Istri Ke Dua

Istri Ke Dua
Mas Hadi tambah sulit untuk datang


__ADS_3

Setelah menerima telpon dari Ratih, ponsel ku kembali berdering, terlihat panggilan dari mas Hadi.


" Halo mas" jawab ku


" Helena sudah tidur dek ?"


" Sudah mas, kenapa ?"


" Tidak apa - apa, mas hanya ingin menanyakan kabar kalian berdua."


" Ooh... apa mas tidak akan ke rumah ?" tanya ku lagi. " Susu Helena sudah mau habis mas, kalau ada uang tolong Transfer mas, kalau mas gak bisa datang ke rumah. Apa se sulit itu mas datang ke rumah walau sebentar ?" ucap ku lagi.


" Iya, nanti malam mas ke rumah. yang penting kalian berdua baik - baik saja." ucap mas Hadi.


" Ya sudah"


Thing !



Notif pesan masuk dari Kya.



{ " Len, udah tidur ?" }



{ " Belum Ky" }



{ " Helena kecil ku gimana.. apa dia sudah tidur ?" } tanya Kya lagi.



{ " Belum aunty, seperti nya dia akan membuat ku ber gadang malam ini." }



Lalu yang tadi nya berkirim pesan pun berubah menjadi panggilan video call.


" Hai... gak tahan rasa nya lama - lama kalau gak melihat wajah si mungil satu ini...? " ucap Kya yang melihat kamera ponselku mengarah pada bayi ku Helena.


Aku pun hanya tersenyum melihat tingkah Kya yang menyukai anak kecil.



" Suami gak datang lagi Len ?"



" Kata nya sih nanti mau datang Ky, tapi gak tau jadi apa enggak. kalau gak jadi pasti di larang sama istri tua nya." jawab ku.



" Lalu kamu gimana Len ? apa masih kuat tetap bertahan seperti itu ?"



" Gak tau juga Ky, sebenar nya yang aku pikirkan saat ini hanya anak ku saja. yang penting ke butuhan susu nya terbeli. untuk sementara ini mungkin aku bertahan hanya demi keperluan anak. Kalau aku sudah bekerja aku akan berhenti berharap biaya dari mas Hadi."



" Sudah berulang kali aku bilang, kalo soal biaya kamu gak usah cemas Len. Ada aku juga kalau kamu butuh apa - apa, tinggal mengatakan nya. aku akan bantu. Suami kamu juga aneh, giliran ke tahuan sama istri nya malah takut menemui mu. Mulai sekarang soal uang nanti aku akan bantu tiap bulan. dan aku tidak mau ada penolakan ! Soal kerja nanti gampang, teman - teman aku banyak yang punya perusahaan sendiri. tapi untuk sementara ini, kamu jangan bekerja dulu, itu ponakan ku tulang nya masih lembek." jelas Kya lagi.



" Jely kali ah lembek." jawab ku.


__ADS_1


Emang sih tiap bulan Kya selalu mentransfer uang ke rekening ku. aku merasa terbantu banget oleh nya. dari mana lagi coba, aku bisa mendapat kan sahabat se baik itu. Bahkan saking gak enak dan gak mau aku bergantung pada nya, dengan cara diam - diam pun aku pergi bekerja ke rumah - rumah orang untuk mendapat kan upah harian. agar supaya uang yang di kirim kan Kya tidak terlalu banyak terpakai oleh ku.



Tok tok tok !



Terdengar suara ketukan di pintu.


Assalamualaikum


" Ada orang Len ?"


" Iya Ky, seperti nya mas Hadi."


" Ooh, ya sudah Len buka aja pintu nya, nanti aku telpon lagi." ucap Kya.


" Oke lah... dah aunty" jawab ku.


Tok tok, " Iya bentarrr !


Aku pun segera membuka pintu.



" Eh mas, datang juga akhir nya, aku kira gak jadi lagi. ucap ku sedikit menyindir mas Hadi.



