
Angela melaksanakan pernikahan dengan Vino.Hanya keluarga inti saja yang mereka undang,bahkan teman teman dekat mereka pun tidak ada yang diundang.Vino yang menghendaki hal itu,Angela terpaksa harus menuruti kemauannya.
Setelah upacara pernikahan selesai,untuk pertama kalinya Angela bertemu dengan dua anak vino.Mereka adalah damar dan denisa.Damar sudah berusia 7 tahun,sementara Dania berusia 4 tahun.Dua anak itu langsung memanggil Angela dengan panggilan Ibu,membuat Angela seketika tersipu malu.
"Kenapa wajahmu memerah?"Goda Vino.
"Mereka memanggil aku dengan sebutan Ibu,manis sekali,"ucap Angela lirih.
Panggilan itu membuat Angela merasa dihargai dan diinginkan kehadirannya oleh anak anak vino.
"Jadi kamu sedang malu pada dua anak itu?"Tanya vino.Angela menganggukkan kepala.
Vino tertawa,dia tidak menyangka kalau Angela bisa merasa malu karena tingkah dua anak kecil saja.
Vino mengajak Angela dan keluarga mereka untuk makan malam bersama,Damar yang lebih aktif dan ceriwis dari Dania mulai mencerca Angela dengan berbagai pertanyaan.
"Bu,setelah ini Ibu mau punya anak berapa?"Tanya Damar.Wajahnya terlihat sangat serius dan membuat Angela merasa sedikit panik.
"Itu terserah Ayah kalian saja,"sahut Angela sambil tersipu malu.
"Aku ingin minta tiga adik laki laki dari Ibu,bisa kan?"Damar terlihat serius dengan pertanyaannya.
"Ti...Tiga?"Angela terbata bata.Punya bayi satu saja sudah repot apa lagi tiga?Angela tidak bisa membayangkannya.
"Itu bisa diatur,"celoteh Vino.Dia tertawa melihat ekspresi wajah lucu istrinya.
"Aku mau dua adik perempuan,"sambung Dania.
"Jadi kami harus membuat lima adik untuk kalian?"Vino sengaja mengatakan hal itu dengan keras agar semua orang yang ada disitu mendengarnya.
"Li...Lima?"Angela syok berat.Kepalanya pusing,pandanganya mendadak jadi gelap.
Dia terlalu berumur untuk melahirkan lima orang anak,perlukah mereka berdua menjalankan program bayi tabung?Ah...Angela baru merasakan ternyata menjadi seorang istri dan Ibu sambung itu sangat merepotkan.
Selesai acara makan malam bersama,dua anak Vino kembali kerumah bersama kakek dan nenek mereka.Sementara Vino dan Angela pergi ketempat mereka bulan madu.Vino terlalu sibuk dengan pekerjaannya,sehingga dia hanya bisa mengajak Angela pergi bulan madu dipinggiran Ibu kota.
__ADS_1
Vino mengajak Angela menginap disebuah Hotel bintang lima yang berada ditengah pulau terpencil.Pulau buatan yang diprogram oleh pemerintah untuk menjadi tempat wisata baru.Vino sudah membooking pulau itu untuk beberapa hari kedepan,wajar saja tidak ada pengunjung lain ditempat itu selain Angela dan Vino.
Dalam diam,Angela memikirkan tentang malam pertamanya nanti.Bagaimana kalau dia tidak bisa memuaskan hasrat terpendam pria itu?Bagaimana kalau permainannya tidak sebagus almarhumah istrinya?
"Kenapa melamun?Apa yang sedang kamu pikirkan?"Tanya Vino.
"Aku...Aku tidak sedang memikirkan apapun,hanya sedikit mengantuk saja,"Angela berbohong.Dia mencoba untuk mengendalikan diri agar debaran dihatinya tidak begitu menguasai dirinya.
"Sabar ya,sebentar lagi kita akan sampai."Ucap Vino.Angela menjawab dengan anggukan dan sebuah senyuman seindah bulan sabit.
Lima belas menit kemudian,kapal yang mereka tumpangi berlabuh.Vino membantu Angela turun dari kapal itu dan mereka langsung berjalan menuju Hotel.
