
Tanpa merasa ragu, akhir nya Yudha memantap kan hati nya untuk bercerai dengan Yuni.
Yudha, kamu serius ingin menceraikan ku ?, kamu tidak melihat anak - anak, kamu tidak kasihan dengan mereka ?, mereka masih perlu orang tua yang komplit Yud !" tanya Yuni dalam Isak tangis nya.
" Sudah lah Yuni, ini sudah keputusan akhir ku, aku masih banyak kerjaan ! untuk sementara aku akan tinggal di rumah orang tua ku."
" Yudha ! tolong pikirkan lagi ke putusan mu itu !., aku tidak mau bercerai dengan mu !" teriak Yuni prustasi.
Yudha pun hanya terdiam sambil berlalu pergi.
" Yud ?, kamu sendiri ?" tanya mama Yudha.
" Iya ma."
" Kenapa tidak sama Yuni dan anak - anak kemari nya ?" tanya mama Yudha lagi.
" Gak papa ma, Yudha memang sengaja datang sendiri. untuk sementara Yudha akan di sini dulu."
" Apa kalian benar - benar akan bercerai yud ?"
" Iya ma, ini udah keputusan Yudha. Yuni itu tidak akan berubah. Yudha udah capek menghadapi nya."
" Lalu bagai mana dengan anak - anak ?, apa kalian sudah memikirkan matang - matang ke putusan itu ?, mama sih tidak ikut campur urusan kalian. tapi cobalah pikir kan baik - baik demi anak - anak. Mama juga memang kurang suka dengan sikap Yuni, tapi mama selalu berharap kamu bisa bersabar Yud."
" Kalau urusan anak - anak nanti bisa di asuh bersama ma, tapi hak asuh anak nanti sama Yudha."
Mama yudha pun langsung terdiam mendengar penjelasan anak nya.
__ADS_1
Durrtt
Durrtt !
Tiba - tiba ponsel Kya bergetar.
" Hah ?!"
Ekspresi Kya melihat yang memanggil di ponsel nya. Aku pun segera mengambil ponsel Kya dari tangan nya.
" Ngapain istri Yudha telpon kamu Ky ?"
" Gak tau juga Len, paling habis ribut lagi."
" Angkat aja coba Ky, dengar dia mau ngomong apa."
" Kamu aja deh Len.." ucap Kya lagi.
" Halo."
" Puas kamu yaa ! buat hubungan aku dan suami ku hancur ?! dasar perempuan ga*** kamu !"
Deg !
Aku pun langsung kaget dengan suara istri Yudha.
" mba, mba ?, maaf, mba bicara apa ya ?, ini yang punya ponsel orang nya tidak ada, ini saya teman nya. sebaik nya mba telpon nanti aja kalau orang nya sudah datang. maaf kalau saya lancang mengangkat telpon nya, saya kira siapa." jelas ku lagi. aku pun langsung mematikan sambungan telepon tanpa menunggu istri Yudha bicara lagi.
__ADS_1
" ngeri betul." ucap ku pada Kya.
Kya pun hanya tertawa saja melihat ku.
" Untung aku udah kebal dengar ocehan dia Len."
Gak lama ponsel Kya kembali bergetar, namun tidak di perdulikan oleh Kya.
" Biarin aja Len, nanti juga capek sendiri dia. Yudha juga melarang aku mengangkat telepon dari dia dan juga membalas pesan nya. maka nya aku tidak perduli dia telpon berapa kali atau kirim chat apa aja." jelas Kya.
Thing !
Bunyi pesan masuk dari Yudha.
{ Besok aku akan ke pengadilan }
Kya pun langsung menghela nafas membaca nya.
" Siapa ?" tanya ku pada Kya.
" Yudha, besok dia akan ke pengadilan kata nya." jelas Kya.
{ Kamu ingin mengajukan gugatan cerai ?} tanya Kya.
{ iya } jawab Yudha
{ sudah di bicarakan dengan orang tua ? } tanya Kya lagi.
__ADS_1
{ sudah }
{ Ya sudah, kalau memang ke putusan kamu sudah mantap }