Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
63


__ADS_3

Di kantor.


Farel mendapat kiriman makan siang dari seseorang,dia mengira makanan itu adalah kiriman dari sang istri.Hatinya merasa sangat senang dan berbunga bunga,terlebih,mereka berdua baru saja bertengkar kemarin karena ulah Sekar.


Farel membuka kotak makan itu,ada nasi,ayam goreng,sambal dan aneka lalapan.Aromanya tercium sangat wangi,sudah pasti rasanya akan sangat enak.Usai mencuci tangan dan membaca doa,Farel langsung menyantap makanan tersebut.


Beberapa menit kemudian,Farel merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.Suhu tubuhnya naik,dia merasa panas dan gerah.Tak hanya itu,hasrat Farel meninggi dan keinginannya untuk bercumbu muncul.


"Sial! Ada yang mengerjai aku,"batin Farel.


Seorang wanita masuk kedalam ruangan Farel dengan mulus.Dia melangkah menghampiri Farel yang sedang sibuk menenggak air es untuk menurunkan panas tubuhnya.


"Apa ada yang bisa aku bantu?"Tanya seseorang.Farel menoleh,dia kaget saat mendapati Sekar tengah berdiri dibelakangnya.


Sekar menyentuh dada bidang pria itu,mencium area leher dan cuping telinga.Meski sempat memejamkan mata,Farel langsung tersadar dan mendorong Sekar hingga terjatuh ke lantai.


"Apa apaan kamu!"Hardik Farel.


Tidak menyerah,Sekar mencopot tiga kancing kemeja bagian atasnya dan menempelkan dirinya kepada tubuh Farel.


"Menjauh dariku!"Usir Farel.


Sekar langsung menyambar bibir tipis Farel dan menyudutkannya ketembok.Sebagai seorang pria normal,hasrat Farel terpancing.Tapi dia tetap berusaha untuk menjaga kewarasan otaknya.


Inisiatif yang sangat berapi api itu mengingatkan Farel kepada Angela,hanya dia dan Kania yang mengetahui titik titik sensitif pada tubuhnya.Jangan jangan,Sekar adalah Angela?


Brak....


Seseorang mendobrak pintu dan membuat mereka berdua menyudahi aktifitasnya.Farel dan Sekar menoleh kearah pintu,dia melihat Kania dan Rio sedang berdiri disana.


Kania memperhatikan kemeja Sekar yang sudah hampir terlepas,begitu juga dengan kemeja yang suaminya kenakan.Hatinya terasa hancur seperti piring yang sengaja dibanting kelantai dengan kasar.


"Farel,aku benci padamu!"Teriak Kania.Usai meluapkan emosinya,wanita itu pergi melarikan diri entah kemana.


Farel buru buru merapihkan pakaiannya,dia meminta Rio untuk mengurus wanita yang kini sedang berdiri didepannya dengan pakaian yang hampir terlepas.Rio mematuhi perintah Farel,dia menutup bagian atas tubuh Sekar dengan selembar kain gorden dan menyeretnya keluar secara kasar.


"Lepaskan aku!"ucap Sekar.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu,aku akan memasukan kamu kedalam gudang dan mengurung mu sampai otakmu yang miring itu bisa jadi lurus,"ucap Rio emosi.Rio memasukan Sekar kedalam mobil,lalu membawanya pergi ketempat yang pernah digunakan oleh Farel untuk menghukum Thomas.


Sementara Farel berlari mengejar Kania,dia mencari ke setiap sudut lingkungan kantor.Tapi sosok wanita cantik itu tidak terlihat,mungkin dia sudah pergi melarikan diri dengan menaiki Taxi.


Tut...Tut..Tut...


Bunyi suara telfon tersambung,Farel menelfon Kania berkali kali tapi wanita itu tidak mau mengangkatnya.Kesal,Farel membanting ponselnya ke aspal hingga hancur berantakan.


"Kania,kamu pergi kemana?Aku bahkan belum sempat menjelaskan segalanya padamu,"gerutu Farel lirih.


*


*


*


Disalah satu sudut kamar Hotel Kania menangis tersedu sedu.Dia ingin bersembunyi ditempat itu untuk sementara waktu agar bisa menenangkan diri.


