Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 62


__ADS_3

Tengah malam,ponsel Farel terus berdering.Kania terbangun dari tidurnya dan mengangkat telfon yang masuk ke nomor suaminya.


"Sayang,sudah tidur belum?"Suara manja itu terdengar nyaring dari balik telfon.


Darah Kania mendidih,rasa dongkol dan sakit berkecamuk didalam hati.Pria yang selama ini begitu dia puji kesetiaannya ternyata memiliki wanita simpanan lain.Kania diam mematung,dia terus mendengar ocehan wanita asing dibalik telfon itu.


"Week end besok,datang ke cafe ku lagi ya?Aku akan menyiapkan private room yang nyaman untuk kita berdua,"lanjut wanita itu dengan nada manja dan menggoda.


"Datang lagi?Privat room?Mereka sudah memiliki hubungan sejauh itu kah?"Batin kania.


Kania mematikan telfon,dia membanting telfon itu kelantai dan membuat Farel terbangun karena kaget.Farel terduduk,dia mengucek kedua matanya yang masih mengantuk.


"Sayang,ada apa?"Tanya Farel khawatir.


"Kamu punya selingkuhan diluar sana?"Tanya Kania balik.


"Astaga,kamu ini kenapa?Kesurupan hantu gurun kah?Tiba tiba menuduh suami sendiri selingkuh!"Celoteh Farel asal.


"Aku tidak asal tuduh! Tadi ada wanita ganjen yang menelfon dan berkata dia menunggumu datang ke cafe miliknya,dia akan menyiapkan privat room yang nyaman untuk kalian berdua.Dia selingkuhan kamu kan?"Tuduh Kania.


"Wanita gila itu,benar benar ya!"gerutu Farel lirih.


"Siapa yang kamu sebut wanita gila?"Tanya Kania.


"Dia Sekar,wanita yang aku tolong tempo hari.Dia selalu mengejar ngejar aku seperti orang gila,dia bukan selingkuhan ku dan aku tidak punya selingkuhan!"Farel membela diri.


Kania menangis,dia sangat ingin mempercayai kata kata suaminya tapi sangat sulit.Batin Kania sudah terlanjur sakit dan terluka parah.


Kania mencoba mengatur nafasnya dan mengendalikan amarah yang sedang menyelimuti hatinya.Dia harus tetap tenang agar tidak termakan oleh emosi.


Bagaimana jika Farel tidak bersalah?Bagaimana jika yang dikatakan oleh Farel adalah kebenaran?Sebelum menentukan bukti yang paten,Farel masih layak diberi kesempatan untuk lepas dari segala tuduhan dan kecurigaannya.


Farel turun dari ranjang,dia memeluk Kania dan mengelus punggungnya pelan.


"Percayalah padaku,aku tidak akan pernah mengkhianati kamu,"bujuk Farel dengan nada lemah lembut.


"Baiklah,aku akan mencoba untuk percaya padamu.Tapi jika kamu berkhianat,aku tidak akan segan segan untuk meninggalkanmu,"ancam Kania.


"Itu tidak akan pernah terjadi,"Farel mencium pucuk kepala istrinya.Dia mengajak wanita itu untuk naik keatas ranjang dan melanjutkan tidur.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Rio mengajak Farel untuk bicara empat mata,sepertinya dia mengetahui informasi yang sangat penting dan tidak ingin ada yang tau selain bosnya seorang.Farel mengajak Rio untuk pergi keruang pribadinya.


"Apa kamu sudah menemukan informasi tentang wajah baru Angel?"Tanya Farel.


"Belum,banyak orang yang membantunya untuk lepas dari segala tuduhan.Ayahnya benar benar memanfaatkan kekuasaan dan hartanya dengan baik,"sahut Rio.


"Sial!"Alex mengepalkan kedua telapak tanganya dan memukul meja.


"Tapi tenang saja Tuan,Nona Hanum sudah menemukan titik terang.Besok,dia akan mengajakku untuk pergi memata matai orang yang menurutnya adalah Angela,"tutur Rio pandang lebar.


"Baiklah,aku percayakan segalanya pada kalian berdua."Ucap Farel pasrah.


"Oh,ya.masih ada satu tugas lagi untukmu,"Farel mengingat sesuatu.


"Tugas apa?"Tanya Farel.


