Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 49


__ADS_3

Apa yang membuatmu tertarik pada laki laki?Hartanya?Ketampanannya?Atau kebaikan hatinya?Kalau Kania,kombinasi dari ketiganya.


Pria dingin yang dulu memiliki sikap galak padanya kini berubah jadi bucin,dia bahkan rela melakukan apapun demi kebahagiaan dan kepuasan hati seorang Kania.Kania harus banyak banyak bersyukur,karena pria yang mau berubah untuk pasangannya itu sangatlah sedikit.


Kania terbangun dari tidur panjangnya,dia melihat Farel sedang tidur bersandar ditembok sambil memangku anak perempuannya.Diantara tiga anaknya,anak perempuannya lah yang paling manja,tidur harus dipangku,kalau tidak dia tidak akan tidur sampai pagi.


Kania bangkit,dia mencuci wajahnya dan bergegas pergi kedapur.Dia membuat secangkir kopi,mengambil beberapa potong roti dan satu botol air mineral.Dia menyiapkannya khusus untuk sang suami,sebagai tanda terimakasih karena telah membantunya mengurus anak anak mereka.


Sebenarnya Kania tidak perlu melakukan hal itu,membantu seorang istri sudah menjadi kewajiban suami.Tapi memberi perlakuan manis pada pasangan saat pasangannya melakukan satu hal yang baik bukanlah suatu kesalahan juga.


"Sayang,"Kania membelai rambut Farel mesra.Farel terjaga dari tidurnya,dia meletakan putrinya diatas kasur.


"Aku ketiduran,untung saja dia tidak terjatuh dari pangkuanku,"gerutu Farel lirih.


"Cuci muka dulu,lalu kita sarapan sama sama,"perintah Kania


"Apa kamu yang menyiapkannya sendiri?"Tanya Farel.Kania mengangguk sambil tersenyum.


"Terimakasih,disela kesibukan mu menjadi ibu baru kamu masih meluangkan waktu untuk memberiku perhatian,"Farel mengusap pipi Kania.


"Itu karena aku sayang padamu,"Ucap Kania.


"Aku juga sayang padamu,"balas Farel.


Farel pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah itu dia bersiap memakai jas kerja.


"Kamu mau pergi ke kantor?"Tanya Kania.


"Iya,kenapa memangnya?"Tanya Farel balik.


"Libur saja dulu,semalam kamu kurang tidur,"pinta Kania.Dia merasa kasian pada suaminya yang terlihat sedikit kelelahan.


"Tidak bisa,kerjaan ku banyak,"Farel menolak keinginan Kania secara halus.


Farel mendekati Kania untuk ikut sarapan bersama.Farel merobek roti menjadi bagian kecil kecil agar Kania jadi lebih mudah untuk memakannya.


"Nanti sore pulang jam berapa?"


"Mungkin sedikit terlambat,tapi aku usahakan sebelum magrib sudah sampai rumah,"


"Boleh tidak,aku pesan sesuatu?"


"Boleh,kamu pesan apa?"


"Tolong belikan aku Sate kambing dan SOP kambing,masing masing satu porsi,"


"Baiklah,nanti tolong ingatkan aku ya biar tidak lupa,"


"Oke."


Selesai sarapan,Farel mencium kening istrinya dan bergegas pergi ke kantor.Sementara Kania bersiap untuk memandikan tiga anaknya.


Selesai memandikan anak anaknya,Kania membawa tiga bocil itu jalan jalan ke taman rumah,tentunya dengan bantuan Bi Sumi dan Rio.Masing masing dari mereka menggendong satu bayi.


"Rio,kamu suka rumah yang seperti apa?"Tanya Kania sambil menimang anaknya.


"Aku suka rumah yang bisa buat tempat tinggal sekaligus buka usaha,"sahut Rio

__ADS_1


"Kalau bentuknya seperti ruko mau tidak?"Tanya Kania lagi.


"Tentu saja mau,"ucap Rio semangat.


"Kalau ruko itu second mau tidak?Nanti gampang bisa direnovasi,"Tanya Kania.


"Kenapa Nona tiba tiba bertanya soal rumah kepada saya?"Tanya Rio penasaran.


"Saya mau membelikan kamu dan Renata rumah,"sahut Kania.


"Tidak perlu repot repot Nona,ruko itu harganya mahal,"sambung Bi Sumi.


"Tidak apa apa Bi,kalian semua sudah banyak berjasa untuk keluarga ini jadi aku ingin membalas budi baik kalian semua,"ucap Kania.


"Nona,"Bi Sumi memeluk tubuh Kania erat.