"Kania,berpikirlah dengan jernih.Farel dijebak oleh wanita itu,dan kamu mengetahuinya,"ucap Kania pada diri sendiri.


"Tapi,kenapa pria itu terlihat sangat menikmatinya?Apa pelayanan ku untuknya kurang begitu memuaskan?"gerutu Kania kesal.Dia merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa memberi suaminya kepuasan.


Farel memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi,sesuai dengan instruksi dari Bos Farel.Dia tetap nekat melakukanya meskipun kondisi jalanan saat itu sedang tidak sepi.Rio lebih takut dipecat oleh Farel dari pada mengalami kecelakaan lalu lintas.Terlebih,Farel terlihat sangat menyeramkan saat sedang marah dan emosi.


Mobil yang mereka tumpangi tiba didepan Hotel,segera Farel masuk kedalam Hotel berbintang itu untuk mencari keberadaan istrinya.Setelah bertanya pada petugas reservasi,Farel akhirnya tau nomor kamar tempat Kania menyembunyikan diri.


Ting...Tong...


Bel berbunyi,Kania menyeka air matanya dan bergegas untuk membuka pintu kamar tersebut.


Ceklek,


Pintu kamar terbuka lebar,Farel langsung merangsak masuk kedalam kamar dan menekan tubuh istrinya ke tembok.


Kania cemberut,belum juga 24 jam melarikan diri pria itu sudah berhasil menemukanya dan menangkapnya.Menyebalkan sekali!


"Dengar penjelasan ku.Aku dijebak oleh wanita itu,aku pikir kamu yang mengirim makan siang untukku ternyata bukan.Dia sudah memasukan.."Penjelasan Farel terpotong oleh Kania.

__ADS_1


"Aku tau.Aku melihatnya memasukan sesuatu ke makanan itu saat dia baru membelinya.Kebetulan,dia membeli makanan di restoran yang sama denganku,"tutur Kania.


"Lalu,kenapa kamu kabur dan marah padaku?Bahkan sampai bersembunyi seperti ini,"Farel menatap aneh.


"Aku kesal,kamu terlihat begitu menikmati cumbuan wanita j*lang itu,"tuduh Kania.


"Itu karena pengaruh obat Kania,bukan dari hati!"Farel memberi sebuah alasan yang pasti.


"Bohong! Bilang saja kamu tidak puas dengan pelayanan ku saat ini,iya kan?"Kania tidak percaya.


"Terserah kamu saja,yang penting aku sudah bicara jujur padamu."Farel mengalah.Dia mengakhiri pertengkarannya dengan sang istri.


Farel mengajak Kania pulang,tapi wanita itu menolak.Bukan Farel namanya jika dia tidak bisa memaksa Kania untuk patuh padanya.


Usai meminta Rio untuk menunggu,Farel menutup pintu kamar hotel dan menguncinya dari dalam.


"Mau apa kamu?"Kania mundur beberapa langkah.


"Memberimu pelajaran,"Farel membuka seluruh pakaian yang melekat pada tubuhnya.


Pergulatan menyenangkan itu akhirnya terjadi,bahkan hingga berkali kali.Kania yang kelelahan akhirnya meminta ampun dan menyerah pada kekuatan suaminya.


"Masih menolak untuk pulang?"Tanya Farel.


"Tidak,aku akan pulang bersamamu,"ucap Kania terengah-engah.


"Bagus.Kalau kamu masih keras kepala juga,aku akan mengajakmu bergulat lagi,"ancam Farel.


"Cukup! Aku sudah tidak sanggup!"Kania melambaikan tangan keatas.


"Efek obat itu lumayan juga."Farel tersenyum senang karena telah berhasil mencapai kepuasan hingga berkali kali.


Didalam mobil.


Kania menyenderkan tubuh lelahnya di jendela.Dia terlihat seperti orang gila karena rambut panjangnya yang acak acakan dan wajahnya yang pucat.


"Apa Nona sakit?"Tanya Rio sambil terus mengemudi.

__ADS_1


"Iya,aku sakit.Tubuhku dibuat sakit semua oleh Bos mu yang budiman itu,"seloroh Kania asal.


Farel menjewer telinga istrinya,dia merasa hal seperti itu harusnya tidak diceritakan kepada orang lain.Apa lagi kepada bawahanya.


__ADS_2