
Beberapa hari setelah melahirkan Kania dan tiga anaknya pulang ke kediaman Mananta.Aura bahagia terpampang nyata pada wajah Ibu muda itu,akhirnya dia bisa memberikan keturunan pada keluarga Mananta.Cicit yang sangat di idam idamkan oleh Nyonya Maria.
Sementara itu,gosip miring tentang Tuan Muda Farel yang katanya mandul hilang begitu saja bagai ditelan oleh bumi.Para wanita yang dulu sempat memandang Farel sebelah mata merasa menyesal dan kesal karena telah dibohongi mentah mentah oleh Tuan Muda yang satu itu.
Kania menggendong bayi perempuannya dengan hati hati,dia memberi asi ketiganya dengan cara bergantian.Tentu saja sambil disambung dengan susu formula karena asi Kania tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan tiga anaknya.
Selesai menyusui Kania makan makanan sehat yang disuguhkan Bi Sumi,tidak ada yang dia pantang semuanya dia makan kecuali sambal.Kania merasa nafsu makanya meningkat setelah melahirkan,mungkin berat badannya akan naik berkali kali lipat.
"Sekali makan bisa habis dua piring nasi,kamu itu lapar atau doyan?"Tanya Farel.
"Lapar lah.Kamu pikir menyusui dan mengurus anak tidak membutuhkan tenaga?"ucap Kania ketus.Farel hanya tersenyum melihat istrinya marah marah.
Maria masuk kedalam kamar,wanita itu ingin menggendong dan menimang cicit cicitnya.Jangan ditanya seberapa besar kebahagiaan yang sedang dia rasakan saat ini,karena tidak akan ada yang bisa menimbang,mengukur dan menghitungnya.
"Kita harus mencari baby sitter,kalau bisa yang sudah berumur dan banyak pengalaman,"pinta Kania.
"Kenapa harus mencari yang berumur?Yang masih muda kan banyak?Farel protes.
"Aku tidak suka ada perempuan lain yang lebih muda dariku dirumah ini,terlebih sekarang sedang musim pelakor dari orang terdekat,"ucap Kania.
"Kania,kamu berlebihan sekali!"Farel sewot.
"Farel,"Maria melotot.Dia meminta sang cucu untuk mengalah pada sang istri.
Pasca melahirkan emosi seorang wanita akan naik turun,beberapa diantara mereka ada yang mengalami baby blues.Mereka membutuhkan dukungan,perhatian dan pengertian dari orang orang disekitarnya.
"Sayang,"Renata berlari menghampiri Kania.Dia membawa tiga buah boneka beruang berukuran besar,dua berwarna biru,satu berwarna pink.
"Bagaimana keadaanmu?"Renata berkaca kaca.Dia merasa terharu melihat perjuangan temanya untuk melahirkan anak anaknya.
"Baik,"sahut Kania singkat.
"Syukurlah,aku sangat mencemaskan keadaanmu,"Renata memeluk Kania.
"Terimakasih,"Kania tersenyum manis.
"Selamat ya,akhirnya kamu menjadi seorang Ibu,"ucap Renata.
"Kamu cepat menyusul ya,agar bisa cepat menjadi seorang Ibu juga,"balas Kania.
"Kalau itu terserah Rio saja."Ucap Renata.
__ADS_1
"Pernikahanmu dan Rio akan dilangsungkan dua minggu dari sekarang,Nenek yang akan mengurus segalanya untuk kalian,"sambung Maria.
"Tapi,Ibu..."Renata bingung.Dia bahkan belum mengatakan pada sang Ibu kalau dia memiliki hubungan dengan Rio.
"Jangan khawatirkan soal Ibumu,Nenek sudah membicarakan segalanya dengan dia,"sahut Maria santai.
Renata melirik kearah Kania,dia meminta pendapat pada sahabatnya tanpa berbicara.Kania hanya menjawab dengan senyum kecil dan anggukan kepala.
Selama ini tidak ada yang bisa melawan kehendak Nenek Maria,semua tunduk dibawah perintahnya.Sepertinya kali ini Renata hanya bisa berpasrah dan menerima keinginan dari wanita tua itu saja.
*
*
*
Di teras rumah keluarga Mananta.
Renata menyeret Rio dan mengajaknya untuk berbicara empat mata.Rio terlihat was was,dia takut telah terjadi sesuatu yang buruk dan dia tidak mengetahuinya.
"Nenek bilang dia akan menikahkan kita dua Minggu lagi,"ucap Renata panik.Rio menarik nafas lega karena prasangka buruknya tadi tidak terbukti.
