
Hari ini Farel sengaja tidak masuk kantor,dia meluangkan waktunya yang super super sibuk untuk mengantarkan istrinya kontrol Kehamilan.Kehamilan Kania sudah memasuki enam belas minggu,pada minggu ini jenis kelamin bayi yang Kania kandung sudah bisa diketahui.
Semalam Farel bermimpi menemukan telur bebek dua biji dipekarangan kosong,Farel sangat percaya kalau anaknya kembar dan berjenis kelamin laki laki.Kania sama sekali tidak percaya dengan mitos orang dulu seperti yang dipercayai oleh suaminya.Laki laki perempuan sama saja,yang penting anaknya sehat.
"Sayang Nenek tidak bisa ikut ke rumah sakit,hari ini teman lama Nenek akan datang berkunjung ke rumah,"ucap Maria.
"Tidak apa apa nek,lain kali nenek masih bisa ikut,"Kania menyunggingkan senyum.
"Pulang dari rumah sakit kami mau kerumah lama Kania,mungkin akan menginap semalam disana,"ujar Farel.
"Bi Sumi,tolong jaga nenek baik baik ya,"Pinta Kania.
"Siap Non,"sahut Bi sumi semangat.
"Hati hati dijalan,salam untuk adik adikmu."Ucap Nenek lagi.
Didalam mobil Rio terus saja mengembangkan senyum,dia merasa senang karena malam ini dia akan bertemu dengan Renata malah akan bermalam disana.Kapan lagi dia bisa menghabiskan waktu panjang bersama kekasihnya itu.
"Rio,apa kamu baru menang lotre?"Tanya kania.Dia penasaran melihat pria manis itu terus menerus tersenyum seperti orang gila.
"Tidak,"
"Apa baru dapat arisan?"
"Tidak juga,kenapa memangnya Non?"Tanya Rio balik.
"Kamu senyum senyum sendiri seperti orang gila saja,"ceplos Kania tanpa filter.Rio kaget,ternyata sedari tadi dia diperhatikan oleh Kania.
"Ah,saya hanya sedang ingat pada adegan lucu disalah satu drakor favorit saya saja Nona."Rio mencoba menyembunyikan alasan.Tapi Kania bukanlah tipe wanita yang mudah dibohongi.
"Kamu pasti senang akan bertemu dengan Renata?Malam ini kita akan menginap disana,jangan berbuat macam macam denganya ya.Kalau tidak,,"
"Kalau tidak apa Non?"
"Aku akan menendang mu sampai ke planet mars."
Farel tertawa geli,sementara Rio hanya tersenyum kecil sambil menggeleng gelengkan kepalanya saja.
Lama berkendara,akhirnya Kania dan rombongan tiba di rumah sakit.Kanka dan Farel langsung masuk kerumah sakit untuk menemui dokter,sementara Farel menunggu diluar.
Jantung Kania berdetak tak karuan,ini kali pertama dia akan bertemu dengan buah cintanya,malaikat kecil yang menjadi penyatu kerukunan dia dan suaminya kelak.seperti apa ya rupanya?Mungkinkah akan mirip dengan Farel?
Dokter kandungan tiba,segera Kania di USG.
"Dok,bagaimana keadaan anak saya?"Tanya Farel antusias.
"Dia sehat dan pertumbuhannya pun normal sesuai usia kandungan,tapi sepertinya,,"Dokter pria itu menahan setengah penjelasanya dan membuat Farel spot jantung.
__ADS_1
"Sepertinya kenapa dok?"Farel ketakutan.
"Istrimu harus banyak banyak makan,karena saat ini dia sedang mengandung tiga anak sekaligus,"lanjut Dokter itu.
"Apa?Tiga?"Farel melongo.Kania meringis ngeri,dia langsung membayangkan betapa gendutnya dia saat usia kehamilannya memasuki usia tujuh bulan keatas kelak.
"Iya,tiga.Dua laki laki dan satu perempuan."Dokter meletakan alat USG nya dan kembali ke meja untuk membuatkan resep vitamin.
Farel membantu Kania untuk bangkit dan turun dari ranjang.Wajahnya berseri seri,dia tak kuasa untuk menahan senyum lebar karena sangat bahagia.
"Mengandung tiga anak sekaligus,benar benar mendapat anugrah,"Kania berucap lirih.
"Ingat kata dokter,kamu harus banyak makan dan rajin minum vitamin.Aku akan menyetok aneka sayur,lauk dan buah dirumah.Kalau perlu,pasarnya aku pindah kerumah,"Farel terlihat begitu bersemangat.Kania hanya menanggapi kelakuan suaminya yang aneh itu dengan mengerutkan kening saja.
