Istri Ke Dua

Istri Ke Dua
Perdebatan Ryan dengan istri ke dua nya.


__ADS_3

Pernikahan ke dua suami Ratih pun sudah selesai. Rihana pun langsung di boyong ke rumah suami nya. Sesampai nya di rumah, Ratih pun menunjukkan kamar untuk madunya itu.



" Rihana, ini kamar mu ya ! dan di sebelah nya kamar saya. masuk dan istirahat lah dulu, nanti malam suami saya akan bermalam di sini bersama kamu." jelas Ratih.



" Enak saja bilang suami saya ! lalu saya ini apa ?, bukan istrinya ?! kamu kira akan semudah itu suami mu bisa menyentuh ku, jangan mimpi ya ! gerutu Rihana saat masuk kamar.



Malam hari nya, Ryan masih saja di kamar istri pertamanya Ratih.



" Sayang, kok masih di sini sih ?, kamu tidak ke kamar istri baru mu ?...pergilah sana ! dan lakukan malam pertama, supaya kita segera cepat mempunyai anak, dan hubungan kalian segerah di akhiri."



" Tapi ingat ya sayang, jangan sampai kamu jatuh cinta beneran dengan wanita itu ! ucap Ratih.



" Aku lagi capek banget sayang, gara - gara acara ini. Malam ini aku di sini saja yaa ?!" bujuk Ryan.



" Iya tidak bisa dong mas... kalau tidak, mama akan marah pada ku, nanti sangka nya aku menahan - nahan mas lagi untuk tidak pergi ke kamar istri kedua mu itu." jelas Ratih lagi.



Akhir nya Ryan pun menuruti ke inginan istrinya untuk pergi ke kamar istri ke dua nya. Walaupun di sertai dengan gerutu yang tidak jelas.



Sementara Rihana sedang melakukan aktifitas berendam nya di kamar mandi. Rihana pun sengaja memperlambat mandi nya, karena Riyan saat ini pasti sedang menunggu nya, karena dia mendengar saat Ryan masuk membuka dan menutup pintu kamar.



Ryan pun akhir nya kelelahan menunggu istri nya ke luar dari kamar mandi. namun tak kunjung keluar juga, sampai pada akhir nya dia tertidur.



Tak lama Rihana pun menyelesaikan ritual mandi nya, karena dia merasa pasti suaminya sudah bosan menunggu nya dan pasti sekarang sudah tertidur.



Saat Rihana keluar dari kamar mandi, benar saja suaminya sudah tertidur pulas di sertai dengan dengkuran nya.



Rihana pun langsung naik tempat tidur dengan cara pelan - pelan, dan menutupi tubuh nya dengan selimut.



Ryan yang merasa terganggu dengan pergerakan Rihana pun terbangun. Dia pun sedikit mengerutkan alisnya, karena melihat istri kedua nya itu sedang berpura - pura tidur.



" Kamu jangan berpura - pura tidur, aku tau kamu beru keluar dari kamar mandi. ini malam pertama kita, harus nya kamu sudah siap melayani ku." ucap Ryan.



" Sory ya, aku tidak akan melayani laki - laki yang tidak mencintai ku. Apa lagi aku hanya di gunakan sebagai bahan pencetak anak ! bisa - bisa nya kalian menipuku."



" Sudah, aku lelah mau tidur. jangan coba - coba mengganggu ku. dan aku tidak betah tidur dengan orang lain. sebaik nya kamu pergi tidur dengan istrimu saja !" usir Rihana.



" Siapa yang menipu mu, Orang tua mu sendiri yang menerima lamaran mama ku. percaya diri sekali kamu. kamu pikir, aku menyukai pernikahan ini ?!" jawab Ryan tak mau kalah.


__ADS_1


" Sudah jangan banyak bicara ! aku mau tidur, mulut mu seperti perempuan saja kalau mengoceh !" ucap Rihana yang langsung menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.



" *wanita sialan !, kalau aku tidak mengingin kan seorang anak darinya, aku tidak akan Sudi dekat - dekat dengan wanita ini*." monolog Ryan dalam hati.



Ryan pun hanya mendengus kesal, dan mengambil bantal serta selimut nya pindah tidur di sofa.



Pagi hari nya, Ryan terbangun dan sekilas melihat wajah Rihana yang masih tertidur pulas, " menggemas kan " ucap Ryan tanpa sadar, namun saat dia mengingat istri nya Ratih, pikiran - pikiran aneh pun segera di tepis nya. karena baginya Ratih adalah istri yang cantik dan tetap akan menjadi istri yang di cintai nya.



