Istri Ke Dua

Istri Ke Dua
Part 150 # Alifa Pulang


__ADS_3

Rasa bahagia tengah dirasakan semua orang, kendati duka baru saja terasa hari kemarin. Namun, dengan kabar bahwa Alifa kini sadar, sedikit menghilangkan rasa sedih karena kehilangan.


Wanita yang baru sadar itu tengah bahagia lantaran melihat bagaimana lucunya anak-anaknya itu. Dia tengah duduk dengan menyandar, sementara anaknya ada di tangan Yasmine dan ibu Radiah.


Sementara mama Widia, dia tengah duduk menghadap sang putri dengan bahagianya.


"Jadi, kamu sudah menikah?" tanya Alifa pada sang sahabat disebelah kanannya.


Yasmine mengangguk, "itu suamiku. Namanya Mas Arya, dia banget sama aku, aku bersyukur banget memiliki suami kayak dia," begitu jawabnya seraya memajukan dagunya sekilas menunjuk sang suami berada. Yang mana sekarang tengah duduk ngobrol dengan Alfin, ayah, papa, serta abi dan Yahya.


"Alhamdulillah, semoga sampai janah," kata Alifa lagi.


"Aamiin, selamat juga untuk kelahiran bayi-bayi cantiknya," balas Yasmine.


"Mama seneng banget, Lif. Akhirnya kamu kembali pada kita," begitu ucap mama Widia.


"Bener banget, Wid," sambung ibu Radiah.


"Ini namanya keajaiban, Bu, Ma," kata Zahra. "Pas tadi Yasmine telepon, aku langsung nyusul ke kantor Mas Yahya, sudah tidak sabar pengin ketemu sama Lifa," sambungnya.


"Iya, makasih ya semuanya. Maaf pasti dengan kejadian kemarin, aku banyak mereposisi kalian," ucap Alifa tak enak hati.

__ADS_1


"Kita semua saudara, Lif. Tidak ada kata seperti itu," ujar Zahra.


Semua wanita yang duduk mengitari Alifa mengangguk, "bener. Kamu kayak sama siapa saja," Yasmine mengeluarkan kembali suaranya.


Bahagia sudah rasanya, Alifa sudah kembali, bahkan besoknya setelah di periksa kembali, wanita cantik itu sudah di bolehkan untuk pulang. Bersyukur nya, setelah koma dia kembali seperti dulu, tak ada efek samping apapun.


Lalu, pilihan wanita cantik yang kini sudah memiliki dua anak itu adalah pulang ke rumah sang mama. Kendati kamar bayi dan segalanya sudah disiapkan di rumahnya bersama sang suami, namun ia tengah ingin tinggal di rumah orangtuanya. Dan sang suami mengizinkan itu. Dan saat ini, dia tengah duduk di ruang keluarga dengan Yasmine dan Alfin.


Sedangkan dua bayinya ada di tangan dua baby sitter yang tak jauh dari sana. Alifa belum bisa menggendongnya, karena memang rasanya masih sedikit lemas.


"Maafkan sikap Taqa, Al, Lif," ucap Yasmine tiba-tiba.


Bukan tanpa alasan tiba-tiba saja Yasmine mengucapkan maaf atas nama anaknya. Itu semua karena saat di ruangan Alifa, bocah tampan itu terus saja merengek minta pulang. Dan saat di panggil Alifa tidak menyaut sama sekali, pun saat di panggil oleh Alfin.


Bahkan saat Yasmine mendekat dengan Lisha di gendongannya, Taqa menoleh ke arah lain. Tidak mau melihat ke arah sang adik.


Hening, tiga manusia itu lantas diam. Ruangan besar itu jadi terasa sunyi. Karena memang yang lain ada di ruang sebelahnya lagi, di mana ada bayi, di sana para orangtua ngumpul, termasuk Arya yang memang sangat menyukai bayi.


Namun, sesaat Alfin mengingat kembali apa yang pernah dia katakan pada Yasmine saat itu. Saat di mana wanita itu baru melahirkan anaknya.


"Terimakasih, sudah melahirkannya ke dunia. Semoga dia menjadi anak yang shaleh, yang berbakti dengan sangat kepadamu," kata Alfin dengan uraian air mata.

__ADS_1


"Aku mengingat apa yang pernah kamu katakan waktu dulu, jika kamu akan mengizinkan dia bersamaku dan Alifa walaupun tanpa kamu," katanya mengingatkan Yasmine.


"Tapi, aku tidak akan melakukan itu. Setelah ini, aku akan menunggu saat di mana dia yang menanyakan aku, tolong bilang padanya kalau aku bukanlah ayah yang baik," kata Alfin. Yasmine menggeleng tak setuju, ia tak mau seperti itu.


"Saat itu, barulah aku akan bertemu dengannya. Jika sampai besar dia tidak menanyakan keberadaan ku pun tidak apa. Karena dia pantas melakukan itu, dia anakmu. Kamu yang sudah mengandungnya tanpa diriku. Jadi, aku tidak akan meminta itu," sambung lelaki itu.


"Kamu masih ingat dengan apa yang aku katakan waktu dulu, 'kan Yas?" tanya Alfin yang mana langsung membuat dua wanita itu saling melihat.


Sekilas Yasmine melihat ke arah sang mantan, lantas dia kembali bertanya. "Yang mana?"


"Saat aku menjenguknya untuk pertama kalinya," kata Alfin.


Yasmine mengangguk, karena dia memang masih mengingat itu.


"Jujur, walaupun aku sudah memiliki dua putri, tapi rasanya sangat sakit saat anak pertamaku tidak mau denganku, tapi saat mengingat bagaimana aku kepadanya, itu semua adalah hal yang wajar," begitu sambung Alfin.


Yasmine mengembuskan napas kasar. "Sudahlah, yang terpenting sekarang adalah Lifa sudah sehat, kalian sudah punya dua bayi. Aku sudah hidup dengan suami. Nanti, aku yakin kok, pelan-pelan Taqa pasti mau sama kalian," katanya.


Sengaja ia mengatakan seperti itu, rasanya tidak pas jika sekarang ini membicarakan kembali masa lalu. Apalagi saat Alifa baru saja bangun dari koma.


Lantas, demi menghilangkan kecanggungan, Yasmine memanggil suaminya, dan terciptalah obrolan hangat di sana. Walaupun yang ngobrol kebanyakan dirinya dan sang suami saja, karena entah kenapa ada yang aneh antara Alfin dan Alifa menurutnya, mereka berdua tak terlihat kembali mesra seperti dulu.

__ADS_1


__ADS_2