
Hari yang paling ditunggu dalam hidup Renata tiba,hari dimana Rio dan keluarganya akan datang kerumahnya untuk melamarnya.Dikamar,Renata sudah siap dengan gaun dan make up super cantik.Didapur,aneka kue dan makanan berat sudah tersaji dengan apik.
Sementara itu disalah satu sudut kamar Bi Sumi menangis tersedu sedu.Anak semata wayangnya akan dilamar oleh seorang pria,pada akhirnya dia akan sendirian dan kesepian.
Ketakutan akan ditinggal oleh sang anak mulai menggelayuti pikiran Bi Sumi.Hal yang lumrah jika seorang wanita akan pergi bersama suaminya setelah menikah,tapi semua Ibu yang memiliki anak perempuan pasti pernah merasakan ketakutan itu.Butuh proses yang cukup panjang agar diri sendiri bisa menerima kenyataan bahwa anak yang dicintainya akan membagi cintanya untuk suaminya,tidak hanya untuk Ibunya saja.
"Bi sumi,sedang apa Bibi di sini?"Tanya Kania.Bi Sumi langsung buru buru menyeka air mata,melihat hal itu Kania langsung berjalan mendekati Art nya.
Kania memeluk tubuh Bi Sumi,dia mengusap punggung wanita paruh baya itu pelan pelan.
"Alangkah beruntungnya Renata saat hendak menikah masih memiliki orang tua yang menangisinya,sementara aku?"Kania ikut menangis.
"Tapi Nona masih punya Bibi,Bibi juga menangis saat melihat Nona menikah dengan Tuan Farel,"ucap Bi Sumi.
"Kita harus berhenti menangis sekarang juga,kalau tidak make up kita akan rusak dan wajah kita terlihat jelek dihadapan keluarga Rio nanti,"ucap Kania asal sambil memegangi pipi Bi Sumi.Bi Sumi hanya tersenyum kecil sambil mengangguk.
"Bi,Bibi tidak akan kehilangan siapapun setelah Renata menikah.Bibi akan pensiun kerja dan tinggal bersama Renata juga Rio.Aku sudah menemukan tempat tinggal baru yang cocok untuk kalian,tapi,"wajah Kania berubah sedikit murung.
"Tapi kenapa Non?"Bi Sumi penasaran.
"Bisakah kalian semua mengajak Dian dan Dion tinggal bersama?Mereka masih menolak untuk tinggal bersamaku,"lanjut Kania.
"Tentu saja bisa Non,mereka juga bagian dari keluarga kami.Terlebih Nona sudah begitu baik,mau membelikan putri Bibi sebuah hunian,"ucap Bi Sumi.Dia membelai lembut rambut Kania.
"Terimakasih,"ucap Kania.
"Tidak,seharusnya Bibi yang mengucapkan terimakasih."Sahut Bi Sumi.
Keduanya kembali saling berpelukan,setelah itu mereka pergi ke kamar sebelah untuk melihat Renata.
Gadis itu sedang sibuk berputar putar didepan cermin,menari nari seperti seekor kupu kupu yang sedang mencari sekuntum bunga.Senyum bahagia merekah di wajahnya,menambah pesona yang sudah terpancar disana.
"Cie,yang mau dilamar,"goda Kania sambil mendorong pintu.Renata melompat kaget,dia langsung menutupi wajahnya dengan tangan karena malu.
"Tidak perlu malu,seperti sama siapa.Ini kan aku,temanmu,"Kania mengalungkan tangannya di leher Kania.
__ADS_1
"Mana anak anakmu?"Tanya Renata.Dia sedang mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Didepan,sama Farel,Nenek dan Bu Ani.Ayo cepat keluar,sebentar lagi Rio datang loh,"ucap Kania.
"Bagaimana ini?Aku masih deg degan,"Renata menghentak hentakan kakinya ke lantai.
"Tarik nafas yang panjang,hembuskan secara perlahan,"sambung Bi Sumi.
Renata melakukan saran dari sang Ibu beberapa kali,perasaanya pun berangsur angsur membaik.Dia sudah tidak terlalu gugup seperti tadi.
*
*
*
Rio tiba,dia mengajak tiga orang laki laki bersamanya.Tidak banyak barang bawaan yang Rio bawa,hanya satu set perhiasan,satu set pakaian,satu set make up,satu parcel buah buahan dan satu parcel berisi aneka kue.
