
Thing !
Di tengah kesibukan ku, pesan whatssap dari Ratih masuk.
"{ Len !, apa kabar ?" }
" { baik Rat, kamu sendiri gimana kabar nya ?}"
" { baik juga, gimana bisnis online nya Len..? aku sekarang rajin periksa sosmed mu, yang sibuk dengan jualan online. Rame juga ternyata ya Len ? }"
" { iya Alhamdulillah Rat, main lah ke rumah kalau gak sibuk Rat. kangen juga aku sama mu }" ucap ku pada Ratih.
" { Iya nanti aku main Len, apa sekarang kamu sibuk Len ? boleh telpon gak ?}"
Tanpa menunggu Ratih telpon pun aku langsung menghubungi nya.
" Halo Len "
" Iya Rat... lagi sibuk apa di rumah ?" tanya ku
" gak sibuk apa - apa Len, cuma sibuk bengong aja nih." jawab Ratih
" ngapain bengong, mikirin apa ? dari pada bengong mending main ke rumah sini, kita ngerumpi." Ajak ku,
Dari suara nya pun sudah ketahuan kalau Ratih sedang banyak pikiran.
" Ratih, apa kamu masih di sana ?" tanya ku ber ulang, karena Ratih terdiam tak merespon.
" iya Len masih "
" Apa kamu ingin datang ke rumah sekarang Rat ? datang lah, gak usah ragu. Aku gak sibuk." jelas ku lagi
" Baik lah, aku kerumah mu sekarang ya Len ?"
" ya di tunggu Rat, hati - hati di jalan." pesan ku
Setengah jam menunggu Ratih, akhir nya dia pun sampai.
" Assalamualaikum...!"
__ADS_1
" Walaikumsalam, masuk aja Rat " teriak ku.
" Waaah, tampak nya sibuk sekali si mama pejuang Rupiah ini...!" ucap Ratih saat masuk dan melihat barang - barang contoh dagangan ku yang masih berantakan.
" Hahaha ! sini Rat maaf masih berantakan, biasa Habis ngambil foto untuk di edit belum sempat beresin."
" Berbakat juga kamu Len dalam jualan online ini, Foto nya bagus - bagus, dan cara kamu menarik perhatian pembeli juga sangat waw menurut aku." ucap Ratih
" Jiahhh, yang benar nih Rat pujian nya... aku ge er lho... hahaha " jawab ku sambil tertawa ngakak.
" Serius lah, masak puji teman pura - pura sih. Oh iya, bayi kita di mana Len ?" tanya Ratih
" Ada di kamar Rat, baru tidur. ada mba Ema juga di kamar."
" Mba Ema siapa Len ?" tanya Ratih lagi.
" Oh iya kamu belum tau ya, itu tetangga di sini Rat, dia yang bantuin aku jagain Helena kalau lagi kerja." jelas ku
" Bentar ya Rat, aku buat minum dulu "
" Gak usah repot - repot lah Len, air putih aja. nanti kalau aku mau yang manis - manis aku buat sendiri." jawab Ratih
Saat kembali lagi, rupanya Ratih membawa jus Alpukat ke sukaan ku dan juga buah - buahan dan gorengan.
" Wahhh, teman baik ma pasti tau aja apa yang di sukai teman nya. makasih ya say..." ucap ku pada Ratih
" Bukan tau lagi say, ini emang udah kebiasaan setiap berkunjung ke tempat mu. Pasti yang di tanyain ini, bukan nya nanyain kabar teman nya dulu tapi kesukaan nya dulu yang di tanyain." jawab Ratih sambil menunjuk jus alpukat. aku pun hanya tertawa senang
" HahaHa...!"
Aku dan Ratih pun duduk - duduk menonton TV sambil bercerita panjang kali lebar.
" Jadi keadaan suami mu gimana Len ? apa istrinya sudah bisa menerima kamu ?" tanya Ratih yang terlihat ada beban juga dalam pikiran nya.
