Istri Ke Dua

Istri Ke Dua
Tawaran kerja


__ADS_3

Setelah kepulangan mba Ema ke rumah nya, aku hanya tinggal berdua saja dengan putri ku Helena. dan seperti biasa setiap habis isya, pasti Kya akan menelpon untuk menanyakan kabar ku dan anak ku. seperti nya itu sudah menjadi kebiasaan rutin nya.



Saat aku baru saja selesai dengan Kya, tiba - tiba ponsel ku kembali berdering. Ku kira itu panggilan dari Kya, namun setelah aku melihat, rupanya mas Hadi yang memanggil.



Kring kring kring !



Panggilan itu tak kuhirau kan, karena di angkat pun percuma, tetap tidak ada hal penting yang harus di bicara kan. Sudah beberapa kali mas Hadi mencoba menghubungiku, tetap tak kuhiraukan akhir nya dia pun menyerah tak menghubungiku lagi.



Entah sudah berapa bulan dia tidak kemari, dan tak pernah memberikan kabar juga. datang kemari pun percuma, pasti setelah nya aku akan mendapat kan hinaan dan teror dari istri nya. yah mungkin aku akan mencoba melupakan dan berhenti berharap padanya, Lebih baik aku fokus dengan kehidupan ku dan anak ku untuk membesar kan nya.



Malam semakin larut, aku pun memutus kan untuk tidur dan berdoa, semoga besok ada panggilan rezeki untuk ku dan anak ku. Aku ingin mengumpulkan modal suapaya nanti aku bisa buka toko sembako kecil - kecilan di kontrakan, dan aku tidak sering meninggal kan putriku.



Pagi hari nya ponsel ku sudah berdering, aku pun dengan begitu semangat menjawab panggilan itu, berharap ini adalah panggilan rezeki untuk ku dan anak ku.



Kring kring kring !



" Halo, selamat pagi?" jawabku.



" Pagi, apa ini dengan mba Hellen ?" tanya nya.



" Betul mba, ada yang bisa saya bantu mba ?" tanya ku balik.



" Begini mba Hellen, nama saya Sisi, saya punya kerjaan untuk mba, jika mba berminat. Saya memiliki bisnis reseller baju online. jika mba berminat, mba bisa menjadi salah satu reseller ku.



" dan cara kerja nya juga sangat mudah kok mba, mba tinggal mengunggah foto - foto produk yang akan di jual di sosmed mba. lalu kalau ada yang tertarik ingin beli, mba kirimkan aja detail nya ke saya. Nanti soal pengirimin barang nya saya yang urus. mba hanya memasarkan produk aja dan mencari pembeli.



" Nah setiap produk yang terjual melalui mba, mba akan mendapatkan komisi 10% dari harga jual mba. gimana mba, tertarik gak ?



" Tertarik banget mba, baik lah aku akan mencoba menjadi reseller mba." jawab ku


__ADS_1


" Oke kalau mba Hellen setuju, mba bisa memilih prodok produk apa yang akan mau mba promosikan, nanti aku akan memberikan stok nya pada mba. dan mba juga bebas menentukan cara strategi pemasaran mba. kalau bisa buat se menarik mungkin agar banyak orang yang tertarik untuk melihat produk apa yang mba promosikan.



" Dan kalau ada yang belum bisa mba pahami atau ada yang ingin di pertanyakan, mba bisa menghubungi saya langsung kapan aja. Jadi mba Hellen deal yaa ingin bergabung ?" tanya mba sisi lagi.



" Oke mba, inshallah saya akan mencoba. manatau rezeki." jawab ku lagi.



" Oke kalau gitu besok bisa di mulai ya mba, untuk awal - awal mba belajar aja dulu gak papa."



Setelah berbincang dengan mba sisi, aku mendapat pesan whatssap dari Laundry.



{ Mba Hellen, hari ini tolong bantu di laundry yaa, seperti biasa kiloan ya mba }



{ baik bu, jam 9 nan ya bu } balas ku.



