Istri Bayaran Tuan Muda Impoten

Istri Bayaran Tuan Muda Impoten
Bab 30


__ADS_3

Renata dan Rio kembali ketempat acara,mereka merasa tidak enak hati pada Kania dan Farel kalau pergi terlalu lama.Terlebih Renata masih harus menjaga serta mengawasi si kembar Dian dan Dion adik kesayangan Kania.


Sekilas Kania bisa melihat aura blink blink di wajah Rio,Kania menebak kalau pria itu baru saja menyatakan cinta pada Renata dan diterima.Kania melirik kearah Renata,gadis itu tersenyum dan merunduk malu.


"Bagaimana?Diterima tidak?"Bisik Farel pada Rio.Rio mengacungkan jempol tangan kanannya keatas sambil menyunggingkan sebuah senyum lebar.


"Syukurlah,selanjutnya kamu perlu berguru padaku tentang cara mengunci hati pasanganmu agar tidak direbut oleh pria lain,"bisik Farel lagi.


"Mohon bantuan dan bimbingannya Bos,"ucap Rio sambil menundukkan kepalanya.


Melihat hal itu,Kania langsung mencubit pinggang Farel dan mengancamnya dengan pandangan mata yang kejam.Meskipun sudah dewasa,Rio adalah pria polos.Dia memiliki kelakuan baik dan moral yang jauh lebih baik dari Farel,kalau sampai Rio diajari macam macam oleh suaminya Kania takut Rio akan sama errornya dengan Farel nanti.


"Rio,kamu boleh berguru pada siapapun soal cinta diluar sana asal jangan pada Farel,"celetuk Kania.


"Memangnya kenapa Nona?"Tanya Rio bingung.


"Lihat wajah mesumnya itu,aku takut dia akan mengajarimu yang tidak tidak dan akan merusak kepolosan dirimu,"sahut Kania dengan nada lirih.Berharap Dian dan Dion tidak mendengar omongannya tadi.


"Kania,apa aku seburuk itu dan Rio sebaik itu di matamu?"Farel meninggikan suara.


"Iya,"sahut Sekar lantang.


Seketika Farel menutup mulutnya rapat rapat sampai acara makan malam dan pesta ulangtahun Kania selesai.Rio tau kalau Bosnya sedang marah kepada istrinya dan semua itu karena Kania memberi nasihat pada Rio.Nasihat yang memberi kesan kalau Rio jauh lebih baik dari Tuan Muda Farel.


Rio merasa terancam,gaji bulan ini mungkin akan dipangkas 50% oleh Farel.Farel selalu melakukan itu pada pegawainya jika pekerjaan mereka dinilai kurang bagus dan tidak bisa menyenangkan hati Farel.Rio harus bicara pada Kania,wanita harus meminta maaf pada Farel dan berusaha membuat hati suaminya itu senang.


Diam diam,Rio mengajak Kania berbincang diluar kamar.Farel tidak tau karena Kania menyelinap keluar kamar saat Farel sedang sibuk membersihkan diri dikamar mandi.


"Ada apa?Tumben sekali mengajakku berbicara empat mata?"Tanya Kania penasaran.


"Sepertinya Bos Farel marah karena Nona lebih mengunggulkan saya tadi,ini sangat merugikan bagi saya,"sahut Rio sambil memasang wajah cemas.


"Merugikan bagaimana?"Kania merasa bingung.


"Tuan Muda Farel pasti akan ikut marah pada saya,kalau dia sudah marah pada pegawainya sudah pasti dia akan memangkas setengah gaji pegawainya itu diakhir bulan.Nona harus membantu saya,"Rio memohon penuh harap.


Kania tercengang,ternyata setelah sekian lama bersama masih ada kebiasaan suaminya yang tidak diketahui olehnya.Yaitu gemar motong gaji pegawai yang dianggap bekerja tidak optimal dan pegawai yang membuat suasana hatinya tidak senang.Benar benar arogan!

__ADS_1


"Tenang saja,hal itu tidak akan terjadi padamu.Aku akan menyembuhkan kemarahan Farel detik ini juga,kamu jangan khawatir lagi ya,"Kania menepuk pundak Rio pelan untuk menenangkannya.


"Terimakasih Nona,"Rio membungkuk.


"Sama sama,aku masuk ke dalam dulu.Titip Renata dan anak anak ya,kamar mereka ada disebelah kamarmu,"lanjut Kania.


"Siap Nona.Saya pasti akan menjaga mereka dengan segenap jiwa dan raga saya."


Kania kembali masuk kedalam kamarnya dan Rio bergegas pergi dari tempat itu.


*


*


*


Didalam kamar Hotel.


