merawat asetnya dengan baik,hingga membuat sang suami mabuk kepayang.

__ADS_1


Cindy merasa lega karena Kania mau bersikap baik pada anaknya.Terbukti Aurel merasa nyaman dan betah berlama lama disana.Hanya saja masih ada satu yang dia khawatirkan,yaitu jika Dion mengetahui kebenaran Aurel anak Farel.Apakah dia masih mau menerima Aurel dengan baik?Apakah dia masih mau menjadi suaminya?


Aurel mengajak Dion bermain kuda kudaan,Dion merangkak dilantai dengan Aurel duduk diatasnya.Akhirnya Aurel bisa merasakan yang dirasakan oleh teman temanya,dia bisa merasakan indahnya bermain dengan Ayah.


Meskipun hanya Ayah sambung,Dion menyayangi Aurel dengan tulus.Dia selalu memperlakukan Aurel dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Dengan keluarga yang lengkap,Aurel tidak akan lagi merasa sedih karena tidak memiliki Ayah.Yang pasti tidak akan ada teman temanya yang berani membuli dia lagi karena sudah ada sosok Ayah yang akan selalu membelanya.


*


*


*


Kania membuka mata,dia menatap testpack yang memiliki garis dua.Tubuhnya terasa lemah,jantungnya berdegup tak beraturan.Dia hamil lagi,padahal ketiga anaknya masih kecil.Bagaimana kalau anak yang dikandungnya itu kembar lagi?Mengurus anak tiga saja sudah pusing apa lagi mengurus anak enam?


"Kania?Bagaimana hasilnya?"Farel terlihat sangat antusias.


"Aku hamil,"Kania menangis terisak Isak.


"Yes,aku akan punya anak lagi,"Farel menari dan bergoyang ala artis dangdut.


Tiba tiba saja Bi sumi berdiri didepan pintu kamar Kania yang terbuka.Dia tertawa melihat tingkah konyol majikanya.


"Kelihatanya Tuan sedang senang,baru dapat arisan kah?Boleh dong ajak saya makan diluar,"canda Bu Tina.


"Aku memang sedang senang,tapi bukan karena baru dapat arisan.Kania hamil lagi,"ucap Farel lantang.


"Hamil lagi?Wah..Tambah rame rumah ini.Selamat ya Tuan,Nona,"Bu Tina ikut senang mendengar kabar bahagia dari majikannya.


Kania bergelayut manja pada pintu kamar mandi,dia merasa senang tapi juga merasa sedih.Renata yang akan melakukan program hamil,tapi kenapa malah dia yang hamil?Kania menyesal karena tidak memakai pengaman,semua gara gara omongan Ibu Ibu komplek membuat cerita cerita seram tentang efek KB jangka panjang.


"Kania,hamil itu anugrah.Kamu harus bisa menerima dengan baik dan senang hati.Kamu tenang saja,aku akan membantu kamu mengurus anak anak kita,"Farel mencoba membesarkan hati istrinya.


"Janji ya,kamu akan membantu mengurus anak anak?"


"Iya,aku janji,"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2