"Tolong Carikan informasi tentang wanita bernama Sekar,dia pemilik yayasan tempat Bu Ani bernaung.Dia terus saja muncul dan menggangguku seperti orang gila,kelakuannya sama dengan Angela,"Keluh Farel.


"Jangan jangan,mereka berdua adalah orang yang sama,"celetuk Rio sambil menahan tawa diujung bibirnya.


*


*


*


Sore hari.


Hanum pulang kerja menuju rumahnya dengan menaiki Taxi.Sebuah mobil berplat hitam mengikuti dari belakang,dia tetap bersikap santai dan cuek seolah tak memiliki rasa takut sedikitpun.


Hanum sudah tau,itu adalah orang suruhan Angela mantan Bosnya.Selama dia tidak melakukan tindakan yang mencurigakan,Angela dan Ayahnya tidak akan berani melakukan apapun padanya.


Hanum turun tepat didepan sebuah rumah sederhana,berukuran kecil bercat pudar dengan halaman yang sedikit berantakan karena dia belum sempat membersihkan.Usai membayar ongkos Taxi,dia melangkah masuk kedalam rumahnya.


"Sudah pulang?"seorang pria tua muncul dari balik pintu kamar.


"Kakek,mengagetkan saja.Sedang apa Kakek di kamarku?"Tanya Hanum sambil menyunggingkan senyum.

__ADS_1


"Kakek rindu pada mendiang orangtuamu,jadi kakek kesini untuk melihat foto foto mereka,"sahut pria berambut putih itu.


Raut wajah Hanum berubah sedih.Sebenarnya Hanum juga rindu pada mereka,tapi kesibukan pada pekerjaan membuatnya sedikit lupa.Sungguh,kehilangan orangtua seperti bumi tanpa matahari.Dingin,gelap dan sepi.Untung saja dia masih memiliki Kakek yang baik dan perhatian.


"Kakek sudah makan?"Hanum mengalihkan perhatian Kakeknya.


"Belum,"sahut pria bernama Anjas Moro itu lirih.


"Ayo kita kedapur,aku akan memasak sesuatu yang enak untuk makan malam,"ajak Hanum.Sang Kakek hanya menjawab dengan anggukan.


Sambil memasak,sesekali Hanum melongok keluar jendela.Mobil yang mengikutinya tadi masih terparkir di sebrang jalan rumahnya.Bolak balik mengintip dari balik jendela membuat Kakeknya merasa curiga dan penasaran.


"Ada apa Hanum,kenapa kamu terlihat resah dan gelisah seperti itu?"Tanya Anjas.


"Tidak apa apa Kek,"sahut Hanum pelan.


"Semoga saja orang orang itu tidak membuat kekacauan.Kalau tidak Kakek akan langsung mengurungku dalam rumah dan membatasi aktivitasku diluar,"batin Hanum.


Selesai makan malam bersama,Hanum pergi ke kamar untuk mengambil ponsel.Dia mengirim pesan singkat pada Farel dan memberi tahu ada orang suruhan Renata yang membuntutinya sampai kerumah.


Tak lama,Farel membalas pesan wanita itu dengan singkat,padat dan jelas.


"Mereka tidak akan melakukan apapun padamu,bersikaplah biasa biasa saja,"begitu kira kira bunyi balasan dari Farel.


Kalau sudah begini,tidak ada yang bisa dia lakukan selain mengunci pintu dan jendela kamarnya.Mematikan lampu,kemudian pergi tidur.


Didalam mobil Van berwarna hitam.


"Pukul berapa sekarang?"Tanya seorang pria kepada rekanya.


"Pukul setengah delapan,"sahut rekanya singkat.


"Baru jam segini dia sudah tidur?"pria itu merasa sedikit bingung.


"Mungkin dia lelah.Bagaimana kalau kita pulang saja?Lagi pula dia tidak membuat pergerakan yang mencurigakan,"rekanya mengutarakan sebuah pendapat.


"Baiklah,ayo kita pulang."


Mobil itu menyalakan mesinnya dan berlalu pergi dari halaman rumah Hanum.Hanum segera mengintip keluar jendela saat mendengar suara mobil berlalu.Dia menarik nafas lega,ternyata ide sederhananya membuahkan hasil juga.Atau,dianya saja yang sedang beruntung karena tidak dibuntuti dan diawasi 24 jam full.

__ADS_1


__ADS_2