
Selepas kepergian Angela,hanum keluar dari kediaman Jhonson.Dia bekerja di kantor Farel sebagai seorang sekertaris.
Sore itu,pulang kerja.Hanum mampir membeli makanan untuk makan malam.Dia secara tak sengaja melihat Beny tengah bersama seorang wanita muda yang wajahnya sangat cantik.
Mereka berdua masuk kedalam butik pakaian yang letaknya tak jauh dari warung makan tempat Hanum membeli makanan.
"Siapa wanita itu?Mencurigakan sekali,"gerutu Hanum.Dia berjalan masuk ke dalam butik untuk mengintip aktifitas beny bersama wanita asing itu.
Rupanya beny membelanjakan banyak pakaian wanita itu,semua berharga mahal dan bermerek.Mungkinkah wanita itu adalah wanita simpanan mantan Bosnya?Tapi,selama ini beny sangat berkelakuan baik.Mana mungkin dia memelihara seorang sugar Baby.
Hanum bertanya tanya dalam hati.Sampai terjadi sebuah adegan yang sangat mengusik hati.
"Ayah,terimakasih.Ayah sudah membelikan aku banyak barang seharian ini,"celoteh wanita itu sambil merangkul beny mesra.
"Ayah?Jangan jangan,dia adalah Angela?Dia belum mati?Lalu siapa wanita yang dikuburkan tempo hari?"Hanum syok berat melihat kenyataan yang sedikit membingungkan itu.
Beny sangat mencintai putri semata wayangnya,mana mungkin pria itu tega memasukan Angela kedalam penjara.Ternyata dia dan putrinya bekerja sama,merekayasa kasus kematian agar Angela bisa melenggang bebas diluar sana.
"Keterlaluan,dia pasti melakukan oprasi plastik.Aku harus mengadukan hal ini pada Farel,tapi sebelum itu aku ingin membuat mereka berdua panik!"Hanum tersenyum sinis.
Perlahan tapi pasti,Hanum mendekati beny dan putrinya.
"Sore pak,apa kabar?Lama tidak bertemu,"sapa Hanum ramah.Angela langsung mencopot gandengan tanganya pada Beny.
"Oh,hai Hanum.Kabarku baik,bagaimana dengan kabarmu?Kerja dimana kamu sekarang?"Beny mencoba bersikap tenang.
"Kabarku baik juga,sekarang aku berkerja di perusahaan tuan Farel sebagai sekertaris pribadinya,"sahut Hanum.
Angela melotot,dia mengepalkan kedua tanganya.Bisa dilihat jelas kalau wanita itu sedang cemburu pada mantan asistennya.Dari situ Hanum tau,kalau wanita itu benar benar Angela.Hanya Angela saja yang memiliki rasa cemburu begitu besar jika Farel dekat dengan wanita lain.
"Ngomong ngomong siapa wanita itu Pak?"tanya Hanum polos.
"Dia saudaraku,dia baru datang dari luar negri,"sahut Beny bohong.
"Saudara dari mana?Dasar tua bangka pembohong!"Maki Hanum dalam hati.
"Oh,begitu.Pantas saja dia sedikit mirip dengan mendiang Angela,"celoteh Hanum iseng.
Beny sedikit grogi,tubuhnya gemetaran.Hanum tersenyum senang karena telah berhasil membuat ayah dan anak itu ketakutan dan terpojok.
"Saya pergi dulu pak,sampai jumpa lain kali,"Hanum melangkah pergi meninggalkan beny dan Angela.
"Ayah,apa dia sengaja melakukan hal itu?"Angela kesal.
__ADS_1
"Tidak tau,mungkin dia sengaja.Ayah khawatir dia curiga dengan keberadaan mu,"ucap beny.
"Kalau begitu kita singkirkan saja dia Ayah,"pinta Angela.
"Jangan,bagaimanapun dia pernah berjasa pada keluarga kita.Kita hanya perlu memberinya sedikit pelajaran saja jika dia macam macam,lagi pula dia gadis yang patuh,"Beny menolak saran dari Angela.
*
*
*
Keesokan harinya,dikantor.Hanum menemui Farel di ruangan pribadinya.
"Ada apa?"Tanya Farel penasaran.Hanum terlihat begitu serius ingin menyampaikan sesuatu yang penting.
"Angela belum meninggal,"ucap Hanum.
"Apa katamu?Dia belum meninggal?"Farel merasa tidak percaya.
