
Pesta pernikahan Renata dan Rio berlangsung meriah,mereka mengundang banyak tamu undangan.Mulai dari tetangga,kerabat dekat,teman sekolah sampai rekan kerja mereka dulu.
Senyum ceria mengembang di wajah kedua mempelai,keduanya saling tatap dan tersipu malu.Tubuh mereka mungkin sedang ada ditempat itu tapi percayalah isi kepala mereka sudah melayang ke tempat lain.
"Ini dariku,"Maria memberi sebuah voucher menginap di Hotel berbintang selama dua hari dua malam.
"Terimakasih Nyonya,saya akan memanfaatkanya dengan baik,"ucap Rio.
"Hasilkan cucu untukku disana ya,"Maria melirik kearah Renata.
"Uhuk...Uhuk..."Rio berpura pura batuk untuk menutupi rasa groginya.
Diujung sana,Kania sedang sibuk mencicipi aneka makanan pencuci mulut.Ada potongan buah,ice cream,puding,dan lain sebagainya.Dia juga mengambil beberapa gelas es seperti es buah,es kelapa dan es podeng.Akhir akhir ini Kania memang jadi suka memakan makanan dan minuman serba manis.
Farel datang mendekati Kania.
"Kurangi makan dan minum yang manis manis,nanti berat badanmu naik,"bisik Farel.
"Tak apa apa,nanti kalau sudah selesai memberi asi aku bisa ikut program diet,"sahut Kania santai.
"Lalu bagaimana kalau program diet itu gagal?"Farel mencoba menakut nakuti.
"Terima nasib saja.Ha...Ha...Ha..."Kania menutup mulutnya dengan telapak tangan.
Menasehati Kania itu sama saja dengan menyakiti diri sendiri,selain jarang mendengarkan nasihat orang lain Kania juga tipe wanita keras kepala yang sulit untuk diberi nasehat.
Memakan makanan favorit sama dengan bahagia,bahagia sama dengan sehat,jika kamu ingin hidup sehat maka makanlah makanan Favoritmu dengan lahap.π€ͺβοΈ
Selesai makan,Kania bergegas mencari keberadaan Bi Ani untuk mencari tau keadaan anak anaknya.Dari jauh,Kania melihat Baby sitter itu sedang mengobrol dengan wanita cantik dan berbodi menarik.
"Bi,"Panggil Kania.
"Iya Non,"
"Anak anak mana?"Tanya Kania.
"Dibawa tuan Farel dan Nenek Maria ke sana,"Bi Ani menunjuk ke suatu arah.
"Siapa dia?"Tanya wanita cantik yang sedang berbincang dengan Bi Ani.
"Dia majikan saya,istri Tuan Farel,"sahut Bi Ani memperkenalkan Kania.
"Oh,hallo,"sapa wanita itu pada Kania.
"Hallo,Anda siapanya Bi Ani?"Tanya Kania.
"Saya pemilik yayasan tempat Bi Ani bernaung,nama saya Sekar."
__ADS_1
"Oh,begitu,"
"Bagaimana dengan hasil kerja Bi Ani?"Tanya Sekar lagi.
"Saya puas sekali dengan kinerjanya,dia baik,rajin dan sabar sekali dalam mengurus anak anak,"ucap Kania panjang lebar.
"Syukur deh kalau begitu,"Sekar menyunggingkan senyum masam.
Entah kenapa,Kania merasa tidak asing dengan suara wanita itu.Terlebih melihat ekspresi wajah wanita itu yang seolah sedang membencinya dalam senyum,padahal mereka berdua tidak saling kenal sebelumnya.
Bi Ani tampak begitu akrab dengannya,jika firasat Kania benar maka dia harus mengawasi gerak gerik Bi Ani juga.Mencegah itu lebih baik daripada menyesali.Kania tidak mau menyesal karena telah teledor dalam menjaga dan merawat anak anaknya.
"Aku kesana dulu ya,"pamit Kania.Bu Ani dan Sekar menganggukkan kepala.
Kania menghampiri Farel dan Nenek Maria yang sedang asik mengajak anak anaknya bermain di baby walker.Sesekali dia menoleh kebelakang untuk melihat apakah Bu Ani dan Sekar sedang memperhatikannya,dan ternyata iya.Mereka berbincang sambil terus memperhatikan Kania dari jauh.