Ditempat sepi seperti ini ada Hotel,tapi tidak ada pengunjung lain selain mereka.Benar benar aneh,itu yang sedang Angela rasakan saat ini.Dia tidak tau kalau suaminya adalah pemegang kartu black card,dia bisa melakukan apapun yang dia mau tanpa kendala sedikitpun.
*
*
*
Vino keluar dari kamar mandi,dia berjalan santai hanya dengan mengenakan kolor saja.Melihat hal itu,jiwa mesum Angela bergejolak,terlebih sudah lama dia tidak bersentuhan dengan seorang laki laki.
"Bagaimana ini?Apa yang harus aku lakukan?Aku sangat ingin menubruk tubuh kekar itu dan merasakannya,"batin Angela.Dia merasa semakin resah dan gelisah saat vino berjalan mendekatinya.
"Ehem..."Angela memutar tubuhnya menghadap kejendela.Dia sengaja melakukan hal itu agar tidak terlalu fokus pada tubuh seksi suaminya.
Vino memeluk tubuh Angela dari belakang,dia mengendus leher Angela dan memberi gigitan kecil.
"Jangan seperti itu,"ucap Angela.
"Kenapa memangnya?Apa ada yang salah?Kamu kan sudah resmi menjadi istriku,"Vino bertanya tanya.
"Tidak ada yang salah,tapi kamu bisa membangunkan singa betina yang sedang tidur kalau terus bersikap nakal seperti itu,"celetuk Angela.
"Waw...Aku jadi tidak tahan ingin segera bermain dengan singa tidur,"Vino menyeringai.
__ADS_1
Vino melakukan hal yang lebih nakal dari sekedar menggigit leher Angela.Hasrat terpendam wanita itu meninggi,dia membalik tubuhnya dan menerkam Vino tanpa ampun.Meski terkejut,Vino sangat menikmati serangan tiba tiba dari istrinya.Malam ini,akan menjadi malam paling membahagiakan bagi pasangan penganten baru itu.
*
*
*
Keesokan harinya,Vino mengundang tukang pijat online.Sekujur tubuhnya terasa pegal dan linu,bahkan beberapa bagian ada yang sampai membiru.Angela benar benar seperti orang kesurupan,dia bermain begitu liar dan membuatnya kalah beberapa kali.
"Lihat saja Angela,aku akan membeli beberapa pak obat kuat.Aku tidak terima kamu mengalahkan aku begitu saja!"Gerutu Vino lirih.
Angela merasa malu karena telah bersikap terlalu agresif pada suaminya,dia melarikan diri dan bersembunyi disebuah tempat makan sambil mencari makan siang.Bisa bisanya dalam semalam dia bisa menyetir suaminya sampai lima ronde,dia begitu terkejut dengan kemampuan terpendamnya itu.
"Apa itu efek dari konsumsi obat penenang terlalu lama?Apa obat penenang bisa membawa pengaruh buruk bagi kewarasan tubuh?Ya...Tuhan,aku malu sekali pada Vino,"Angela terus menggerutu tidak jelas.Beberapa pegawai yang melihat hal itu sampai berpikir kalau Angela sedikit kurang waras karena bicara sendiri.
Vino menyusul Angela,dia duduk didepan istrinya yang sedang sibuk membaca buku menu makanan.
"Tega sekali,mau makan siang sendirian?Apa kamu lupa aku juga belum makan siang?"
"Hah?Itu,aku juga rencananya akan membungkus satu untukmu,"Angela meringis.
"Kenapa kamu terlihat grogi padaku?Apa karena semalam kamu merasa begitu sangat mendominasi?"Sindir Vino halus.
"Aha..Ha..Ha..Ha..Tidak,biasa saja!"
"Aku suka wanita yang agresif,tapi malam ini aku akan membalas ke agresifanmu itu!"Vino terlihat begitu sangat bersemangat.
"Malam ini?Tapi aku lelah,"Angela mengeluh.
"Kamu tidak bisa menolak ajakan ku,kamu ingat kan anak anaku minta adik lima?"Ucap Vino.
"Iya,aku ingat."Sahut Angela pasrah.
Bersambung...
__ADS_1