Aku pun segera bergegas untuk mempersiapkan keperluan anak ku kembali, untuk di titip kan pada mba Ema.




" Assalamualaikum...!



" Walaikumsalam ! masuk aja mba Ema..." teriak ku rupanya yang datang mba Ema.



" Mba Hellen, apa hari ini gak ada panggilan kerja ?" tanya mba Ema



" Ada mba, tapi nanti jam 9, masih santai " jawab ku.



" Ooh, kalau gitu kita masih sempat gosip ya mba " ucap mba Ema



" Apa hari ini ada gosip mba ?" tanya ku pada mba Ema.



" Ada mba, tapi takut mba Hellen marah nanti kalau saya ngomong " jawab mba Ema

__ADS_1



" Kenapa saya harus marah mba... apa gosip nya tentang saya ?" tanya ku



" Iya mba, tapi ini kabar nya dari mba sari "



" gosip apa itu mba ?" aku bertanya kembali



" Kata nya, suami mba gak pernah ke sini lagi. apa benar itu mba ?"



" Iya benar, lalu apa lagi mba gosip nya ?" tanya ku kembali.



" Iya cuma itu aja sih mba, kata nya suami mba gak perduli lagi sama mba, dan kalau dia mau datang kemari dia gak berani, takut ketahuan sama istri nya. Tau gak mba, seperti nya istri suami mba itu udah tuker - tukeran nomor HP sama si sari itu. jadi istri suami mba itu sering nyari informasi lewat si sari." tutur mba Ema.



" Ooh... pantesan suami saya gak kemari - kemari ya mba, rupanya di sini sudah ada mata - mata." jawab ku lagi.



" iya, tau gak sih mba, saya tuh kesel banget lihat si sari itu. saya emang suka ngegosip, tapi bukan berati saya harus ikut campur dengan urusan orang, seperti si sari itu ! kan kasihan mba Hellen kalau suami nya gak datang - datang, mana punya anak kecil lagi." tutur mba Ema dengan raut wajah sewot.



" Biarin aja mba Ema, saya udah gak perduli kok. yang penting mba Ema mau kan jagain anak saya kalau saya pergi kerja."



" Kalau soal itu pasti mba, saya juga melihat mba Hellen baik kok. walaupun kata orang - orang mba palakor, tapi gak kelihatan dari penampilan mba. malah lebih kelihatan cuek, masa bodo' dan dingin. kalau penampilan seorang pelakor kan menor, ganjen, bawaan nya tuh wajah nya di poles terus. malah yang kelihatan pelakor itu si sari, bawaan nya gatal aja kalau lihat laki orang. hahaha " ucap mba Ema dengan tawa nya.



" Bisa aja nih mba Ema "



" Iya, soal nya saya tuh kesel banget lihat si sari mba Hellen. kemaren tuh kami sempat adu mulut mba, katanya saya belain mba Hellen karena mba ngasih kerjaan sama saya. padahal kan itu atas kemauan saya sendiri. yaa walaupun mba bayar sih, nama nya juga kita manusia saling membutuh kan. walau saya niat menolong tapi kan ada hasil nya juga untuk saya." ucap mba Ema lagi.



" Iya mba, lain kali kalau si sari ngomong apa - apa lagi, mba Ema gak usah dengerin. palingan juga dia yang di pekerjakan sama istri suami saya. besok - besok kalau dia masih sibuk mojokin saya, mba Ema tanya aja, emang kamu di bayar berapa sama istri nya pak Hadi untuk memata - matai mba Hellen ? dapat duit nya gak..? jangan - jangan duit nya gak dapat tapi dosa nya yang di dapat." ucap ku lagi aga menyulut api sedikit.



" Haha !



\*\*\* Oke sampai di sini dulu, jangan lupa tinggalin jejak ya kalau mampir. Terimakah\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2