*
*
*
Kontrol kehamilan selesai,Kania dan Farel kembali kedalam mobil.Kali ini Farel meminta Rio untuk mengemudikan mobilnya pelan pelan.Didalam perut sangat sempit,dia tidak mau anaknya berguncang dan saling berhimpitan satu sama lain.Kasihan kan kalau keluar wajah mereka bonyok karena saling sikut secara tidak sengaja.
"Jadi,apa anak itu kembar Nona?"Tanya Rio.
"Iya,"sahut Kania pelit.
"Anak kami kembar tiga,dua laki laki dan satu perempuan,"sambung Farel bangga.
"Ti...Tiga?"Rio syok.
"Kania,bagaimana kalau anak kita diberi nama Venus,Neptunus dan Uranus?"Celetuk Farel sambil mengelus perut besar istrinya.
"Tidak,nama itu terdengar aneh,"tolak Kania mentah mentah.
"Bagaimana kalau bulan,bintang dan langit?"Rio ikut memberi pendapat.
"Sepertinya kalian berdua kebanyakan makan tempe goreng tadi,jadi sama sama oleng,"jawab Kania kesal.
"Lalu mau kamu beri nama apa anak kembar itu?"Farel sedikit berputus asa.
"Mungkin Julian,Novian dan April."Sahut Kania.
Ketiganya tertawa bersama,mencari satu nama untuk satu anak saja sudah sulit apa lagi mencari tiga nama untuk tiga anak.Entah kapan mereka bisa menemukan nama yang cocok untuk calon penerus keluarga Mananta itu.
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah tiba dihalaman rumah lama Kania.Mereka turun dari mobil dan surprise,rumah Kania sudah selesai direnovasi.
Rumah tua minimalis itu dirubah jadi rumah modern yang lebih luas.Arsiktekturnya mengikuti gaya Eropa ,Dian Dion pasti akan semakin betah tinggal disana.
__ADS_1
"Bagaimana Kania?Kamu suka tidak dengan rumah baru ini?"Tanya Farel.
"Suka sekali,kamu ambil contohnya dari mana?"
"Internet,"
"Kalau begitu kita cari nama anak kita via internet saja nanti,"
"Oke."
Mendengar suara mobil berhenti Dian dan Dion berlari menghampiri Kakaknya.Mereka langsung memeluk dan mengelus perut Kania yang sudah menonjol.
"Hallo dede bayi,Kakak kangen deh sama kamu,"Dian mencium perut Kania.
"Jangan kamu,tapi kalian,"ucap Kania.
"Anak ini kembar?"Dion mencoba menebak.
"Iya,kembar tiga,"Kania melempar senyum lebar kepada mereka.
"Hore,kita akan punya banyak dede bayi."Dian dan Dion melompat lompat seperti anak katak yang sedang bermain air.
Tak lama Renata menyusul keluar,dia nampak cantik mengenakan daster longgar bermotif batik.Rio membuka mulutnya lebar lebar,seperti seekor harimau yang baru melihat mangsanya setelah dua minggu berpuasa.
"Rio,tolong lap liur mu itu,"sindir Farel.
"Ah,"Rio reflek mengelap mulutnya dengan tangan.
"Lihat pria itu,mau maunya dikerjai oleh Farel."Kania tertawa geli.
Mereka semua masuk kedalam rumah.Kania ikut dengan Renata kedapur untuk membuat minuman,sementara yang lainya mengobrol diruang tamu.
"Mau minum apa?"Tanya Renata.
"Teh manis dingin,"Kania menyahut dengan semangat.
"Apa boleh oleh Farel?"Renata mencoba mengingatkan.
"Jangan sampai dia tau dong,tolong cepat buatkan untukku.Ngidam berat nih,"Kania memaksa.
"Oke,tunggu ya."
Satu gelas besar es teh manis siap,Kania langsung menenggaknya sampai habis.Padahal hanya es teh saja,tapi dia begitu sangat menginginkannya sampai terbawa mimpi.Wanita hamil memang unik,sepertinya Kania harus sering hamil dan melahirkan agar bisa merasakan rasa unik itu.πβοΈ
--->π»π»π»π»π»<---
Kebahagian terbesar seorang wanita adalah saat dia diperhatikan dan diperlakukan dengan baik oleh pasangannya.
__ADS_1
Author.