Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 96


__ADS_3

Pulang kerja,Farel langsung membaringkan tubuh lelahnya diatas sofa.Kania datang menghampirinya sambil membawa secangkir kopi dan senyuman manis.Melihat itu,rasa lelah ditubuh farel menghilang.


"Ada yang ingin aku bicarakan padamu,"ucap Kania.


Kania tidak langsung menjawab pertanyaan suaminya karena takut Farel marah dan langsung menyalahkannya.Bagaimanapun,Ibu yang bertanggung jawab penuh pada kelakuan anak anaknya dirumah.


"Tentang apa?"Farel penasaran.


"Juliet,anak kita.Sepertinya dia tidak menyukai Aurel,"tutur Kania.


"Lalu,apa yang harus kita lakukan?"Farel kebingungan.Dia mulai dihantui rasa resah dan gelisah,takut dua anak itu tidak bisa akur sampai dewasa.


"Apa kita katakan saja sejujurnya kalau Aurel itu Kakak mereka,"Kania melontarkan sebuah pendapat.


"Jangan,kalau dia keceplosan bicara pada Dion segalanya bisa jadi rumit.Dion tidak tau kalau Aurel itu anakku,"larang farel.Dia tidak mau rumah tangga yang baru dibangun Cindy rusak karena masa lalu mereka.


"Aurel anak Ayah?"Juliet tiba tiba muncul di ruangan itu.Dia menatap dengan tatapan tidak percaya.Bagaimana bisa anak yang dibencinya adalah anak ayahnya juga?


Kania membatu,begitu juga dengan Alex.Dua orang itu tidak tau harus bicara apa dan bagaimana menjelaskannya pada Juliet.


"Bagaimana bisa Aurel jadi Kakak kami?Dia tidak lahir dari perut Mama,"Juliet bertanya tanya dengan ekspresi wajah khasnya.


"Ayah,Ayah mengangkat dia menjadi anak,"Farel berbohong.Hanya itu yang bisa dia lakukan untuk menenangkan Juliet saat ini.


Farel sadar betul,kebohongan bukanlah hal yang baik.Kebohongan seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja dan membawa dampak buruk untuk hubungannya dengan anak anaknya.


"Kenapa Ayah mengangkat Aurel sebagai anak?Ayah kan sudah punya anak banyak,"celetuk Juliet.


"Ada sebuah alasan yang belum bisa Ayah sampaikan padamu,karena kamu masih kecil."


Farel membopong Juliet dan menghujani gadis itu dengan ciuman di pipi.Juliet tertawa,dia menikmati diajak bercanda dan bersenda gurau dengan Ayahnya.


Anin terdiam,dia tidak bisa berkata apapun.Dia harus mencari rencana B untuk membantu Farel menutupi kebohongannya jika Juliet mulai curiga padanya.


Aurel datang menghampiri mereka.Dia ingin mengajak Juliet bermain bersama.Tapi Juliet menolaknya,karena dia merasa bermain dengan Ayahnya jauh lebih seru daripada bermain dengan Aurel.


"Sayang,sana main dengan Aurel.Kasihan loh,dia jauh jauh datang ke sini untuk menemui kamu,"rayu Farel.


"Aku membawa dua buah permen loli pop di tasku,apa kamu mau?"Aurel juga berusaha membujuk Juliet.


"Mau,aku suka permen loli pop,"Juliet tersenyum lebar.


Aurel menggandeng tangan juliet,dia membawanya masuk kedalam kamar Dian dan Dion.Kania tersentuh,jelas sekali kalau Aurel menyukai Juliet dan menyayanginya.Hubungan darah memang tidak bisa berbohong,Kania paham akan hal itu.


"Lihat mereka,manis bukan?"

__ADS_1


"Iya,manis.Tapi tetap saja hatiku merasa sakit saat melihat anak itu.Aku selalu menjaga kegadisanku dengan baik,tapi kamu?"Kania mendelik.


"Jangan bahas soal masa lalu lagi,kalau di bahas terus kapan selesainya?"Farel merasa kesal.


"Kenapa jadi kamu yang marah?Harusnya aku dong yang marah!"


"Mulai lagi deh,"gerutu Farel.


