
Untuk menambah keamanan rumah,Farel memasang banyak cctv,dia juga memasukan beberapa satpam baru yang bekerja selama 24 jam dengan sistem aplusan.
Hidup bagai burung didalam sangkar,itu yang sedang dirasakan oleh Kania saat ini.Jenuh,bosan dia tahan karena takut pada omelan dan ancaman dari farel suaminya.Jangankan keluar rumah,membuka jendela kamar saja tidak boleh.
Pagi hari,ada tukang sayur mangkal didepan rumah.Bi Sumi keluar untuk membeli sayur,lauk pauk,buah buahan dan bumbu dapur.Kania mengikuti dari belakang.
"Maaf Non,anda tidak boleh keluar dari rumah,"larang Rio.
"Hanya didepan teras saja,aku mau milih lauk untuk dimasak,"ucap Kania.
"Biarkan dia keluar,kamu ikuti saja dia,"celoteh nenek sambil menyeruput teh manisnya diruang tamu.
"Baiklah,tapi hanya sebentar saja ya Non,"pinta Rio.
"Oke."
Kania menyusul Bi Sumi,Rio mengekor dibelakang.Wanita itu sibuk memilah milah sayuran yang mau dia beli,ada bayam,kangkung,terong,oyong dan lain lain.Semua sayuran itu Kania suka,akhirnya dia meminta Bi Sumi untuk membeli semuanya.
Tak hanya itu,semua jenis ikan yang ada didalam box juga diborong oleh Kania.Buah buahan,bumbu dapur,semua habis dibeli oleh Kania untuk stok selama keluarga itu dikurung seperti burung oleh Tuan Muda.
"Totalnya jadi satu juta tiga ratus Non,"ucap penjual sayur itu.
"Rio,ambil uang di laci dapur,"perintah Kania.
"Baik Non,Rio bergegas pergi kedapur.
Bi Sumi hanya bisa geleng geleng kepala,uang sebanyak itu dihabiskan dalam waktu tiga menit saja dan hanya beberapa langkah dari rumah.Berapa uang yang akan majikanya keluarkan dalam satu jam jika dia keluar jalan jalan ke Mall?Bi Sumi jadi penasaran.
Seorang pemulung muncul didepan kediaman Mananta,dia terlihat memungut botol botol bekas yang ada di tong sampah.Bi Sumi merasa curiga dengan gerak gerik pria berpakaian compang camping itu.Terlebih kulitnya terlalu bersih untuk seorang pria tua yang hidup serba kekurangan.
Kecurigaan Bi Sumi benar,pria itu tiba tiba saja mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya kearah Kania.Dengan sigap Bi Sumi pasang badan untuk melindungi wanita yang sedang hamil itu.
Dor...Dor...
Suara tembakan menggema dua kali,pria itu kabur setelah menembak sementara Bi Sumi tergolek lemah dibawah kaki Kania.Tubuh Kania gemetar,dia syok melihat asisten rumah tangganya bermandikan darah karena melindunginya.
Seluruh penghuni kediaman Mananta keluar dari dalam rumah,diantara mereka ada yang berteriak histeris,jatuh pingsan dan menangis.Sebagaian lagi sibuk menelfon polisi dan mobil ambulan.
Rio berlari kearah Kania,dia membopong paksa Kania dan memasukan wanita itu kedalam rumah.Kania mematung,jangankan bergerak berkedip saja tidak.Dia benar benar diserang oleh rasa takut dan syok yang berlebih.
__ADS_1
"Kania,"Maria menampar pipi cucu menantunya itu pelan.Dia tetap tak bergerak,membuat Maria semakin takut.
"Saya sudah mengabari Tuan muda,sebentar lagi Tuan pasti datang,"ucap Rio.
"Semua karena salahku,andai aku tidak mengizinkan dia keluar,"Maria menangis.
"Tidak Nyonya,semua karena salahku.Aku meninggalkan Nona tanpa pengawalan untuk mengambil uang di dapur,"Rio ikut menangis.Dia tidak hanya takut terjadi sesuatu pada calon mertuanya dan Kania,tapi dia juga takut akan dihabisi oleh Bosnya.
Tak lama,Farel kembali.Dia memeluk tubuh Kania dan menciumi wajah wanita itu berkali kali.Kania berkedip,perlahan tapi pasti air mata turun membasahi pipinya.Kemudian Kania menangis tanpa mengeluarkan suara.
"Jangan takut sayang,aku ada disini untukmu,"ucap Farel sambil mengelus punggung datar Kania.
*
*
*
Di tempat lain.