" Yah seperti itu lah Rat, yang nama nya kita ngambil punya orang jalan nya gak akan mulus. makanya aku sekarang sibukin diri aja cari cuan. Dari pada mikirin hubungan yang gak sehat, gak menghasil kan apa - apa. mending cari duit untuk masa depan anak." jawab ku.
" iya juga sih Len " gumam Ratih.
" Lalu ?" tanya ku pada Ratih
__ADS_1
" Lalu apa nya Len ?" Ratih balik bertanya
" Entah lah, mungkin ada yang kamu sembunyikan dari aku Rat. kalau ingin cerita, aku siap mendengarkan." jawab ku
Ratih pun langsung menunduk kan wajah nya, karena menyembunyikan mata nya yang mulai berair. aku pun hanya membiar kan nya sesaat, tanpa bertanya apa pun. sampai akhir nya dia mengangkat wajah nya dan minta di peluk.
" Len, boleh peluk ga ?"
" Peluk lah sini !"
Jawab ku, yang berusaha tak ingin menangis juga. kalau dua - dua nya menangis kan repot gak ada yang nyuruh diam. Ratih pun langsung memeluk ku dengan Isak tangis nya yang di tahan.
Aku pun hanya membiar kan nya, sampai gejolak beban di hati nya terasa ringan. yah, namanya teman dalam masalah, kitapun ikut merasakan apa yang dia rasakan. Air mataku pun tak sadar ikut menetes juga.
Setelah beberapa menit Ratih meluap kan emosi di hati nya, dengan menangis memeluk ku. akhir nya dia pun melepas kan pelukan nya itu.
" Len, pasti kamu sudah mengetahui tentang keadaan ku kan ?" tanya Ratih sambil mengusap wajah nya.
" Aku tidak akan menganggap itu benar, kalau orang yang bersangkutan tidak cerita langsung kepada ku. jadi karena kamu sudah menyinggung nya, aku hanya ingin memastikan ' apa itu benar ?" jawab ku dan, tanya ku pada Ratih lagi.
Ratih pun langsung mengangguk kan kepalanya, bertanda berita itu benar ada nya. jika suaminya memang menikah lagi dengan wanita lain, pilihan ibu mertuanya sendiri.
" Lalu kenapa kamu menyetujui nya..? kalau kamu akhir nya merasakan sakit." ucap ku.
" Aku takut mas Ryan menceraikan ku Len, kalau tidak menyetujui nya." jawab Ratih.
" iya tau, tapi apa kalian berdua gak ada pembicaraan dulu sebelum memutus kan ?" tanya ku
" Ada Len, mas Ryan memang gak setuju dengan keputusan mama nya. tapi kan tau sendiri, mas Ryan itu gak akan bisa menolak permintaan mama nya. makanya aku pun terpaksa setuju."
" Awal nya aku mengira, aku akan bisa bersabar melewati nya sampai kelak wanita itu bisa melahirkan anak untuk kami. tapi ternyata aku gak kuat menahan cemburu, karena mas Ryan sepertinya memang jatuh hati dengan wanita itu." jelas Ratih.
" Ya sudah, karena sekarang mereka sudah terlanjur menikah. mau gak mau kamu harus bisa menerima dan bersabar. Kalau cinta buta emang seperti ini, terlalu takut di tinggalkan. sampai akhirnya tidak bisa berpikir sehat. ujung - ujung nya kan merasakan sakit - sakit juga."
" Kamu bukan nya sering ikut pengajian dengan mertua mu Rat ? harus nya kan, kalau mengalami hal yang seperti ini paling tepat kita bertanya kan sama orang yang mengerti Agama, seperti Ustadzah gitu."
" Mungkin kamu terlalu gengsi untuk bertanya, padahal kan gak ada salah nya. Toh itu untuk kebaikan sendiri. asal bertanya dengan orang yang tepat." ucap ku pada Ratih dengan panjang kali lebar.
Bersambung...
__ADS_1
\*\*\*yg sudah mampir jangan lupa tinggalin jejak yaa say..bantu vote nya juga. Terimakasih\*\*\*