" Iya, maaf ya, mas baru bisa datang sekarang." ucap mas Hadi sambil duduk.



" Bentar mas, aku ambil kan minum dulu, mas mau kopi sekalian apa enggak ?"



" Iya, dek mas mau lihat Helena, apa dia sudah tidur ?"




Mas Hadi pun langsung ke kamar, sementara aku membuat kopi untuk nya.



Mau lihat anak nya sendiri pake bilang dulu, kayak tamu aja." monolog ku kesal saat menuju dapur.



" Ini mas kopi nya, di minum dulu." ucap ku sambil duduk di samping mas Hadi yang sedang menggendong anak nya.



" Dek, sebenar nya mas ke sini mau bicara serius sekalian." ucap mas Hadi.



Deg !



Firasat ku pun langsung terasa gak enak.



" Mau bicara serius tentang hal apa mas ?"


__ADS_1


" Em... begini, mas seperti nya tidak bisa menjatah kamu, untuk memberikan uang seperti biasa nya. Semua gaji mas sekarang di pegang oleh istri mas, bahkan dia sendiri yang datang langsung ke kantor untuk mengambil nya. Mas hanya di kasih untuk pegangan lima ratus ribu se bulan. Paling mas hanya bisa berikan se gitu untuk kamu."



" Maksud mas, uang pegangan mas yang lima ratus ribu itu ?"



" Iya dek."



" Uang segitu untuk sebulan mana cukup untuk makan mas, apa lagi harus di pakai juga untuk membeli susu. Lalu bagai mana dengan kontrakan ?" tanya ku yang mulai sesak.



" Mas juga belum tau, mungkin mas akan mencari kerjaan sampingan untuk kamu dan Helena."



" Gak usah pake mungkin mas, harus ! jawab ku mulai kesal.



" Sabar lah dek, gak usah kesal gitu, nanti mas akan usaha kan."



" Ini nama nya bukan sabar lagi mas, justru aku ke banyakan sabar, makanya aku gak pernah mengusik kamu dan istri kamu. Bahkan kamu mau datang atau enggak di sini aku gak pernah permasalah kan, sedangkan mas tau kan, kalau di sini juga ada anak yang membutuh kan mas juga. tapi aku gak pernah protes. yang penting mas ingat dengan anak. keperluan nya ,susu nya, itu aja sih. Tapi kalau ke sabaran ku ini hanya membuat aku dan anak ku ke laparan untuk apa mas ?!"



" Iya, mas ngerti, ya udah gak usah di bahas lagi. Ini mas ada simpanan uang, untuk bayar kontrakan, sisanya kamu hemat - hemat ya dek. bulan besok mas gak bisa memberi mu uang lagi, selain uang jajan mas."



" Baik lah mas, terimakasih," ucap ku sambil menerima uang 5 juta dari mas Hadi.



Sedang mengobrol, terdengar ponsel mas Hadi bergetar.



Druut druut druut


" Istri mas telpon dek, bentar ya mas angkat dulu di luar."



Setelah ber bicara dengan istri nya, mas Hadi pun langsung buru - buru pamit untuk pulang.



" Dek mas pulang dulu ya, nanti mas datang lagi." ucap mas Hadi sambil mencium anak nya dan langsung buru - buru pergi. seperti nya takut banget ketahuan istri nya kalau dia sedang berada di sini.



" Mas !" panggil ku.



Namun mas Hadi tidak menghirau kan ku, hanya berucap,



" Hati - hati di rumah dek ! jaga anak ku baik - baik. kunci pintu nya dek !" ucap mas Hadi sambil menutup pintu.



Aku pun segera mengunci nya, dan kembali ke kamar. yang ada dalam pikiran ku sekarang ini, punya suami, tapi seperti tidak punya suami. Semenjak aku melahirkan, mas Hadi makin di kontrol oleh istri nya. Hingga membuat mas Hadi ke sulitan untuk menemui ku dan anak nya.

__ADS_1



\*\*\*Terimakasih\*\*\*


__ADS_2