Angela sedang marah marah dan memaki pembunuh bayaran suruhannya yang gagal melakukan tugas.
"Kenapa bisa meleset seperti itu?"Angela melebarkan kedua matanya.
"Sial,kenapa wanita itu selalu saja beruntung!"
Tiba tiba Hanum nyelonong masuk kedalam ruangan pribadi Angela.
"Kalian sedang membicarakan apa?Kelihatanya serius sekali,"ucap Hanum.Angela sedikit panik,dia takut Hanum mendengar obrolannya dengan Thomas dan mengadukannya pada sang Ayah.
"Kami hanya sedang berbincang soal pekerjaan,"sahut Thomas bohong.
"Oh...Begitu.Makan siang sudah siap,sebaiknya kita semua makan siang bersama dulu,"ucap Hanum santai.
"Oke,"Thomas menyunggingkan senyum kecil.
Hanum adalah wanita yang cerdas,dia tidak mudah ditipu oleh siapapun sekalipun itu Angela.Dia tau kalau keduanya sedang merencanakan sesuatu yang jahat,untuk dapat membongkar kejahatan mereka berdua Hanum diam diam telah memasang alat perekam suara diberbagai ruangan yang sering digunakan Angela.Seperti kamar tidur,ruang olahraga dan ruang pribadi Angela.
*
__ADS_1
*
*
Disebuah kamar rumah sakit Bi Sumi terbaring lemah,meski kondisinya sudah cukup membaik Bi Sumi belum bisa banyak bergerak karena dia tertembak di bagian perut.
Putri semata wayangnya Renata dengan sigap merawat sang Ibu,sementara Dian dan Dion untuk sementara dititipkan dikediaman Mananta.
"Bu,maafkan aku.Aku tidak bisa menjaga Ibu dengan baik,"Renata menangis.
"Ini semua bukan salahmu,Ibu sendiri yang memilih untuk tertembak demi menyelamatkan Nona dan anak anaknya.Jadi,jangan menangis lagi ya.Toh Ibu sekarang baik baik saja,"ucap Bi Sumi panjang lebar.
"Tuan Farel sangat beruntung bisa memiliki ART yang tulus dan baik seperti Ibu,"lanjut Renata.
"Kita yang beruntung karena bisa memiliki majikan seperti mereka.Bagaimanapun mereka sudah banyak membantu dan berjasa pada kehidupan kita,"jelas Bi Sumi.
"Iya,Ibu benar."
Farel dan Rio masuk kedalam ruang rawat,mereka membawa banyak makanan untuk Bi Sumi.Farel menggenggam tangan wanita paruh baya itu kuat,dia menangis melihat keadaan terkini dari asisten rumah tangganya itu.
"Terimakasih Bi,Bibi sudah mau melindungi istri dan calon anak anakku,"ucap Farel sambil terisak isak.Sementara Rio hanya bisa memandang Tuanya dengan tatapan Iba.
"Sudah menjadi kewajiban saya Tuan untuk menjaga dan merawat seluruh anggota keluarga Mananta.Bagaimana keadaan Nona sekarang?"Bi Sumi menghawatirkan keadaan Kania.
"Dia masih syok berat,"jawab Farel singkat.
"Anak anak Tuan bagaimana?Lalu apa Tuan sudah melaporkan kejadian ini kepada polisi?"
"Anak anakku dalam keadaan baik,dan aku sudah membuat laporan ke kantor polisi.Tapi sepertinya aku juga akan menyuruh beberapa orang pilihan untuk menyelidiki kasus ini.Aku sangat ingin cepat cepat menemukan pelakunya,lalu menghabisinya dengan tanganku sendiri,"Tutur Farel dengan ekspresi berapi api.
"Jangan Tuan,jangan mengotori tangan anda untuk melakukan sesuatu yang tidak baik.Biar polisi saja yang menangkap orang itu dan melemparnya ke penjara,"larang Bi sumi.
"Tapi Bi,"Farel menyela.
"Tuan,jika Tuan membalas kejahatan orang itu dengan kejahatan juga Tuan akan sama seperti orang itu menjadi seorang penjahat juga."Bi Sumi memberikan sebuah nasehat bijak.
Farel merenungi omongan ART tersayangnya.Yang dikatakan oleh Bi Sumi ada benarnya juga,balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah tapi malah akan menambah masalah baru.
--->π»π»π»π»π»<---
__ADS_1
Jangan membalas keburukan dengan keburukan pula,tapi balas lah keburukan dengan kebaikan.Karena Tuhan akan selalu menyertai orang orang yang selalu berbuat baik kepada sesama.
Author.