
Waktu menunjukan pukul 00.00 malam.Kania terbangun dari tidur panjangnya karena merasa kepanasan,padahal AC dikamar pribadi Kania sudah dinyalakan.Entah memang AC nya sedang rusak atau karena memang suhu disekitar meningkat.
Kania pergi dapur,seperti biasa dia membuat jus buah mix sayur untuk mengganjal perutnya yang lapar.Akhir akhir ini wanita itu memang jadi gampang lapar,porsi makan dan intensitas ngemilnya juga bertambah.Wajar kalau berat badannya kini naik hampir 25 kilogram dari bobot sebelum dia hamil.
Kania pergi keruang tamu,dia menyetel televisi untuk mengusir rasa sepi.Tiba tiba Kania kepikiran untuk langsung melakukan diet dan perawatan kecantikan setelah melahirkan nanti,bagaimanapun dia harus selalu tampil cantik dan menarik didepan suaminya.
Di zaman seperti sekarang ini pelakor bertebaran dimana mana,seperti kutu yang menginfeksi kepala manusia.Banyak,sulit untuk dimusnahkan.Kania harus pandai pandai menjaga suaminya dari jerat dan rayuan para pelakor.
Ting...Tong...
Bel rumah berdering,Kania bangkit dari duduknya dan segera membuka pintu.
"Farel,"Kania langsung melompat ke pelukan suaminya.
"Sepertinya Nona sangat rindu pada anda Tuan,"ledek Rio.Mendengar ledekan Rio Farel dan Kania hanya tersipu malu.
"Kenapa belum tidur?"Tanya Farel.
"Aku sudah tidur,aku baru saja terbangun karena anak kita lapar,"sahut Kania.
"Kamu yang lapar kali,"ledek Farel sambil mengelus perut besar Kania.
"Bukan,tapi anak kita,"Kania membela diri.
Rio masuk kedalam rumah,dia langsung masuk ke kamar untuk beristirahat.Sementara Farel dan Kania melanjutkan obrolan santai mereka diruang tv.
Beberapa hari tidak bertemu dengan sang istri Farel merasa rindu berat,begitu juga dengan Kania.Apa lagi keduanya tidak pernah berpisah dalam waktu yang cukup lama.
"Farel,sepertinya kita harus pindah ke kamar bawah.Perutku sudah semakin besar,aku tidak sanggup kalau harus naik turun tangga untuk ke kamar dan kedapur,"rengek Kania manja.
"Baiklah,aku akan meminta Rio dan yang lainya membantu Bi Sumi untuk merapihkan kamar tamu.Tapi,kamarnya lebih kecil dari kamar kita yang sebelumnya.Apa tidak apa apa?"
"Tidak apa apa sayang,yang penting kamarnya nyaman dan bersih.Ngomong ngomong,apa kamu sudah mendengar kabar terbaru dari Angela?"Kania mengalihkan topik pembicaraan.
"Sudah,dia meninggal karena kecelakaan lalulintas,"
"Kamu pasti sedih,bagaimanapun dia pernah ada di hatimu,"raut wajah Kania berubah.
__ADS_1
"Ia,aku sangat sedih,aku belum bisa membalas perbuatan jahatnya kepadamu,"ucap Farel.
"Perbuatan jahat apa?"Kania sedikit bingung.
"Dia yang menyuruh orang untuk menghabisi kamu,"Farel membuka rahasia yang selama ini dia sembunyikan.
"Benarkah?Aku tidak percaya dia sejahat itu.Tapi jangan bahas masalah itu lagi,segalanya sudah selesai.Biar dia tenang disana,"Kania mencoba untuk mengikhlaskan perbuatan buruk yang pernah Angela lakukan padanya.
Lama berbincang,mata Kania kembali mengantuk.Dia mengajak Farel naik keatas untuk beristirahat.
*
*
*
Pagi hari.
Bi Sumi,Rio dan beberapa pekerja rumah yang lain bergotong royong membersihkan kamar tamu.Mereka juga mengeluarkan prabotan yang lama dan menggantinya dengan prabotan baru seperti request Tuan Muda Farel.
Untung saja,warna cat dikamar itu adalah warna kesukaan Kania.Jadi mereka tidak perlu repot repot untuk mengecat ulang kamar berukuran 5x4 itu.
"Apa Kania belum bangun?"Tanya Maria pada Farel.