*


*


*


Dion datang menjemput Aurel,dia membawa banyak buah tangan untuk anak anak Kania.Dia merasa berterimakasih karena mereka telah menjaga Aurel seharian ini.


"Dion,aku dengar istrimu sedang hamil muda?"Tanya Kania penasaran.


"Iya,dia sedang mabuk mabuknya,"sahut Dion sambil tertawa senang.


Cindy terlihat menggemaskan saat sedang mabuk,dia berubah menjadi mahluk manja dan tak berdaya jika ada Dion di sisinya.Makan minta disuapi,mandi minta ditemani,dia sangat suka dengan perubahan sikap istrinya itu.


"Usia kehamilan dari nol sampai empat bulan harus banyak istirahat,tidak boleh berkerja terlalu berat.Kamu jaga istrimu itu dengan baik,"Kania memberi nasihat pada Dion.


"Siap,"


"Di bangunkan saja,"


"Jangan,biar dia menginap saja disini.Biar besok pagi aku yang mengantar dia pulang,"ucap Kania.


"Apa tidak merepotkan kalian?"Dion merasa ragu.


"Tidak kok,lagi pula besok week end bukan?"


"Baiklah kalau begitu,aku pulang dulu,"


"Hati hati dijalan."Kania melambaikan tangannya pada Dion.


Kania menutup pintu,Farel datang menghampirinya.


"Ada tamu siapa tadi?"Tanya Farel.


"Dion,dia mau jemput Aurel tapi anak itu masih tidur.Jadi,biarkan saja dia menginap malam ini.Besok kita antar dia pulang,sekalian menjenguk Cindy,"


"Aku pikir kamu masih benci padanya,"

__ADS_1


"Aku tidak membencinya,aku membencimu! Kalau kamu tidak mengambil inisiatif,pasti dia tidak akan meladeni kamu!"


"Aduh,salah bicara lagi deh."Farel mendengus kesal.


Waktu menunjukan pukul 17.00 Juliet dan Aurel bangun dari istirahat sore mereka.Aurel langsung mencari keberadaan Kania,dia menanyakan apakah Ayahnya sudah datang induk menjemputnya.


Kania bilang,Dion baru saja pergi.Kania meminta Aurel untuk menginap malam ini dan besok pagi,dia akan mengantar Aurel pulang kerumah.


"Kamu bisa tidur di kamarku kalau kamu mau,"seloroh Juliet.


"Benarkah?"


"Benar,kamar kak Dian sempit.Kamarku luas dan ranjangnya besar,"


"Baiklah,malam ini aku akan menginap di kamarmu,"


"Ayo kita mandi dulu,agar badan kita bersih dan tidak bau keringat,"ajak Juliet.


"Ayo."


Kania terkejut,hanya dalam hitungan jam saja sikap juliet yang judes berubah jadi ramah pada Aurel.Itulah anak anak,cepat sekali melupakan rasa tidak sukanya pada sesuatu.Mungkin karena mereka terlahir dengan sikap dan sifat polos,belum seperti orang dewasa yang penuh dendam.


"Semoga,kalian berdua bisa berteman baik."Batin Kania.


Selesai mandi,Juliet meminjami Aurel bajunya.Baju berukuran besar,kado dari Tante Renata.Baju itu belum pernah dipakai,karena memang masih terlalu besar untuk Juliet.


"Ini masih baru,apa tidak apa apa kalau aku memakainya?"Aurel menatap ragu.


"Tidak apa apa,pakai saja.Baju baruku banyak,Ayahku juga punya banyak uang untuk membeli yang baru lagi,"celetuk Juliet.


"Oke,aku pakai ya,"


"Iya."


Juliet dan Aurel keluar dari kamar,melihat Aurel memakai baju milik Juliet Dian dan Dion sedikit terkejut.


"Tumben kamu tidak pelit,mau meminjamkan pakaian baru untuk Aurel,"sindir Dian.


"Ma,Bibi Dian nakal nih Ma,"teriak Juliet.


"Kak,Kakak tidak boleh berbicara seperti itu pada Juliet.Tidak baik!"Bela Aurel.


"Cie,jadi kalian sudah CS.Saling membela satu sama lain,"goda Dian lagi.


Kania muncul,melihat kehadiran Kania Dian langsung melarikan diri.Dia tidak mau kupingnya dijewer oleh kakaknya yang galak itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2