Ryan pun segera ke kamar mandi untuk menyegarkan diri nya yang terlihat kurang tidur. akibat ketidak biasaan nya tidur di sofa.



Tepat jam 7 pagi, Rihana terbangun dari tidur nya. dan melihat - lihat sekeliling kamar nya. rupanya suaminya Ryan sudah tidak berada di kamar lagi.



Setelah selesai mandi, Rihana pun keluar dari kamar nya, dan menuju dapur. disana sudah ada suami, ibu mertua dan juga istri pertama suami nya yang sedang sarapan bersama.



" Selamat pagi semua," sapa Rihana saat akan duduk.



" Pagi juga sayang, ayok sarapan" ajak ibu mertuanya.



" Pagi juga Rihana, ayok duduk lah " ajak Ratih. Rihana pun hanya mengangguk dan ikut sarapan bersama.




" Aku punya butik sendiri mba, tapi karyawanku yang mengelolah nya. Aku hanya mengawasi nya dari rumah saja. Aku hanya sesekali saja ke sana untuk memeriksa laporan."


jawab Rihana.


" Ratih, nanti kamu temani mama ke pasar, biarkan suami mu dan Rihana berduaan dulu di rumah. Kasih mereka kesempatan, karena mama sudah tidak sabar ingin menimang cucu." ucap Hanum tanpa memikirkan perasaan menantu pertama nya itu. Ratih pun hanya bisa pasrah menurutinya saja.



" Iya ma " jawab Ratih.



Jam 9 pagi, Hanum pun siap - siap untuk berangkat ke pasar.



" Ratih ! kamu sudah siap belum ?"



" Iya ma, sudah."



Ryan pun hanya memperhatikan wajah istri pertamanya yang tidak biasa.



" Sayang, kalau kamu tidak ingin ke pasar tidak usah ikut, biar mama saja yang pergi." ucap Ryan yang merasa tidak enak dengan istri pertamanya.



" Apa sih mas !, emang nya mas berani bantah ke inginan mama ?!" ucap Ratih kesal, karena dia tau pasti dia akan di suruh - suruh oleh mama mertuanya di pasar.

__ADS_1



Rihana yang memperhatikan semua itu pun tidak perduli, dan segera bergegas duduk di ruang TV sambil menonton acaranya.



" Rihana !"



Panggil Ryan saat Ratih dan mama nya sudah berangkat ke pasar.



" Rihana !?, kamu mendengar ku tidak ? tanya Ryan kesal saat mengulangi memanggil istri ke dua nya itu.



Rihana pun terpaksa berbalik badan, dan melihat ke arah suami nya itu.



" Ada apa ? kenapa kamu memanggil ku !, mengganggu ketenangan ku saja." gerutu Rihana.



Ryan pun tampak sangat kesal dengan tingkah istri baru nya itu. Namun Rihana pun tampak tak perduli dengan tatapan suaminya itu.



" *Kamu pikir aku akan menurunkan harga diriku dengan tatapan tajam mu itu ! Huh ! sory ya, aku pun sadar, aku hanya istri ke dua yang tidak di ingin kan. jangan harap aku akan menuruti kemauan mu*." maki Rihana dalam hati.



" Kalau ingin bicara duduk lah, leher ku bisa patah mendongak melihat mu berdiri." ucap Rihana ketua.



Ryan pun hanya mendengus kesal dan menuruti perintah istri ke dua nya itu.



" Bicaralah, kalau ingin bicara !" ucap Rihana sambil menukar Chanel TV yang tidak di sukai nya.



" Buat kan aku kopi !" pinta Ryan.



Rihana yang sedang menonton TV pun langsung tertegun saat mendengar permintaan suami nya itu.



" Kamu memanggil ku dengan cara seperti itu, hanya untuk minta di buat kan kopi ?" tanya Rihana tak percaya.



" Lalu ?!" tanya Ryan balik.



Rihana pun tak memperdulikan nya lagi, dan langsung beranjak menuju dapur. karena kalau dia jawab lagi, pasti perdebatan yang tak jelas akan di mulai.



" Dasar istri aneh !" gerutu Ryan



Rihana pun hanya pura - pura tidak mendengar.



\*\*\*Oke, sampai di sini dulu. jangan lupa komen, like, hadiah dan vote nya yaa teman² kalau suka. Terimakasih\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2