"Belum,semalam dia tidur jam tiga pagi.Katanya gerah,jadi dia tidak bisa tidur nyenyak dan pulas,"sahut Farel.
"Kasihan sekali,kamu harus lebih banyak perhatian padanya,"Perintah Maria.
"Iya nenek."Farel mengangguk patuh.
Mentari mulai meninggi,Kania terbangun dari tidurnya.Dia bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Selesai mandi,Kania membuka lemari pakaiannya,dia mencoba daster favoritnya satu persatu tapi semuanya sempit.
Kania berdiri didepan lemari kaca,dia memperhatikan ukuran tubuh dan perut buncitnya yang semakin membesar.
"Baru Lima bulan saja sudah seperti ini,besok bagaimana kalau sudah sembilan bulan?"Keluh Kania.Dia sudah mulai merasa kerepotan dengan berat badannya.Entah itu dalam hal pakaian,berjalan sampai dengan tidur.
Sekarang saja sudah tidak ada pakaian yang bisa aku pakai,besok kalau sudah sembilan bulan bagaimana?Masa iya aku harus membungkus tubuhku dengan karung goni?"Kania menangis tersedu sedu.
__ADS_1
Farel membuka pintu kamar,dia terkejut saat melihat istrinya sedang menangis sambil menjelekan dirinya sendiri.Untuk sesaat Kania lupa untuk bersyukur,diluar sana banyak sekali wanita yang ingin bisa hamil.Segala cara telah mereka lakukan,bahkan sampai melakukan program ini dan itu.
Farel mendekati Kania,dia memeluk Kania dan mencium pucuk kepalanya mesra.
"Kamu kenapa sayang"?Tanya Farel sembari mengelus kepala istrinya lembut.
"Semakin hari aku semakin jelek,gendut dan bengkak,"jawab Kania.Dia menangis semakin keras,semakin menjadi.
"Semua ini gara gara kamu,kamu yang sudah membuat aku seperti ini!"Kania menyalahkan farel atas semua kesedihan yang sedang dia rasakan.Lucu memang,tapi itulah wanita hamil.Moodnya naik turun dan gampang berubah ubah.
"Iya sayang,maafkan aku.Aku tidak bermaksud untuk membuatmu menjadi melar seperti ini.Tapi percayalah sayang,walaupun melar kamu tetap terlihat cantik,"Ucap Farel setengah menggoda.
"Cantik apanya?Orang melar seperti gapura kecamatan kok cantik,"Kania memajukan bibirnya seperti bebek.
Farel mulai sedikit kesal dengan sikap Kania yang kekanak-kanakan,tapi dia harus tetap sabar untuk kebaikan anak anaknya.Terlebih jika Farel marah mood Kania akan rusak selama berhari hari.
"Sayang,pakai pakaianmu.Nanti masuk angin,"Farel mengalihkan pembicaraan.
"Pakaian apa yang harus aku pakai?Semuanya daster itu tidak ada yang muat,"ucap Kania.
"Tidak ada yang muat?Kemarin kan baru beli yang baru yang ukuranya XXL,masa iya tidak muat?"Farel memasang wajah tidak percaya.
"Memang sudah tidak muat Farel,padahal aku baru memakai pakaian itu dua kali,"tegas Kania.
Farel memperhatikan badan Kania,memang benar tubuhnya saat ini sudah makin membesar.
"Ya sudah,pakai apa saja yang muat dulu.Aku akan meminta Rio untuk mencari daster yang ukuranya XXXL,"ucap Rio.
"Jangan tiga L,nanti cepat tidak muat.Beli yang XXXXL sekalian,"ucap Kania.
"Baiklah kalau begitu.Sekarang kamu pakai pakaian dulu,aku tunggu kamu dibawah ya,"Farel menyunggingkan senyum.Sebisa mungkin dia menahan keinginannya untuk tertawa.
Diluar kamar,Farel tertawa sambil menggeleng gelengkan kepalanya.Bisa bisanya hanya dalam hitungan hari saja berat badan Kania sudah tambah beberapa kilo,sepertinya besok mereka harus mengkonsultasikan berat badan Kania ke Dokter agar kesehatan wanita itu dan anak anaknya tetap terpantau.
--->π»π»π»<---
Sedikit berbohong untuk menyenangkan hati pasangan dengan tujuan baik adalah dosa yang tidak memiliki hukum karma.
__ADS_1
Author.