Bi Sumi menyambut kedatangan calon menantunya dengan gembira dan Farel menjadi juru bicara perwakilan dari keluarga Renata.Saat rundingan kedua belah pihak selesai,Renata keluar dari kamar untuk saling bertukar cincin dengan Rio.
Rio melongo saat melihat Renata memakai gaun dan riasan sedikit tebal,dia terlihat sangat cantik dan juga anggun.Rio tidak menyangka gadis polos yang sedikit pendiam itu jika disulap bisa berubah menjadi peri.
"Rio,hati hati.Matamu bisa lepas dari tempatnya,"sindir paman Rio sambil menepuk pundak Rio.Renata tersenyum mendengar hal itu begitu juga dengan Rio.
Rio membuka sebuah kotak perhiasan,dalam kotak itu tersedia sebuah kalung,gelang,anting dan cincin.Komplot seperti permintaan Renata waktu itu.
"Kamu benar benar menuruti kemauanku?"Ujar Renata.
"Tentu saja,apa yang tidak aku lakukan untukmu?"Ucap Rio renyah.
Acara lamaran selesai,tanggal pernikahan juga sudah ditentukan.Saatnya Bi Sumi menjamu para tamu undangan dengan makanan dan minuman yang sudah dia sediakan sejak tadi.
Ada menu nasi padang,siomay,es kopyor,buah potong,aneka kue dan lain lain.Bi Sumi tidak memiliki waktu untuk memasak,dia memesan semua makanan itu lewat aplikasi online.
"Masakan ini enak,tapi rasanya sedikit berbeda,"celoteh Kania.
__ADS_1
"Bibi tidak sempat memasak,jadi Bibi memesan semua makanan ini via online.Asal Nona tau,dengkul Bibi rasanya lemas sekali.Besok kalau putri Anda bertunangan dan menikah,Anda juga akan merasakannya,"ucap Bi Sumi.
"Kalau Kania sepertinya tidak hanya lemas saja,tapi juga menangis tiga hari tiga malam,"sambung Farel.Seketika rumah itu dipenuhi oleh suara gelak tawa.
Saat yang lain asyik mengobrol,Renata memberi kode pada Rio untuk bicara empat mata.Renata keluar ke teras rumahnya dan Rio mengikutinya dari belakang.
"Ada apa?"Tanya Rio.Renata menghidupkan kamera ponselnya dan langsung mengajak Rio untuk berfoto selfi.
"Aku ingin mengunggah foto foto ini ke sosial media,agar teman temanku tau kalau aku sudah memiliki tunangan,"Renata terlihat begitu bersemangat.
"Iya,terserah kamu saja,"Rio mengusap pucuk kepala Renata pelan.
"Ngomong ngomong besok kita mau pakai adat apa?"Tanya Renata.
"Terserah Nyonya Maria saja,kan dia yang menanggung semua biaya pernikahan kita,"sahut Rio.
"Boleh tidak ya kalau aku request?"Tanya Renata lagi.
"Pasti boleh,kamu bicara sendiri saja langsung.Kalau tidak ya lewat Nona Kania,"Rio memberi saran.
"Kamu benar juga,"
Cup,,,
Tiba tiba Rio mencium bibir Renata sekilas.Tak disangka,Renata menarik lengan Rio dan menciumnya balik.Tak lama,Rio menyudahi aktifitas menyenangkan itu,dia takut ada orang yang melihat terlebih dirumah renata sedang ada banyak orang.
"Ko sebentar sekali?"Renata merengek seperti anak kecil.
"Malu,takut dilihat orang,"ucap Rio
"Cuek saja,toh kita tidak merugikan orang lain,"Renata cemberut.
"Sabar ya,seminggu lagi.Kita bisa melakukan apapun sepuas hati,besok jangan bosan bosan ya,"ledek Rio.Dia mengedipkan matanya sebelah.
--->🌻🌻🌻<---
__ADS_1
Cara seorang pria membuktikan ketulusan cintanya adalah dengan datang kerumah dan melamar kekasih hatinya.Jika ada pria yang tidak kunjung memberimu kepastian dan terus meminta untuk menunggu,bisa dipastikan pria itu tidak tulus atau belum cukup fulus🤪✌️
Author.