"Iya.Kemarin aku tidak sengaja memergoki Tuan Beny sedang menggandeng seorang wanita asing dan memanggilnya dengan sebutan Ayah.Aku yakin wanita itu adalah Angela,tapi dia oprasi plastik,"tutur Hanum.
"Aku akan segera menyuruh orang untuk menyelidiki kebenaranya.Kamu,pandai pandailah menjaga diri.Aku yakin,mereka mengawasi kamu,"Farel meminta sekretarisnya itu untuk waspada.
Farel menelfon rekan rekannya,dia meminta bantuan untuk memperketat keamanan rumahnya.Insiden penembakan Kania waktu itu,jangan sampai terulang lagi.Tsrlebih saat ini,dikediaman itu ada tiga orang bayi.
Kediaman Mananta.
Kania merasa heran karena jumlah pengawal dirumahnya ditambah,kamera cctv juga ditambah.Sepertinya ada sesuatu yang Kania tidak ketahui,dia harus mencari tahu sendiri.
Segera Kania mencari keberadaan Nenek Maria,ternyata wanita tua itu sedang bersantai sambil mendengarkan musik klasik dikamarnya.
"Nek,kenapa kediaman ini menambah jumlah pengawal dan cctv?"Tanya kania terus terang.
"Nenek tidak tau,kalau kamu ingin tau segalanya tanya saja langsung pada Farel nanti,"sahut Maria.
Kania cemberut,dia merasa sedikit kesal karena tidak mendapatkan informasi yang dia mau.
Waktu berlalu,Farel pulang dari tempat kerja.Kania sudah bersiap siap dengan segudang pertanyaan di kepalanya.
"Kania,tolong buatkan aku nasi goreng,aku lapar sekali,"pinta Farel.
Kania terpaksa menunda keinginannya untuk mewawancarai Farel,dia pergi kedapur untuk memasak makanan yang diminta oleh suaminya itu.
__ADS_1
Setelah berkutat selama tiga puluh menit akhirnya aktifitas memasak Kania selesai.Dia langsung membawa masakannya kepada Farel.
"Ini pesanan Anda Tuan Muda,"Kania menaruh sepiring nasi goreng dan satu gelas teh hangat diatas meja.
"Terimakasih,"Farel menyunggingkan senyum kecil.
"Sayang,boleh tidak aku bertanya sesuatu,"ucap kania.
"Tentu saja boleh,"sahut Farel singkat.
"Kenapa kamu menambah jumlah penjaga keamanan dirumah ini?Kamu juga menambah jumlah cctv,"Tanya Kania beruntun.
"Untuk berjaga jaga saja,"Farel masih enggan untuk bicara jujur.
"Berjaga jaga dari siapa?"Kania terus menyudutkan Farel.
"Dari Angela,"Farel terpaksa harus berkata jujur agar tidak terus disudutkan oleh istrinya.
"Loh,bukanya dia sudah meninggal?"Kania menatap aneh.Mana mungkin wanita yang sudah meninggal dunia bisa hidup lagi.
"Belum,dia masih hidup.Dia melakukan oprasi plastik diluar negri agar bisa terhindar dari incaran polisi,"sahut Farel panjang lebar.
"Lalu,apa rencana mu saat ini?"
"Aku masih harus menyusunnya dengan orang orang ku,aku juga perlu mendiskusikannya dengan Nenek,"
Tanpa sadar Kania telah terlalu banyak bertanya sampai Farel tidak memiliki kesempatan untuk menyantap makananya.
"Jadi,kapan kamu akan membiarkan aku memakan makanan ini?"
"Ha...Ha...Ha...Makanlah sekarang,aku tidak akan lagi mengganggumu,"
Farel menyantap masakan Kania dengan lahap,jelas sekali kalau pria itu sedang merasa lapar saat ini.Masakan Kania memang enak,terlebih jika disantap dalam kondisi lapar.
"Ada satu hal lagi yang mau aku bicarakan denganmu,"Bisik Kania ditelinga Farel.wanita itu bersikap sedikit genit untuk menggoda pria yang dicintainya itu.
"Apa yang mau kamu bicarakan?"Farel penasaran.
"Coba tebak,"tantang Kania.Dia tertawa karena sudah yakin kalau Farel pasti bisa menebaknya.
"Kamu sudah selesai nifas?"Farel memasang wajah antusias.
"Iya."
__ADS_1
"Yes..Yes..Yes..."Farel menari seperti anak kecil yang sedang bermain hujan hujanan.