*


*


*


Malam hari,selesai makan malam.Kania mengutarakan niatnya untuk menghadiahi Renata dan Rio sebuah ruko untuk tinggal dan membuka usaha pada Farel.Pria itu tidak keberatan,dia malah langsung menawari Kania untuk mencari ruko itu bersama.


"Aku sudah ada pilihan,sebuah ruko dipusat kota yang letaknya cukup dekat dengan kantormu,"cerita Kania.


"Kamu tau dari mana ada ruko mau dijual ditempat itu?"Farel sedikit penasaran.


"Dari Monika,kebetulan ruko itu milik saudarinya,"jelas Kania.


"Betul sekali,"Kania tertawa renyah.


Tok...Tok...Tok...


Seseorang mengetuk pintu kamar.


"Siapa?"Tanya Kania.


"Bi Sumi Non,"sahut Bi Sumi.


"Masuk,"Perintah Kania.


Bi Sumi masuk kedalam kamar pribadi Kania dan Farel sambil membawa seorang Baby sitter yang sudah cukup berumur.


"Ini Baby sitter baru si kembar,"ucap Bi Sumi.


"Hallo Bu,siapa nama Anda?"Tanya Kania ramah.


"Saya Ani,"sahut wanita paruh baya itu singkat.


"Sudah punya pengalaman kerja dimana saja,"Tanya Kania.


"Saya pernah mengasuh salah satu anak petinggi negara,"kisahnya.


"Kenapa keluar?"Tanya Kania lagi.


"Mereka sekarang sudah bujang bujang Non,jadi sudah tidak memerlukan bantuan saya lagi untuk mengasuh mereka,"jelas Bu Ani sambil tertawa.

__ADS_1


"Baiklah.Bi Sumi,tolong ajak Bu Ani berkenalan dengan anak nak.Mereka ada dikamar sebelah,sedang main dengan Rio dan Neneknya,"pinta Kania.


"Baik Non,"Bi Sumi mengangguk patuh.


Bu Sumi mengajak Bi Ani keluar kamar.Mereka pergi menuju kamar bermain anak anak.


"Sepertinya dia sudah berpengalaman,kamu cari dia dimana?Di yayasan?"Tanya Farel penasaran.


"Tidak,dia masih kerabat jauh Bi Sumi.Mana mungkin aku ambil sembarang orang untuk mengasuh ketiga buah hatiku,"celoteh Kania.


"Iya,aku percaya padamu,"Farel mencium pipi Kania mesra.


Terlalu lama bersenda gurau,hasrat Farel bangkit.Pria itu mulai menciumi leher sang istri dan memberi tanda kepemilikan disana.


"Bagaimana ini?Aku masih nifas,"ucap Kania pelan.


"Layani aku dengan yang lain,"seloroh Farel.


"Yang lain?"Kania bingung.


Farel menarik tangan Kania dan mengarahkannya pada sesuatu yang sudah bangkit sejak tadi.


"Sepertinya aku perlu belajar ketrampilan baru,"ucap Kania.


Kania menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri dengan cara yang lain,meski baru pertama kali Kania ternyata bisa memberikan servis terbaik dan membuat sang suami puas.


"Terimakasih,"Bisik Farel lembut.


"Bersihkan dirimu,lalu jemput anak anak.Ini sudah malam,sudah waktunya untuk mereka tidur,"


"Siap sayang,"


Selesai membersihkan diri Farel pergi ke kamar sebelah,sebuah pemandangan unik terjadi di sana.Julian tidur disisi nenek diatas ranjang,sementara Julio tidur di sisi Rio diatas sofa dan Juliet tidur dipangkuan Bi Ani.


"Mereka sepertinya kelelahan Tuan,"ucap Bi Ani.


"Jangan bangunkan mereka,ayo bantu aku bawa anak anak ke kamar,"


"Siap Tuan,"


Dengan penuh hati hati Bu Ani dan Farel mengangkat anaknya dan membawa mereka masuk kedalam kamar Kania.


"Mereka sudah tidur?"Tanya Kania.


"Sudah Non,"ucap Bu Ani.


"Sekarang kamu juga istirahat ya,besok bangun pagi,"


"Iya Non,"


Bu Ani keluar kamar,Farel memberi saran agar mereka menyiapkan kamar satu lagi untuk khusus untuk anak anak dan Bi Ani.Tentunya agar Kania bisa beristirahat dengan optimal.Tapi Kania menolak,ibu mana yang bisa tidur berjauhan dengan anak anaknya yang masih bayi?


--->🌻🌻🌻<---


Cinta yang tidak perlu sebuah pembuktian adalah cinta seorang Ibu untuk keluarganya.


Author.

__ADS_1


__ADS_2