Kania mendekati Farel yang sedang duduk didepan cermin dengan rambut yang masih basah.Kania mengambil hairdryer dan mencoba membantu Farel untuk mengeringkan rambutnya.


"Baik sekali,pasti ada maunya,"sindir Farel.


"Selalu baik?Lalu,apa yang kamu lakukan tadi saat kita sedang makan bersama?"Farel mengungkit kesalahan Kania.


"Aku minta maaf,aku tidak bermaksud untuk melukai perasaanmu dan membuatmu marah.Aku berjanji,aku tidak akan mengulanginya lagi,"


Farel bangkit dari duduknya,dia naik keatas kasur dan menutup tubuhnya yang hanya memakai celana bokser dengan selimut.


"Pria itu,kenapa judes sekali malam ini?Apa dia sedang datang bulan?"Kania menggerutu dalam hati.


Kania menghampiri Farel,dia berdiri disisi ranjang sambil memandangi Farel yang sudah mirip dengan kepompong ulat bulu.


"Sayang,maafkan aku,"rengek Kania manja.


"Tidak semudah itu,"ucap Farel.


"Bagaimana caranya agar kamu mau memaafkan aku?"Kania mencoba merayu suaminya lagi.

__ADS_1


"Tidur diluar malam ini,aku sedang tidak ingin melihat wajahmu."Farel mengusir Kania.


Kania menangis,hanya karena masalah sepele Farel sampai hati mengusir Kania dan menyuruhnya tidur diluar kamar.Merasa kecewa dan sakit hati,Kania benar benar melakukan perintah Farel.


Saat ini,Renata dan adik adiknya pasti sudah tidur begitu juga dengan Rio.Kania tidak enak hati jika harus mengetuk pintu kamar mereka dan meminta bantuan.Kania memutuskan keluar dari Hotel untuk menenangkan diri dan mencari angin segar.


Petir menyambar,hujan turun dengan derasnya.Farel yang khawatir pada keadaan Kania langsung pergi keluar kamar mencari keberadaanya.


Tok..Tok...Tok...


Farel mengetuk pintu kamar Renata,beberapa saat kemudian wanita itu keluar sambil mengucek mata.


"Tuan,ada perlu apa malam malam begini mengetuk pintu kamarku?"Tanya Renata penasaran.Dia memasang wajah sedikit takut dan bingung.


"Maaf sebelumnya,aku sudah mengganggu waktu istirahatmu.Tapi apa Kania ada disini?"Tanya Farel balik.


"Kania?Bukanya Kania ada bersama Tuan?"Renata semakin bingung.


"Aku melakukan kesalahan,dia keluar dari kamar dan pergi entah kemana."Lanjut Farel.


Renata sangat mengenal Kania dengan baik,dia tidak akan mungkin pergi meninggalkan pasangannya begitu saja tanpa pamit.Kecuali,pasangannya telah mengusirnya.


"Tuan,apa kamu sudah mengusirnya keluar dari kamar?"Renata mencoba menebak nebak.Mata Farel berkaca kaca,dia tidak bisa menjawab tuduhan Renata dengan kata kata karena tuduhannya itu benar.


"Tuan,kalau sampai terjadi sesuatu pada teman saya,saya sendiri yang akan menghajar tuan hingga naik ke meja oprasi,"Renata naik darah.Dia mengancam Farel tanpa peduli pada asal usul Farel dan orang orang besar yang menaunginya.


"Berhenti bicara,bantu aku mencarinya."Farel yang depresi membentak Renata dan membuat gadis itu terdiam.


Renata mengetuk kamar Rio,dia menceritakan kejadian yang dialami Kania.Segera Rio,Renata dan Farel keluar dari Hotel untuk mencari Kania.


"Renata,hujannya sangat deras.Kamu tunggu saja disini biar aku dan Bos yang mencari Nona, jika Nona kembali segera hubungi kami ya,"ucap Rio.Renata menjawab dengan anggukan.


Wanita itu terus berdiri didepan lobby Hotel,matanya memperhatikan sekeliling siapa tau Nona Kania tidak pergi jauh dari tempat itu.Semakin lama berdiri dan mengamati,Renata semakin takut.Kakinya gemetaran seperti ada ribuan semut menggerogoti otot dan saraf saraf dikakinya.


Akhirnya Renata jatuh terduduk dilantai,dia menangis sambil memanggil nama Kania berulang ulang.Sebegitu sayangnya Renata pada sahabatnya itu,hingga dia lupa pada kewarasannya sendiri.


--->๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป<---

__ADS_1


Jangan pernah mengambil keputusan saat sedang emosi dan jangan dimasukan kedalam hati omongan pasangan yang sedang marah.Tetap kalem dan santai,jangan lupa ngopi๐Ÿ˜œโœŒ๏ธ


Author.


__ADS_2