"Aku belum siap menikah,lagi pula kamu belum melamar ku,"celoteh Renata.Dia melipat kedua tangannya dan menaruhnya di perut sambil menekuk wajah.
Semua wanita didunia ini pasti menginginkan dilamar oleh kekasih hati dengan cara yang romantis,itu juga yang sedang Renata inginkan saat ini.Tapi Rio bukanlah sosok pria yang romantis,adalah sebuah kesalahan besar jika Renata berharap terlalu banyak padanya.
"Malam Minggu besok aku akan melamar mu,"ceplos Rio.Renata membulatkan matanya dengan sempurna.
"Apa tidak terlalu cepat?"Renata menatap ragu.Sebenarnya dia merasa senang,tapi dia sengaja menutupinya dari Rio dengan tujuan tertentu.
"Apa lagi yang kamu tunggu?Sekarang atau besok sama saja,kita akan menikah juga!"Ucap Rio penuh keyakinan.
"Ya sudah kalau begitu,aku ikut kamu saja."Renata berujar pasrah.
Usai melakukan pembicaraan secara empat mata dengan Rio,Renata pergi menemui Ibunya.Dia menyampaikan keinginan Rio untuk melamarnya minggu depan,tak disangka Ibu dari Renata menyambut niat baik Rio dengan penuh antusias.
Tak hanya itu,Bi Sumi langsung menelfon beberapa kerabat dan teman dekatnya untuk memberi pengumuman kalau putri semata wayangnya sudah ada yang mau melamar.Renata hanya bergidik ngeri melihat kelakuan wanita paruh baya itu.
Renata kembali masuk ke kamar Kania,matanya langsung berbinar binar saat melihat bayi kembar tengah tertidur lelap diatas kasur.Benar benar menggemaskan juga sangat lucu.
"Bagaimana?Kamu sudah berbicara dengan Rio?"Tanya Kania.
__ADS_1
"Sudah,katanya dia mau melamar ku minggu depan,"tutur Renata.
"Oh ya?Bagus dong.Lalu,apa kamu sudah membicarakan hal itu dengan Ibumu?"Tanya Kania lagi.
"Sudah,dia senang sekali.Akhirnya anak gadisnya yang selama ini hidup menjomblo laku juga,"Renata menyindir diri sendiri.
"Ha..Ha..Ha..Kocak kamu!"Kania tertawa geli.
Bi Sumi masuk kedalam kamar Kania,dia membawa beberapa potong kue dan satu gelas susu hangat untuk Kania.Bi Sumi sangat perhatian pada Kania dan Kania merasa sangat beruntung karena bisa memiliki asisten sebaik dan perhatian seperti Bi Sumi.
"Bu,kenapa Ibu pilih kasih sekali?Aku kan anak Ibu,kenapa hanya Kania saja yang Ibu buatkan susu dan kue?Aku juga mau Bu,"Renata merajuk.
"Dasar anak manja.Badan kamu sehat,kamu bisa membuatnya sendiri di dapur!"Goda Bi Sumi.Renata cemberut,meski dia tau Ibunya hanya sedang menggodanya saja tapi dia tetap merasa iri pada Kania.
"Dari pada ngambek tidak jelas seperti itu,lebih baik kamu bantu aku saja,"ucap Kania.
"Bantu apa?"Tanya Renata.
"Tolong bantu aku ambilkan kotak hitam berpita emas diatas meja rias,"sahut Kania.
Tanpa menunggu waktu lama Renata segera mengambil kotak tersebut dan membawanya pada Kania.Kotaknya terlihat elegan dan mewah,Renata merasa barang yang ada didalamnya adalah barang yang mahal.
"Tolong buka kotaknya,"perintah Kania.Renata menuruti perintah temanya itu.
Sebuah gaun berwarna merah jambu terlipat rapih didalam sana.
"Cantik sekali gaun ini,"Renata memandang kagum.
"Iya,cantik.Dan gaun yang cantik ini buat kamu,"ucap Kania.
"Apa?Buat aku?"Renata syok.Dia tidak percaya Kania menghadiahi dirinya sebuah gaun mahal nan indah.
"Iya,itu hadiah dariku.Pakailah saat acara lamaran besok,aku mau kamu terlihat cantik dihari bahagia mu."Ucap Kania.
Renata memeluk Kania erat,dia merasa senang dengan hadiah itu.Begitu juga Kania,dia merasa senang karena bisa mewujudkan keinginan tersembunyi dari seorang Renata.
--->🌻🌻🌻<---
Mohon dukungan untuk karya Author yang satu ini dengan memberi like,vote dan komen sebanyak banyaknya.Terimakasih😘
Author.
__ADS_1