"Kamu kenapa?Kenapa wajahmu jadi cemas seperti itu?"Tanya Farel.
"Aku merasa ada yang tidak beres dengan Bi Ani,dia dan pemilik yayasan itu terlihat mencurigakan,"ucap Kania.
"Jangan berprasangka buruk pada orang lain,"Farel memberi masukan.
"Feeling seorang Ibu tidak akan salah Farel!"Kania marah.
*
*
*
Beberapa hari ini Dian dan Dion Ikut dengan Kania,Kania tidak mau kedua bocil itu mengganggu pasangan pengantin baru untuk bermesraan.
Didalam mobil.
"Kak,besok yang mengantar jemput kami ke sekolah siapa?"tanya Dion.
"Kak Farel lah,masa Kakak?Kalian kan tau Kakak tidak bisa membawa sepeda motor,apa lagi mobil,"sahut Kania.
"Kalau kak Farel sedang sibuk bagaimana?"Tanya Dian.
"Kalau Kak Farel sibuk,biar supir pribadi nenek yang mengantar jemput kalian,"sambung Maria.
"Terimakasih ya nek,"ucap Dian.
"Sama sama sayang,"Maria mengelus rambut dia bocah yang duduk disisi kanan dan kirinya itu.
Tiba dirumah,Kania langsung mengantar kedua adiknya ke kamar tamu.Dian dan Dion memperhatikan seisi ruangan itu dengan takjub.
__ADS_1
"Kamar tamu saja seperti kamar Hotel,"bisik Dian kepada Dion.
"Kakak baru merenovasi kamar ini kemarin,bagaimana?Suka tidak?"Tanya Kania pada dua adiknya.
"Suka,suka sekali.Tapi..."Ucap Dion terputus.
"Tapi kenapa?"Kania penasaran.
"Kamar ini terlalu besar,kami takut kalau hanya tidur berdua saja,"celoteh Dion.Dian mengangguk sebagai pertanda menyetujui perkataan saudara kembarnya.
"Kamu tenang saja,nanti Kak Farel akan menemani kalian tidur,"Kania tersenyum.Dian dan Dion menarik nafas lega.
Kedua bocil itu memang sedikit penakut,entah dari mana penyakit penakut itu menurun.Yang jelas bukan dari Kania,karena Kania bukanlah wanita penakut.
Dian dan Dion mandi secara bergantian,Kania menunggu mereka sampai selesai mandi dan siap untuk pergi tidur.Farel masuk ke kamar itu,dia sudah bersiap dengan piyamanya.
"Aku titip adik adiku ya,"ucap Kania.
"Iya.Tapi apa kamu tidak repot mengurus tiga anak sendirian malam ini?"Tanya Farel.
"Tidak,mereka akan nurut sama mamanya kalau papanya tidak ada,"ucap Kania.
"Kalau perlu bantuan telfon ya,aku pasti akan segera datang,"pinta Farel.
"Oke,"Kania mengacungkan jempol kananya.
Kania pergi meninggalkan kamar adik adiknya,dia bersiap naik ke lantai atas untuk menemani anak anaknya yang sedang tidur dengan nenek Maria.
Tiba tiba Bi Ani memanggil Kania,dia berjalan sedikit cepat.
"Ada apa Bi?"Tanya Kania.
"Apa perlu saya tidur menemani Non?Takutnya Non repot menjaga anak anak sendirian malam hari,"Ucap Bi Ani.
"Tidak perlu Bi,kan ada Nenek juga disana,"Tolak Kania halus.
"Tapi beliau sudah tua,takutnya Nenek tidak bisa membantu,"ucap Bi Ani.
"Terimakasih Bi,Bibi perhatian sekali.Tapi sepertinya aku bisa sendiri,"tolak Kania lagi.
"Ya sudah kalau begitu,kalau ada apa apa panggil saya saja ya Non,pesan Bi Ani.
"Siap,"ucap Kania.
Sekilas,Bi Ani terlihat seperti baby sitter yang selalu siap siaga untuk anak anak yang diasuhnya.Mungkin yang dikatakan Farel benar,Kania tidak boleh terlalu berburuk sangka pada orang lain terutama pada Bi Ani.
--->π»π»π»<---
__ADS_1
Hindari berprasangka buruk pada orang lain.Kalau salah,akan mendapat dosa.Kalau benar,tidak akan mendapatkan apa apa selain meningkatkan kebiasaan buruk.
Author.